
kalau saja Anggara bukan lelaki yang berpendirian teguh, mungkin dia sudah khilaf di hadapkan dengan wanita semacam Anita.selama hidup Anggara sebagai lelaki, memang kenyataannya bukan hanya sekali ini saja, wanita semacam Renita mengejar diri nya.wajah tampan nan rupawan yang di miliki oleh Anggara lah penyebab utama dari drama, drama yang terjadi di kehidupan Anggara.membuat Anggara ngeri dan ilfel pada wanita.tapi pada kenyataannya sekarang hati Anggara tertawan oleh seorang gadis yang lebih dewasa usia nya dari dirinya.namun keseluruhan penampilan nya malah nampak lebih muda dari usia nya.
cantik dan unik, itu lah yang cocok kata untuk menggambarkan sosok gadis yang berhasil membuat dirinya bertekuk lutut.
Anggara tersenyum tak kala pikiran nya mengingat wajah gadis pujaannya.
"Renita Khadijah, gadis yang telah berhasil menghuni hati ku"gumam Anggara.
tiba-tiba perut nya berbunyi
"ah,ya ampun aku sampai melewatkan makan siang ku gara gara wanita konyol tadi, sebaiknya aku mengisi perut ku dulu"
Anggara teringat kekasih nya.
"apa Renita sudah makan siang ya?"
Anggara bicara sendiri.lalu dia mengambil ponselnya yang ada di saku samping celana nya.untuk mengirimkan pesan pada Renita.
_Anggara_
sayang, apa kamu sudah makan?
pesan terkirim dan centang dua di layar ponselnya Anggara.pria itu duduk dengan wajah gelisah menunggu jawaban pesan nya yang masih belum di baca oleh Renita.
"sibuk kah dia, sampai belum membaca pesan ku?" gumam Anggara.
TRING!
suara ponsel nya berbunyi tanda pesan masuk.dengan segera Anggara membuka pesan masuk di ponselnya.
^^^_juwitaku_^^^
^^^"belum, aku tadi kebetulan ada jam tambahan jadi ini baru selesai, maaf tidak lekas membalas pesan mu"^^^
senang nya Anggara pesan nya akhirnya di balas oleh kekasih hati nya.tapi ada kekhawatiran saat tahu gadis nya belum makan siang
_Anggara_
"oh gitu,ya sudah aku juga sama belum makan siang,ayo kita makan siang bersama, aku tunggu di mie ayam pak Dudung ya, mau?"
pesan terkirim.
tak lama Renita membalas pesan Anggara.
^^^_juwitaku_^^^
^^^"boleh, kebetulan aku sudah tidak ada jam lagi, tinggal beres beres saja 15 menit lagi ya, langsung saja kamu jalan ke kedai pak Dudung nanti aku nyusul"^^^
Anggara merasa senang karena mau makan siang bersama dengan Renita.
_Anggara_
"baik lah aku tunggu kamu, jangan telat" pinta Anggara.
pesan terkirim.
^^^_juwitaku_^^^
^^^"siap Boss!^^^
__ADS_1
Anggara tersenyum membaca balasan pesan terakhir Renita.membuat dirinya merasa gemas dengan sang gadis pujaan.
lalu Anggara pun mengambil tas nya serta kunci mobil milik nya.melangkah keluar dari ruangan kerja nya.dengan tergesa Anggara menuruni tangga menuju lantai bawah.wajahnya Anggara terlihat cerah.seperti cuaca sekarang ini matahari sinarnya terik sekali sehingga menyilaukan mata.
ketika Anggara melewati gedung dua, tempat kantor para dosen.tak sengaja Anita melihat gerak gerik Anggara yang berjalan dengan wajah secerah matahari siang bolong yang sangat terik.membuat hati gadis itu merasa terpesona melihat nya.
"ah, kamu memang lelaki yang sangat tampan pak Anggara.. sayang wajah cerah mu itu pasti karena sesuatu yang membuat mu senang', dan itu bukan karena diri ku"gumam Anita. matanya terus menatap lurus ke arah Anggara yang menghilang di tikungan samping gedung.
tak lama Renita berjalan melewati Anita dengan tergesa, dan itu pun tak luput dari perhatian Anita, melihat Renita terus melangkah ke arah yang sama Anggara tadi berjalan belum lama.Anita tersenyum sinis melihat Renita.
"perempuan caper! dosen baru saja sudah banyak gaya!" umpat Anita gumam nya.
Renita berjalan menuju parkiran motor nya.ketika Renita sampai di parkiran motor nya, wajah nya nampak kesal.
"aduh,pake kempes lagi ban motor ku, gimana ini? tadi pagi perasaan baik baik saja ini ban.kok tiba-tiba kempes gini sih?"
Renita kaget serta bingung melihat ban motor nya kempes.mau tak mau Renita harus mengabari Anggara, khawatir pria itu menunggu lama.
Renita mengambil ponselnya dari tas kecilnya.sedangkan tas yang berisi laptop nya di gantung kan di kaitan yang ada di motor nya.
nada telpon tersambung pada Anggara cukup lama belum di jawab.dan..tak lama.
Renita.
"hallo Angga, kamu sudah sampai di kedai pak Dudung?"
Anggara
"belum"
jawab Anggara singkat.
Renita.
balas Renita Heran.
Anggara
iya belum sampai karena aku masih ada..
Anggara menahan ucapan nya.dan..
Anggara.
"karena aku ada di sebelah mu"
Renita di kejutkan oleh suara berat yang tiba-tiba saja terdengar dekat di telinga nya membuat gadis itu kaget, dan langsung menoleh.
"Anggara!? kamu kok masih di sini? ngagetin ih!!" mata Renita melebar melihat Anggara sudah berdiri di samping nya. Renita mendorong pelan tubuh tegap Anggara karena terlalu dekat dengan wajah nya.
sedangkan sang Arjuna bule itu hanya tersenyum simpul melihat tingkah Renita.
"iya aku belum pergi, ingin bareng ajah sama kamu"
Anggara melihat ke arah ban motor Renita.
"kenapa ban motor mu? kempes?"
"iya" sahut Renita dengan wajah lesu.
__ADS_1
Anggara tersenyum samar menanggapi ucapan Renita.
"untungnya aku belum pergi, coba kalau sudah, aku bisa nunggu kamu lama.ya sudah kalau begitu ayo"
Anggara menggenggam tangan Renita dan berlalu dari parkiran motor.
"mau kemana?" tanya Renita bingung tapi tetap mengikuti langkah Anggara.
"ke mobil ku, kita berangkat bareng ajah dengan mobil ku"ucap Anggara
"tapi gimana dengan motor ku?"
Renita bimbang dengan motornya yang harus dia tinggalkan di parkiran kampus.
"tenang, nanti aku suruh satpam yang bawa ke bengkel" sahut Anggara dengan entengnya.
"tapi, kunci nya kan di aku Anggara.. gimana sih kamu?" kesal Renita.dengan sikap Anggara yang selalu menganggap enteng sesuatu.
Anggara tidak menjawab pertanyaan Renita, sehingga gadis itu tambah khawatir dengan motor kesayangan nya.
setelah mereka sampai di mobil Anggara.
Tut
tut
Anggara membuka pintu mobil nya
"masuk lah"
Anggara membukakan pintu mobil untuk Renita dan gadis itu pun menurut, masuk ke dalam mobil Anggara.begitu juga dengan Anggara.masuk ke dalam mobil nya duduk di kursi kemudi.
"nanti kita melewati pos satpam,nah,kamu bisa kasih kunci ke pos satpam biasanya sif pagi Minggu ini yang jaga di pos dekat parkiran itu pak Barja" jelas Anggara.seraya menghidupkan mesin mobil nya.dan melajukan perlahan keluar dari area parkiran kampus.
Renita diam matanya menatap lekat ke arah Anggara.
Anggara yang sedang sibuk dengan kemudi mobil nya sadar dengan tatapan Renita ke dirinya. melirik sekilas ke arah Renita yang sedang menatap lekat wajah nya.
"kenapa kamu menatap ku seperti itu Ren? iya, aku tahu calon suami mu ini tampan, tapi kalau kamu lihat terus seperti itu, lama-lama nggak kuat Renita..." ucap Anggara pelan di ujung ucapan nya.
Renita tersenyum manis.
"aku hanya tidak percaya dengan kamu, seorang pimpinan yayasan tahu hal sekecil ini? apa kamu selalu sering blusukan di kampus?"
"
to be continued..
hai, para reader.. terima kasih sudah mampir ke cerita saya ini 😊
suka dengan cerita nya?
jangan lupa untuk
like
komen
vote ..😊🙏
__ADS_1
^^^ ^^^