Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
88. Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

Brandon sengaja memesan tiket pesawat tujuan Kualanamu. Dia ingin menemui orang tua Gita. Tekadnya sudah bulat untuk meminta maaf pada mereka. Selama ini Gita sepertinya enggan memaafkannya sehingga dia ingin meminta maaf pada orang tuanya saja.


Brandon tidak tahu jika Gita merahasiakan semua masalahnya pada kedua orang tuanya. Tidak hanya pada orang tuanya, pada teman dekatnya ataupun pada Ary pun Gita tidak pernah bercerita. Kepribadian Gita yang introvert, tidak mudah berbagi cerita pada siapapun. Dia lebih suka menuangkan kegelisahannya pada tulisan dan do'a.


Sesampainya di bandara Kualanamu, Brandon langsung menuju outlet cabang Medan. Dia akan bertanya pada karyawan di sana alamat rumah Rendy. Brandon memiliki alamat orang tua Gita dari Rendy. Saat mereka memulai usaha, Rendy sudah sering sakit-sakitan, sehingga dia memberikan alamat rumah orang tuanya untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu.


Dulu, Brandon berpikir bahwa alamat itu tidak berguna. Bahkan hendak membuangnya, akan tetapi setelah Gita kuliah di Yogya dia urungkan niatnya itu.


Sore harinya, setelah jam kerja usai. Brandon diantar oleh salah satu karyawannya ke kota kelahiran wanita yang telah membuatnya seperti orang gila. Mereka bepergian dengan naik kereta api karena alamatnya tidak jauh dari stasiun kereta api.


Menempuh perjalanan selama enam jam, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Tempat itu masih gelap karena waktu masih subuh.


Brandon pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri begitu turun dari kereta api. Hal yang sama pun dilakukan oleh karyawannya yang mengantarkan dia.


Selesai membersihkan diri mereka memutuskan membeli sarapan. Banyak warung yang masih tutup di waktu subuh, sehingga mereka hanya makan mie instan rebus dengan telur mata kerbau. Rasa laparnya membuat semangkuk mie rebus itu habis dalam waktu beberapa menit saja.


Dengan menyewa becak, mereka mendatangi rumah pak Chandra. Tidak susah untuk menemukan alamat rumah pak Chandra karena nama pak Chandra sudah terkenal di kota ini.


"Parmisi! Isi jolma i jabu? (permisi, adakah orang di rumah?)" teriak karyawan yang menemani Brandon.

__ADS_1


Kebetulan tadi malam, ompung Norma dan mama Hotma sedang pergi ke kota salak sibakua. Hanya pak Chandra yang ada di rumah saat ini.


"Iya, kosik! Isih mlaku iki! (Iya, tunggu sebentar. Masih jalan ini!)" sahut pak Chandra dari dalam rumah.


Pak Chandra bukan keturunan Batak, sehingga dia hanya sedikit tahu bahasa Batak meskipun istri dan mertuanya orang Batak. Pak Chandra selalu menggunakan bahasa Indonesia untuk kesehariannya. Banyak anak buahnya yang keturunan Jawa, membuatnya nyaman dengan bahasa ibunya.


Brandon yang kebetulan mendengar suara pak Chandra dari dalam hanya bisa tersenyum.


"Buset! Satu pakai bahasa Batak satu bahasa Jawa. Mereka tahu maksudnya nggak, ya?" batin Brandon bingung.


Tak lama kemudian terdengar suara pintu dibuka dari dalam.


"Ini ada yang mau ketemu sama Paman," sahut karyawan tadi.


Brandon langsung mendekati pak Chandra, dia langsung menarik tangan pak Chandra kemudian mencium punggung tangannya.


"Oh, kamu? Ayo, masuk!" ajak pak Chandra pada tamunya.


Brandon dan karyawannya masuk ke dalam rumah yang sederhana tapi luas itu.

__ADS_1


"Ayo duduk dulu, anggotaku belum datang. Mau aku tawari minum pun aku tidak bisa membuatnya. Minum air putih saja ya?" ucap pak Chandra begitu mereka duduk.


"Tidak usah palah repot-repot, Paman! Apa yang ada saja keluarkan," kelakar si Doni, karyawan Brandon.


"Kau orang mana, kenapa bisa bertemu kawan anakku?" tanya pak Chandra penasaran.


"Aku orang Medan, Paman! Karyawan Mas ini," jawab Doni percaya diri.


"Kenapa ada karyawan orang Medan?" tanya pak Chandra pada Brandon dengan alis bertaut membentuk garis lurus.


"Rend's Comp membuka cabang outlet di Medan, Om," jelas Brandon.


"Berarti kau pernah ke Medan?"


"I-iya, Om," jawab Brandon terbata.


"Kenapa tak singgah kemari?"


"Waktu itu pergi bersama relasi, jadi tidak bisa mampir. Sebenarnya Brandon mengajak Gita yang saat itu liburan, tapi dia tidak mau," ucap Brandon membela diri.

__ADS_1


__ADS_2