Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
setuju atau resign?


__ADS_3

BRAKK!


suara pintu ruang pak Daud di buka kasar oleh Anita wanita itu menatap nyalang pada pria paruh baya yang duduk di kursi nya seketika menegakkan tubuh nya karena terkejut atas kedatangan Anita tanpa mengetuk pintu lagi.


"apa Anda tidak punya sopan santun bu Anita?" tegur pak Daud sangat kesal dengan ketidak sopanan Anita


PLAKK.. Anita melemparkan sebuah amplop coklat berbentuk panjang ke atas meja kerja Pak Daud


yang akhirnya sampai di situ Pak Daud sudah mengerti apa yang menjadikan sikap Anita seperti itu sekilas Pak Daud menatap amplop coklat itu lalu pandangan nya tertuju ke Anita


"apa ini?" tanya Pak Daud pura-pura tidak mengerti karena dia tahu apa isi amplop coklat yang di lemparkan oleh Anita di atas meja kerjanya.


ah, sial kenapa wanita kurang ajar ini datang ke sini batin nya mengumpat


pria paruh baya itu hanya tersenyum tipis melihat tingkah Anita yang sok arogan.


"pak Daud nggak usah pura-pura tidak tahu.. kedatangan saya kesini untuk menegaskan kalau saya menolak di mutasi ke Surabaya!" Anita terlihat gusar.


Anita mendatangi ruangan pak Daud


selaku kepala yang menangani ketenaga kerjaan di yayasan Handersson jadi Anita merasa urusan nya sekarang ini menemui Daud untuk mengkonfirmasikan keputusan kampus untuk menolak memutasikan dirinya ke Surabaya adalah pilihan tepat menurut nya


"anda tidak bisa menolak seenaknya bu, ini sudah keputusan pimpinan sekaligus pemilik yayasan saya hanya menjalankan perintah, kalau Anda tidak puas atau ingin protes silahkan ke pimpinan saja.tapi kalau boleh saya kasih saran, lebih baik jangan pernah menemui pimpinan untuk urusan mutasi ini kalau tidak ibu malah menyesali nanti" ucap Pak Daud mencoba memperingati Anita.


"tapi apa alasan nya yayasan mutasi saya ke Surabaya? saya tidak mau!"


Anita tetap menolak.


"tapi sayang nya perintah pimpinan bukan untuk di bantah, bu Anita terima saja atau.. Daud tidak meneruskan ucapannya


wanita itu mengerutkan dahinya mendengar ucapan Daud dan..


"ah iya, kenapa aku melupakan pimpinan yayasan tampan itu pasti ini keinginan nya kan? baiklah aku akan mendatangi pak Anggara" tanpa bicara lagi Anita pergi ke luar dari ruangan Daud


"Bu.. Anda mau kemana?!" ucap Daud sedikit berteriak karena Anita sudah melangkah ke luar ruangan nya.


"HM, dasar wanita pengganggu" gumam Daud menggeleng kan kepala setelah kepergian Anita pria paruh baya itu pun kembali dengan pekerjaan nya yang tadi sempat terganggu karena kedatangan Anita.


Anita berjalan dengan tergesa menuju kantor Anggara yang berada di lantai tiga.


tiba di depan pintu ruangan Anggara wanita itu mengetuk pintu beberapa kali, dan tak lama suara khas Anggara yang terdengar berat tapi sedikit serak


mempersilahkan Anita masuk,


tanpa menunggu lama Anita langsung membuka pintu ruangan Anggara dan Masuk ke dalam nya


Anita diam sesaat betapa pemandangan yang mempesona, tersaji di depan matanya.


siapapun wanita yang melihatnya pasti akan terpesona


pria bule tampan nan rupawan duduk di balik meja kerja nya dengan wajah serius nya.

__ADS_1


jemari kokoh nya asik bergerak di atas keyboard laptop nya, kedua alisnya yang tebal teratur sedikit bertaut, tulang hidung yang tinggi membentuk sempurna hidung mancung Anggara. pria itu tetap fokus dengan layar laptop nya mengabaikan Anita yang berjalan pelan ke arah nya maksud hati nya ingin marah dan protes Anita malah seperti terhipnotis dengan ketampanan wajah Anggara.


ah,sial.. kenapa pria tampan ini sudah memiliki kekasih, apa aku masih punya kesempatan? seharusnya bisa, selama janur kuning belum melengkung aku masih bisa membelokkan hatinya ya kan? ucap Anita berkhayal dalam hati nya


"pak Anggara" sapa Anita lalu dengan gerakan pelan dia duduk di kursi tunggal yang ada di depan meja Anggara


pria itu mengalih kan pandangan nya pada Anita yang memanggilnya


"kamu Bu Anita? ada apa?"


Anita diam sejenak menatap Anggara tak berkedip


"ada keperluan apa kamu kesini bu Anita?" tanya Anggara sekali lagi karena Anita hanya diam tak bicara


membuat Anggara jengkel karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan segera.


Anita tersadar dari lamunannya


dan teringat apa maksud tujuan nya ke sini.


"khm,, ini pak, saya mau bertanya kenapa saya di mutasi ke Surabaya?


dan saya menolak nya!" ucap Anita tegas.


"kenapa kamu menolak nya?"


"ya karena saya nggak mau pak, saya sudah nyaman mengajar di kampus ini" jawab Anita


menyender kan tubuhnya pada kursi kebesaran nya menatap dingin Anita


"tapi pak.. apa alasan nya? kenapa saya di mutasi ke Surabaya? apakah kinerja saya tidak baik di sini?"


Anggara hanya tersenyum miring merespon rengekan Andita


"kalau kamu tidak mau menerima keputusan saya, silahkan Anda mengundurkan diri" jelas Anggara tegas


"a_apa?! mengundurkan diri? kamu memecat saya pak?"


"kamu yang memintanya bukan begitu?"


"saya tidak mau!" potong Anita cepat


"kalau begitu kamu harus terima kepindahan tugas kamu ke Surabaya" ucap Anggara lagi dengan wajah datar nya


tubuh Anita bergetar karena menahan marahnya.


"ini pasti karena perempuan itu kan?!" akhirnya tanpa basa-basi lagi Anita langsung menebak alasan Anggara memutasi dirinya.


karena.kepindahan Anita sudah di ketahui oleh para dosen yang lain nya dan mereka bergosip kepindahan Anita


karena kejadian kemarin yang terang-terangan mengganggu Renita di depan Anggara.bukannya menyesal perbuatan nya Anita malah tidak terima kalau kepindahan nya ke Surabaya itu gara-gara perseteruan nya dengan Renita dan menurut nya ini tidak masuk akal.

__ADS_1


"perempuan itu calon istri ku dan punya nama, namanya Renita"


Anita berdiri dari duduknya dan


"saya tetap tidak mau pindah tugas ke Surabaya, ini tidak fair! hanya karena urusan pribadi kamu, melempar saya dari sini aku tidak mau!" ucap Anita sudah tidak menggunakan bahasa formal pada Anggara seolah tidak ada lagi skat antara bawahan dan atasan.


"berani sekali kamu, kalau begitu aku minta surat pengunduran mu segera!"


Anita tersenyum miring menatap Anggara lekat-lekat.


"tidak segampang itu kamu Pak Anggara, papah ku juga mempunyai saham yang tidak sedikit di yayasan Handersson ini jadi aku tidak menerima ini dan aku berhak, menolak nya"


"saham tidak sedikit kata mu? berapa saham pak Handoko di yayasan ini? kau tahu?"


tanya Anggara mulai gusar dengan sikap konyol Anita Dengan menyinggung soal kepemilikan saham Handoko papah nya Anita.


"aku tahu papah ku mempunyai saham dua puluh persen di yayasan Handersson ini" jelas Anita


membuat Anggara tersenyum miring


dengan tatapan dingin nya pada Anita.


"kalau begitu aku akan keluar kan saham pak Handoko Dari yayasan


ini, aku tidak akan bangkrut dengan melepaskan saham milik papah mu yang hanya dua puluh persen. apakah otak cerdas mu tidak kamu pakai Anita? dengan saham papah mu yang hanya segitu Kamu berani mengintimidasi diri ku?"


anita menjadi gugup mendengar penjelasan Anggara tiba-tiba saja dirinya menjadi lemas.


melihat Anita yang seperti itu Anggara hanya tersenyum sinis


"bagaimana? apa sekarang pilihan mu? menyetujui kepindahan mu ke Surabaya atau resign?"


ucap Anggara memberikan pilihan


Anita menatap tajam ke arah Anggara kedua tangan nya meremas batang kursi yang ada di kedua sisi tubuh nya.


"anda benar-benar tidak profesional pak Anggara, hanya karena urusan pribadi kamu menggunakan kekuasaan mu untuk menyingkirkan saya"


Anggara hanya mengangkat kedua bahunya.


"apapun akan aku lakukan untuk kenyamanan calon istri ku termasuk menyingkirkan kamu,, karena sudah berani bermain kasar pada gadis ku"


ucap Anggara dengan nada tegas pada Anita membuat wanita itu kesusahan untuk menelan ludah nya.


apa sebesar itu dampak nya aku menyinggung Renita yang ternyata sangat di cintai oleh Anggara? ucap Anita dalam hati nya


"bagaimana? apa pilihan mu cepat katakan" tanya Anggara lagi ingin tahu kejelasan keputusan yang di pilih Anita


setuju atau resign?


*

__ADS_1


TBC..


__ADS_2