Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
104. Masak Bersama


__ADS_3

Brandon dan Dandy saling berlomba untuk mendapatkan cinta Gita. Setiap hari ada saja yang mereka lakukan untuk menarik perhatian sang pujaan hati. Akan tetapi Gita selalu bersikap sama pada keduanya. Keduanya sama di mata Gita.


Brandon bangun pagi dengan semangat karena hari ini akan keluar bersama Gita. Walaupun hanya ke supermarket, sudah membuat Brandon bahagia. Selama ini Gita sangat susah diajak untuk keluar, kecuali makan. Itupun hanya sebatas di kafe yang berada di dalam bangunan yang sama atau ke kafe milik Dandy. Selain di sana, Gita selalu menolak. Sehingga Brandon lebih suka mengajak Gita masak bersama.


Seperti hari ini, rencananya Brandon akan mengajak Gita belanja kebutuhan bulanan dan bahan makanan. Dia sengaja minta ditemani Gita agar bisa selalu bersama, jangan sampai keduluan Dandy.


"Sudah siap berangkat?" tanya Brandon setelah Gita membukakan pintu.


"Sebentar, Bang! Gita belum kelar menjemur cucian," jawab Gita seraya meninggalkan Brandon di ruang tamu.


Gita lanjut menjemur cuciannya, setiap weekend adalah jadwal Gita membereskan rumah dan mencuci pakaian.


Selesai dengan pekerjaannya, Gita langsung menuju ke kamarnya untuk mengambil tas selempang yang biasanya dibawa untuk menyimpan ponsel dan dompet.


"Yuk, Bang! Nanti keburu siang," ajak Gita begitu berada di hadapan Brandon.


"Siap, Tuan Putri!" kelakar Brandon.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua pergi ke supermarket terdekat, sesuai permintaan Gita. Brandon tidak masalah mereka mau kemana, asal selalu bersama.


Satu jam kemudian mereka pulang ke apartemen Brandon. Brandon sengaja mengajak ke apartemennya karena dia ingin mengajak masak bersama.


"Di dapurku saja! Kamu tak akan kecapaian kalau di dapurku. Dapurku peralatan sudah modern, terus setiap hari ada asisten rumah tangga yang datang buat bersih-bersih. Jadi kita hanya fokus masak tanpa memikirkan yang lain!" pinta Brandon disertai dengan alasannya.


Akhirnya Gita pun setuju dengan usul Brandon. Mereka pun mulai memasak. Sesekali diselingi dengan canda tawa dari keduanya.


Selesai memasak, mereka pun menghidangkan masakan di meja.


"Gita pulang dulu ya, Bang! Gerah, mau mandi."


Saat Gita meraih handle pintu, Brandon meminta Gita untuk segera kembali untuk menikmati masakan mereka tadi. Gita pun menyetujui permintaan Brandon.


Saat Gita pulang, Brandon pun langsung masuk ke kamarnya. Dia juga ingin mandi, dia ingin nanti menjadi momen spesial untuknya dan Gita.


Brandon merasa sekarang waktunya yang tepat untuk kembali melamar Gita. Sudah beberapa bulan mendekati Gita, Brandon merasa yakin jika Gita akan menerimanya. Walaupun ada Dandy yang selalu membayangi hubungan mereka.

__ADS_1


Brandon mengambil buket bunga dan kotak cincin yang telah dibelinya tadi malam. Dia akan melamar Gita setelah selesai makan. Agar jika nanti ada penolakan, tidak mempengaruhi selera makan dan perutnya pun aman.


Tak lama setelah meletakkan buket bunga dan cincin di bawah meja makan, Gita sudah datang membuka pintu. Gita diberikan akses, sehingga bebas keluar masuk apartemen Brandon.


"Wanginya..." ucap Gita saat berada di dekat meja makan.


"Apanya yang wangi, hmm? Masakannya atau badan Abang," sahut Brandon sembari mendekati Gita dengan senyum terkulum.


"Keduanya! Aromanya membangkitkan selera makan."


"Kamu memang doyan makan, nggak perlu mencium aroma masakan. Asal cocok di lidah pasti kamu sikat sampai habis!" ucap Brandon seraya mencubit mesra hidup Gita.


"Abang tahu aja! 'Kan Gita jadi malu..." Wajah Gita merona dan badannya bergoyang karena rasa malu.


"Kenapa harus malu? Abang malah suka kamu apa adanya," tutur Brandon lembut yang membuat pipi Gita semakin memerah.


"Udah ah! Jangan gombal terus! Menggombal juga butuh makanan." ucap Gita sambil menghempaskan bobot tubuhnya ke kursi.

__ADS_1


"Oke, kita makan keburu dingin!"


__ADS_2