Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
Datang meminang 2


__ADS_3

Renita mematut dirinya sekali lagi di depan cermin.menghela nafasnya.


"baik lah sekarang saatnya" Renita meyakinkan dirinya.


kemudian Renita berjalan menuju pintu keluar kamar nya untuk menemui keluarga Anggara yang sudah datang.


di ruang keluarga.Anggara dan keluarga nya sudah sampai.tampak rumah Adam yang sederhana tapi cukup besar penuh dengan kerabat dekat nya yang Hadir dalam acara lamaran tersebut.


saat ini mereka lesehan duduk di ruang tengah keluarga.


mereka asik dengan obrolan masing masing.dan tak lama orang sedari tadi mereka tunggu pun datang.


Renita muncul di antara mereka.sela buru buru bangun dari duduknya menyambut Renita.


"assalamualaikum semua nya" Renita memberi salam pada semua orang yang hadir di situ dengan sopan.


dan mereka pun menjawab salam dari Renita bersamaan.


"ayo Ren,duduk"


Sela membimbing Renita duduk di antara Adam dan ummi Amirah.yang berhadapan dengan Anggara, Rahman dan ummi Aisyah selaku dari pihak lelaki. tatapan Anggara tak putus pada Renita yang terlihat berbeda penampilan nya.dengan memakai kebaya modern warna peach blossom flower dengan rambut di sanggul sederhana namun terlihat manis dan sangat cantik.


"jadi bagaimana semua nya bisa di mulai?" tanya Damian yang membuka pembicaraan di antara kedua keluarga.


"ah,iya baik, saya Rahman hakim Subianto, papah dari anak saya yang bernama Anggara pramuja Subianto, dengan maksud kedatangan kami pada hari yang baik ini, adalah dengan maksud yang baik untuk menjalin hubungan baik, dan silaturahmi antara dua keluarga Subianto dan keluarga almarhum Akbar Al kaleed untuk


meminang putri dari almarhum Akbar Al kaleed"


Rahman bicara panjang lebar menyampaikan keinginan dan maksud kedatangan keluarga nya.


"baik, saya Adam Prakoso kakak dari adik saya yang bernama Renita Khadijah memawakili dari pihak keluarga Akbar Al kaleed menerima kedatangan keluarga bapak Rahman hakim Subianto dengan tangan terbuka, dengan maksud kedatangan nya untuk meminang adik saya"


Adam menjawab maksud dari kedatangan keluarga Subianto.


"terima kasih sudah menerima kami.


selanjutnya silahkan Anggara kamu sampaikan apa maksud kamu kesini"


pinta Rahman pada Anggara.


pria itu tersenyum mengangguk,diam sesaat menatap lekat wajah cantik Renita.


kemudian Anggara berdiri meraih tangan Renita untuk berdiri di tuntun nya berjalan ke arah ujung ruangan itu, berdiri di depan orang yang hadir di situ.mereka yang hadir di ruangan itu diam memperhatikan Anggara yang mengajak Renita berdiri menghadap ke arah keluarga dan kerabat mereka yang ada di ruangan itu.


Anggara menggenggam kedua tangan Renita, menatap lekat manik coklat terang milik sang gadis pujaannya.

__ADS_1


Anggara tersenyum sekaligus mengatur nafas nya agar bisa bicara dengan baik.


"Renita Khadijah, hari ini yang kulakukan semuanya hanya tentang mu, kamu yang menjadi sumber semangat ku.dan untuk mu lah aku bermimpi sukses di sepanjang hari, sepanjang hidup ku.berjuta rasa yang tak mampu aku ungkapkan. kata kata.dengan beribu cara kau selalu membuat ku bahagia.kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan, yang benar-benar aku ingin kan"


Renita terkejut mendengar kata-kata Anggara yang membuat dirinya meremang.dan wajah bersemu merah


"Anggara" ucap Renita pelan menatap lekat wajah tampan calon suami nya itu. ingin rasanya Renita menghentikan ucapan Anggara karena tersipu malu,apa lagi mereka sedang dalam tatapan mata orang tua dan para kerabat dekat mereka.


Renita rasanya ingin lari ke dalam kamarnya untuk menyembunyikan wajahnya di bantal.


Anggara tahu Renita tersipu dengan semua perkataan nya.


"biarkan aku melanjutkan ucapan ku Renita, jangan buat aku merana, dengan menolak pinangan ini.jadilah pembawa cahaya kebaikan di rumah kita nanti"


Anggara menjeda kalimat nya manik coklat terang milik Renita dan manik mata kebiruan milik Anggara bersitatap dengan penuh arti


Anggara menghela nafasnya pelan dan..


" Renita Khadijah, mau kah kamu menjadi istri ku?"


akhirnya Anggara menutup kata kata romantis nya dengan tiga kata Kramat itu.


Renita Tersenyum manis


Renita mengangguk yakin menerima lamaran Anggara.


dan wajah Pria bule itu tampak berbinar tersenyum lebar bahagia dengan jawaban gadis pujaannya yang menerima pinangan nya.


terdengar suara riuh di ruangan itu orang orang yang hadir ikut terhanyut, haru dan tentu nya ikut bahagia dengan pemandangan yang mereka lihat.karena lamaran Anggara di terima oleh Renita.


dengan perasaan bahagia. Anggara menyematkan cincin berlian


bermata safir 18k white gold ke jari manis kiri Renita.sebagai tanda ikatan hubungan Anggara pada Renita .mata Renita berkaca kaca karena rasa haru dan bahagia jadi satu dalam hati nya apa lagi melihat Anggara menyematkan cincin berlian di jari manis nya.


Anggara tersenyum tipis melihat Reaksi Renita.


"kamu suka cincin nya?" ucap Anggara lembut.


"iya" Renita mengangguk pelan.


Anggara senang karena Renita menyukai cincin yang dia sematkan di jari manis Renita.


"ini hanya sebagian kecil yang aku berikan pada mu sayang"ucap Anggara tersenyum misterius.


Renita menatap heran,dia merasa ada sesuatu di balik ucapan Anggara.

__ADS_1


belum hilang ke bingungan Renita.tiba tiba datang seorang pria berpakaian memakai seragam dealer mobil masuk ke dalam ruangan itu.membuat orang yang hadir di ruangan itu terutama keluarga Renita bertanya tanya.


sedangkan keluarga dari Anggara hanya tersenyum tipis melihat kedatangan pria tersebut.


yang menyerahkan sebuah kunci mobil pada Anggara.


setelah kunci mobil tersebut di terima oleh Anggara.


"terima lah ini Renita" Anggara memberikan kunci mobil itu pada Renita.


"apa ini Anggara?" tanya Renita bingung.


di tengah kebingungan Renita Anggara menggenggam tangan Renita mengajak keluar dari ruangan tersebut.Renita hanya menurut saja mengikuti langkah Anggara.begitu juga dengan yang lain mengikuti langkah Anggara dengan rasa penasaran.dan ketika mereka sudah ada di luar rumah Adam nampak terpakir sebuah mobil Yaris baru bewarna putih dengan di ikat pita pita seperti sebuah kado.


Renita tertegun melihat sebuah mobil Yaris baru bewarna putih terpakir di halaman rumah Adam.


Renita menatap tajam Anggara.


"Anggara ini apa?" tanya Renita bingung.


Anggara tersenyum tipis


"mobil ini untuk mu, aku tidak mau calon istri ku pergi kerja naik motor kepanasan, kehujanan"ucap Anggara


Renita menutup mulutnya dengan satu tangan nya.


"ya ampun Anggara.. kamu berlebihan lagi pula aku lebih suka naik motor, karena lebih cepat lepas dari kemacetan" jelas Renita.


"tidak ada yang berlebihan bagi ku kalau itu untuk mu Renita. ini hanya hal yang sederhana yang bisa yang aku berikan kepada mu, terimalah, jangan menolak nya"


"tapi dari mana kamu tahu aku bisa menyetir?"


"dari ummi Aisyah" Anggara melirik Aisyah dan tersenyum tipis.


mereka yang hadir di situ terutama keluarga Renita merasa kagum dengan sikap Anggara yang sangat perhatian dengan Renita.


dan memberikan selamat pada kedua nya.termasuk Damian.pria berusia 35 tahun yang masih menjomblo itu mendekati Anggara dan Renita.


"selamat ya Ren" Damian memeluk adik perempuan nya itu tapi matanya melirik tajam ke arah Anggara.


pria bule itu tahu kalau yang sedang memeluk Renita adalah kakak lelaki Renita,Damian.pria araban itu melepaskan pelukannya pada Renita, kemudian menatap tajam Anggara.


"


to be continued..

__ADS_1


__ADS_2