Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
79. Maaf


__ADS_3

"Ka-kamu?"


"Apa kabar?" ucap sang pria seraya mengulurkan tangannya hendak menyalami Gita.


Gita merasa tidak percaya, laki-laki yang selama ini telah menemaninya kembali lagi.


"Ini beneran kamu? Malungun au!" tanya Gita seakan tak percaya dengan penglihatannya.


Malungun au \= aku kangen.


"Iya, ini aku! Kamu nggak mimpi," sahut si pria tersenyum tipis.


"Aku bawa makanan kesukaan kamu. Khusus dimasakin sama chef aku yang asli orang Padang. Dijamin kamu pasti suka!" imbuhnya seraya menunjukkan paper bag di tangannya.


"Wow, mauliate godang, Ito!" Gita mengambil paper bag itu dengan wajah berbinar. Akhirnya dia bisa makan masakan yang berasal dari Indonesia.


"Iya, sama-sama. Aku akan selalu berusaha membuat kamu bahagia. Aku tahu rasanya merantau jauh di negeri orang, pasti sering merindukan masakan dari kampung halaman." jawab Dandy, ikut bahagia melihat senyum mengembang di bibir gadis pujaan hatinya.


Iya, sampai sekarang Dandy masih menyimpan rasa itu. Walaupun Gita memintanya untuk sekedar berteman, akan tetapi rasa itu tidak bisa hilang dengan sendirinya. Bahkan rasa cinta itu semakin hari semakin besar.

__ADS_1


Kedatangan Dandy ke Melbourne hanya karena merindukan Gita. Rasa rindu yang begitu besar, telah mendorongnya untuk segera ke Melbourne menemui Gita. Dengan membawa rendang dan gudeg kesukaan Gita, Dandy nekat terbang ke Melbourne.


Dandy dan Gita pulang ke apartemen Gita, Gita langsung memasak beras. Malam ini, mereka makan malam bersama dengan menu nasi rendang dan gudeg.


Leonard yang kebetulan malam itu juga datang langsung bergabung makan malam dengan menu Indonesia. Dengan wajah datar karena cemburu, Leonard tetap ikut menikmati masakan Indonesia itu.


"Honey, kenapa tadi kamu pulang tanpa memberitahuku? Aku mencarimu," ucap Leonard setelah mereka makan malam bertiga.


"Honey? Jangan bilang kalau kalian..."


"Iya, kami pacaran!" potong Leonard dengan senyum mengejek pada Dandy.


"Oh! Bisa kamu jelaskan, Anggita?" tanya Dandy dengan raut wajah kecewa. Bertahun lamanya dia menanti Gita luluh, akhirnya kandas.


"A-aku minta maaf, Dan!" ucap Gita terbata sembari menunduk.


Sebenarnya Gita tidak ingin menyakiti perasaan siapa pun. Itulah kenapa dia mengatakan hanya ingin berteman. Kepulangan Dandy membuat Leonard semakin gencar mendekati Gita. Sehingga mau tidak mau, Gita menerima Leonard. Walaupun dengan hati tidak sepenuhnya. Cinta Gita untuk Leonard dan Dandy sama besarnya, cinta sebagai sahabat.


"Apa-apaan ini? Kenapa kamu meminta maaf padanya, Honey? Bukankah kita menjalin hubungan ini sudah enam bulan. Kenapa harus meminta maaf pada dia?" cerca Leonard cemburu.

__ADS_1


Gita bingung harus menjawab apa. Dia menerima Leonard karena terpaksa, dia tidak tega melihat Leonard yang setiap hari menyatakan cinta di hadapan umum. Gita hanya ingin menjaga harga diri Leonard agar tidak terluka.


Setelah kejadian tadi siang bertemu secara langsung dengan ibu Leonard, Gita pun bertekad akan mengakhiri hubungannya dengan Leonard.


"Aku minta maaf karena aku tidak bisa menerima cintanya. Aku menganggap Dandy sudah seperti saudara sendiri. Sebagai kakak laki-laki. Sikapnya selama ini mengobati rasa rinduku pada almarhum abangku." jelas Gita dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu jangan terlalu cemburu pada Dandy, Le! Kalian berdua sama di hatiku," lanjut Gita tanpa sadar keceplosan yang akhirnya membuat seorang pria keturunan bangsawan itu menjadi bertanya-tanya.


"Apa maksudmu, Honey? Bisa kamu jelaskan saat ini juga?" desak Leonard.


Betapa hancurnya hati Leonard, ternyata cintanya yang tulus tidak bisa meyakinkan wanita cantik di hadapannya itu. Dia hanya dianggap sebatas teman dekat saja.


Dandy hanya melihat dan mendengar itu semua tanpa bisa berkata-kata.


"Aku minta maaf! Aku belum bisa menerima kalian di hatiku. Sejak awal sudah aku katakan, aku hanya bisa berteman dengan kalian. Kalian mengatakan bisa menerimanya, tapi kenapa sekarang menuntut lebih? Terutama kamu Le, bukankah sudah berulang kali aku katakan? Hatiku belum bisa menjalani sebuah hubungan khusus. Kamu setiap hari datang menyatakan cinta. Aku harus bagaimana? Apa aku salah jika terpaksa menerima?"


"Walaupun aku sudah berusaha menjadi kekasih yang baik untukmu, akan tetapi hatiku kecilku menolak untuk mencintai. Aku sudah berusaha semampuku, ternyata aku memang belum bisa. Maaf!"


Gita terduduk di lantai dan menangis tergugu setelah mengutarakan apa yang dirasakannya selama ini. Dandy yang awalnya marah karena merasa dikhianati, sekarang merasa bersalah. Tidak seharusnya dia memaksakan Gita untuk jatuh cinta. Semua itu ada masanya.

__ADS_1


Sedangkan Leonard sangat marah dan pergi meninggalkan apartemen Gita tanpa sepatah kata.


__ADS_2