
Pagi-pagi sekali Brandon sudah bangun. Dia segera bersiap untuk mencari keberadaan Gita. Brandon sudah mencurigai sebuah rumah sakit sebagai tempat magang Gita. Ia mendatangi rumah sakit tersebut untuk mencari informasi.
Brandon menuju bagian informasi untuk menanyakan mahasiswa magang di sana. Dia sangat yakin bahwa saat ini Gita sudah magang di sebuah rumah sakit untuk melengkapi tugas akhirnya.
"Permisi. Saya mau tanya apakah di rumah sakit ini ada mahasiswa magang bernama Anggita Nur Anggraini? Dari Universitas 'Aa'." tanya Brandon pada petugas di sana.
Saat itu kebetulan Leonard sedang melintas di bagian informasi. Dia tidak sengaja mendengar nama Gita disebut oleh seseorang yang tidak dikenalnya.
Leonard mendatangi Brandon.
"Ada urusan apa Anda mencari Miss Anggita?" tanya Leonard menunjukkan wajah tidak suka.
"Saya keluarganya dari Indonesia. Sudah dua tahun lebih dia tidak memberi kabar pada kami."
"Tidak memberi kabar? Hahaha... Anda lucu sekali. Jika ingin berbohong, seharusnya Anda mencari anak kecil saja. Anggita tidak pernah absen mengabari keluarganya. Atau jangan-jangan Anda hanya mengaku sebagai keluarga padahal orang jahat yang ingin mendekati Anggita?" skak Leonard.
Leonard sering mendapati Gita menghubungi ayah dan ibunya, sehingga dia tidak percaya jika ada yang mengaku keluarga yang tidak pernah diberi kabar.
Brandon merasa dipermalukan oleh Leonard. Akan tetapi dia menahan kemarahannya karena Leonard memiliki kunci untuk mengetahui keberadaan Gita.
"Jujur saja, sebenarnya saya saudara jauh Anggita. Selama ini saya tinggal di Yogyakarta sedangkan orang tua Anggita berada di pulau Sumatera. Selama di Yogyakarta, Anggita bersama saya." aku Brandon terus terang.
"Saudara jauh?" ejek Leonard.
"Kedatangan saya ke sini ingin menyerahkan 50 persen kepemilikan saham kakaknya untuk Anggita. Jadi, saya mohon kerjasama Anda." ucap Brandon sebelum meninggalkan rumah sakit itu.
Brandon merasa kesal sekali atas sikap Leonard. Dia sengaja meninggalkan rumah sakit sebelum emosinya meledak dan menghajar orang.
Dikarenakan Gita shift malam, jadi Brandon tidak bisa bertemu dengan Gita. Jika saja dia tidak dibuat emosi oleh Leonard mungkin dia masih akan berada di rumah sakit tersebut.
__ADS_1
Brandon menuju kampus Gita, dia mencoba mencari Gita di kampus tersebut. Sebelum keberangkatannya ke Melbourne, Brandon sudah mendapatkan informasi kampus di mana Gita menimba ilmu. Sehingga memudahkannya mencari Gita.
Brandon pun menuju fakultas kedokteran, dan mulai bertanya pada para mahasiswa di sana. Tidak lupa ia juga menunjukkan foto Gita. Dengan alasan sebagai keluarga, para mahasiswa itu pun menunjukkan tempat dimana Gita sering duduk-duduk.
Brandon pun mulai menyisir tempat itu, terakhir dia ingin masuk ke perpustakaan. Ternyata tidak semua orang bisa masuk ke sana.
Dengan berat hati, Brandon meninggalkan kampus tersebut. Kesempatan untuk bertemu dengan Gita pun hilang. Itu berarti pertemuannya dengan Gita akan tertunda.
"Arghhhh!"
Brandon sangat kesal sekali hari ini. Sejak pagi mencari Gita tapi keberadaannya belum juga diketahui.
"Gita, kamu dimana sih? Susah sekali untuk bertemu denganmu!" gerutu Brandon seraya melangkahkan kakinya keluar dari kampus tersebut.
Brandon memutuskan kembali ke hotel tempatnya menginap. Dia berencana akan kembali mendatangi rumah sakit yang tadi. Saat ini dia ingin bekerja kemudian beristirahat, agar nanti malam badannya bisa lebih fresh ketika bertemu Gita.
*
*
*
"Malam dokter Anggi!" sapa seorang perawat yang kebetulan berpapasan dengan Gita. Di rumah sakit itu banyak yang mengenal Gita dengan sebutan Anggi.
"Malam, Sus." sahut Gita dengan senyuman tipis.
Saat Gita melintasi bagian administrasi dan informasi, Gita dipanggil oleh salah satu petugas di sana.
"Dokter Anggi, tunggu sebentar!" teriak seorang ibu-ibu petugas bagian administrasi dan informasi.
__ADS_1
"Iya?"
"Saya hanya ingin menyampaikan pesan dari petugas sebelumnya. Ada orang mencari dokter Anggi, dia mengaku dari Yogyakarta." Petugas itu menyampaikan apa yang diperintahkan oleh petugas yang berjaga shift pagi.
"Oh, ok! Thanks." jawab Gita sembari meninggalkan tempat itu dengan pikiran berkecamuk penuh pertanyaan.
"Siapa ya yang cari aku"
*
*
*
Sambil menunggu Cinta Sendiri up, mampir yuk ke karya teman aku yang tidak kalah menariknya.
Judul : Bad Wife
Napen : Oktiyan
BLURB!:
"Hidup itu memang perlu bebenah diri! Termasuk singkirin kamu!"
"Hanum, serius itu hanya kecelakaan dan lupa."
"Termasuk menyakiti juga kamu sebut Hippocampus sejenis amnesia anterograde?"
Kamu tau, kamu cuma jadi beban yang bisanya nyalahin aku dan ninggalin aku diwaktu yang tidak tepat. Muaaak!!
__ADS_1
Hanum seorang wanita dengan minus akal kepercayaan diri jauh dari kata cantik, serta bentuk tubuhnya besar jauh dari kata normal membuat dirinya selalu di ejek dan hina oleh pasangan. Hanum mati matian diet, demi mendapatkan pasangan yang tampan serta bisa mengertinya. Dapatkah Hanum melewatinya, belum lagi kisah cintanya dengan Alfa Jhonson bagai ada di roller coaster!