Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
harus halal Dulu.


__ADS_3

Adam gusar karena ucapan Darwin yang sarkas pada Renita. sela kaget suaminya itu bicara dengan nada tinggi, dengan wajah gusar karena selama ini sela tidak pernah melihat Adam semarah itu.


"mas"ucap sela pelan mencoba menenangkan Adam pria berusia empat puluh tahun itu melirik sekilas ke arah istrinya.dan menarik nafas nya pelan sebelum bicara lagi.


"maafkan aku Darwin, kalau perkataan aku pada waktu itu menjadi pengharapan buat mu.aku hanya berusaha bersikap terbuka soal dengan siapa Renita ber hubungan tapi tetap dengan pantauan ku .dengan maksud aku tidak melarang ada lelaki yang ingin mencoba mengenal lebih dekat dengan Renita selama lelaki itu baik. dan aku tahu kamu lelaki yang baik.maka itu aku mengizinkan mu untuk mendekati Renita tapi, bukan berarti adik ku harus memilih mu. itu pilihan Renita aku tidak mau ikut campur. tapi sekali lagi aku katakan,soal perasaan itu tidak bisa di paksakan kamu tidak bisa memaksa Renita" jelas Adam tegas.


Darwin diam pria itu menatap Renita dengan tatapan sendu.


"mungkin kamu tidak berjodoh dengan Renita Win, sekarang adik ku sudah di lamar orang"


Adam terus berusaha menjelaskan pada Darwin.


"di lamar orang ya" ucap Darwin pelan tersenyum miris.


"baik lah kalau begitu, selamat ya Ren, kalau memang kamu memilih lelaki brondong ini"


"Darwin... ucap Adam dengan suara di tekan.


"ah, iya maaf" ucap Darwin karena mengulang kata brondong.


"memang nya kenapa kalau usia ku lebih muda dari Renita ha? usia ku hanya terpaut empat tahun dari Renita tidak masalah kan? aku lelaki dewasa juga, bukan lelaki di bawah umur yang melamar wanita dewasa jadi nggak ada larangan dan yang terpenting adalah Renita menerima lamaran ku!" kali ini Anggara yang bicara yang dari tadi sudah menahan mulutnya agar tidak bicara.


"baik, aku permisi, aku kesini hanya ingin memastikan segala ucapan mu waktu itu, baik mas maaf sudah bikin ribut" tersenyum tipis, Darwin pergi dari rumah Adam.


dan semua orang yang ada di situ yang melihat perdebatan mereka menghela nafasnya lega.


Adam pun meminta maaf pada kerabatnya atas ketidak nyamanan.


kemudian Anggara lebih memilih kembali duduk di teras samping rumah Adam di ikuti oleh Renita.hari sudah hampir menjelang malam beberapa kerabat yang rumah nya masih di area Jabodetabek sudah pada pulang.begitu juga dengan Keluarga Anggara mereka pun sudah kembali ke rumah nya masing-masing.


tapi nyatanya Anggara masih betah berada di rumah Adam.


"Ren, aku lapar boleh aku minta makan?" pinta Anggara pada Renita.perutnya merasa lapar.


"hm? kamu lapar? ayo kita ke ruang makan" ajak Renita.


"tidak Ren, aku mau di sini saja,mau di lua enak, Santai" pinta Anggara tersenyum


Renita diam sesaat mencoba mengerti keinginan Anggara.


"baik lah kalau begitu aku ke dalam Dulu"


ucap Renita kemudian berlalu dari hadapan Anggara untuk mengambil makanan untuk calon suami nya itu.

__ADS_1


di meja makan Renita nampak mengalas makanan yang sudah tersedia di atas meja makan untuk Anggara.Renita mengambil nasi dengan udang balado perkedel jagung serta lalapan dan sambal


untuk Anggara Renita belum tahu kesukaan Anggara jadi hanya mengambil lauk yang dia suka.


"semoga Anggara suka dengan lauk nya"gumam Renita.


"makan buat siapa Ren? nasi nya banyak banget? ntar gendut loh" tiba tiba Sela sudah berdiri di samping Renita.gadis itu melirik Sela dan tersenyum.


"biarin gendut juga, paling Anggara kabur liat Aku kegendutan" ucap Renita enteng.


"huss! sembarangan kamu kalau ngomong, jangan begitu ngomong nya"


sela tidak suka Renita bicara seperti itu dia beranggapan ucapan adalah doa.ih,amit amit.


"sudah ah,mba sih yang mancing-mancing omongan"merasa sudah cukup Renita membawa makanan itu untuk Anggara yang sedang berada di teras rumah dengan segelas teh hangat di tangan nya.


"ini makan nya" ucap Renita sudah berada di depan Anggara dan meletakkan makanan yang dia bawa di sebuah meja kecil.


"kamu sudah makan Ren?" tanya Anggara


"belum"jawab Renita Ragu dia pun sampai lupa kalau perut nya belum keisi makanan.


"kalau begitu kita makan bareng ya"


"ngapain ngambil lagi? ini ajah berdua dengan aku"


Renita bengong


"ah, nggak, nanti saja" tolak Renita, ini aku ambil sedikit makanan nya nanti kamu nggak kenyang,lagi pula sendok nya cuma satu" tolak Renita.


Anggara tersenyum.dan mulai menyendok makan yang ada di atas piring dan..


Aaa.. ayo buka mulut mu" Anggara mengarah kan satu sendok makanan ke mulut Renita gadis itu kaget menatap Anggara.


"eh, nggak Anggara..nanti saja lagian sendok nya cuma satu" Renita tetap berusaha menolak dia merasa canggung karena di suapi oleh Anggara.


"kenapa emangnya kalau sendok nya cuma satu hm? masa jijik sih, padahal kan sudah merasakan saliva masing-masing" goda Anggara


"issh, Anggara.. kamu bicara nya kamana-mana! aku bukan nya jijik tapi nggak enak kalau di lihat yang lain" wajah Renita bersemu karena ucapan Anggara yang terdengar fulgar.


Anggara hanya terkekeh melihat reaksi Renita.


"Renita.. ayo Aaa buru, tangan ku pegel nih"

__ADS_1


mau tak mau akhirnya nya Renita menerima suapan dari Anggara dengan tersipu malu.


Anggara hanya tersenyum tipis melihat respon Renita.tanpa bicara lagi Anggara menyuapi diri nya dan Renita secara bergantian hingga makanan yang ada di piring itu tandas habis tak bersisa. Anggara tersenyum simpul karena ternyata Renita makan lebih banyak dari dirinya.


"bilang nggak mau, tapi ternyata kamu yang makan lebih banyak"


cibir Anggara


"ya,kan.kamu yang nyuapin.. aku sih tinggal buka mulut ajah" kilah Renita tak terima ucapan Anggara.


"kamu nggak suka dengan makanan nya? maaf aku ambil makanan yang mungkin kamu nggak suka, karena aku belum tahu apa yang jadi kesukaan mu"


"suka kok, buktinya aku makan tadi apa yang kamu suka aku pasti suka"


"kok kamu tahu kalau makanan itu kesukaan ku?"


Anggara tersenyum tipis


"ya aku hanya menebak saja, karena seperti nya kamu lahap banget tadi makan nya,, dan, aku nggak bakalan ninggalin kamu walaupun kamu gendut" ucap Anggara tegas.


"eh, kamu denger obrolan aku dengan mba sela ya?" tanya Renita heran


"ya kamu ngomong nya kenceng gitu, aku denger, karena hanya gendut masa aku meninggalkan kamu Renita. jadi kalau aku gendut kamu ninggalin aku dong"


"ya, nggak mungkin lah" jawab Renita cepat


Anggara tersenyum simpul


"lagian kamu ya, kalau ngomong sembarangan!" ucap Anggara seraya menjepit batang hidung mancung milik Renita dengan gemas nya.


"sakit" keluh Renita mengusap usap jejak cubitan Anggara


"ada lagi yang lebih sakit nanti, tapi itu hanya sebentar berikut nya pasti nagih" ucap Anggara ambigu, tersenyum syaiton


"maksud kamu apa? sakit apaan?"tanya Renita penasaran


"nanti kamu tahu sendiri kalau sudah waktunya, karena kalau kamu merasakan sakit itu harus halal Dulu"


jelas Anggara tambah buat Renita bingung.


"


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2