
melihat Darwin yang tergelak seakan Anggara membual.pria itu hanya tersenyum miring.sedangkan Renita yang sedari tadi menjadi serba salah, tahu Anggara emosi dengan cepat dia menarik tangan kokoh Anggara
"sudah, jangan kamu ladenin Darwin angga,ayo kita jalan,,kita sudah terlambat" ucap Renita sedikit panik Lalu menarik tangan Anggara ke arah mobil nya.
Anggara melihat sikap Renita yang seperti itu, tersenyum puas apa lagi melihat raut wajah Darwin yang nampak tidak terima masih saja tidak percaya, apa yang dia dengar dan dia lihat. Anggara balik menggenggam tangan Renita dan berjalan ke arah mobil nya.dan membukakan pintu mobil untuk Renita, gadis itu kemudian masuk ke dalam mobil Anggara dengan segera Anggara pun masuk ke dalam mobil nya.
tapi sebelum mobil itu benar-benar jalan Darwin melangkah cepat mendekati Renita yang sudah di dalam mobil Anggara.
"tunggu Ren.. apa benar yang di katakan lelaki ini?!" tanya Darwin penasaran menatap tajam Renita satu tangan nya di masukkan ke dalam mobil berusaha meraih tangan Renita tapi Renita menghindari nya.
"benar, dia calon suami ku" ucap Renita pelan ada rasa tak enak hati pada Darwin, karena dia tahu pria itu ada rasa pada dirinya.
wajah Darwin menegang mendengar jawaban Renita.
"tapi sejak kapan? bukan kah baru dua Minggu yang lalu kamu baru tiba dari Jogja,sejak kapan kamu mengenal lelaki itu yang tiba tiba saja menjadi calon suami mu?"
"tidak perlu aku jelaskan pada mu kan pak?"
"apa kamu sedang menolak ku dengan berpura pura kalau lelaki itu calon suami mu ha?" ucap Darwin masih tidak terima, karena selama yang dia tahu,Renita tidak mempunyai seorang pacar atau hubungan serius dengan seorang lelaki itu yang dia tahu dari Adam.
"cukup! Anda sudah melewati batasan anda!" ucap Anggara dengan nada tinggi yang dari tadi hanya diam memperhatikan.
"kau yang melewati batasan mu, dengan mengaku ngaku sebagai calon suami nya" sanggah Darwin tak mau kalah.
"kalau kamu tidak percaya,anda bisa datang nanti hari Sabtu ke rumah mas Adam" sahut Anggara tegas.
Darwin diam mencoba mencerna perkataan Anggara.
"ada apa dengan hari Sabtu? ada apa Ren?" Darwin malah minta penjelasan pada Renita.
"anda datang saja nanti, kalau ingin tahu jawabannya,apa aku berbohong atau tidak" ucap Anggara.
"Renita, kamu tahu kalau aku menyukai mu, dan aku sudah mendapatkan izin dari Adam untuk mendekati mu" ucap Darwin menatap lekat wajah Renita membuat Anggara dan Renita saling pandang.
setelah mendengar ucapan Darwin yang katanya sudah mendapatkan izin dari Adam. Renita menggeleng kan kepalanya pelan menatap sayu ke arah Anggara.sedangkan pria bule itu manatap tajam ke arah Renita seolah bicara.benarkah Adam mengizinkan Darwin untuk mendekati Renita, lalu bagaimana dengan dirinya? pikir Anggara seperti itu.
"pak tolong ya, urusan hati tidak bisa di paksakan, walaupun mas Adam memberikan izin pada pak Darwin untuk mendekati saya, tapi kenyataannya hak saya pada siapa hati saya memilih.jadi tolong mulai sekarang bapak nggak usah lagi repot-repot mendekati saya, karena saya sudah punya calon suami" jelas Renita.
"aku tidak percaya Ren" ucap Darwin Keukeh.
"terserah,pak Darwin percaya atau tidak itu urusan bapak, permisi pak saya sudah terlambat" kemudian Renita menoleh ke arah Anggara
"ayo Angga,kita sudah kesiangan" pinta Renita yang di anggukkan oleh Anggara, kemudian Anggara menyala kan mesin mobil nya.Darwin terpaksa mundur, menjauh dari mobil milik Anggara dengan raut wajah yang nampak kacau.kemudian perlahan mobil Pajero sport bewarna hitam itu melaju jalan meninggalkan depan rumah Adam di mana Darwin masih berdiri menatap lurus sampai mobil yang di tumpangi oleh Renita dan Anggara hilang di tikungan jalan.
__ADS_1
di dalam mobil, tidak ada yang bicara.nampak wajah Anggara masam alisnya bertaut menatap lurus ke depan jalan.
"Anggara" ucap Renita membuka pembicaraan, memecah keheningan di sepanjang jalan.di lihat nya juga wajah Anggara yang gelisah.
"kenapa kamu diam? kamu marah?" tanya Renita pelan menatap lekat wajah Anggara
Anggara diam tak menyahut panggilan Renita.dan itu membuat Renita jadi serba salah,dia tahu Anggara marah, mungkin tersinggung dengan perkataan Darwin tadi soal Adam.
"Angga... panggil Renita kali ini dengan nada yang lembut.membuat Anggara melirik Renita.
"kamu menggoda aku Renita?" akhirnya Anggara bicara.dan membuat Renita mengulum senyum nya.
"tidak, siapa yang menggoda kamu, aku hanya memanggil kamu, dari tadi di tanya nggak mau jawab" ucap Renita merajuk.
"itu karena aku marah" ucap Anggara pelan.
benar saja Anggara ternyata marah, tapi karena yang mana? karena Darwin atau kah Adam? batin Renita.
"apa yang membuat mu marah?" tanya Renita
"mas Adam, kenapa mas Adam memberikan izin lelaki itu untuk mendekati mu ha?! apa dia menolak ku?"
"aku tidak tahu" jawab Renita singkat.
"tidak, aku tidak mengenal Darwin sebelum nya, aku mengenal nya beberapa hari yang lalu,dia datang kerumah mas Adam dan memperkenalkan dirinya,oh iya.. mungkin waktu itu aku lihat bicara serius dengan mas Adam, mungkin saat itu dia meminta izin dengan mas Adam, dan waktu itu juga, aku dan mas Adam belum tahu kalau kamu ingin melamar ku" ucap Renita dengan santainya.
"benarkah?"
"iya Anggara...mana tau aku dan mas Adam kalau kamu punya maksud.
"ternyata tindakan ku benar, kalau aku tidak bergerak cepat, mungkin lelaki itu yang maju terus untuk mendekati mu"
"sembarangan, emang nya aku menyukai lelaki itu" sahut Renita ketus.
"berarti kamu menyukai ku?" ucap Anggara cepat, satu tangan nya mengacak pelan pucuk rambut Renita dengan gemas nya.
"aduh, berantakan dong" Renita tak terima rambutnya berantakan.
Anggara terkekeh.
tak lama kemudian kendaraan Anggara sampai di depan kampus nya, perlahan memasuki area parkiran kampus.
Renita celingukan sambil tangan kanannya menggenggam handle pintu mobil Anggara hendak turun.
__ADS_1
'kenapa kamu?" tanya Anggara heran melihat tingkah Renita seperti maling
"aku mau turun lah" sahut Renita sedikit berbisik.
"tapi kenapa kamu celingukan begitu seperti orang ketakutan?"
"iya, emang aku ketakutan, takut orang lihat aku turun dari mobil mu"
"loh, emang nya kenapa kalau orang lihat kamu turun dari mobil ku hm?" tanya Anggara berlagak polos.
"ya ampun Anggara..tentu aku khawatir, kalau orang lihat, nanti apa kata mereka.. kalau aku kelihatan berjalan dengan pimpinan yayasan,di kira nya aku nepotisme mengajar di sini" jelas Renita dan itu membuat Anggara tertawa pelan mendengar ucapan Renita.
"siapa yang berani bicara begitu, aku jamin dia tidak berada di kampus ini lagi, kamu jangan khawatir.. itu tidak akan terjadi"
"issh, mudah sekali kamu bicara" cibir Renita.
"loh, memang seperti itu"
dan tiba-tiba saja sebuah mobil range Rover bewarna hitam masuk ke parkiran, dan terpakir mobil nya tepat di sebelah mobil Anggara. dan tak lama keluar lah pria yang Renita kenal
"Raga,oh my God" ucap Renita pelan dengan raut wajah kaget buru buru dia sedikit membungkuk kan badannya dengan maksud agar tidak terlihat oleh Raga yang melintas di depan mobil Anggara.
mata Anggara membola melihat tingkah Renita yang nampak aneh menurut nya.
"Renita, kenapa kamu? apa yang kamu lakukan di bawah?" tanya Anggara menatap heran.
"aku takut Raga melihat ku di dalam mobil mu"
Renita masih tetap membungkuk kan badannya tanpa sadar wajah Renita berada di tengah tengah paha Anggara.dan itu membuat Anggara gelapan.
"Renita"
"ssstt..diam dulu kamu Angga" ucap Renita mengabaikan ucapan Anggara yang sedikit terbata Renita tetap dengan posisi nya.
"
to be continued.
maaf ya para reader...
judul di ganti untuk pengajuan kontrak dengan pihak novel toon karena judul awal Tante ku istri ku di anggap tidak memenuhi syarat.tapi isi cerita insya Allah sama tidak ada yang berubah.
😊🙏
__ADS_1