Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
tak kunjung hadir.


__ADS_3

enam bulan sudah pernikahan Anggara dan Renita jalani, semua nyaris sempurna dan bahagia yang Renita rasakan begitu juga Anggara mereka menjalani hidup nya seperti layaknya pasangan bahagia lainnya.


tapi apapun itu pasti ada celah yang membuat hati Renita terganggu selama pernikahan nya dengan Anggara.


anak, ya. seorang anak belum juga hadir di antara mereka. buah cinta mereka yang tak kunjung hadir dan tumbuh di rahim Renita dan itu membuat kegelisahan hati Renita sampai saat ini.


"apakah karena umur ku yang tidak lagi muda? sehingga aku kurang produktif?" gumam Renita, sedang di dapur memasak untuk suami nya di weekend, berdiri di depan kompor yang menyala di atas nya ada panci berisikan SOP iga kesukaan suami nya. karena termenung dan pikiran nya kemana-mana Renita tidak menyadari tangan nya yang sedang memotong wortel untuk pelengkap SOP pasti nya pisau di tangan nya bergeser hingga mengakibatkan.


"auww! sss.. astaga!" Renita memekik pelan karena tak sadar jari telunjuk nya terkena pisau yang salah bergerak dan sedikit mengiris jari telunjuk nya, darah segar langsung mengucur dari jari telunjuk nya yang terkena sayatan pisau walaupun kecil namun cukup banyak darah keluar dari luka tersebut.


Renita merintih merasakan cukup pedih pada luka tersebut.


Anggara yang baru saja keluar dari kamar, berjalan ke arah dapur untuk menemui istrinya karena harum nya aroma masakan. Anggara memastikan istrinya pasti berada di dapur sedang memasak namun baru saja Anggara sampai di dapur pria itu kaget melihat wajah istrinya meringis seperti menahan sakit.


"sayang?"


Anggara dengan cepat berjalan mendekati istrinya dengan tatapan mata tertuju pada tangan kiri istrinya yang membekap jari telunjuk tangan kanan nya.


"tangan kamu berdarah? ya tuhan"


wajah Anggara panik bercampur khawatir karena banyak nya darah yang keluar dari luka tersebut sayatan pisau itu memang kecil tapi cukup dalam mengakibatkan darah keluar cukup banyak dari luka sayatan itu.


dengan cepat Anggara menarik lembut tangan istrinya lalu mendudukkan nya kursi dekat meja makan.


"diam ya, di sini. Abang ambil obat"


Anggara berjalan menuju sebuah lemari pendek dengan laci-laci banyak terletak di ruang tengah dekat pintu arah ke dapur di situ tersimpan banyak benda penting serta darurat termasuk kotak obat di simpan di laci lemari pendek tersebut. dengan cepat Anggara mengeluarkan kotak obat dari salah satu laci tersebut lalu melangkah lebar ke istri nya yang berada di dapur wajah Anggara nampak khawatir.


Anggara berjongkok di depan istri nya kedua tangan nya mengeluarkan revanol lalu di tuang sedikit demi sedikit ke lapas untuk membersihkan luka pada jari telunjuk istrinya terlebih dahulu.


"kenapa sampai begini sayang? apa kamu lelah? kalau lelah, sudah, tidak usah masak. kita pesen online saja ya?" ucap Anggara lirih tetap fokus dengan luka istrinya sesekali mengangkat wajah nya untuk melihat wajah istrinya yang terlihat sendu memandang dirinya.


"tidak, aku tidak lelah. ini hanya luka kecil saja kok. nggak apa-apa"

__ADS_1


Kilah Renita, berusaha terlihat baik-baik saja di depan suami nya tapi tetap saja Anggara merasakan sesuatu yang mengganjal pikiran nya yang dia tangkap dari tatapan mata sang istri. setelah selesai mengobati luka di jari telunjuk istri nya


cup


Anggara mengecup mesra jari telunjuk sang istri di mana luka itu ada dan sudah terbalut plester, dengan lembut. wajah Renita merona atas perlakuan suami nya yang dia anggap manis hingga membuat hati nya di selimuti kehangatan. Anggara berdiri, kekehan kecil nya terdengar melihat sikap istrinya. menarik kursi di samping sang istri lalu duduk menghadap istrinya. Anggara meraih kedua pundak sang istri lalu menatap nya dalam.


"apa ada yang mengganggu pikiran mu HM?" tanya Anggara lembut


"tidak ada Abang... aku baik-baik saja"


"benar?" tanya Anggara lagi memastikan


"iya.."


Anggara diam tak bicara bola mata biru itu bergerak menyapu wajah cantik sang istri. entah lah seperti nya Anggara merasakan sesuatu di sembunyikan oleh istrinya.


dan tentu saja tatapan Anggara yang sedemikian rupa membuat Renita salah tingkah yang akhirnya dia pun menyerah hingga menunduk kan wajah nya. karena tak tahan lagi dengan tatapan suami nya seperti itu.


ucap Anggara pelan. satu tangan nya mengangkat dagu Renita perlahan agar melihat ke wajah nya.


"jangan kamu simpan sendiri kegelisahan kamu, apa kamu meragukan suami mu ini hingga tidak mau membagi masalah mu sampai hati mu tidak tenang?"


Renita menggeleng cepat kepala nya matanya berkaca. menatap suami nya.


"tidak, tidak seperti itu bang. aku percaya sama kamu tapi aku yang tidak percaya pada diri ku sendiri" lirih Renita


"maksud kamu apa sayang?"


seperti nya Anggara masih tidak mengerti apa maksud ucapan istri nya itu dan memang Anggara tidak mengerti karena Renita masih berteka, teki.


"aku takut tidak bisa hamil dan memberikan kamu keturunan" susah sekali rasanya tenggorokan nya seperti ada yang mengganjal dan dadanya terasa sesak saat dirinya mengatakan kalimat tadi pada suami nya.


mendengar ucapan istrinya seperti itu tentu saja membuat Anggara terkejut kedua tangan nya langsung menangkup kedua sisi wajah istrinya menatap lekat wanita cantik yang ada di hadapan nya ini.

__ADS_1


"ya tuhan sayang... ternyata masalah ini lagi yang masih kamu pikirkan HM? bukan kah sudah sering kali kita bahas tentang ini? jangan bikin beban pikiran mu" dengan Tutur kata yang lembut Anggara berusaha menenangkan istrinya.


"bagaimana aku tidak memikirkan bang... tentu saja aku kepikiran pernikahan kita sudah setengah tahun tapi aku tak kunjung hamil, apa karena usia ku ya? aku takut karena usia ku yang mungkin tidak produktif untuk mengandung"


Anggara langsung menarik tubuh istrinya ke dalam pelukan nya dia peluk erat tubuh kecil istri nya.


yang sangat di cintai nya karena itu Anggara menerima apapun kekurangan sang istri sekalipun jika pernikahan nya dengan Renita tidak kunjung hadir buah cinta di antara mereka dari darah daging nya sendiri. Anggara menyayangi istri nya dan bagi nya tanpa anak tidak masalah jika itu yang tuhan kehendaki dia hanya menginginkan istrinya. dan anak? itu adalah bonus dari yang maha kuasa di percaya kan pada dirinya bersama istri nya tapi jika tuhan belum mengizinkan?


Anggara tetap terima itu hidup bersama dan menua bersama dengan wanita pujaan hati nya saja itu sudah lebih dari cukup untuk dirinya.


"kamu jangan bicara seperti itu sayang, kita kan sudah cek ke dokter kandungan dan hasilnya semua nya bagus jadi kalau kamu beranggapan seperti itu, salah. kita berusaha tapi ternyata tuhan belum memberikan nya jadi kita tetap sabar dan terus berikhtiar kamu jangan punya pikiran macam-macam, ini semua tidak ada hubungan nya dengan usia mu" Anggara sedikit mengurai pelukannya agar bisa melihat wajah istrinya. sangat dekat wajah mereka berdua hingga hawa hangat nafas kedua nya saling berbenturan.


"kamu tau, tante verra mempunyai anak di usia tiga puluh delapan tahun setelah pernikahan nya berjalan Lima belas tahun akhirnya tante verra bisa hamil anaknya pertama dari suami om Justin dan kamu tahu? tak tanggung-tanggung tuhan memberikan dua sekaligus, dua anak kembar lelaki dan perempuan pada Tante Vera dan paman Justin"


wajah Anggara nampak semangat sekali saat menceritakan tentang Tante nya yang tinggal di Belanda itu pada Renita.


"benarkah? aku baru tau" ucap Renita pelan walaupun suaminya menceritakan Tante Vera untuk maksud perbandingan usia sekaligus semangat tapi tetap saja hati Renita masih di landa keraguan atas diri nya


"iya, jadi kamu tidak perlu pesimis begini, tetap harus optimis. kita berusaha terus ya? kalau perlu sehari empat kali, siang dua ronde, malam dua ronde" timpal Anggara seolah tak terbebani oleh ucapan nya yang membuat Renita tertegun sejenak dengan ucapan suaminya yang...


"MESUM! .. itu sih emang mau kamu!!" teriak Renita dengan matanya yang melebar tubuh nya merinding karena membayangkan kemesuman sang suami yang sial nya selalu membuat dirinya tak kuasa untuk menolaknya.


Anggara tergelak kencang


membuat Renita melongo sekaligus kesal.


"Hahaha... selama kemesuman suamimu ini hanya untuk istri ku seorang kamu senang kan?!"


aissh!


#


TBC.

__ADS_1


__ADS_2