Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
Natasha kim.


__ADS_3

jarak yang di tempuh antara Jakarta Singapura kurang lebih satu jam tiga puluh menit Anggara tiba di bandara internasional Changi Singapura


jam sembilan malam waktu setempat.dengan memakai stelan casual Anggara berjalan keluar dari pintu kedatangan bandara Changi bersama Yusuf


mereka berdiri di lobby mengedarkan pandangannya ke segala arah seolah mencari seseorang yang seperti nya akan menjemput mereka berdua dan benar saja, tak lama seorang lelaki berwajah oriental tubuh sama tinggi dan tegap seperti Anggara memakai jacket berwarna navy berambut cepak menghampiri Anggara dan Yusuf.


"tuan Anggara, tuan Yusuf?" sapa pria itu


"johan?" tanya Anggara balik menyapa.


"betul saya Johan, cukup panggil saya Jo, assisten anda selama di sini" jawab pria itu yang memperkenalkan diri nya sopan bernama Johan dengan wajah datar nya.


"baik lah Jo" balas Anggara memasang wajah nya tak kalah datar nya dengan Johan ya, seperti itu juga Anggara kalau sudah berada di luar keluarga nya tidak ada tampilan wajah hangat terpampang di wajah tampan nya.


kemudian pria yang bernama Johan itu mempersilahkan Anggara dan Yusuf mengikuti langkah nya menuju sebuah mobil mewah berwarna hitam legam yang sudah menunggu di depan lobby bandara untuk mengantar kan kedua pria tampan itu untuk di bawa ke hotel five star


yang menjadi tempat tinggal Anggara dan Yusuf selama di Singapura yang sudah di atur oleh Johan.


tiba di hotel dan melakukan cek,in ulang kembali, Johan mengantar kan kedua pengusaha muda tersebut ke dalam kamar nya masing-masing.


**


esok hari nya pukul sembilan pagi, tanpa membuang waktu sedikit pun keberadaan nya di Singapura, Anggara langsung melakukan serangkaian kegiatan dan acara untuk peresmian gedung baru universitas cabang Singapur milik nya.dan malam nya Anggara kembali melakukan pertemuan dengan petinggi dan para staf yang berkepentingan dalam pelaksanaan program nya


di salah satu ruang di sebuah gedung tinggi menjulang Anggara melakukan pertemuan sekaligus met party atas kesuksesan dan kelancaran proses peresmian gedung baru tersebut yang di temani oleh Yusuf dan Johan.


tampak Anggara bicara dengan para kolega nya dengan gaya nya yang smart dan berkarisma walaupun usianya masih muda namun penampilan nya yang seperti itu mampu meyakinkan siapapun lawan bisnis nya.tidak sia-sia Rahman mendidik dirinya dengan penuh kedisplinan selama ini begitu juga sang kakek ikut andil dalam pembentukan karakter seseorang Anggara pramuja Subianto dengan kelebihan yang dia punya.


hari kedua rencana nya pagi ini Anggara akan mewakilkan papah nya untuk bertemu dengan seorang pengusaha tekstil terbesar di Singapura dan Pemasok terbesar untuk bahan sutera terbaik untuk bekerja sama dengan perusahaan Andara Group milik keluarga Subianto yang baru saja merambah


dalam bidang ini.


Maka itu Rahman mempercayakan pada Anggara yang setidaknya sudah lebih dulu mengerti dalam dunia per tekstil lan ini karena Handersson sendiri sudah lebih dulu menggeluti bisnis itu dengan melibatkan Anggara di dalam nya jadi tak salah Rahman meminta putra sulung nya itu untuk mempresentasikan untuk menjalin kerjasama dengan beberapa pengusaha dalam bidang yang sama di negeri dengan icon kepala singa tersebut.


ini adalah hari ketiga Anggara berada di Pengusaha tekstil tuan jose Kim meminta dirinya menghadiri pesta di kediaman nanti malam dan di sini lah Anggara sekarang berada


ketiga pria tampan itu berjalan memasuki sebuah bangunan yang Berada di luar kota Singapura jauh dari hiruk pikuk kota sebuah bangunan rumah dengan pemandangan asri di sekitar nya kalau di lihat seperti villa? Anggara sedikit ragu melangkah masuk ke dalam rumah tersebut Anggara melirik ke arah Johan menghentikan langkahnya setelah sudah berada di depan pintu besar bangunan bergaya Tionghoa itu.


"Jo, kamu tidak salah tempat ha??"


"tidak tuan, memanggil tempat ini yang di beritahu ke saya untuk pertemuan kita" jelas Johan yakin.

__ADS_1


Anggara mengangguk pelan


"baik lah kalau begitu, ayo"


akhirnya Anggara meyakinkan dirinya untuk kembali melangkah masuk.


di benar saja sudah ada empat pria paruh baya dan satu wanita cantik berdiri menyambut kedatangan Anggara, Yusuf dan Johan berjalan di belakang nya.


"selamat datang tuan sekalian di tempat saya yang sederhana ini" ucap salah satu lelaki paruh baya yang memakai stelan baju bergaya Tionghoa bewarna hitam sangat berbeda dengan ketiga pria yang berdiri di samping nya yang memakai stelan jas formal sama dengan Anggaran dkk.begitu juga dengan gadis cantik yang berdiri persis di samping pria itu sama memakai stelan baju bergaya Tionghoa bewarna merah menyala, panjang sampai mata kaki namun, belahan rok panjang wanita itu nyaris sampai pangkal paha nya sangat seksi dan hot! terlihat dengan kulit halus seputih susu lelaki normal mana yang tidak tergoda dengan penampilan wanita yang seperti itu, termasuk Anggara dan Yusuf kedua pria tampan itu berusaha mengendalikan dirinya dengan baik karena di tambah baju yang di kenakan wanita cantik itu sangat ketat sehingga terpahat jelas lekuk tubuh nya serta dada nya yang besar dan membusung dengan rambut lurus di tarik kesamping terletak di kedepan bahu kanan nya tergerai indah dengan warna pekat nya.


Anggara dan Yusuf tampak terdengar berucap istighfar berkali-kali dan berusaha biasa-biasa saja.


"terima kasih atas penyambutan yang ramah ini tuan Jose Kim" sapa Anggara dengan sopan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan pria itu yang bernama jose Kim.


"hahaha.. anda jangan sungkan anak muda, Anggap tempat sendiri.mari silahkan, kita keruang utama langsung" balas tuan jose Kim mereka pun berjalan menuju kesebuah ruang utama yang terlihat besar. tak di sangka walaupun dari luar penampakan bangunan itu terlihat sederhana namun indah karena suasana taman yang memanjakan mata tapi ternyata dalam ruangan itu terlihat sangat mewah dan eksentrik dengan pasilitas yang canggih dan modern melengkapi ruangan tersebut.


mereka memasuki sebuah ruangan besar, ada sofa besar melingkar seperti huruf U dengan meja bundar besar di tengah nya ada sebuah layar televisi besar kira-kira seratus inci mungkin itu perkiraan Anggara


warna biru langit menjadi pilihan sang tuan rumah untuk warna dinding nya.ada guci-guci besar yang tinggi nya hampir sebahu Anggara wow! pasti guci yang sangat mahal dan mungkin mempunyai nilai sejarah? mata Anggara yang sesekali mengedar keseluruh ruangan tersebut walaupun tetap berusaha fokus dengan sang tuan rumah.


"silahkan duduk tuan-tuan" gadis cantik berwajah oriental itu mempersilahkan semua pria untuk duduk di sofa.


Anggara duduk dan tiba-tiba saja kaget karena ruangan yang tadi nya terang, sekarang menjadi sedikit temaram walaupun masih jelas semua terlihat, tapi keadaan ruangan itu tidak seterang tadi.belum habis dengan keterkejutan nya,Anggara di kejutkan lagi dengan gadis cantik itu duduk di sebelah nya dan itu sangat dekat! hampir tidak ada jarak antara kedua nya.merasa risih Anggara meminta Yusuf yang duduk di sebelah nya juga untuk menggeser duduknya agar Anggara di beri ruang untuk menggeser posisi nya untuk lebih menjauh dari gadis bermata sipit yang saat ini sedang tersenyum manis pada Anggara.


seperti nya dia mencium gelagat aneh di sini.Yusuf dan Anggara saling pandang sesaat lalu dengan kompak mengalihkan pandangannya ke arah Johan yang duduk di sudut lain dengan beberapa pria yang penampilan nya sama dengan Johan. seolah bertanya pada pria itu bagaimana ini?


Johan yang mengerti dengan tatapan kedua bos nya itu menipis kan bibir nya sambil mengangguk pelan dengan satu telapak tangan nya sedikit terangkat mengayun pelan seolah memberi tahu kalau kedua bos nya itu tetap tenang


Anggara mendengus kasar nafasnya


merespon gesture tubuh Johan.


tak lama dua orang wanita dengan berpakaian sangat seksi dengan kedua dada yang menyembul datang membawa satu nampan berisi dua botol besar Anggur hitam


dan beberapa piring makanan pendamping dengan gaya manja dan terkesan menggoda, kedua wanita itu meletakkan bawaan nya keatas meja mereka terkekeh ketika salah satu pria paruh baya tadi menepuk bokong salah satu wanita seksi itu.


Anggara sengaja memalingkan perhatian nya dengan berpura-pura mengambil ponsel nya dari saku nya


bukan nya merasa senang melihat penampilan kedua wanita tadi yang ada dirinya merasa mual karena jijik


sepintas Wajah Renita melintas di pikiran nya.

__ADS_1


"ah, sayang.. aku kangen kamu" gumam nya dalam hati


dan lamunan nya tiba-tiba saja menjadi buyar, karena wanita yang duduk di sebelah nya mengusap lembut lengan kekar Anggara.


"tuan.. kenapa melamun?" tanya wanita itu dengan suara yang di buat mendayu.Anggara mengumpat dalam hati nya andai saja dirinya tidak mengingat hubungan kerja sama dengan tuan Jose Kim dan kelangsungan usaha papah nya dia akan sangat tidak terima acara pertemuan ini.


"ah, maaf" ucap Anggara datar merespon ucapan wanita yang ada di sebelah nya dengan cepat itu pula dia berusaha menarik tangan nya dari dekapan tangan wanita cantik yang duduk di sebelah nya.


"Oh iya tuan Anggara aku perkenalkan gadis itu, Natasha Kim'


dia anak ku, putri ku satu -satunya dari istri pertama ku"


"ha? istri pertama? memang nya ada berapa istri yang di miliki oleh tuan jose Kim?? tanya Anggara dalam hati nya jelas terkejut.


"hehehe.. kamu pasti bertanya berapa istri yang aku punya ya kan? aku punya tiga istri hahaha.."


sambung tuan Jose Kim lagi menjawab pertanyaan yang ada di benak Anggara seolah pria paruh baya itu tahu apa yang sedang Anggara pikirkan.


"gila" gumam Yusuf menyangka pria tua itu mempunyai tiga orang istri


sekarang yang di pertanyakan oleh Yusuf apakah Om nya Rahman tidak salah memilih partner dalam usaha nya ini?? karena seperti nya tuan jose Kim ini aneh tepat nya seperti seorang mafia! Yusuf bergidik ngeri memikirkan nya.


"Natasha perkenalkan diri sayang" titah Jose Kim seraya tangan nya mengacungkan gelas bertangkai panjang yang ada di genggaman tangan nya ke arah Anggara.


dengan tersenyum manis nan menggoda wanita yang bernama Natasha itu memperkenalkan diri nya dengan mengulurkan satu tangan nya pada Anggaran.


dengan terpaksa Anggara pun membalas uluran tangan Natasha


"Natasha"


"Anggara"


mereka saling menyebutkan nama nya.Anggara pun menarik tangan nya dari genggaman tangan Natasha walau sedikit susah karena wanita itu mencoba menahan tangan Anggara dari genggaman nya dengan menatap penuh minat pada Anggara.


Hahaha.. gimana sayang? kamu menyukai tuan Anggara?" ucap Tuan jose Kim tanpa Tedeng Aling.


karena melihat sikap putri kesayangannya itu nampak tertarik dengan Anggara.


Natasha menoleh ke arah tuan jose Kim dan tersenyum malu.


"iya papah.. aku menyukai nya" ucap Natasha dengan gaya malu-malu meong.

__ADS_1


*


TBC.


__ADS_2