Cinta Sendiri

Cinta Sendiri
44. Ku Tunggu Jandamu


__ADS_3

"Brandon. Dia ngajak ketemuan, bahas cabang yang akan dibangun." jelas Ary.


"Oo!" Bibir Gita mengerucut sehingga membentuk huruf O.


"Dimana akan dibangun cabang Rend's Comp, Kak?" tanya Gita kemudian.


"Kurang tahu tepatnya dimana, hanya saja dia pernah bilang sih di Medan. Kenapa? Tertarik untuk bergabung?" jawab Ary heran dengan pertanyaan yang diajukan oleh Gita.


"Enggak! Hehehe..." Gita langsung menjawab dengan senyum lebar.


"Dasar! Kirain sudah mau gabung. Kakak masih berharap kamu mau menerima saham itu lho!"


"Kepemilikan saham segitu banyak kali. Jawaban Gita masih sama dengan yang tadi malam dan sebelum-sebelumnya. Jika Kakak tetap maksa, kita nggak kenal lagi juga tak apa."


"Gita mau terima lima persen aja. Lima persen itu sudah banyak. Bagaimana mengelolanya nanti, Gita nggak tahu caranya. Gita sudah memantapkan hati untuk menjadi dokter bukan pengusaha. Yaa... walaupun banyak godaannya. Jika nanti mau jadi pengusaha, Gita mau mengurus rumah sakit atau kontrakan milik Papa. Jadi, bisa dipastikan Gita tidak akan sempat mengurusi usaha perkomputeran." jelas panjang dan lebar.


Terdengar suara bel pintu berbunyi. Ruminten yang mendengar suara itu langsung berjalan cepat ke arah pintu. Gita yang kebetulan lebih dekat dengan pintu, reflek membuka pintu sebelum Ruminten sampai.


Betapa terkejutnya ia, di depannya berdiri menjulang seseorang yang tidak ia sangka akan bertemu.



"Hai!" sapa Brandon terlebih dahulu karena Gita hanya terdiam seperti orang melamun.


Brandon pun menggerakkan telapak tangannya di depan wajah Gita. Butuh waktu beberapa menit untuk membuat Gita kembali tersadar dari lamunannya.


"Hai, Bang. Apa kabar?" sahut Gita basa basi. Dia menggeser sedikit badannya untuk memberi jalan Brandon untuk masuk.

__ADS_1


"Ayuk masuk!" ucapnya kemudian sambil berjalan mendahului Brandon.


"Siapa Ta?" tanya Ary begitu Gita sudah berada di ruang keluarga.


"Tamu istimewa Kakak." jawab Gita datar, masih ada rasa cemburu jika melihat Brandon lebih dekat dan akrab dengan mantan kakak iparnya itu.


"Alex menjemput kami?" tanya Ary untuk memastikan tamunya.


"Selalu Alex yang di dalam pikiran kamu! Padahal aku baru saja menghubungimu untuk bertemu. Ck, kamu memang kelewatan!" kata Brandon sembari melangkah mendekati Ary.


Ary terperangah mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Brandon.


"Bukan begitu! Tadi Gita bilangnya tamu istimewaku. Aku pikir orang yang istimewa..."


"Aku ternyata tidak masuk dalam hitungan istimewa menurutmu. Ck, sungguh menyedihkan sekali nasibku," potong Brandon sendu penuh drama.


"Lebay!" ucap Ary sambil melempar bantal sofa ke arah Brandon, dengan mudahnya Brandon menangkap bantal itu.


Brandon berjalan menuju sofa dan meletakkan bantal yang dilempar oleh Ary tadi.


"Kamu tidak pantes marah, kesal atau melakukan kekerasan. Kamu lebih cocok bersikap manis."


"Mulai deh! Mulai. Apa nggak bosen ngegombali istri orang? Ngegombal itu ke Gita sana, masih single!" ucap Ary kesal karena selalu dirayu Brandon.


Brandon berubah berani gombali Ary setelah Ary menikah. Bahkan kata-kata rayuan pun tak jarang didengarnya dari mulut Brandon.


"Istri orang lebih menggoda! Istilah kerennya jaman sekarang, ku tunggu jandamu!" sahut Brandon mengulum senyum.

__ADS_1


"Seneng ya, kalau aku jadi janda? Do'amu jelek sekali" Ary memberengut.


"Bukan mendo'akan, tapi menunggu!"


"Dih dulu aku janda nggak berani ngegombal apalagi melamar. Sekarang aku sudah jadi istri orang baru digombali. Tampak sekali kalau tidak serius!" ejek Ary mencebik.


"Dulu aku belum yakin dengan hatiku. Setelah kamu jadi milik orang, aku baru sadar. Maaf!"


Tanpa mereka sadari percakapan mereka didengar oleh Gita. Gita sebenarnya tidak bermaksud menguping pembicaraan mereka. Tadi saat Gita berada di kamar merasa haus. Kemudian dia ke belakang untuk mengambil minum, kebetulan mendengar percakapan mereka.


"Ternyata dugaanku selama ini benar. Bang Brandon menaruh hati pada Kak Ary." gumam Gita sembari bersandar di dinding, dengan air mata mulai menetes.


*


*


*


Hai, mampir dan baca yuk ke karya temanku.


Judul : My Crazy Lady


Napen : R. Angela


Hanna, seorang gadis bertubuh besar dan berpenampilan tidak menarik, selalu tidak dianggap dan tersisihkan oleh ibu dan juga saudaranya, begitupun dengan orang-orang disekitarnya. Hingga keadaan berbalik, orang-orang yang dulu mencemoohnya kini mencoba mengambil hatinya, begitu juga dengan pria yang dulu sangat membencinya. "Kau harus menjadi duchess of Claymore, suka atau pun tidak!" - Alexander Davlin Claymore, Duke of Claymore - "Bukan kah kau tidak suka dengan gadis berlemak yang suka meneteskan air liurnya saat melihat makanan?" - Lady Hanna Jhonson - Tidak cukup dihina, Hanna pun menjadi taruhan oleh teman-temannya dan juga pria yang sangat dia sukai. Hingga suatu hari, Hanna tersedot masuk ke dalam novel yang sedang dia baca, dan menjadi pemeran utama yang hidupnya juga sama menyedihkannya. Merasa mendapat kesempatan kedua, Hanna mencoba mengubah takdir nya, dengan melawan siapa saja yang ingi menyingkirkan nya


__ADS_1


__ADS_2