Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
obat lucknut


__ADS_3

saking terburu-buru nya pergerakan Budiman dan Dani mencengkeram erat kedua sisi tubuh Anggara membuat Anggara menepis keras tangan kedua pria itu berusaha melepaskan diri dan..


Prang!


sebuah pot bunga di tendang Anggara dengan kencang sehingga menimbulkan suara yang cukup keras. saat itu lah Johan yang sedang mencuci tangan nya wastafel di sudut ruangan cafe tersebut setelah sehabis menerima panggilan telepon, menoleh ke arah sumber suara tersebut. matanya terbelalak melihat bos muda nya sedang di pegang paksa oleh Budiman dan Dani berjalan melalui pintu samping. alarm berbahaya seketika berbunyi di otak nya.


"BANGSAT!!"


wajah Johan yang biasanya datar nampak menegang, rahang nya mengeras, mengumpat dan segera berlari mengejar para manusia laknat yang membawa boss muda nya Johan merutuki dirinya yang lengah hingga kecolongan seperti ini.


sementara Anjani cs, sudah hampir sampai di parkiran mendekati mobil mereka yang terparkir di sana.


Anggara yang keadaan nya sedang dalam pengaruh obat laknat itu, tidak hanya meracau, memaki.


"lepaskan aku sialan!! berani sekali kalian menyentuh tubuh ku!!"


Anjani mendekat ke arah Anggara, tersenyum tangan nya menangkup wajah tampan Anggara memandang nya dengan tatapan mendamba.


"kamu sangat tampan tuan Anggara.. kita akan bersenang-senang sebentar lagi" ucap Anjani pelan dan mendayu dengan wajah menggoda.


Anggara mendesis, tubuh nya meremang karena Anjani membelai lembut dada nya. pengaruh obat laknat itu membuat Anggara sensitif atas sentuhan wanita itu yang dengan sengaja menimbulkan rasa yang sangat membuat Anggara blingsatan. hati menolak tapi tubuh nya merespon. Anggara memaki diri nya sendiri yang lagi-lagi terjebak obat laknat yang kedua kali nya.


Johan berlari cepat mengejar komplotan Anjani yang sudah hampir mencapai parkiran. Johan merogoh saku di balik jas nya mengambil ponsel nya dan mendial nomer seseorang yang pasti nya bisa meredam sesuatu yang kini sedang di rasakan boss muda nya.


Anjani tertawa puas melihat Anggara yang terbuai dengan sentuhan nya diri nya pun sudah tak sabar ingin segera menikmati keperkasaan lelaki tampan ini di atas ranjang pikiran nya yang sudah melebar kemana-mana membuat tengah ************ nya basah.


Budiman membuka pintu mobil


sementara Anggara yang mendapat kan belaian tak hentinya dari Anjani hanya bisa mendesah tak terkendali

__ADS_1


"cepat bawa masuk"


Dani yang masih mencengkeram erat tangan Anggara mengangguk patuh menuntun Anggara untuk masuk ke dalam mobil tapi sebelum Dani mendorong tubuh Anggara untuk masuk ke dalam mobil sebuah pukulan keras di sertai tendangan bebas menghantam tubuh nya.


BUG!


DUG!


AAKKH!!


AAUW!


jerit kaget Anjani dan teriak kesakitan Dani, terdengar bersamaan. Anjani dengan matanya yang melotot kaget, tubuh wanita itu sontak terdorong selangkah ke belakang. sementara Dani?


Braakk!


saking keras nya pukulan dan tendangan yang Dani terima, membuat tubuh lelaki itu terhuyung, limbung jatuh terpental ke arah body mobil hingga kepala nya terbentur pada body mobil. bibir nya sobek mengeluarkan darah segar dari sudut bibir nya. rahang nya rasa-rasanya seperti bergeser Sakin kencang dan telak nya tinjuan keras tangan Johan di wajah nya.


"manusia -manusia kardus!! cari mati kalian ha!!?" tangan Johan langsung menarik tangan Anggara yang sudah tidak bisa berdiri dengan benar. Anggara menatap sayu, Johan. lelaki berwajah rupawan itu sempat-sempatnya terkekeh melihat Johan datang untuk menyelamatkan diri nya.


wajah datar Johan memerah, mata dengan setajam Elang seolah ingin mencabik-cabik mangsanya menunjuk satu persatu wajah yang berani cari perkara dengan nya. dan ini yang kedua kali nya juga dirinya berhasil menyelamatkan boss muda nya dari jeratan obat laknat yang tersebar di dunia novel.


tubuh Anjani bergetar karena merasakan aura mematikan dari wajah Johan, wajah nya pias dan kaki nya seolah terpaku di mana dirinya berdiri bersandar pada body mobil nya. Budiman yang sudah hampir duduk di kursi kemudi terkejut dan lelaki itu keluar Tergesa menghampiri Anjani yang nampak wajah nya pucat seolah tak ada darah yang mengalir di kulit nya.


"Hanya segini keberanian kalian ternyata hah?!! benar-benar manusia kardus tak berguna!!" maki Johan tersenyum miring. kedua tangan merangkul pundak Anggara. tak lama kemudian lima orang lelaki berbadan tegap berwajah sangar berpakaian seperti preman karena memakai stelan jeans sobek-sobek, turun dari sebuah mobil Jeep, turun dan berlari mendekati di mana Johan berada.


"bereskan mereka, bawa ke markas!"


perintah Johan dengan wajah datar berikut suara datar nya namun terdengar tegas.

__ADS_1


"siap ketua!"


balas salah satu lelaki berwajah garang itu dengan suara bas nya. lalu tanpa menunggu di perintah dua kali, ke-lima lelaki itu bergerak meringkus ke-tiga manusia kardus yang salah memilih lawan nya.


"mau apa kalian!!" pekik Anjani wajah nya pucat saking takut nya ketika dua lelaki berbadan besar merangsek maju mencekal kedua tangan nya. tak peduli wanita itu berteriak, kedua lelaki suruhan Johan tetap membawa Anjani dengan paksa karena terus meronta.


sementara Budiman dan Dani sudah lemas karena babak belur di hajar Johan. untuk bergerak melawan pun sudah tidak ada tenaga.


"Johan terima kasih, lagi-lagi kamu menolong ku dari pengkhianatan tubuh ku akibat obat laknat ini" lirih Anggara mendesis karena efek gairah yang di timbulkan karena obat laknat itu.


Johan tidak menjawab ucapan Anggara lelaki berwajah oriental itu hanya merogoh sesuatu di saku jas nya.


"telan obat ini boss"


Johan mengarah kan tangan nya yang berisi sebuah pil ke mulut Anggara.dengan patuh Anggara menelan obat yang di berikan oleh Johan. obat yang sama dia berikan di saat Anggara juga sedang terpengaruh oleh obat laknat itu sewaktu di Singapura. obat yang bisa mengurangi efek gairah yang di timbulkan Obat laknat itu. walaupun tidak sepenuhnya menghilangkan efek nya, paling tidak setelah meminum obat ini Anggara bisa meredam dan mengendalikan diri nya agar tidak terbawa pengaruh obat laknat yang menguasai dirinya.


"Abang!"


suara feminim terdengar dari arah belakang Anggara dan Johan sehingga kedua lelaki itu berbalik untuk melihat pemilik suara lembut yang memanggil.


"sayang?"


ucap Anggara pelan melihat istrinya berlari kecil menuju ke arah nya.


Anggara melepaskan cekalan tangan Johan di punggung nya.


lalu berjalan terseok ke arah sang istri dan setelah kedua nya sudah dekat, dengan cepat Anggara memeluk erat tubuh istrinya dan itu sangat erat sekali membuat Renita sedikit sesak, apa lagi dengan tak tahu tempat Anggara langsung menyambar bibir ranum sang istri, ******* nya rakus, seolah sudah sekian lama tak bertemu.


*

__ADS_1


tbc...


__ADS_2