
"Kok marah? Fix ini pasti lagi ada masalah. Cerita biar lega!"
"Sok tahu!" sahut Gita tetap melangkahkan kakinya.
"Habis apaan dong? Lagi PMS? Lapar?" cerca Dandy.
"Ih, apaan sih! Nggak usah kepo deh, ingat banyak ingin tahu bisa membunuhmu." ucap Gita dengan senyum terkulum yang sebentar lagi akan meledak tawanya.
"Kalau mau ketawa, usah ditahan. Entar malah ken tut 'kan jadi berabe urusannya!" celetuk Dandy ketika dilihatnya Gita menahan tawanya.
Mood Gita sudah kembali lagi setelah bertemu Dandy. Dandy yang dulu pendiam dan tertutup ternyata orangnya asik diajak ngobrol. Dandy 'lah yang akhir-akhir ini menemani harinya. Setiap ada waktu luang dia pasti akan menemui Gita, walaupun hanya sekedar ngobrol saja.
Buahahaha....
Akhirnya tawa Gita pecah juga, tidak tahan mendengar kata ken tut. Dandy hanya tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah Gita yang berubah-ubah. Dandy bisa mengetahui apa yang dirasakan oleh Gita hanya dengan melihat tingkah lakunya.
"Makan, yuk! Lapar nih." ajak Dandy sambil mengusap-usap perutnya.
"Ayuk! Kebetulan aku juga belum makan ini. Makan dimana kita?" sahut Gita sumringah.
"Mana aja deh! Penting makan."
"Di kafe "Zero" aja, ya? Paling dekat."
"Boleh. Makan dimana saja asal bersamamu pasti nikmat." rayu Dandy sambil mesem.
__ADS_1
"Dih, gombal! Sudah pintar gombal, ya sekarang?" balas Gita sembari memukulkan map yang dipegangnya ke bahu Dandy.
"Eh, KDRT ini mah namanya." canda Dandy sambil mengusap-usap lengan dan bahunya yang kena timpuk Gita baru saja.
"KDRT, KDRT! Emang apaan? Istri bukan, adik bukan, keluarga juga bukan. Huh, pakai istilah KDRT segala!" sanggah Gita semakin semangat ingin memukul Dandy.
"Mukul sekali lagi, cium sekali. Mukul dua kali, cium dua kali!" ancam Dandy ketika Gita sudah mulai mengayunkan kembali map di tangannya.
"Eh, mana ada aturan seperti itu?" protes Gita cemberut dengan tangan turun seketika karena terkejut.
"Ada, dan aturan itu dimulai sejak detik ini. Ok!"
"Mana bisa begitu? Enak di kamu, apes di aku!" Gita kembali mengajukan protesnya.
"Bisa! Kenapa tidak?"
"Ya, udah. Kalau begitu mulai detik ini juga kita pacaran."
Gita yang mendengar kata pacaran, seperti diingatkan dengan kejadian selama dia di Yogya. Dia wajahnya langsung sendu, dan itu terlihat oleh Dandy walaupun hanya sekilas.
"Jangan bahas pacar dan ciuman! Atau nggak usah temui aku lagi." bentak Gita, ia sangat marah jika ada orang yang ngotot menjadi pacarnya.
Gita benar-benar tidak mau pacaran. Dia ingin fokus kuliahnya. Tidak ingin kejadian dua tahun silam kembali terjadi. Cukup sekali melakukan kebodohan yang berakibat fatal padanya.
Dandy yang mendengar bentakan Gita dan melihat raut wajah Gita yang sendu dan penuh kekecewaan, langsung terdiam dan meminta maaf setelahnya.
__ADS_1
"Maaf!" ucap Dandy lirih.
"Tak ada maksud apa-apa, aku hanya bercanda. Mau 'kan memaafkan aku?" lanjut Dandy seraya mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"Seandainya kamu tahu perasaanku, apakah kamu akan tetap seperti ini? Anggita, tahukah kamu? Sudah sejak lama aku menaruh hati padamu. Berharap bisa menjadi pendamping hidup di dunia dan akhirat"
Gita tetap diam hingga mereka berdua sampai di kafe tujuan.
"Aku beneran minta maaf. Tadi bercandaku keterlaluan. Aku janji, tidak akan mengulanginya lagi." janji Dandy agar Gita tidak merajuk lagi.
*
*
Sembari menunggu GiBrand up lagi, kalian bisa mampir dan baca karya temenku.
Judul : Triple K
Napen : Unopp
Tiga orang gadis yang dulunya tinggal di sebuah panti asuhan yang sama. Entah kebetulan atau tidak ketiga gadis tersebut mempunyai inisal nama yang sama yaitu Kania, Keysa dan Kirana. Mereka sering disebut TRIPLE'K.
Namun setelah beranjak dewasa ketiganya memutuskan untuk menjalankan hidupnya lebih mandiri, dengan hanya tinggal di kontrakan kecil mereka menjalaninya dengan suka cita.
Namun pada suatu kejadian mereka bertemu dengan pria kaya, mereka terjebak dalam suatu perjanjian.
__ADS_1
Bagaimana nasib mereka kedepannya?