
menyelesaikan pagi yang segar namun panas menambah semangat untuk Anggara yang akan berangkat ke kantor perusahaan Andalas group. tapi tidak untuk Renita, wajah wanita berparas cantik nan jelita itu malah di tekuk masam. bagaimana tidak di tekuk wajah Renita, karena dia sedang merasa kecolongan di bajak dua ronde oleh suami muda nya yang terlalu perkasa dan kelebihan hormon feromon sehingga selalu saja tidak bisa menahan hasrat bercinta nya. rasanya badan nya terasa remuk, tubuh nya lemas akibat terkuras tenaganya akibat pembajakan di pagi hari rasa-rasanya apa yang baru masuk ke dalam perut nya tadi pagi tidak setimpal dengan apa yang sudah dia keluar kan. ibarat kata lebih pasak dari pada tiang bukan? mau sarapan lagi tapi sayang nya Renita sudah tidak punya waktu lagi dan ini pun sangat mepet dan Renita baru menyadari kalau suami nya itu tidak akan cukup sekali kalau sudah mereguk kenikmatan dari tubuh nya.
"aissh.. gumam Renita gusar berjalan sambil sedikit menghentak kan kaki yang yang sudah terbalut cantik wedges nya.
Anggara yang berjalan beriringan dengan sang istri nya menuju basemen apartemen di mana mobil nya terparkir, dengan tangan tak lepas menggenggam erat jemari lentik nan lembut istri nya. menoleh ke arah istrinya memperhatikan raut wajah sang istri yang kesal dan bibir mengerucut sambil terus bergumam. Anggara tertawa kecil
"kenapa kamu sayang?" tanya Anggara pura-pura tidak tahu apa yang sedang di kesal kan istri nya karena dia tahu kalau istri nya marah karena dirinya meminta jatah dua ronde tadi.
Renita hanya melirik sekilas ke arah suaminya dengan bibir terus saja manyun.
"sayang, kalau bibir mu seperti itu terus, bisa-bisa kita hari ini nggak bakal berangkat ke tempat kerja kita HM?"
"masih pagi terus saja mesum!"
gerutu Renita tanpa menoleh suami nya.
"enak yang mesum dan menggairahkan. apalagi dengan istri sendiri tidak masalah kan?" tanpa beban Anggara membalas ucapan istrinya santai.
"issh, itu sih berlebihan kamu bang, tau kita mau berangkat kerja" balas Renita ketus.
merespon ucapan istrinya Anggara yang sangat gemas dengan istri nya sedikit membungkuk kan tubuh nya yang tinggi lalu mendekat kan wajah nya ke arah telinga istrinya dan berbisik tanpa berhenti melangkah.
"siapa suruh kamu terlalu nikmat untuk di lewatkan sayang"
blush
tak ayal lagi wajah Renita memerah seperti kepiting rebus, darah nya tiba-tiba saja berdesir merespon ucapan fulgar Anggara. dan rasa nya dia tak tahan lagi menahan sesuatu yang dia rasakan saat ini
lalu melepaskan tangan nya dari genggaman tangan suaminya dan berjalan mendahului menuju mobil di parkiran berdiri sebentar, setelah Anggara mengarah kan remote kunci mobil, dan otomatis mobil Pajero sport limited edition itu tak lagi terkunci pintu nya, tanpa menunggu Anggara lagi, Renita membuka pintu mobil lalu masuk ke dalam nya.
Anggara terkekeh gemas saat ini melihat tingkah laku istrinya. mereka sudah berada di dalam mobil karena arah kantor Anggara searah dengan kampus jadi memudahkan Anggara untuk sekalian mengantarkan istri nya terlebih dahulu sebelum dia ke kantor. hanya dengan satu tangan Anggara memegang stir mobil sementara satu tangan nya lagi menggenggam erat tangan istrinya sesekali meremas lembut menyalurkan apa yang di rasa di dadanya. hanya sewaktu waktu Anggara melepaskan genggaman itu hanya untuk mengoper gigi persneling setelah itu ia kembali menautkan lima jemari kokoh nya pada jemari lentik sang istri. senyum tipis terus saja tercipta di wajah tampan nya itu sepanjang di perjalanan.
"sampai sayang" Anggara menoleh ke arah istrinya yang ternyata... tertidur? Anggara hanya bisa tersenyum sekaligus meringis melihat istrinya sampai tertidur di dalam mobil padahal ini masih pagi dan istri nya akan menjalankan aktivitas nya.
"ya Tuhan sayang pasti kamu sangat lelah ya? sampai ketiduran begini" lirih Anggara merasa bersalah karena sudah menguras tenaga istri pagi-pagi hingga berakibat seperti ini. tak tega untuk membangun kan istri nya yang nampak sangat lelap sekali dalam tidur nya Anggara di landa kebingungan harus apa diri nya.
ingin membangun kan istri nya tak tega karena ini semua akibat ulahnya yang tidak bisa menahan hasrat nya gampang sekali terpancing sekecil apapun yang di lakukan istri nya bila sedang keadaan berdua dan intim dalam artian sebenarnya. tapi Anggara berpikir kalau istri nya tidak segera di bangun kan dari tidurnya, pasti istri nya malah tambah marah tentu nya. Anggara masih memandangi wajah istrinya yang sedang terlelap dengan senyuman memuja nya. tangan nya mengelus lembut Titian rahang halus istri nya. dan seperti nya Renita yang punya kebiasaan tidur seperti orang pingsan, tidak sama sekali terusik dengan sentuhan jemari kokoh Anggara.
Anggara tertawa kecil dengan menggeleng kan kepala nya pelan melihat prilaku tidur sang istri.
__ADS_1
"aku baru tau setelah menikah kebiasaan tidur mu ini sayang. kalau sudah tidur sudah seperti orang pingsan saja" ucap Anggara pelan.
tentu saja kamu baru tau kebiasaan istri mu yang ini Abang ganteng.. karena kan baru tahu lebih dalam keseharian istri mu setelah menjadi halal.
"sayang"
cup
Anggara berusaha membangun kan istri nya dengan memberikan usapan lembut di pipi chubby Renita. di sertai kecupan singkat di bibir seksi itu. ternyata Renita tak terganggu sama sekali tidur nya
Anggara tertawa kecil lalu ada ide yang menyenangkan melintas di otak ganteng nya dan dia pikir dengan cara ini istrinya akan bangun.
lalu Anggara melepaskan seatbelt yang mengunci tubuh nya lalu setelah itu Anggara mencondongkan tubuhnya mendekati wajah nya pada sang istri dan... Anggara mendarat kan bibir nya pada bibir ranum nan berisi milik istri nya, memagut pelan dan lembut penuh perasaan sesaat mata Anggara terpejam untuk merasai lembut dan kenyal nya bibir ranum Renita, dengan belah tengah di bibir bawahnya namun, detik berikutnya Anggara membuka mata nya dalam keadaan bibir nya masih menyesap lembut bibir istrinya. Anggara memperhatikan lebih tepat nya menunggu apa reaksi istri nya apa kah dengan cara asik ini istrinya akan bangun dari lelap nya dan..
"eughh... Renita menggeliat di sertai lenguhan kecil lolos dari bibir nya karena merasa kan ada sesuatu benda kenyal nan basah yang menarik narik pelan pada bibir nya.
seperti sedang bermimpi namun terasa nyata, Renita perlahan membuka kelopak matanya, mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang baru masuk ke dalam bola mata yang belum sepenuhnya terbuka . melihat itu Anggara tersenyum lebar di sela ciuman nya karena merasa berhasil membangun istri nya dari tidurnya dengan cara yang asik. dan seperti nya Anggara terbawa suasana karena masih meneruskan cumbuan nya hingga Renita gelagapan karena seperti mau kehabisan nafas. mata nya membola sempurna di saat kesadaran nya sudah terkumpul sepenuhnya.
"Abang! apa yang sedang kamu lakukan?!" pekik Renita masih terdengar serak karena baru saja terbangun dari tidur manisnya.
masih terasa lemas Renita mendorong tubuh tegap suami nya yang sedikit menindih tubuh nya.
Renita melotot horor karena ucapan suaminya yang tanpa beban.
"kamu tertidur sayang. pulas sekali aku tidak tega bangunin kamu. kita sudah sampai di kampus" Anggara melihat arloji branded nya yang melingkar ganteng di pergelangan tangan sebelah kiri nya.
"kenapa nggak bangunin dari tadi? sudah lama ya aku tidur? dan kamu tadi ngapain? ngambil kesempatan saja" gerutu Renita karena sikap mesum suami nya.
"kamu kalau tidur sudah seperti orang pingsan sayang.. baru tau aku setelah kamu jadi istri ku"
"siapa seperti orang pingsan? aku tuh kalau tidur sangat lelap, bukan nya seperti orang pingsan" sanggah Renita meralat istilah kata yang di ucapkan sang suami, karena merasa malu mengakui kelebihan nya itu. Renita membenarkan riasan wajah nya dan kemeja nya yang terbuka dua kancing karena ulah mesum Anggara. setelah merasa semua nya sudah rapih dan siap Renita meraih tangan Anggara dan mencium takzim punggung tangan suaminya
dengan wajah yang masih masam
"senyum dong, seperti nggak iklas gitu cium tangan suami" ucap Anggara berlagak merajuk.
dan walhasil Renita memperlihatkan senyuman terbaik nya pada Anggara dan itu sangat...manis sekali ya Tuhan.. Anggara mati kamu!
kheem!
__ADS_1
Anggara menormalkan kadar kemesuman nya karena hanya melihat senyuman manis nan menggoda istri nya.
ulangi: menggoda?
astaga Anggara hanya begitu saja kamu sudah merasa tergoda oh God...
"masih setengah jam lagi jam kamu tugas bagus lah belum terlambat sayang" ucap Anggara mengalihkan, karena melihat istrinya terlihat kesal lalu menarik tengkuk istri nya dan memberikan kecupan singkat pada kening Renita.
"ingat, nanti aku akan pergi waktu makan siang bersama mama Salma bang"
ucap Renita dan Anggara sudah di luar mobil, berdiri di samping nya.
"iya, pergilah. hati-hati Abang akan menjemputmu setelah nya. jadi kabari nanti ya?"
"iya, ya sudah sana buruan pergi ke kantor nanti kamu terlambat"
"kamu mengusir ku sayang?"
"iya" ucap Renita cepat dengan mengulum senyum.
"issh, kamu ya" Anggara melangkah maju akan meraih tubuh istrinya tapi..
"eits, tetap di sana,, dan cepat pergi"
hardik Renita mengacungkan telunjuk nya ke arah Anggara cepat, menyuruh suami nya agar segera berangkat.
"baik lah sayang. love you, happy nice day"
Renita tersenyum manis
"love you more hubby" balas Renita tak kalah manis nya dan setelah itu barulah suaminya itu masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya perlahan meninggalkan kampus Renita memandangi mobil suami hingga mobil itu hilang di pertigaan jalan depan sana. dengan langkah gontai Renita berjalan masuk ke dalam pekarangan kampus tempat dia berjuang mencari penghasilan walaupun tanpa bekerja, hidup Renita sudah terjamin tujuh turunan tapi bekerja menjadi seorang dosen memang sudah menjadi cita-cita nya dulu. hobi nya membaca dan selalu senang belajar hal-hal baru dalam ilmu IT membuat Renita ingin menyumbang kan pemikiran nya melalui mengajar.
"Bu Renita?"
"iya?"
"wow, cantik nya"
*
__ADS_1
TBC...