
"ya ampun mba sela.. kenapa jadi bicara nya ngarah nya ke dua pria itu sih?" protes Renita.
sela yang akan melangkah ke arah kamar nya menghentikan langkahnya, berbalik badan dan kembali menatap Renita.
"sudah waktunya kamu memikirkan kabahagian mu sendiri Ren" ucap Sela dengan penuh sayang.
Renita yang sedang posisi rebahan di sofa, lalu dia bangun dan duduk menatap wajah kakak ipar nya itu.
"aku bahagia kak, dengan kehidupan ku sekarang ini.. apa ada yang salah dengan cara ku bahagia ?"
"tidak, tidak salah dengar cara mu ini.. tapi kamu ini manusia, yang Allah ciptakan harus hidup berpasangan, dan pasti nya seorang perempuan butuh seorang lelaki yang melindungi nya, dan menjaga martabat nya dan itu tidak bisa kamu lakukan sendiri, berkarir lah kalau itu cita cita mu.. tapi jangan lupa kodrat mu sebagai manusia yang butuh cinta, kasih sayang dari pasangan kita yang sesungguhnya, jangan kamu tutup dirimu Renita" ucap sela panjang lebar. berusaha untuk menjelaskan keadaan.
Renita terpaku mendengar ucapan sela yang menohok hati dan sanubarinya itu.matanya berkaca-kaca menatap Sela melihat seperti itu,sela kaget dan buru buru melangkah mendekati Renita dan langsung memeluk nya.
"apa perkataan ku menyakiti mu Ren? maafkan mba, kalau kata kata ku menyinggung perasaan mu" ucap Sela saat tengah memeluk adik ipar nya itu.
"tidak,mba tidak menyinggung ku. cuma menamparku hingga aku sadar dan berpikir, mungkin sudah waktunya aku memikirkan untuk masa depan ku sendiri,tapi kan nggak segampang kita pilih barang mba"
sela melepaskan pelukannya pada Renita dan tertawa pelan.
"kamu ini, ya iyalah masa iya milih jodoh di samain milih barang Renita.. ucap sela gemes, langsung menjepit hidung mancung Renita dengan kedua jemari nya.
"aduh,Kak..keluh Renita mulutnya ngerucut.
sela hanya tersenyum, lalu berdiri, kembali melangkah ke arah kamar nya.
_______
jam di dinding kamar Renita menunjukkan pukul 7 malam, gadis itu sedang asik tidur telungkup di atas ranjang nya sambil membaca novel online di aplikasi novel online. sudah satu hari dia istirahat di rumah pasca kecelakaan yang menimpa dirinya. tiba-tiba saja pintu kamar nya di ketuk dari luar.
tok
tok
"iya... siapa?"
"aku" ucap sang mengetuk pintu yang ternyata suara Sela
Renita dengan cepat bangun dan turun dari ranjang nya berlari kecil mendekati pintu kamar nya untuk dia buka.dan dengan cepat Renita menarik handle pintu kamar nya dan membukanya.Sela berdiri di depan kamar nya dengan wajah tersenyum
__ADS_1
membuat Renita heran dan bertanya tanya dalam hati nya,ada apa dengan kakak ipar nya ini.
"ada apa kak?" tanya Renita kepo, curiga dengan senyuman sela, ala ibu ibu komplek itu.
"ada tamu untuk mu tuh"
"tamu? untuk ku? siapa?"
"aduh, kamu kok banyak tanya begitu sih, Udah ayo.. kamu liat sendiri"
dengan antusias sela menarik tangan Renita untuk mengikuti langkah nya.dan Renita hanya pasrah dan mengikuti langkah sela.kearah ruang tamu.dan ketika mereka sudah sampai di ruang tamu,mata Renita membola melihat siapa yang katanya tamu untuk nya.
"loh, pak Anggara?"
ternyata Anggara yang datang, dan tengah asik ngobrol dengan mas Adam tampak sangat akrab.Anggara dengan sikap ramah nya, dan humble dengan mudah nya bisa mengakrabkan diri nya dengan siapapun termasuk dengan Adam.
kedua pria tampan beda generasi itu menoleh bersamaan ke arah Renita yang muncul dari dalam bersama Sela.
"Ren, Anggara kesini nengokin kamu"
ucap Adam santai seolah tidak ada sikap keberatan dengan kedatangan Anggara malam malam begini,ya.. sebenarnya belum malam juga sih, baru jam tujuh sore.
Renita hanya tersenyum kaku menimpali ucapan Adam.lalu Adam bangun dari duduknya.
Renita merasa canggung dengan kedatangan Anggara yang tiba-tiba ke rumah nya,malam pula datang nya.
kemudian Renita duduk di sofa tamu yang berhadapan dengan Anggara yang hanya terhalang dengan meja.
"bapak kesasar,apa mau numpang ngopi di sini pak?" ucap Renita langsung dan nyeleneh.dan tentu saja ucapan Renita yang nyeleneh itu sudah biasa Anggara dengar, pria itu pun terkekeh.
"iya, aku kesasar, dan pingin ngopi, tapi pingin kopi buatan kamu Ren"
"issh,pak Anggara bercanda saya serius pak" keluh Renita bibir nya manyun.
"loh, Aku juga serius! aku datang kesini dan sengaja datang untuk bertemu dengan kakak mu Adam" ucap Anggara dengan wajah yang serius menatap tajam Renita.
"maksud bapak apa?" tanya Renita penasaran dengan ucapan Anggara yang membuat hati nya berdebar-debar.
Anggara diam tak langsung menjawab pertanyaan Renita. pria berwajah bule itu hanya menatap dalam dalam wajah cantik Renita, membuat gadis itu jadi salah tingkah.
__ADS_1
Anggara tersenyum tipis melihat tingkah gadis yang ada di hadapannya ini.lalu dia menghela nafasnya pelan dan bicara.
"aku ingin melamar mu" ucap Anggara pelan namun penuh penekanan.membuat jantung Renita seakan berhenti berdetak mendengar ucapan Anggara.
"apa? melamar saya?!" wajah Renita langsung pias, wajah nya celingukan karena khawatir kalau kakak nya mendengar apa yang Anggara ucapkan tadi serta teriakan nya karena terkejut.
"bapak waras pak?"
"Renita Khadijah.. aku tentu sangat waras, dan sangat waras"
"kalau pak Anggara waras kenapa ngomong nya ngaco begitu?!"
rasanya jantung Renita saat ini tidak merasa baik baik saja,gimana tidak, Anggara datang malam malam ke rumah nya dan dengan tenang tanpa beban, bicara kalau dia ingin melamar Renita.
"siapa yang ngomong ngaco Renita, aku bahkan sudah meminta mu pada mas Adam, dan dia menyetujui Nya" jelas Anggara yang bikin Renita tambah kaget.
"aduh,kok jadi begini sih?" ucap Renita wajah nya tampak seperti kebingungan.
"kenapa?"tanya Anggara tanpa dosa.
"dengar ya pak,kita ini belum saling mengenal, baru beberapa hari kita bertemu, saya tidak tahu siapa bapak, begitu juga saya, tidak tahu siapa bapak, dan tiba tiba pak Anggara datang ke sini menemui mas Adam untuk melamar saya, bagaimana sikap bapak kalau ada di posisi saya?"
"aku akan menerima nya, atau mempertimbangkan lamaran tadi, karena untuk memastikan sesuatu rasa dalam hati kita butuh pendekatan, dan aku mau pendekatan yang baik dan sehat"
"tapi kita belum ada arah ke pendekatan itu untuk memastikan bahwa kita punya rasa" timpal Renita tak mau kalah.
"maka itu, aku ingin menjalin hubungan yang lebih dengan mu, dengan sebuah kepastian dan punya status di dalam nya.soal rasa.. Anggara menahan ucapan sejenak.
"kalau bicara perasaan, aku sudah jatuh cinta pada diri mu pada pandangan pertama, dan tentu saja aku harus memastikan perasaan ku pada mu. ini adalah benar benar cinta atau bukan, dan setelah beberapa waktu aku rasakan dan aku pikir kan, aku yakin kalau yang aku rasakan ini adalah cinta"
Renita tercenung dengan ucapan Anggara yang to the poin itu.
wajah nya yang tampan di atas rata-rata, dengan harta dan status yang dimiliki, memang tidak sulit membuat wanita manapun akan rela datang menawarkan diri untuk menjadi kekasih atau yang lainnya pada seorang Anggara.
tapi sekarang pria seperti Anggara datang pada dirinya mengatakan semua perasaan nya bahwa dia jatuh cinta pada dirinya pada pandangan pertama? sungguh di luar logika nya pikir Renita seperti itu.
"
"
__ADS_1
***to be continued.
hai mom's and sister terima kasih sudah mampir ke cerita saya ini ya..😊 jangan lupa untuk tinggal kan jejak nya 😊🤩***.