Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
bawahan manut ajah.


__ADS_3

setelah acara lamaran tersebut pernikahan Renita dan Anggara di tetap kan satu bulan lagi.bagi Renita itu terlalu cepat, tapi bagi Anggara itu terlalu lama.


_____


Renita nampak berjalan di koridor kampus menuju ke kantor dosen,bersama dosen wanita.


"hari ini ada rapat bu Renita" ucap dosen wanita itu.yang di ketahui namanya Ayunda.


"rapat apa ya bu? kok saya nggak tahu?" tanya Renita memang dia nggak tahu,apa ketinggalan berita.


"loh, ibu nggak tahu, rapat soal penugasan seminar selama tiga hari di Bandung"


Renita hanya manggut-manggut merespon ucapan Ayunda.


di ruang rapat.


pak Handoko selaku rektor kampus tersebut memimpin rapat tersebut.


"dosen yang akan pergi besok ke Bandung untuk mewakili kampus kita..


ibu Renita,pak Santoso, pak Raga dan ibu sari"


pak Handoko mengumumkan siapa yang akan pergi ke Bandung.


"baik pak" jawab mereka bersamaan yang merasa namanya di sebut.


secara rapat pun selesai.


Renita kembali ke ruangan nya menyiarkan segala sesuatu nya untuk pergi ke Bandung besok walaupun terkesan mendadak tapi mau tak mau Renita terima, dan nggak mungkin dia tolak.


"Ren besok pergi nya bareng aku ajah ya,pake mobil aku" tiba tiba Raga sudah berdiri di samping meja kerja Renita gadis itu mendongak ke arah Raga.


"eh,pak Raga..kan ada mobil jemputan pak,, saya bareng mobil jemputan ajah pak" tolak Renita halus.


"loh, nyaman naik mobil sendiri dong Ren"


Raga menarik kursi tunggal yang ada di dekat meja kerja Renita dan duduk di hadapan Renita.


"nah, itu kan mobil pak Raga, bukan mobil saya jadi jelas kamu yang nyaman pak" kilah Renita.


"nggak apa-apa kok pak, enak bareng bareng bisa ngobrol nggak bete di mobil"


ada gurat kecewa di wajah Raga dengan penolakan Renita.


"ya udah deh kalau gitu aku juga bareng mobil jemputan ajah" ucap Raga akhirnya.


Renita hanya tersenyum tipis merespon sikap Raga.


"kamu udah makan siang Ren?"


Renita menghela nafasnya pelan merasa risih dengan Raga yang terus saja mencari alasan bukan nya Renita geer, tapi boleh dong dia mengartikan sikap Raga ini bentuk dari cari perhatian terhadap dirinya.


dan dia teringat kata-kata Anggara kalau dia harus bersikap pasif pada setiap pria yang punya gelagat seperti Raga.dasar Anggara..


"kebetulan hari ini saya nggak ada jam lagi, jadi saya mau langsung pulang dan makan di rumah ajah sekalian pak" jelas Renita.

__ADS_1


"kamu nanti sakit perut loh Ren,q penyakit lambung kamu bisa kumat nanti"


Raga tampak khawatir. pria itu mengetahui penyakit lambung Renita karena mereka sudah berteman sejak di SMA.


"nggak pak, karena tadi saya sudah makan Roti sama susu sebelum ngajar" kilah Renita.


"Ren, kamu seperti sedang menghindari saya sih" tanya Raga menyelidik.


Renita menegakkan duduknya.


"ah, nggak.. siapa yang menghindari, itu sih pikiran pak Raga ajah"


lalu Renita berdiri dari duduknya dia tidak mau berlama-lama terlibat pembicaraan dengan Raga yang semakin dramatis.


"mau kemana Ren?" tanya Anggara melihat Renita beranjak dari duduknya.


"kan, tadi saya bilang..saya sudah nggak ada jam lagi, jadi mau pulang mau mempersiapkan buat besok juga.permisi pak"


Renita pun berlalu dari hadapan Raga dan pria itu pun ikut berjalan keluar dengan Renita.


"aku antar ya Ren"


lagi lagi Raga berusaha.


"terima kasih pak, saya bawa motor kok, jadi nggak usah" tolak Renita.


yang terus berjalan menuju parkiran motor nya.


tiba tiba ponsel Renita yang ada di saku celana kulot nya bergetar.


^^^_pimpinan yayasan_^^^


^^^Ren,ke kantor aku sebentar ya cepet.^^^


Renita langsung memasukkan kembali ponsel nya ke saku celana kulot nya tanpa membalas pesan dari Anggara.gadis itu membelokkan arah nya ke kantor Anggara.


yang ada di gedung lima.


"mau kemana Ren kok belok? kan parkiran motor nya di sana?" ucap Raga heran melihat Renita berbalik arah bukan nya ke parkiran motor.


"saya mau ada perlu pak, permisi"


Renita berlalu begitu saja tanpa memperdulikan tatapan Raga yang aneh.


Renita berjalan menuju kantor sang pimpinan yayasan.


tiba di depan pintu kantor Anggara Renita mengetuk pintu tersebut beberapa kali.setelah mendapat sahutan dari Anggara gadis itu pun masuk ke dalam kantor Anggara.


tampak pria itu duduk bersandar nyaman menatap Renita yang masuk ke dalam ruangan nya.


"duduk" titah Anggara


Kamudian gadis itu duduk di kursi tunggal yang ada di hadapan meja kerja Anggara.


"ada apa ngga?"

__ADS_1


"kamu besok ke Bandung?"


"iya"


"kok kamu sih yang pergi ke sana?"


"mana aku tahu, aku kan cuma bawahan manut ajah" ucap Renita santai.


"tapi kemarin di data yang aku terima tidak ada nama kamu malah di sini Anita dan Sari dan dua pria eh,Raga ikut juga?" ucap Anggara fokus dengan data yang dia terima di layar laptop nya.sedikit menegakkan tubuhnya ketika melihat nama Raga di data tersebut.


"iya Raga ikut" balas Renita


Anggara menatap tajam ke arah Renita.


"asik dong ada Raga ikut" cibir Anggara dengan nada emosi.


"ya asik pak, kita barengan semobil dengan yang lain" ucap Renita lagi lagi dengan santainya karena dia tahu maksud dari ucapan Anggara dan Renita tidak mau suasana menjadi aneh.


"aku akan ganti kamu dengan yang lain!" pungkas Anggara.


"eh, nggak bisa gitu dong ngga, semua nya sudah final" protes Renita


"biarin Ren,kan di aku keputusan akhirnya"


"kamu ini kenapa sih ngga? jangan menggunakan wewenang dengan seenaknya" ucap Renita tidak terima dengan sikap Anggara yang semau nya.


"tapi aku nggak mau kamu pergi Ren,tiga hari loh?"


"kenapa emangnya tiga hari namanya orang tugas ya di terima"


"tapi aku nggak terima"


"ih, aneh kamu!"


"gara gara kamu"


"kok aku sih?"


"ya, aku bakalan kangen Ren,kok kamu nggak ngerti sih" ucap Anggara dengan mimik wajah memelas.


"dih,kaya anak kecil yang di tinggalin ibu nya" cibir Renita.


Anggara berdiri dari duduknya dan berjalan mengitari meja kerja mendekati Renita.


menatap sejenak wajah Renita


"anak kecil? apa begini sikap anak kecil hm?"


dengan gerakan cepat Anggara membungkukkan badan nya, mendekatkan wajahnya ke arah wajah Renita dan. langsung menarik tengkuk leher gadis itu lalu menyambar bibir ranum milik Renita dengan lahapnya.


Renita membulat kan matanya kaget dengan Anggara yang tiba-tiba saja menyentuh bibir nya dengan bibir dingin Anggara.


tapi Renita langsung merespon cumbuan Anggaran dengan membuka bibir nya memberi akses bagi Anggara untuk menjelajahi lebih dalam rongga mulut nya dan bermain lidah,melebur Saliva.Anggara yang mendapat kan respon dari Renita tambah menjadi jadi.pria itu bermain lihai membuai gadis nya dengan belitan benda pipih yang ada di rongga mulut nya.


"

__ADS_1


to be continued..


__ADS_2