
"Iya, Pa... Gita..." Gita tidak bisa melanjutkan kata-katanya, dia masih bimbang. Antara takut dan bahagia. Takut sang ayah marah dan kecewa. Bahagia karena dipersunting oleh pangeran hatinya.
"Jawablah Gita, kita tidak punya waktu lagi. Kami hanya takut kalau kalian khilaf lagi dan mengulang dosa besar itu lagi. Tolong jaga nama baik kami, secepatnya menikah!" pinta pak Chandra lirih namun membuat Gita langsung patuh karena merasa tersindir.
"Iya, Pa! Gita mau," jawab Gita yakin.
"Mau apa Gita, yang jelas kalau ngomong itu! Mau makan, mau tidur, mau pulang atau mau apa, biar kami tahu!" ledek pak Chandra tentunya Gita tidak tahu karena tidak bisa melihat wajah sang ayah.
"Iya, Gita mau menerima lamaran Bang Brandon! Puas, Papa?" teriak Gita kesal karena dikerjai oleh cinta pertamanya.
"Hehehe..." pak Chandra terkekeh mendengar anak perempuan satu-satunya itu kesal. Pak Chandra membayangkan wajah cemberut Gita, sehingga tawanya meledak.
"Hahaha!"
"Papa kenapa malah tertawa sih? Nggak lucu tahu!" jerit Gita kesal kemudian mematikan sepihak panggilan itu.
Sedangkan di kediamannya, pak Chandra tertawa lebar mendengar suara merajuk anaknya. Hal itu mengundang tanya penghuni rumah yang lainnya.
"Lakimu kenapa itu Hotma?" tanya ompung Norma pada anaknya. Saat ini mereka sedang memasak di dapur, sedang pak Chandra berada di ruang keluarga sehingga suaranya terdengar jelas sampai ke dapur.
"Ndada boto! Mungkin dia stress mikirin Gita kali. Tertawanya tudos julmo rittik!" sahut mama Hotma sembari mengangkat kedua bahunya.
Ndada boto \= tidak tahu
Tudos julmo rittik \= seperti orang gila ( Kalau salah mohon bantuan readers semuanya, soalnya othor hanya kebetulan menikah dan tinggal di lingkungan Batak)
"Tak ada sopan-sopannya muncung kau itu! Chandra itu lakimu kenapa pula kau kata orang gila. Dasar!" bentak ompung Norma.
"Lha, kenapa pula Mamak yang marah? Sayang kali Mamak sama bebere Mamak itu. Aku yang anak Mamak kenapa Bang Chandra yang Mamak bela?"
"Pantas saja lakimu gila! Dapat bini macam kau bikin sakit kepala, lama-lama jadi gila," ejek ompung Norma.
__ADS_1
Pak Chandra yang mendengar perdebatan antara ibu dan anak itupun, mendatangi sumber suara.
"Ada ini? Kenapa kalian berantem?" tegur pak Chandra sambil berdiri di gawang pintu yang menghubungkan antara dapur dan ruang keluarga.
"Ini! Bini kau kurang ajar, masak ngatain kau gila. Istri macam apa binimu ini?" adu ompung Norma pada menantunya.
"Bini Chandra anak Mamak juga 'kan?" jawab pak Chandra sembari tersenyum.
"Ck, kelen ini! Cocoklah kelen jadi pasangan!" gerutu ompung Norma sembari menggelengkan kepalanya.
Kelen \= kalian.
"Hehehe..." Pak Chandra menampakkan deretan gigi putihnya seraya mengusap tengkuknya karena malu.
"Papa kenapa ketawa sendiri tadi?" tanya mama Hotma sembari mematikan kompor karena masakannya telah matang.
"Ngetawain anak gadismu! Dia malu-malu menjawabnya. Papa ketawa, ehhh tiba-tiba dimatiin teleponnya," cerita pak Chandra pada istrinya.
"Belum! Belum sempat ngomong sudah dimatiin, gimana mau ngomongnya?" sahut pak Chandra cuek sambil mencomot tempe goreng di meja kemudian duduk dan memakannya.
Melihat suaminya duduk, mama Hotma langsung tanggap menuangkan air minum untuk sang suami.
"Kalau dimatiin, ya ditelepon lagi dong, Pa! Masak diem aja sih. Mereka lebih cepat dinikahkan lebih baik. Sepertinya mereka masih menjalin hubungan di belakang kita. Jadi sebelum membuat malu keluarga, lebih baik segera disahkan!" berondong mama Hotma sembari duduk di dekat suaminya.
Akhirnya mereka bertiga ngobrol di dapur sembari menunggu waktu makan karena meja makan terletak di sana.
*
*
*
__ADS_1
Sambil menunggu up, silahkan mampir ke karya recehku yang lain
Kisah persahabatan antara Ary dan Eno, persahabatan antara Rendy, Brandon dan Rommy. Serta pernikahan Ary dan Rendy, dikemas dalam karya Sepenggal Kisah Ary (tamat).
Kisah pernikahan Ary dan Alex, serta pernikahan Eno dan Agam dikemas dalam karya Menikahi Duren Ansa (tamat).
Kisah persahabatan antara Rahma, Tiara, Frans dan Rio. Serta pernikahan Frans dan Rahma dikemas dalam karya Menggapai Mimpi (tamat).
Kisah kehidupan Rio, setelah berpisah dengan Frans dan Rahma dikemas dalam karya Sebatas Rasa (baru rilis).
jangan lupa tinggalkan jejaknya ya...
__ADS_1
Terima kasih 🥰🥰😘😘