Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
Kita Berteman Atau Bersahabat?


__ADS_3

Pagi hari nya, Lisya mulai bersiap diri untuk berangkat kesekolah.


tiba-tiba ponselnya bergetar.


drrrrrrttttt drrttttt..


ada peaan masuk, dan ternyata dari rendra.


lisya membuka pesan itu isinya...


'mau di jemput ngga?'


mata lisya membola membaca pesan itu lalu membalasnya


*ngga usah, aku udah biasa jalan kaki tiap berangkat sekolah*


kayanya ada yang lain, yaa lisya membiasakan diri juga untuk berbahasa Aku Kamu kepada rendra.


rendra yang membaca pesan lisya uang sudah menggunalan bahasa baru nya tersenyum.


'ya udah aku tunggu di sekolah ya'


*iya*


Lisya sudah rapih dan siap berangkat, lisya berpamitan kepada ibu nya. lalu berangkat kesekolah.


sepertibiasa lisya hanya butuh waktu 15menit menuju sekolah nya.


sampai di sekolah dan memasuki koridor, Lisya tertegun melihat rendra yang diuduk di koridor sambil menatap nya. rendra ternsenyum.melihat kehadiran Lisya.


lalu redra berdiri dari duduknya dan menghampiri lisya yang mematung.


"hai, selamat pagi". sapa rendra

__ADS_1


"pagi juga". jawab lisya "kamu ngapain duduk di koridor? kamu lagi nunggu seseorang kah?". tanya lisya penasaran.


"kamu tu yaa, awalnya kaya cuek dan dingin banget, baru semalem ngobrol panjang sekarang udah keliatan bawelnya". sambil mengusap rambut lisya sedikit kasar.


"iihh, apaan sih ngacak-ngacak rambut orang". kata lisya kesal sambil menepis tangan rendra


"ehh kamu sejak kapan punya bahasa Aku Kamu pas lagi ngomong sama aku?". tanya rendra penasran.


"kenapa? kamu ga suka aku ngomong nya pake bahasa aku kamu ke kamu nya?!". jawab lisya makin sebal


"ya suka lahh, itu kan kelihatan kita nya lebih akrab, hehe". sahut rendra sambil cengengesan.


lisya meninggalkan rendra di koridor tanpa merespon kalimat rendra yang terakhir.


rendra mengimbangi langkah nya..


"jadi kita udah temenan nih? kita temenan apa sahabatan?". tanya rendra yang penasaran dengan jawaban Lisya.


Lisya menghentikan langkahnya, lalu menoleh kepada rendra yang berada di samping nya.


"kalo aku mau nya kamu jadi pacar aku gimana". jawab rendra menggoda Lisya.


Lisya bengong mendengar kalimat itu.


kemudia rendra menyadarkan bengongnya Lisya.


"kamu ga papa sya?". rendra tampak khawatir


"oohhh,ngga papa. jadi kamu mau nya temenan apa sahabatan ndra?". tanya Lisya lembut


"aku maunya kamu jadi orang yang berperan penting dalam hidup aku sya". jawab rendra tulus


"maksudnya?". lisya terlihat bingung

__ADS_1


"nanti kamu bakal tau kok, ya udah sekarang gih sana ke kelas, nanti break time aku ke kelas mu". ucap rendra mempersilakan Lisya pergi


Lisya hanya mengangguk lalu meninggalkan rendra.


Lisya ingin masuk ke kelas, tapi langkahnya terhenti di depan kelas nya dia menyadari dia belum bertemu Maya. dia ingin ke kelas maya tapi bell masuk berbunyi akhirnya dia urungkan niat itu.


ketika masuk kelas, Lisya di sambut dengan senyuman meledek dari Indah..


"hemm hemmm, yang tadi ngobrol serius sama babang rendra hihihi". indah menggoda lisya yang wajahnya sudah merah merona karena malu. "akhirnya lo dengerin kata-kata gue sya, dengan begiti lo bakal ngerasain yang namanya pertemanan hangat dengan orang baru". sambung indah sambil merangkul bahu Lisya.


Lisya hanya tersenyum mendengar ucapan indah.


lisya bergumam, 'indah ga berubah, dari dulu dia selalu ngesupport gue untuk jadi uang terbaik'.


"btw, mau sampe kapan kita berdiri sya?". tanya indah memecah lamunan Lisya.


"eehhh, ya ayo duduk. lagian lo ngomong mulu sih". jawab Lisya


mereka duduk bersama, mengobrol asik seperti jaman SD. tidak lama guru pun masuk untuk memberi materi. karena hari ini sudah mulai belajar seperti biasa.


Bel istirahat berbunyi..


"Sya kantin yuk, laper nih". ajak Indah pada Lisya yang sibuk dengan ponsel nya.


"yuk, tapi mampir ke kelas maya ya ngajakin dia sekalian". pinta Lisya


"okee yukk". jawab Indah dan mereka berdiri lalu berjalan keluar kelas untuk menemui Maya terlebih dulu.


mereka sampai di kelas maya, maya terlihat sedang bersenda gurau dengan teman baru nya.


"may, kantin yuk". lisya memanggil dan mengajak maya ke kantin bersama. maya menghampiri nya,


"ngga deh, lo ke kantin aja sama indah ya, gue lagi pengen ngobrol sama mereka. ga papa kan gue ga ikut?". jawab maya menolak ajakan Lisya.

__ADS_1


"oke deh kalo gitu". lisya pergi dari kelas maya.


__ADS_2