Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
90. Salak Sidempuan


__ADS_3

"Maksud Kedatangan kami..."


"Ayo, diminum dulu teh-nya! Pasti kalian belum sarapan 'kan? Mama masak dulu sebentar, nanti kita sarapan bersama," ucap mama Hotma ketika muncul dari belakang membawa nampan berisi teh manis dan cemilan.


Brandon pun menghentikan ucapannya begitu mama Hotma datang dan menghidangkan air minum dan kue nasi manis (wajik), oleh-oleh dari kota salak. Tidak lupa mama Hotma juga mengeluarkan satu sumpit salak Sidempuan pilihan.


"Ayo, Nak Brandon! Dicicipi salak Sidempuan nya, manis lho," ucap mama Hotma seperti pedagang salak di sepanjang jalan PSP.


Brandon dan Doni pun mengambil salak tersebut.


"Pilih yang tunggal, Pak! Manis." saran Doni pada Brandon.


"Semua sama saja! Mau tunggal mau biji tiga, sama manisnya. Mama beli salak yang pilihan kok," sahut mama Hotma.


"Kok merah?" tanya Brandon heran melihat buah salak berwarna merah tidak putih seperti salak pondoh.


"Ya seperti ini salak Sidempuan, merah. Lain dengan salak Jawa maupun Bali yang putih. Salak Sidempuan dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan. Salah satunya menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Selain itu juga bagus untuk pencernaan." jelas mama Hotma seperti seorang pakar kesehatan.


"Sok tahu ah, Mama! Macam pakar kesehatan saja," celetuk pak Chandra sembari mengupas salak.


"Eh, si Papa ngeledek aja! Mama tuh tahu dari Mbah Gugel, Pa," sahut mama Hotma dengan bibir mengerucut.

__ADS_1


"Iyaa, Papa percaya! Mama 'kan hobi baca. Apalagi baca novel online di entun, pasti lupa semuanya deh!"


"Mama 'kan cari bacaan yang gratis, biar gak bengkak pengeluaran, Pa! Mama suka banget deh baca novelnya si othor gabut Mak AYi, ceritanya gak melulu bahas CEO. Jadi gak jual mimpi!"


"Iya, iyaa! Terserah Mama aja deh, yang penting Mama tahu maunya Papa," ucap pak Chandra agar percakapan tak ngelantur kemana-kemana.


Brandon pun menggigit buah salak berwarna merah itu, mengunyahnya perlahan untuk merasakan bedanya salak Jawa dengan salak Sumatera. Melupakan sejenak tujuannya.


Saat tamu dan pak Chandra menikmati salak dan oleh-oleh lainnya, mama Hotma ke dapur untuk masak. Sedangkan ompung memilih beristirahat di kamarnya karena kelelahan dalam perjalanan.


Setengah jam kemudian, mama Hotma mengajak suami dan tamunya sarapan karena masakan telah dihidangkan di meja.


Obrolan tentang salak pun akhirnya disudahi karena sudah waktunya untuk makan.


Selesai makan, Brandon kembali ditanya tentang tujuan dia jauh-jauh mendatangi rumah itu.


"Sebenarnya saya ke sini ingin meminta maaf..."


"Minta maaf, memang Nak Brandon ngapain kok sampai minta maaf?" potong mama Hotma tidak sabar.


"Ma! Biarkan Nak Brandon menyelesaikan perkataannya," ucap pak Chandra mengingatkan istrinya.

__ADS_1


"Mama 'kan penasaran, Pa!"


"Mama ini, dibilangi juga! Hadeehh... maaf ya Nak Brandon. Mama Gita memang seperti ini, selalu nggak sabaran!" kata pak Chandra yang gemas melihat tingkah istrinya.


"Kalau sabar bukan si Hotma itu! Si Saep namanya," celetuk ompung Norma yang kebetulan ikut nimbrung karena mendengar perdebatan antara anak dan menantunya.


"Perasaan dari tadi pagi, sudah hampir dua jam dia nggak jadi ngomong. Sudah sekarang kita diam, hanya Nak Brandon yang berbicara. Tak boleh satu orang pun yang menyela. Mengerti?" kata pak Chandra sambil menatap orang yang berada di ruangan itu satu persatu.


Brandon pun mengangguk dan mengambil oksigen sebanyak mungkin, kemudian menghembuskannya perlahan untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Saya ingin minta maaf karena telah menyakiti Gita. Jujur sebenarnya saya mencintainya sejak dulu, tapi saya baru menyadari setelah Gita meninggalkan Yogya," aku Brandon, dia mengakui kesalahannya selama ini di depan keluarga Gita.


Semua orang masih menanti kata-kata Brandon berikutnya. Pak Chandra menatap wajah sahabat almarhum anaknya dengan dahi berkerut.


"Saya sudah menemui Gita untuk meminta maaf. Akan tetapi sepertinya Gita belum bisa memaafkan saya sepenuhnya. Oleh karena itu, saya beranikan diri ke sini untuk meminta maaf pada Om dan Tante serta nenek. Selain itu..."


"Memang kamu ada hubungan apa dengan Gita?" potong pak Chandra yang gantian penasaran.


Brandon bingung akan menjawab apa, karena sebenarnya mereka tidak memiliki hubungan apapun.


"Kami memang belum memiliki hubungan, akan tetapi saya ke sini untuk membina hubungan dengan Gita."

__ADS_1


__ADS_2