
"ya ampun Renita, tidak harus blusukan aku memang sedikit nya harus tahu orang yang bekerja di yayasan milik opa ku ini, yang sekarang aku yang pegang"
ketika mobil Anggara melewati pos satpam. melihat mobil Anggara yang akan keluar dari kampus satpam itu keluar dari pos nya.
"pak Barja?" sapa Anggara
"iya pak saya" jawab satpam yang bernama Barja.
"pak, tolong bawa motor Bu Renita ke bengkel ya pak,ban motor nya kempes"
"siap pak laksanakan" ucap Barja semangat.
Anggara melirik ke Renita.
"Ren,mana kunci motor nya?" pinta Anggara.lalu Renita memberikan kunci motor nya pada Barja.
"tolong ya pak" pinta Renita sopan pada Barja.
"tenang bu, jangan khawatir.. pasti beres ada Barja Bu" pria berusia 30 an itu dengan yakin sambil satu tangan nya menepuk nepuk dadanya.
tersenyum lebar pada Renita.
"terimakasih kalau begitu pak maaf merepotkan"
"nggak masalah bu, dengan senang hati" sahut Barja.
"ya sudah, nanti kalau sudah selesai di bawa ke bengkel nanti di parkiran kembali di kampus, kunci nya di pegang ya pak" titah Anggara.
"siap pak"
kemudian tanpa bicara lagi Anggara melajukan mobilnya perlahan keluar dari area kampus menuju kedai mie ayam pak Dudung.tempat favorit mereka berdua.
__________
hari yang di nanti oleh Anggara dan Renita tiba. hari Sabtu, hari lamaran Anggara untuk Renita.
pertemuan yang sangat singkat untuk ukuran orang yang mengambil keputusan ini.
__ADS_1
tapi yang Anggara rasakan hubungan nya dengan Renita yang baru satu bulan berjalan, tapi rasanya Anggara seperti sudah mengenal Renita sudah bertahun tahun,hati nya begitu dekat dan nyaman bila bersama Renita.gadis yang berhasil membuat dirinya selalu berdebar kencang bila bersama nya, gadis yang selalu bisa merasakan gairah ny muncul bila berdekatan dengan nya.gadis yang selalu ingin membuat Anggara berbuat lebih baik untuk Renita.dan sampai detik ini Anggara yakin, bahwa apa yang dia rasakan adalah cinta, cinta yang sesungguhnya.
maka dengan keyakinan nya ini,Anggara memantapkan hati untuk meminang gadis pujaannya.
nampak rumah Renita ramai dengan kehadiran dengan para kerabat dekat nya, terutama ibu dan kakak lelaki nya Ummi Amirah, sela dan yang para wanita sibuk di dapur. mereka nampak sibuk, dengan makanan yang akan menjadi perjamuan nanti sore untuk menyambut kedatangan Anggara dan keluarga nya.
"bikin apa ummi" tanya Renita pada Amirah yang sedang memasak.kedua tangan Renita bergelayut manja pada ummi nya itu. yang sengaja datang dari Jogja.
"lepasin tangan ummi, susah nih bergerak nya tangan ummi"
"umur udah siap buat nikah, tapi kelakuan udah nyamain Mila"cibir Damian yang baru saja datang ke dapur.
"biarin itu kan menurut mas" Renita mencebik.
"eh, aku udah nggak sabar pingin liat calon suami mu itu,bisa bisa nya dia mau melamar kamu padahal belum lama bertemu, apa nya yang dia suka dari gadis dewasa tapi terlihat seperti bocah ini?" sekali lagi Damian terus mengolok Renita.
Renita hanya menye menye nyeleneh menimpali ucapan kakak lelaki nya itu.
"eh, mas semenjak Renita datang ke sini, dua pria sudah mengajukan diri nya, tapi ternyata yang di terima Renita yang muda dan tampan, tahu ajah yang seger" sela ikut menimpali ucapan Damian.
"benar mba? kamu pake jurus apa Ren,bisa bikin dua lelaki klepek klepek bersamaan"
"waduh, takut aku" ucap Damian pura pura bergidik lalu tangan nya menyomot sepotong kue bolu yang baru saja di potong kecil-kecil oleh ummi nya Amirah.lalu berlalu pergi dari dapur.
"enak ajah pake jurus segala, emang nya Mantili pake jurus sriraga runting"
"eh, kamu kok tahu Mantili sih Ren,kan belum jaman mu itu film?"
"ya elah mba, jaman sekarang kan ada YouTube,apa sih yang nggak bisa kita lihat di jaman sekarang ini di internet"
"iya,iya betul apa lagi untuk anak usia dini sekarang yang kadang dengan sengaja sudah di biasakan bermain gadget,tanpa pengawasan orang tua alih-alih ingin anaknya anteng, agar orang tua nya bisa Santai, tanpa dia tahu apa saja yang di lihat oleh anak nya" curhat sela.
"bisa sih mba kita mengawasi apa saja yang di buka di laman YouTube oleh anak kita, dengan cara email yang ada di ponsel si anak di samakan dengan email yang ada di ponsel orang tua nya, jadi kita bisa melihat sendiri di riwayat pencarian di ponsel kita, bahkan kita juga bisa tahu dari notif pesan apa saja yang mereka subscribe di laman tersebut" jelas Renita.
"oh gitu ya Ren" Sela manggut-manggut mendengar penjelasan Renita.
"kamu bawa nih,teh hangat dan kopi serta kue kue ini ke depan Ren, seperti nya sebentar lagi mereka tiba" titah Amirah.
__ADS_1
"baik ummi" kemudian Renita membawa semua hidangan ringan ke ruang tengah,di mana pertemuan antara kedua keluarga akan kumpul di sana.
"kamu beres beres diri mu sana Renita, persiapkan diri mu" ucap Sela sedikit teriak.
"iya mba"
sahut Renita yang sudah berjalan ke arah ruang keluarga.para pria yang sedang berkumpul di teras rumah asik ngobrol sambil minum teh hangat, kebetulan juga hari ini cuaca yang dingin karena hujan gerimis.
setelah itu Renita pergi ke kamar nya untuk menyiapkan diri nya.
di dalam kamar Renita menyiapkan baju yang akan di pakai nya.jantungnya terasa berdebar menunggu momen penting yang sangat penting dalam kehidupan nya sebentar lagi.dirinya akan di lamar oleh seorang lelaki yang usianya lebih muda dari usia dirinya.Renita tidak menyangka seorang pria muda jatuh cinta pada diri nya, walaupun awalnya dia tidak yakin akan niat seorang Anggara pria bule nan tampan blasteran Belanda-indo wajah bule serta netra kebiruan yang di wariskan mutlak dari sang ibu.hari ini ingin meminang dirinya.pria itu telah berhasil meyakinkan Renita akan niat tulus nya untuk memilih dirinya sebagai istri nya. Renita dan Anggara telah jatuh cinta pada pandangan pertama. Renita yang selesai mandi, sedang mematut diri nya di depan cermin.wajah nya merona manakala pikiran nya tertuju pada sang Arjuna bule.
"ah,ya ampun Renita.. apa yang kamu pikirkan tentang pria itu" Renita bicara sendiri dengan kedua tangannya memegang kedua pipinya yang terasa memanas.
tok
tok
pintu kamar Renita di ketuk dari luar
"Ren"
"iya mba" sahut Renita pada Sela yang mengetuk pintu kamar nya.
Renita berjalan ke arah pintu kamar nya untuk membuka nya, dan..
Sela sudah berdiri di depan pintu kamar nya dengan wajah tersenyum manis.senyuman istri Solehah mas Adam.
"cepetan keluar, mereka sudah datang ayo"
"iya mba bentar lagi,mba duluan ajah bentar lagi aku nyusul"
"cepat ya, nggak pake lama, tidak enak mereka di bikin menunggu"
"iya mba..."
Renita tambah gugup di saat keluarga Anggara sudah datang untuk meminang dirinya.
__ADS_1
"
to be continued..