
setelah mobil Anggara terparkir rapi di halaman rumah nya.
"ayo turun Ren" Anggara turun dari mobil nya, kemudian berjalan menghampiri pintu mobil sisi satunya lagi, dan membuka nya untuk Renita.
"kamu nggak salah tempat pak?" tanya Renita, menatap Anggara yang sudah berdiri di samping mobil masih memegangi pintu mobil nya.dan lagi-lagi Renita mengira Anggara salah tempat.
Anggara berdecak.
"Ck_kamu ini Renita.. selalu menuduh ku salah tempat, waktu itu kamu mengira aku salah ruangan.. sekarang, kamu ngira aku salah tempat" ucap Anggara tegas.membuat Renita tambah bingung.kemudian dengan ragu gadis itu keluar dari mobil Anggara.
"tapi pak ini kan Rumah...Renita menahan ucapan nya pandangan nya sesaat mengedar ke seluruh sudut halaman rumah besar itu, mencoba memastikan kalau dirinya tidak salah masuk rumah sesuai yang dia kenal rumah siapa ini.
"ini.. rumah nya mba Aisyah kan?"ucap Renita pelan ada keraguan di nada bicara nya.menatap tajam Anggara.sedangkan pria yang di tatap nya terlihat santai saja.
eh, bukan.. Anggara berusaha bersikap santai,, padahal di dalam hati nya ada rasa takut, kalau-kalau Renita akan marah, karena dia tidak menjelaskan urusan yang satu ini.
bukan nya menjawab pertanyaan Renita, Anggara menggenggam tangan gadis itu dan menarik pelan.
"sudah,ayo masuk dulu.. kamu akan tahu nanti setelah di dalam"
kemudian mereka berdua berjalan ke arah pintu masuk rumah itu.
"maksud mu apa pak?" Renita menahan tangan Anggara hingga terhenti langkah nya.
baru saja Anggara hendak bicara, tiba-tiba muncul ummi Aisyah di ambang pintu rumah nya.
"Renita? kamu sudah datang rupanya,,ayo jangan berdiri di depan rumah saja.. ajak masuk angga"
dengan santai nya Aisyah bicara menyuruh Renita dan Anggara masuk ke dalam rumah, dan itu tambah membuat Renita kaget sekaligus heran.karena benar dia tidak salah tempat, kalau ini benar benar rumah Aisyah kakak tertuanya, yang menikah dengan Rahman hakim Subianto.tapi dia tidak mengetahui kalau Rahman itu papah nya Anggara.
Anggara hanya tersenyum tipis melihat tingkah Renita.
dan tanpa banyak tanya lagi akhirnya Renita menurut saja, masuk ke dalam rumah kediaman kakak perempuan nya itu.setelah mereka sampai di ruang keluarga Renita di persilahkan duduk oleh Aisyah kini mereka bertiga duduk di sofa.dengan Renita yang masih memasang wajah yang penuh tanda tanya.
"mba?"
"ya?" sahut Aisyah lembut.
"mba kenal dengan Anggara?" tanya Renita lagi melirik ke arah Anggara yang duduk di samping nya.
Aisyah hanya tersenyum merespon pertanyaan Renita kemudian Aisyah menghela nafasnya sebelum berbicara.dia menatap sekilas ke arah putra sambung nya itu.yang nampak tegang.
"sebelum nya maafkan mba, kalau mba salah..tapi semua ini di luar kuasa mba" ucap Aisyah yang menurut Renita membingungkan.
"maksud pembicaraan mba apa sih? belum juga bicara sudah minta maaf"
Renita mengerutkan dahinya mendengar ucapan Aisyah.
__ADS_1
"baik lah mba akan bicara sejelas jelasnya, tapi tolong, kamu jangan ada protes ya, biarkan yang sudah terjadi mungkin sudah takdir mu, kamu harus menerima nya dengan ikhlas"
"mba..... protes Renita masih tidak mengerti arah pembicaraan Aisyah.
"mba bilang kamu jangan protes dulu,,mba belum selesai bicara Renita"ucap Aisyah gemas.
dan Renita jadi serba salah sendiri.
"baik mba lanjutkan ya, dari keseluruhan yang ada di diri Anggara adalah benar dan jujur,niat nya untuk melamar kamu adalah karena dia benar benar mencintai kamu itu yang mba tahu, dan melamar mu untuk menjadi istri nya pun itu sudah tekad bulat nya.tidak tergoyahkan walaupun awalnya papah nya Rahman melarang nya karena status kalian sebagai ponakan dan Tante "
jgerr!
kali ini Renita lemas karena terkejut mendengar penjelasan tentang siapa status Anggara dengan dirinya.
"tante dan ponakan?" ucap Renita pelan seakan tidak ada tenaga untuk mengucapkan nya.menatap Aisyah dan Anggara bergantian.
melihat raut wajah Renita yang pias, membuat Anggara panik.
dengan cepat Anggara meraih tangan Renita dan menggenggam nya erat.
"Renita, itu hanya status saja.. kita tidak ada hubungan darah..dan hubungan kita tidak ada masalah,semua keluarga saja sudah mengerti dan merestui hubungan kita" jelas Anggara mencoba ikut menjelaskan.
Renita menatap Anggara lekat, menggeleng kan kepalanya pelan.
"tapi Anggara.. kamu itu ponakan ku, aku Tante mu..mana bisa!" pekik Renita.memcoba melepaskan tangan nya dari genggaman Anggara, tapi pria itu menahan nya.
"tidak, itu hanya anggapan mu saja, aku mencintaimu, aku ingin menikah dengan mu Renita, singkirkan status itu dalam pikiran mu..kita ini orang lain tak ada hubungan darah sama sekali,ada hubungan, hanya karena ummi Aisyah menikah dengan papah ku, hanya itu!"
tekan Renita menatap tajam pria muda yang ada di hadapannya
"aku tidak peduli! yang penting aku bisa bersama mu Renita, aku akan bisa menghadapi semua nya kalau kamu bersama ku, menjadi milik ku.. jadi tetap lah dengan rencana kita, jangan ragu kan hubungan kita hanya dengan kata-kata orang yang tidak bertanggung jawab"
Renita menatap dalam wajah tampan Anggara. Renita mencari kebohongan dari setiap perkataan yang Anggara ucapkan,tapi sayangnya tidak ada, yang ada hanya kesungguhan di wajah tampan itu.
"apa kamu benar tidak malu Anggara?"
"apa yang membuat ku malu? hidup bersama mu begitu maksud mu? ya ampun Renita... yang ada aku bahagia bisa hidup bersama mu hingga menua bersama bila Allah mengizinkan" ucap Anggara yakin dengan senyuman nya.menatap Renita.
Renita menundukkan wajahnya sesaat lalu dia baru sadar keberadaan Aisyah yang sedari tadi memasang wajah sendu dengan senyuman nya.dan buru buru Renita menarik tangan nya yang di genggam erat Anggara.
"lepasin ah, malu tuh sama mba Aisyah" ucap Renita salah tingkah.
"tidak usah malu Ren, namanya lagi terbawa arus tadi, jadi nggak sadar Anggara nya.. benar kan ngga?" tanya ummi berusaha baik baik saja.
"eh,iya ummi" sahut Anggara menggaruk hidungnya yang mancung yang tidak gatal juga.
"jadi, bagaimana Ren? kamu bisa menerima Anggara seperti ini adanya? maksud mba.. nggak masalah kan walaupun Anggara ini anak sambung mba,toh itu hanya sebuah status saja..di luar itu, tidak ada masalah" terang Aisyah yang di anggukkan kepala oleh Renita, membuat Anggara dan Aisyah menghela nafasnya lega.
__ADS_1
"baik lah kalau begitu urusan nya sudah clear, sekarang mba tinggal dulu ya sebentar"
lalu Aisyah beranjak dari duduknya
berjalan ke arah dapur meninggalkan Renita dan Anggara di ruang tengah.
setelah itu mereka berdua hanya diam, belum ada yang bicara lagi, walaupun terlihat di wajah Anggara ada pancaran kebahagiaan.
"Ren" Anggara membuka pembicaraan.
"iya?" sahut Renita menoleh ke arah Anggara.
"jadi besok Sabtu aku akan datang kerumahmu ya" ucap Anggara pelan
"mau ngapain pak?" tanya Renita
"loh,kok pake tanya mau ngapain sih Ren?" kedua alis Anggara bertaut merespon ucapan Renita.
"ya, aku nggak tahu bapak mau ngapain hari Sabtu datang ke rumah mas Adam" ucap Renita pura pura polos.
"ya ampun Renita..lama lama kamu bikin aku gemas ya,, ini tidak bisa di biarkan.. kamu harus di kasih pencerahan rupanya"
tanpa bicara lagi dengan cepat Anggara langsung menarik tengkuk leher Renita dan menyambar bibir merah gadis yang ada di sebelah itu dengan ******* bibir Renita dengan lembut.Renita yang terkejut dengan tindakan Anggara yang mencium nya tiba-tiba berusaha mendorong tubuh Anggara dengan kedua tangannya tapi Anggara menahan kedua tangan Renita dengan satu tangan kokoh nya.
"Ang_Anggara... ucap Renita di sela ciuman sang Arjuna bule itu.merasa cukup, Anggara menyudahi ciuman nya dan tersenyum melihat reaksi Renita yang diam terpaku tapi matanya membola menatap lurus ke Anggara.di hapus nya sisa saliva nya yang masih membasahi bibir Renita oleh jari Anggara perlahan.
"manis" ucap Anggara pelan
"dengan cepat Renita menepis jari telunjuk Anggara yang masih menyentuh bibir nya.setelah sadar dari keterpakuan nya.
"kamu!"
"apa?"
"berani kamu cium aku Anggara" protes Renita.
"kenapa nggak berani hm? kamu ini calon istri ku"
"baru calon"
Anggara tersenyum
"seperti nya itu ciuman pertama mu"
"
to be continued.
__ADS_1
hai para reader terima kasih sudah mampir ke cerita saya ini.
bila suka, jangan lupa untuk tinggal kan jejak nya ya 😊😍.