
Dokter yang dipanggil Brandon pun datang tak lama setelah Brandon memberi minum istrinya. Gita masih dalam posisi semula saat sebelum dokter datang, terbaring dengan mata terpejam.
Dokter itupun langsung memeriksa keadaan Gita yang tampak lemas dan pucat. Berulang kali mengecek denyut nadi Gita yang terasa berbeda dengan orang sakit pada umumnya.
"Sebaiknya nyonya melakukan pemeriksaan di dokter obgyn. Saya rasa nyonya Adhinata sendiri juga tahu jika ada perubahan dalam tubuhnya. Apalagi setahu saya nyonya Adhinata sudah sangat terkenal sebagai dokter yang bertangan dingin. Banyak pasien yang sembuh di tangan nyonya Adhinata," ucap sang dokter penuh pujian ditujukan untuk Gita.
Awalnya dokter itu kaget mendapati dokter umum yang biasa menangani anak-anak berada di apartemen Brandon. Begitu mendengar penjelasan dari Brandon bahwa Gita adalah istrinya barulah dia tersenyum. Alangkah beruntungnya Brandon bisa mempersunting dokter Gita.
Sebenarnya dokter itu mengenal pribadi Gita, saat mereka sama-sama bekerja di rumah sakit milik Leonard. Akan tetapi mereka menjadi partner kerja hanya beberapa bulan saja, dokter Charles memilih bekerja sama dengan lembaga asuransi. Sehingga mereka tidak begitu kenal dekat.
*
*
__ADS_1
*
Keesokan harinya, Brandon memaksa Gita untuk pergi ke dokter obgyn.
"Ayolah, Sayang! Aku yakin pasti Adhinata junior sudah hadir di sini," bujuk Brandon sembari mengusap perut datar istrinya.
"Belum jadwalnya masa periode, jadi belum bisa dibilang hamil. Tunggu dulu, nanti jika sudah lewat masa periode belum juga datang. Kita segera ke dokter obgyn," jawab Gita meyakinkan Brandon.
Bukan tanpa alasan Gita menolak pergi ke dokter obgyn. Brandon telah mendaftarkan dirinya untuk diperiksa oleh Leonard. Padahal Gita selama ini selalu menghindar dari Leonard. Leonard sudah mendapatkan gelar spesialisasi enam bulan yang lalu. Wajar saja karena Leonard senior Gita di kampus hanya saja dia selalu mengikuti kelas Gita untuk mendekati Gita.
Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya Gita periksa ke klinik tempatnya terakhir kali bekerja. Di klinik tersebut dokter obgyn-nya seorang wanita. Dengan alasan itu, Brandon langsung membawa istrinya ke klinik yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.
Sesampainya di klinik, Gita langsung diperiksa mengingat dokternya adalah teman lama si pasien. Selain itu, sebelum berangkat Brandon sudah membuat janji dengan sang dokter.
__ADS_1
"Selamat, Tuan! Sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah," ucap dokter yang masih terlihat cantik di usia senja.
"Usia kehamilannya baru empat Minggu, di sini hanya terlihat kantung rahim yang berisi embrio yang masih sangat kecil, seperti biji kecambah. Kalian harus menjaganya. Selalu jaga kesehatan dan minum vitamin untuk daya tahan tubuh. Ini resep yang harus ditebus di apotik," lanjut sang dokter dengan senyumannya.
"Dok, apakah kami boleh, mm... melakukan hubungan suami istri?" tanya Brandon ragu yang langsung mendapat lirikan tajam dari sang istri.
"Selama ibu dan janin sehat, saya rasa tidak masalah. Karena ada beberapa kasus yang melarang melakukan itu, biasanya dikarenakan janin yang kurang kuat. Rahim lemah. Hal lainnya yang akan mengakibatkan penurunan kondisi tubuh atau bisa juga terjadi keguguran," jelas dokter yang masih awet muda tersebut
"Baiklah kalau begitu. Terima kasih, Dok," ucap Brandon sembari berdiri dan menyalami tangan dokter.
Mereka keluar dari ruangan dokter obgyn dengan senyum merekah. Menunjukkan kebahagiaan mereka karena sebentar lagi akan memiliki momongan.
"Terima kasih, Sayang. Kamu mau mengandung anak-anakku," ucap Brandon seraya menciumi punggung tangan sang istri.
__ADS_1
"Tidak usah berterima kasih padaku, berterima kasihlah pada Tuhan yang telah memberi kita kepercayaan untuk memiliki seorang anak," jawab Gita bijaksana.