
Renita dengan hati yang berdebar karena tatapan Anggara yang menghujam tadi, pergi dari hadapan pria tampan blasteran Indonesia-Belanda yang baru beberapa jam yang lalu resmi menjadi suami sah nya, melangkah mendekati ranjang dan merebahkan tubuh nya yang lelah dan juga mengantuk karena terus terang saja karena terus merasa khawatir akan ketakutan dirinya karena Anggara tidak ada kabar berita nya membuat Renita tidak bisa tidur dengan benar setiap kali ingin memejamkan matanya untuk tidur Renita bisa bangun tiba-tiba dari tidur nya alhasil, tidur nya menjadi kurang.
dan sekarang setelah melewatkan semuanya, baru terasa betapa remuk redam tubuh nya di rasa.
tak menunggu lama Anggara yang tadi hanya berdiri diam seolah terpaku akan ucapan istrinya melangkah lebar mengikuti istri nya yang sudah berbaring di tempat tidur dan langsung melompat ketempat tidur dan..
"astaga Abang!! bikin kaget aku saja!" pekik Renita terkejut karena Anggara yang langsung melompat ke atas ranjang lalu meraih pinggang Renita hingga tubuh kecil nya berbalik ke arah Anggara dan bertabrakan ke arah dada bidang Anggara. hingga kini wajah mereka sangat dekat mungkin hanya berjarak tiga jari hawa nafas mereka saling bertabrakan hangat, pandangan mereka berdua saling mengunci.
hening.
hanya nafas dan debaran jantung kedua nya yang terdengar.
Anggara menatap wajah cantik istri nya dengan tatapan penuh cinta satu tangan nya terangkat, ke wajah istrinya, kemudian jemari kokoh nya bermain di pipi nan lembut, lalu turun terus ke bibir ranum berwarna pink istri nya di sisirnya dengan lembut bibir itu sesekali dia tekan jari telunjuk nya di bibir bervolume milik istri nya. tanpa mengalihkan pandangan nya dari netra coklat terang milik Renita. yang kini memejamkan matanya terbuai, akan sentuhan lembut Anggara seolah lupa kekesalan pada pria yang bergelar suami nya itu.
tak tahan dengan apa yang di lihat, Anggara memajukan wajahnya ke arah wajah Renita dan...
cup.
Anggara memberikan kecupan singkat pada bibir Renita, membuat mata gadis itu yang tadi terpejam, terbuka lebar karena kecupan suaminya sekaligus menyadarkan dirinya pada niat utama nya yang awalnya ingin memberikan sangsi pada suami nya. ketika Renita berniat untuk menjauh kan wajah nya dari wajah suaminya, secepat itu pula tangan kiri Anggara meraih pinggang istri nya dan merapatkan tubuhnya dengan tubuh istrinya, sedang satu tangan nya lagi meraih tengkuk leher Renita dan kembali menyatukan bibir nya dengan bibir Istrinya, melum*mat lembut bibir bawah dan atas Renita bergantian memyesap nya dengan penuh perasaan sehingga terdengar decapan bibir keduanya.
"ab_ab_abang..ahh" Renita melenguh di tengah sesapan bibir Anggara yang awalnya lembut tapi semakin lama semakin rakus bergairah apa lagi mendengar suara syahdu keluar dari mulut istri nya menambah terbakarnya gairah nya.
seolah tak memberikan kesempatan pada Renita untuk menghindar, Anggara terus mencumbu bibir istrinya dengan sangat dalam yang tadi nya posisi mereka duduk berhadapan, Anggara perlahan mendorong tubuh istrinya terus hingga rebah. melihat istrinya sudah kesulitan bernapas karena cumbuan panas nya kini bibir tipis itu turun menyesapi bahkan memberikan gigitan-gigitan kecil pada leher jenjang nan mulus istrinya.
sssss aah... Renita mendesis karena itu. kedua tangan kecil Renita menangkup wajah suaminya mencoba menyingkirkan nya dari leher nya.
"Abang... sudah..ahh .. aku sedang menghukum mu!" ucap Renita terbata masih berusaha mengingat kan Anggara kalau dirinya sedang kena sangsi hukuman.
"simpan dulu sangsi mu itu sayang.. sekarang aku tidak ingin di tolak, dan kamu tidak bisa menolak ku sekarang" ucap Anggara pelan dengan suara yang sudah terdengar berat.
__ADS_1
"ih,, kamu curang sih bang!" pekik Renita suara nya kembali tertahan karena Anggara kembali membungkam bibir Renita dengan bibir nya. dan entah kapan Anggara sudah melepaskan kimono handuk yang melekat pada tubuh istrinya karena Renita tidak menyadari kalau dirinya sudah keadaan polos ketika dengan cepat nya Anggara melahap dengan rakus pucuk dada Istrinya nya yang bulat,padat dan ukuran nya pas dengan genggaman tangan besar Anggara. dan tentu saja membuat Renita kaget sekaligus merasakan sesuatu rasa yang aneh menjalar ke seluruh tubuh nya yang membuat gadis yang sebentar lagi tidak lagi gadis itu merintih karena sensasi yang menggelitik jiwa nya.
Anggara tersenyum tipis melihat dua buah benda kenyal milik istri nya.
"aku suka ukuran nya pas di tangan ku sayang" ucap Anggara tersenyum mesum menatap lekat wajah cantik istri nya yang nampak seksi di matanya di kala sudah tersulut gairah karena ulah nya.
"bang ahh..." Renita terus saja mendesis
kini ciuman Anggara terus merambah ke perut rata istrinya seraya satu tangan nya tetap memberikan remas*an pada dua gundukan kenyal milik Renita
membuat tubuh Renita bergerak meliuk dan Renita tambah menjerit di saat wajah Anggara sudah berada di antara kedua ujung pangkal paha nya dan membenamkan wajahnya di sana, di area inti istri nya sudah basah.
"ahh Abang!! ap_apa yang sedang kamu lakukan di sana...." ucap Renita lirih lengkap dengan ******* nya. terkejut karena kepala suami nya sudah ada di antara pangkal paha nya di bawah sana mengobrak Abrik lembah kenikmatan untuk suami nya. daging tak bertulang dari mulut Anggara terus saja bergerak lincah di lembah kenikmatan milik istri nya membuat sang istri bergerak bak, cacing kepanasan hingga saat -saat kritis Renita tiba nafasnya terlihat memburu tubuh nya mengejang, mata nya yang bulat mengerjap berkali-kali Anggara tahu istrinya akan mendapatkan pelepasan nya yang pertama karena lembah kenikmatan milik istri nya itu berkedut.
"Abang.. aku..aku mau.." rintih Renita tak tahu rasa apa yang sedang menerjang diri nya rasa yang teramat asing bagi nya,rasa yang menghilangkan akal nya.
"iya sayang lepasin saja ayo aku menunggu nya" balas Anggara tersenyum tipis melihat istrinya yang sudah bergerak tak karuan dan benar saja tak lama lembah kenikmatan milik istri nya basah sebasah nya dan Anggara menyambut nya dengan sesapan di bawah sana membuat tubuh Renita melengkung indah nafasnya tersengal mata nya hingga berair karena sensasi kenikmatan dunia yang baru saja dia rasakan.
"wangi, milik mu sangat wangi sayang" ucap Anggara tersenyum nakal mata nya sudah gelap karena gairah
blush
wajah Renita merona merah betapa malunya karena ucapan Anggara yang terdengar fulgar
"dan seperti nya kamu sudah siap sayang, untuk menerima pusaka ku ini" ucap Anggara mengulum senyum nya sedikit menjauh kan diri nya untuk membuka celana kolor yang dia pakai Anggara yang memang tidak memakai dalaman sehingga nampak lah pusaka itu berdiri tegak di balik celana kolor yang dia pakai.dengan cepat membebaskan pusaka nya dari kekangan celana kolor nya, di lemparkan nya ke sembarang arah.
mata Renita membola sempurna
wajah nya nampak pucat melihat pusaka milik suami nya yang besar, panjang berurat berdiri tegak perkasa siap menjalankan tugas nya. untuk membobol gawang Emirates Arab yang sekarang sudah sah secara hukum agama dan negara.
__ADS_1
"b_bang .. aku.. aku takut" lirih Renita menatap tajam ke arah pusaka milik suami nya ingin tidak menatap ke arah benda berurat itu tapi Renita seolah terhipnotis dengan keperkasaan benda berurat milik suami nya.
Anggara terkekeh pelan melihat respon istri nya yang tentu nya kaget
karena melihat pusaka milik nya.
"takut kenapa HM?" tanya Anggara pelan sembari memposisikan dirinya nya di antara kedua paha mulus istrinya membuka lebar-lebar kedua paha tersebut.
"gede banget, apa muat?" ucap Renita dengan wajah ngeri mata nya tak putus ke arah pusaka nan berurat itu.pria tampan itu tersenyum tipis melihat ke polosan sang istri.
Anggara menunduk kan wajah nya, kembali mencumbu bibir istrinya dengan rakus memberikan kenikmatan dari cumbuan nya agar menghilangkan rasa gelisah istrinya
dan benar saja Renita kembali terbuai oleh sentuhan dan rangsangan yang di berikan suami nya dan dalam hitungan detik berikutnya, mata Renita yang tadi terpejam menikmati cumbuan suaminya, terbuka sempurna di sertai jeritan tertahan tapi Anggara terus saja melahap bibir itu tidak memberikan kesempatan kepada Renita untuk menghindar
"aahhk! sssakit bang" rengek Renita merasakan pedih yang luar biasa dia rasakan karena tanpa dia sadari Anggara sudah berhasil menjebol gawang Emirates Arab dengan pusaka milik nya. sejenak Anggara mendiamkan milik nya yang sudah masuk sempurna ke dalam lembah kenikmatan milik istri nya. agar istrinya relax dan tidak tegang
menatap istrinya dengan penuh kilatan gairah.
"maaf sayang, membuat kamu merasakan sakit ini, tahan ya, sakit nya sementara kok, cuma sebentar"ucap Anggara lembut dan terdengar serak lalu membungkuk kan tubuhnya mendekati wajah nya ke arah wajah istrinya dan Anggara menjilati buliran bening yang mengalir di sudut mata istri nya. sementara kedua tangan Renita masih mencengkeram kuat kedua bahu lebar milik suami nya untung bagus Renita tidak suka memelihara kuku jadi bahu milik Anggara selamat dari luka cengkraman jemari Renita hanya merah membekas di bahu lebar Anggara karena cengkraman tangan istrinya.
di lihat istri nya sudah agak tenang..
"aku bergerak ya sayang " Anggara meminta izin istri nya.
Renita mengangguk pelan tidak mungkin kan dia melarang suami nya saat ini untuk meneruskan ritual malam pertama nya.
dan tanpa menunggu lama Anggara perlahan mendorong lebih dalam pusaka nya di lembah kenikmatan itu dan dengan pelan tapi pasti di gerakan nya pinggulnya dan Anggara pun meracau karena rasa nikmat yang luar biasa yang dia dapatkan dari lembah kenikmatan milik istri nya pria tampan itu mulai memacu diri nya mengarungi samudera luas kenikmatan tak terbatas menyatukan raga nya dan raga istri nya dalam keindahan cinta yang sebenarnya. derit ranjang, rintihan dan ******* dari mulut Renita serta ocehan acak dan fulgar dari mulut Anggara terus saja terdengar bersahutan, menggema di dinding hotel yang dingin membisu menjadi saksi penyatuan awal dua raga milik sepasang insan manusia yang terus dan terus tak henti berpacu dalam gairah kenikmatan dunia.
*
__ADS_1
TBC.
udah dulu ah,engap rasa nya nulis bab ini 🥱😣