Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
Real, only one.


__ADS_3

Anggara melangkah ke lantai dua tepat nya menuju ke kamar nya dengan menggenggam erat tangan Renita.


"Anggara, lepas tangan mu! malu tuh di lihat keluarga mu" ucap Renita rasanya malu karena saat menaiki tangga Anggara tak melepaskan genggaman tangan nya pada tangan Renita. Anggara menoleh ke arah Renita dengan mengulum senyum nya.


"nggak apa-apa sayang.. cuma pegang tangan ajah kok, mereka juga tidak bakalan protes" sahut Anggara santai. Renita hanya berdecak menanggapi ucapan Anggara.tiba di depan pintu kamar nya Anggara menarik handle pintu tersebut dan membuka nya Anggara masuk terlebih dahulu


"masuk lah" ucap Anggara tersenyum mempersilahkan Renita masuk ke dalam kamar nya


tapi gadis itu diam tak bergerak terlihat ragu untuk melangkah masuk ke dalam kamar Anggara


melihat Renita hanya diam, Anggara tersenyum tipis.


"CK, ayo sayang.. Masuk,apa kamu tetap berdiri di depan pintu? ayolah aku sudah tidak banyak waktu


Ayo,, jangan takut sesuai permintaan, pintu nya akan aku buka lebar-lebar" bujuk Anggara kemudian menarik pelan lengan Renita hingga tubuh gadis itu sedikit seperti tertarik paksa karena Anggara.


"bang ih,, lepas ah" Renita mencoba memutar pergelangan tangan nya agar terbebas dari cekalan tangan besar Anggara tapi bukan nya melepas genggaman nya Anggara malah mengalihkan kedua tangan nya ke arah pinggang ramping Renita dan memeluk gadis itu dari belakang dan tidak hanya itu saja Anggara menaruh wajah nya di ceruk leher jenjang milik Renita sambil mendusel hidung mancung nya di pundak, dan leher Renita


membuat gadis ingin protes tapi mulutnya malah mengeluarkan tawa yang sedikit tertahan.geli, dan meremang yang kini Renita rasakan atas perbuatan Anggara.


"astaga bang... lepas Hahaha..geli!"


namun Sepertinya tawa renyah dan di campur lenguhan Renita, membuat pria tampan itu tertantang untuk terus meneruskan aksinya.


"bang... lepas! sudah,, ingat kamu sedang di mana ini" Renita mencoba menyadarkan Anggara walaupun dirinya sendiri di ambang antara waras, dan tidak, karena perbuatan Anggara. terpaksa Renita mencubit kencang lengan solid milik Anggara hingga membuat pria tampan itu mengaduh sakit.


"eh,aduh, iya sayang sakit" akhirnya Anggara melepaskan aksi nya dan melepaskan tubuh Renita dari dekapan nya.dengan cepat Renita berbalik dan mundur menjauh dari Anggara.menatap sengit kekasih nya itu yang sebentar lagi akan menjadi suami nya.


"kamu keterlaluan bang, bagaimana mana nanti kalau orang tua mu memergoki kita seperti tadi" sungut Renita.


Anggara tersenyum lebar tanpa dosa berjalan menuju lemari pakaian nya.


"ya, paling kita di suruh langsung nikah malam ini juga dan aku tidak keberatan" balas Anggara yakin


menoleh ke arah Renita dengan tersenyum nakal.


"issh,, enak ajah aku nggak mau lah"


Anggara Terkekeh menanggapi protes Renita.


Renita mendekati Anggara yang sedang menyusun baju nya ke dalam koper tanpa mau mendebat lagi Anggara.


setelah Anggara sudah siap dengan koper nya yang berisi segala keperluan nya selama beberapa hari di Singapura.


"kamu duduk dulu di sofa sayang, aku mau mandi dulu"


"mandi?" seketika wajah Renita pucat mendengar Anggara akan mandi entah apa yang ada di pikiran Renita sehingga wajah gadis itu memucat mendengar kata mandi dari mulut Anggara.


"kenapa kamu?" tanya Anggara bingung melihat wajah Renita pias.


Renita langsung berdiri kaku dari duduknya tanpa membalas ucapan Anggara.


"kalau begitu aku keluar dulu"


ucap Renita lalu gegas melangkah keluar dari kamar Anggara tapi baru beberapa langkah..

__ADS_1


"kamu mau kemana sayang?"


Renita menoleh ke arah Anggara


"kamu mau mandi kan?"


Anggara mengangguk


"ya sudah aku keluar dulu" sahut Renita lagi dengan wajah gusar


dan tetap melanjutkan langkahnya


Anggara Terkekeh halus puas menggoda Juwita hati nya lalu dengan cepat pria tampan itu melesat ke dalam kamar mandi


sedangkan Renita turun dengan tergesa ke bawah dengan wajah yang masih merona


dan ketika dia menapaki anak tangga terakhir


"siapa kau?!"


langkah Renita terhenti karena sesosok wanita sudah berdiri pongah dengan bersidakep menatap tajam pada Renita.


"kau bertanya pada ku?" Renita menunjuk pada dirinya sendiri


"iya siapa lagi! apa ada orang lagi di sini??" ucap Miela bertanya pada Renita dengan raut wajah sinis


tapi Renita tidak menggubris nya gadis itu, kembali meneruskan langkahnya menuju dapur untuk mengambil minum, untuk membasahi tenggorokan nya yang terasa kering.


"sial! umpat Miela lalu mengekori langkah Renita ke arah dapur, yang sedang menuang air dari dispenser


dan ketika dirinya berbalik..


gadis itu terkejut karena sudah ada Miela di hadapan nya dengan sorot mata yang tajam pada Renita


"apa kamu bilang? hantu?" balas Miela mendengar samar gumaman Renita.


"kamu mau minum?" tanya Renita mengalihkan pembicaraan masih bersikap Santai seraya mengangkat gelas yang ada di tangan kanannya ke arah wajah Miela hingga membuat gadis itu sedikit melangkah mundur


"hey! hati-hati dengan wajah ku!"


ucap Miela kesal


Renita hanya mengangkat kedua bahunya dengan acuh lalu berjalan melewati Miela begitu saja.


tapi tanpa di duga Renita membalikkan badannya dan menatap lekat Miela. gadis itu menyipitkan matanya


"kamu, kenapa dari tadi mengikuti aku terus ha?! siapa kau?" kali ini Renita sudah tidak tahan dengan sikap Miela yang seperti anak kecil yang sedang mengekor pada ibunya


"hey, itu yang aku tanyakan tadi pada mu! kenapa kau malah balik bertanya yang aku tanyakan tadi ajah belum kamu jawab siapa kamu?" tanya Miela.


Renita dengan wajah datar nya menatap gadis pirang yang ada di hadapan nya itu, memindai pandangan nya ke sekujur tubuh gadis pirang itu.dan senyuman miring tercetak di wajah Renita.


"aku baru tahu kalau ada bule nyasar di rumah ini" seloroh Renitasari


"hey,jaga ucapan mu! apa maksud mu aku nyasar, kamu nggak tahu aku ini siapa ha?!"

__ADS_1


Renita menggeleng dengan mimik wajah yang imut


"kenal kan,aku Miela, calon istri Anggara!" ucap Miela dengan pedenya sambil menepuk nepuk dada nya dengan pongah nya


mata Renita melebar tak percaya


"calon istri? wah, aku baru tahu kalau kamu calon istri Anggara" sekali lagi Renita memindai pandangan nya pada sekujur tubuh Miela lalu tersenyum tipis, di sertai anggukan pelan nya.


"kalau di lihat secara keseluruhan sih, kamu dengan Anggara cocok, karena sama-sama bule, tapi... apa kamu yakin, kamu itu calon istri nya?"


"tentu saja" sahut Miela cepat


"oh ya? selamat kalau begitu"


timpal Renita berusaha tetap santai dan mengendalikan emosi nya karena rasa marah yang sedang dia rasakan hampir meledak.


"sayang, kamu ngapain di situ?"


tiba-tiba Anggara muncul dan berdiri di belakang Renita dengan tidak sungkan meraih punggung Renita, merangkul mesra Renita, menatap ke arah Miela dan Renita bergantian dengan wajah penuh tanya


"aku sedang ngobrol santai dengan calon istri mu bang" ucap Renita tanpa melepaskan pandangannya pada Miela.Renita ingin tahu apa reaksi gadis pirang yang ada di depan nya itu setelah keberadaan Anggara dan tentu saja membuat Renita tersenyum puas karena gadis pirang yang kepedean itu tercengang menatap Anggara yang bersikap mesra dengan Renita


dan tentu saja ucapan Renita tadi membuat tubuh Anggara menegang


kontan saja Anggara melepaskan rangkulan tangan nya pada punggung Renita dan meraih pundak Renita agar menghadap ke arah nya.


"calon istri ku? siapa? kamu Bercanda sayang, calon istri ku itu ya kamu?" ucap Anggara dengan nada yang tegas


"bukan nya gadis pirang ini calon istri mu bang, dan kalau di lihat sih kamu dan Gadis ini se tipye sama-sama dari bangsa bule"


"Renita Khadijah... apa maksud mu??!" ucap Anggara geram tapi sesaat kemudian pandangan nya beralih ke Miela yang sedari tadi berdiri dengan wajah marah sekaligus kaku Anggara menatap dingin Miela dan seperti nya dia sudah mengerti dengan keadaan yang sedang terjadi di hadapan nya


dengan kedua wanita beda ras itu.


"apa yang kamu sudah katakan dengan calon istri ku Renita Miela!" ucap Anggara dengan nada sedikit keras.


hingga membuat gadis pirang tersebut kaget


"a_aku tidak mengatakan apa-apa" sangkal Miela


Anggara hanya tersenyum miring merespon jawaban dari Miela


"baik lah kalau kau, tidak mau mengatakan nya" Anggara kembali merangkul mesra Renita lalu mengecup sekilas puncak rambut milik Renita.dia tidak mau berdebat panjang dengan wanita konyol seperti Miela.


"perkenalkan ini Renita calon istri ku


real,only one!" ucap Anggara menekankan kata-kata nya pada Miela dan setelah itu menarik Renita pergi dari hadapan Miela, masih dengan wajah terkejut nya.


"Anggara!!" pekik Miela tak terima, karena merasa di rendahkan.


langkah Anggara terhenti dan membalikkan badannya, menatap tajam ke arah Miela


"jangan panggil nama ku seperti itu! kau tidak berhak, aku sangat, sangat tidak suka!! dan ya, kamu sudah dengar kan perintah papah?


besok kamu harus meninggalkan rumah ini segera, secepatnya!" jelas Anggara geram nafas nya turun naik karena menahan marah.karena menurut nya Miela sudah keterlaluan dengan mengatakan kalau dia calon istri nya pada Renita.

__ADS_1


*


TBC...


__ADS_2