Cinta Tulus Sang Ceo

Cinta Tulus Sang Ceo
Aku masih syok, jika ingat hal itu.


__ADS_3

"Lila, kamu dimana?" panggil Iam yang masuk ke dalam apartemennya.


Tak ada jawaban, dan Ia pun segera masuk ke kamar untuk membersihkan diri. Dan setelah keluar, baru Ia sadar jika istrinya tengah tidur lelap di sofa ruang tv.


"Hey, kenapa tidur disini?" ucapnya.


Ia menghampiri Lila, menatapnya dengan penuh kasih sayang dan mengusap pipinya dengan lembut.


"Ja-jangan, tolong... Lepaskan.." pekik Lila dengan spontan, menepis tangan Iam yang ada di pipinya.


"Lila, kamu mimpi apa?" tanya Iam, kaget.


"Mas, maaf. Lila hanya...."


Iam membungkam bibirnya dengan jari. Ia mengerti, jika Lila masih syok ketika mendapat sentuhan yang mendadak darinya. Ia tahu, Lila masih saja teringat malam itu, tapi Ia berusaha untuk tak membahasnya.


Ia membantu Lila untuk duduk, lalu Ia duduk dibelakangnya. Kakinya di renggangkan, dan menarik Lila dalam pelukannya. Iam menyilangkan kedua tangan Lila di pundaknya dengan posisi Buterfly hug.


Butterfly hug atau pelukan kupu-kupu merupakan bentuk stimulasi mandiri untuk meredam rasa cemas dan membuat diri menjadi lebih tenang.


Iam pun memeluknya, dan mengecup pipinya dengan lembut dari belakang.


"Kau cemas? Bagaimana sekarang?"


Lila menghela nafas panjang, dan menghembuskannya perlahan,

__ADS_1


"Sedikit tenang, Mas. Terimakasih." balas Lila, beralih menggenggam lengannya dengan erat.


"Lakukan ini ketika kau cemas, hela nafas panjang dan tenanglah. Atau, panggil aku jika kau benar-benar takut. Meski aku tersangka utama dalam ketakutan itu, tapi aku juga yang akan menyembuhkannya."


Lila menyender manja, mengusap pipi Iam yang tak henti mengecup pipinya yang kenyal. Sayangnya, moment mesra itu harus tergangu dengan suara perut Iam yang lapar. Mereka tertawa terbahak-bahak, dan melempar canda satu sama lain.


" Kelaperan?"tanya Lila.


" Banget." angguk Lim, mengusap perutnya.


Lila berdiri, lalu menarik tangan Lim menghampiri meja makannya.


"Wow, masakannya nikmat sekali." puji Iam pada Lila.


"Besok, jadi ke rumah Oma?" tanya Lila.


"Ya, jadi. Besok pagi kita berangkat. Jarak dari sini kesana itu Dua jam, dan sore kita segera pulang. Aku, begitu banyak pekerjaan setelah lama libur."


"Iya, Lila ngerti." jawabnya.


Lila membereskan semua piring kotor. Dibawanya ke dapur dan segera mencucinya hingga bersih.


Lila menemani Iam bekerja sejenak, sembari menonton acara tv kesukaannya. Ia pun memakan snack yang memang Iam sediakan di dalam kulkas untuknya. Tak lupa menyuapi sang suami dengan snack tersebut hingga tandas.


Malam pun mulai larut, Ia pamit untuk tidur terlebih dahulu pada sang suami.

__ADS_1


"Ya, tidurlah. Aku masih banyak pekerjaan. Nanti aku menyusul." ucapnya, seraya melepaskan genggaman tangannya.


Lila mengganti pakaian tidurnya di kamar. Dengan gaun tipis, dan begitu minim. Entah, Iam akan membangunkannya lagi atau tidak malam ini.


Iam menguap. Ia pun nengucek matanya yang sudah berair gara-gaea terlalu lama di depan laptop. Ia meregangkan ototnya sejenak, lalu menyandarkan kepalanya di bahu sofa. Tanpa sadar, Ia terlelap disana dan tak berpindah ke kamar hingga pagi menjelang


Pukul Tiga dini hari, Lila terbangun. Ia mencari Iam, tapi tak ada disampingnya.


"Mana, Mas Iam?" gumamnya.


Ia pun keluar mencari sang suami, dan melihatnya telah tidur pulas di sofa.


"Kenapa tidur disana?"


Lila pun mengambilkan bantal, lalu membenarkan posisi tidur Iam agar tak sakit pinggang. Setelah itu, Ia tidur di sebelah nya dengan berbantal tangan Iam. Dengan setengah sadar, Iam memeluknya dengan erat agar tak jatuh kebawah dan menggeser posisinya.


"Selamat tidur.." bisik Lila, dan sebuah kecupan mendarat di keningnya.


#Hay guys ku.


Maaf, otor up 3bab dulu. Semalem belum sempet nulis gara-gara ada problem.


Karya Otor, Suamiku Pria lumpuh udah di plagiat di Youtub. Kesel banget, sumpah. Bantuin report yuk🙏🙏 nama youtube nya Artikel Annas.


Dan gara-gara ngurus itu juga, Ais sama Lim belum ditulis. Nanti siang ya🙏🙏😢

__ADS_1


__ADS_2