
Brandon disibukkan dengan urusan bisnisnya selama beberapa hari, sehingga belum bisa menemui Gita. Gita juga disibukkan dengan kuliah dan persiapan wisuda magisternya. Kesibukan keduanya tidak memungkinkan untuk bertemu dalam waktu dekat.
Gita tidak tahu jika Brandon berada di satu kota dengannya. Hal ini dikarenakan, Brandon memang merahasiakan dari Gita. Sehingga Gita merasa tenang tidak ada gangguan.
Sehari setelah kedatangan Brandon, Dandy juga kembali datang. Dia membuka kafe di dekat apartemen Gita. Sebenarnya kedatangannya tempo hari untuk mengurus ijin usahanya. Berhubung ayahnya sakit, dia mengalihkan pada orang kepercayaannya.
Hari ini adalah pembukaan kafe tersebut. Setiap pengunjung berpasangan dan membawa keluarga mendapatkan diskon 50 persen. Kafe itu sangat rame karena ada beberapa menu diskon.
Gita yang kebetulan lewat depan kafe itupun penasaran dan singgah, karena ada lebel halalnya.
Banyak pengunjung yang antri di kasir, semua meja terisi oleh pengunjung. Gita pun celingukan mencari meja kosong untuk duduk.
"Huuftt... tahu begini tadi nggak masuk!" gerutu Gita masih mencari tempat duduk kosong.
Setelah beberapa saat belum juga melihat meja kosong, akhirnya Gita memutuskan memesan take away saja. Dia pun ikut mengantri.
Saat masih ada satu orang di depannya , betapa terkejutnya Gita. Ternyata Dandy yang melayani pembeli.
"Dan?" panggil Gita penasaran.
Merasa namanya dipanggil, Dandy pun menoleh.
"Anggita?" teriak Dandy wajah herannya menjadi sumringah.
"Kafemu?" tanya Gita sambil berjinjit karena pembeli di depannya lebih tinggi darinya.
Gita bergeser karena orang di depannya sudah selesai membayar.
"Bukan! Aku hanya karyawan saja," jawab Dandy merendah.
"Nggak percaya! Businessman kek kamu mana mungkin pindah haluan jadi waiter," sangkal Gita.
"Aku pesan makanan yang recommended di sini!" lanjut Gita kemudian sebelum ditanya oleh Dandy.
__ADS_1
Dandy pun menyebutkan beberapa menu andalan kafenya.
"Dijamin halal nggak nih?"
"Pasti dong! Gimana, jadi? Aku kasih diskon khusus buat kamu," ucap Dandy menawarkan menu makanannya.
"Oke deh! Bungkus aja ya," sahut Gita.
Dandy pun mencatat pesanan Gita dan menyerahkan pada chef melalui salah satu karyawannya.
Sambil menunggu pesanan Gita, mereka pun lanjut ngobrol.
*
*
*
Sejak pagi Brandon sudah mempersiapkan diri untuk menemui Gita. Dia menyiapkan beberapa kata-kata agar Gita mempercayainya.
Dengan langkah penuh percaya diri, Brandon menekan bel pintu apartemen Gita. Tak menunggu lama, pintu pun terbuka karena Gita tak ada jadwal ke kampus hari ini.
Setelah pintu terbuka, Brandon menunjukkan senyum termanisnya. Sedangkan Gita hanya terpelongo saking terkejutnya.
"A-abang?" ucap Gita lirih, seolah tak percaya dengan penglihatannya.
"Hai, apa kabar? Boleh masuk?" berondong Brandon tanpa rasa malu. Dia sudah bertekad untuk mendapatkan Gita walaupun harus membuang rasa malunya.
Setelah berucap, tanpa menunggu jawaban dari Gita, Brandon nyelonong masuk begitu saja. Matanya memindai seluruh ruangan itu. Kemudian mengangguk pelan.
"Kapan Abang sampai sini?" tanya Gita basa-basi.
"Ini baru sampai," sahut Brandon menahan tawanya, sengaja mengerjai Gita.
__ADS_1
"Maksud Gita, kapan sampai di kota ini? Kalau sampai di sini, bangunan ini iya baru sampai!" gerutu Gita kesal.
"Udah, usah cemberut gitu! Entar makin cantik, jadi banyak saingan dong, Abang," ledek Brandon disertai gombalan.
"Dih! Ditanya apa, jawabnya apa?" ucap Gita makin kesal.
Setelah itu, Gita berjalan menuju dapur untuk membuatkan minum. Tanpa Gita tahu, Brandon mengikuti langkah Gita.
Selesai menyeduh teh, Gita berbalik hendak mengambil nampan untuk mengantar teh ke ruang tamu. Brandon yang saat itu berdiri di belakang Gita pun tidak sempat menghindar karena Gita berbalik badan secara tiba-tiba.
"Aduh!"
Gita menabrak badan kekar Brandon, Gita terpental ke belakang karena badannya yang mungil.
Untung saja teh panas tersebut masih berada di atas meja, sehingga tidak mengenai keduanya.
"Kenapa Abang bisa di sini?"
Brandon yang mendengar pertanyaan tiba-tiba Gita pun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ngng... pengen lihat-lihat apartemen kamu aja. Mana tahu bisa numpang," bohong Brandon sembari mengusap tengkuknya.
Jawaban tersebut langsung membuat Brandon mendapat lirikan tajam Gita.
*
*
*
Sudah hari Senin nih, othor mau malak vote dan gift dari readers semuanya 👉👈
Terima kasih atas dukungannya 🥰🥰😘😘
__ADS_1