Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
97. Terpuruk


__ADS_3

Sudah beberapa hari keadaan Brandon sangat kacau. Hanya melamun dan melamun, tak ada kegiatan lain yang dilakukannya. Sang mami yang mendampinginya selama dua puluh empat jam, membuat Brandon tidak bisa mengkonsumsi alkohol.


Jambang dan sudah mulai menutupi wajahnya karena tidak pernah dicukur. Makanan pun tak banyak yang masuk ke dalam perutnya. Penyesalan dan rasa bersalah yang mendalam membuat Brandon tidak tenang. Dalam tidurnya dia selalu bermimpi buruk, seperti dikejar-kejar orang.


Melihat keadaan anaknya dalam keadaan tidak baik, bu Maria pun menghubungi Rommy. Meminta bantuan agar memberikan semangat. Selama ini bu Maria sudah berusaha menasehati dan memberikan semangat, akan tetapi tidak ada perubahan sama sekali.


Rommy pun ke Surabaya sendiri karena anaknya masih bayi.


"Bro, kenapa Lo jadi begini? Mana Brandon yang tidak takut pada siapapun? Mana Brandon yang selalu percaya diri bisa menghadapi masalah seberat apapun?" tegur Rommy ketika sampai di kediaman Surya Adhinata, ayah Brandon.


Brandon hanya diam tanpa menjawab pertanyaan sahabat dekatnya itu.


"Mana Brandon yang dingin, yang tidak peduli dengan para perempuan cantik yang mengelilingi? Dulu saat Gita mengejar cintamu, kamu pura-pura tidak mencintainya. Padahal semua sudah terlihat jelas sejak awal."


"Lo terlalu dibutakan oleh rasa kagum Lo pada jandanya Rendy. Gue akui, dia wanita sempurna yang pernah Gue lihat. Tapi, Gita juga tidak kalah dengan Ary. Karena rasa kagum Lo itu begitu besar, jadi Lo tidak bisa mengenali perasaan Lo sendiri."

__ADS_1


"Padahal terlihat jelas, Lo selalu siap sedia di setiap langkah Gita. Lo rela keliling Yogya hanya demi menuruti kemauan Gita. Bahkan Lo rela pekerjaan tertunda hanya untuk seorang Gita. Setelah bertahun lamanya, kenapa Lo baru sadar?"


Brandon hanya mencebik mendengar setiap ejekan yang keluar dari mulut sahabatnya itu. Brandon malah bernostalgia dengan masa-masa bersama dengan Gita beberapa tahun silam.


Setiap kali Gita meminta apapun, dia langsung berusaha mencari hingga dapat. Menjadi sopir dan bodyguard pribadi Gita saat kemanapun Gita pergi. Begitu Gita meninggalkan Yogya, hidupnya terasa hampa.


Berusaha mencari Gita dengan bertanya pada para mahasiswa kedokteran, bahkan dia juga menemui petugas pihak kampus agar diberitahukan keberadaan Gita. Tapi sayang semua usahanya harus mentok, karena Gita meninggalkan kampus saat pertukaran mahasiswa. Tanpa ada yang tahu jika dia sudah mengurus kepindahannya ke luar negeri.


"Sorry, Bro! Gue nggak ada maksud buat Lo semakin terluka. Tapi semua yang aku ucap hanya mengingatkan betapa gigihnya usaha Gita mendekati Lo. Dia selalu mencari Lo dalam keadaan apapun, itu artinya Lo sangat berarti buat dia."


"Sekarang, Lo juga tunjukkan ke dia. Kalau Lo sangat membutuhkan dia. Saat ini waktunya Lo buat ngejar, bukan dikejar lagi. Sekarang Lo bangkit, cari cara agar Lo bisa dekat dengan Gita!"


Brandon pun mulai mengingat saat dimana dia begitu ketus pada Gita. Padahal dia hanya membentengi dirinya agar tetap bisa fokus mengembangkan Rend's Comp. Setelah kepergian Gita ke Melbourne, Brandon merasa kehilangan. Namun, dia tidak mau mengakui. Sampai saat dia menikahi Kia, rasa kehilangan dan rasa bersalah selalu menghantui.


*

__ADS_1


*


*


Tidak jauh beda dengan keadaan Brandon. Gita pun tidak bisa konsentrasi menggarap tesis yang tinggal finishing saja. Padahal hanya merevisi typo, hingga berhari-hari tidak kelar dikerjakan. Akhirnya Gita memutuskan untuk segera kembali ke Melbourne agar pikirannya kembali jernih.


Dia terpaksa berbohong tidak lagi mencintai Brandon, agar sang ayah tidak semakin emosi. Dia ingin ayahnya dan Brandon saling berbaikan, tidak ada permusuhan ataupun dendam.


"Seharusnya aku tidak berbohong! Tapi aku takut Papa akan semakin kecewa padaku. Seandainya saja aku tidak berbohong pasti aku tidak akan kehilangan dia lagi. Haahhhh..."


"Aku yakin, kalau dia memang jodohku pasti bersatu. Sebaiknya aku segera merevisi tesisku agar cepat kelar. Kalau aku terus memikirkan dirinya, aku tidak akan pernah bisa move on."


*


*

__ADS_1


*


Maaf telat up, setiap weekend selalu telat up dan hanya bisa up satu bab🙏🙏🙏


__ADS_2