Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
rayuan pohon kelapa.


__ADS_3

fakta bahwa pantai Senggigi adalah salah satu pantai yang menjadi destinasi wisata yang sangat populer di Lombok yang mampu menjadi pendongkrak performa wisata laut yang tak kalah dengan wisata pantai di Bali seperti pantai Kuta salah satunya. menjadikan Senggigi yang letaknya di sebelah barat daerah pesisir Lombok, menjelma menjadi salah satu pantai favorit bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. apalagi sekarang ini mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah setempat maupun pusat banyak pembenahan dari segala sektor hingga mampu membuat peningkatan perekonomian bagi warga setempat dan tentu saja juga, pendapatan daerah. banyak villa atau pun resort yang di bangun untuk tujuan wisata ada juga sengaja di bangun untuk kebutuhan pribadi bagi para kaum Borjuis atau lebih gampang di sebut kaum berkantong tebal. salah satu nya villa pribadi yang di miliki oleh keluarga Handersson yang sudah di bangun sejak dua puluh tahun yang lalu di mana pada waktu itu keadaan pantai Senggigi tidak seramai dan semenarik sekarang ini tapi bukan berarti dulu dan sekarang ada perbedaan tentang keindahan nya tentu saja bukan itu karena dari awal sang pencipta memberikan keindahan yang hakiki pada pantai Senggigi. villa itu sudah berdiri dengan gaya bangunan mengikuti rumah asli khas, penduduk setempat yang di rancang sedemikian rupa hingga lebih elegan dan exotic. bangunan itu tetap bertahan berdiri apik karena tak lepas dengan perawatan berkala yang di percayakan oleh keluarga Abah Jamali dan Ama seruni orang tua dari Azela.


saat ini Anggara masih menenangkan hati istri nya yang dia tahu sedang tidak baik baik saja karena ulah Azela yang tidak pernah Anggara duga akan seperti itu.


lelaki tampan bernetra biru itu masih berjongkok di hadapan sang istri yang duduk di sebuah ayunan rotan yang berada tak jauh dari bibir pantai di bawah pohon kelapa rambut lurus bergaya potongan rambut seperti tom Cruise bewarna tembaga milik sang Arjuna bule yang berantakan efek dari tiupan angin pantai yang cukup kencang hingga membuat wajah lelaki berusia dua puluh lima tahun itu terlihat seksi.


"sayang, apa kamu marah?"


Renita masih diam tak ada respon maupun ucapan dari mulut nya dan itu membuat Anggara merasa gelisah. Anggara memandang wajah istrinya dengan tatapan penuh permohonan.


tak ingin terbawa larut dalam perasaan nya saat ini Renita memutus tatapan nya pada netra biru yang hampir saja membius nya, Renita memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Hey sayang.. bicara dong.. jangan diam begini. marahi Abang kalau kamu marah pada abang, pukul Abang kalau mau kesal sama Abang itu lebih baik dari pada kamu diam begini rasanya benar-benar bikin Abang tersiksa sayang.. liat sini. tatap suami mu ini" Anggara menarik pelan dan lembut dagu istri nya agar beralih menatap dirinya. dan dengan terpaksa Renita kembali beradu tatap dengan suami nya. tatapan Renita berubah sendu melihat wajah suaminya yang penuh permohonan. Renita menatap dalam wajah suaminya dan menarik nafas pelan sebelum dia melontarkan pertanyaan.


"ada hubungan apa Abang dengan gadis yang bernama Azela itu? apa kamu pernah menjanjikan suatu hubungan yang spesial dengan gadis itu?" cecar Renita hati nya tak karuan saat melontarkan pertanyaan itu pada suami nya.


"tidak, aku tidak ada hubungan apapun dengan Azela selain persahabatan" jawab Anggara cepat dia ingin secepatnya menyelesaikan kesalah pahaman dengan istri nya.


tapi Renita tertawa pelan menanggapi jawaban dari suaminya. Anggara mengerenyitkan dahinya dengan respon istri nya yang tertawa tapi bukan tawa yang enak di dengar di telinga Anggara.


Renita sedikit membungkukkan badan nya dan menangkup wajah sang suami dengan satu tangan nya dan tersenyum tipis memandang lekat ke dalam netra biru membius dan bicara.


"oh suami ku sayang...apa ada di dunia ini pertemanan, oh. atau persahabatan antara pria dan wanita yang tidak punya hubungan timbal balik? aku rasa kalau di masukkan dalam hitungan persen nilai nya hanya nol koma satu persen jadi intinya pertemanan antara pria dan wanita itu adalah nonsense! bulshit! apa lagi lelaki tampan seperti mu, mana ada wanita yang mau hanya berteman dengan mu tanpa memiliki rasa di belakang nya" Tutur Renita dengan nada datar namun terkesan berapi-api terkandung emosi yang sudah membumbung.


Anggara hanya diam tidak menjawab segala ucapan istrinya. otak ganteng nya yang cerdas mencoba memahami arah maksud ungkapan hati sang istri.


"waktu itu abang dan Azela masih sangat kecil sayang. tidak terbayang kan kalau Azela memiliki perasaan pada abang sedang Abang sendiri menganggap gadis itu sebagai adik tak lebih. mana abang tahu kalau dia punya anggapan lain terhadap Abang" jawab Anggara nampak serius namun masih terkesan santai.

__ADS_1


"cih, enak sekali bicara seolah tak punya beban" gumam Renita kesal dengan tanggapan suami yang terlihat santai. hingga tanpa aba-aba lagi Renita bangun dari duduknya dari ayunan hingga membuat Anggara yang masih berjongkok di hadapan nya sedikit terjengkang tubuh nya kebelakang hampir jatuh duduk kalau saja tangannya tidak menopang berat tubuh nya. tapi sepertinya Renita tidak perduli dia berlari kecil meninggalkan Anggara yang masih diam karena kaget dan sedetik kemudian Anggara bangun, dan berlari menyusul istri nya yang meninggalkan dirinya. tungkai nya yang panjang memudahkan Anggara menyusul langkah istrinya


"sayang hey.. tunggu!" teriak Anggara memanggil istrinya yang terus berlari menjauh tapi langkah lebar Anggara memudahkan diri nya menyusul langkah kecil istri dan..


grepp!


Anggara berhasil menangkap tubuh istrinya dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping istri nya hingga tubuh ramping sang istri masuk dan menabrak ke dada Anggara lelaki berwajah bule itu langsung memeluk erat tubuh istrinya dengan nafas sedikit terengah karena berlari.


"astaga sayang, lari mu kencang juga ya. aku sampai kehabisan nafas mengejar mu" keluh Anggara mendramatisir padahal itu tidak lah ada artinya berlari seperti itu bagi lelaki muda bertubuh atletis itu, mengingat dirinya selalu rutin berolahraga. tapi sepertinya demi menarik perhatian dari istri nya Anggara mencoba mendramatisir keadaan.


"lepas bang, sesak tahu!" ucap Renita ketus


Anggara terkekeh lalu melonggarkan sedikit pelukan nya tapi tidak melepaskan nya.


"maaf" lirih Anggara lalu tak bicara lagi Anggara sedikit membungkukkan badan nya dan menyelipkan kedua tangan nya ke tubuh istrinya mengambil posisi untuk menggendong tubuh istrinya dengan ala bridal style.


"biarin orang pada liat aku nggak peduli! lagian mana ada orang di sekitar sini. ini kan area private sayang.. penjaga dan yang lain nya berada di luar resort ini" Tutur Anggara terus melangkah menuju villa tempat mereka menginap akhirnya Renita diam dalam gendongan suami nya tanpa berusaha meronta atau pun menolak. dia hanya diam pasrah.


tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan interaksi kemesraan pasangan suami istri itu dengan tatapan penuh amarah. di saat melewati pos penjagaan yang di mana pak Agung berdiri setelah membuka pintu pagar untuk kedua majikan nya. pria paruh baya itu hanya tersenyum simpul melihat kemesraan pasangan suami istri itu.


"gara-gara gadis tak tau malu tadi, tuan Anggara di buat repot karena istri nya merajuk CK" gumam pak Agung sambil menutup kembali pintu pagar villa tersebut.


sementara Anggara berjalan masuk ke dalam ke arah kamar nya.


cklekk


Anggara menutup pintu kamar dengan satu tangan nya dengan keadaan Renita masih dalam gendongan nya. dan setelah pintu sudah tertutup Anggara menurunkan tubuh istrinya dan merebahkan tubuh istrinya perlahan ke atas ranjang. lalu dengan cepat Anggara ikut naik ke atas ranjang, merangkak lalu mengungkung tubuh sang istri. lengkap dengan senyum mesum nya. mata Renita membola melihat itu.

__ADS_1


"m_mau apa kamu bang?" Renita tampak gugup kedua tangan nya menahan dada bidang suaminya agar tidak lebih merapat ke tubuh nya.


"menurut mu?"


sahut Anggara ambigu


"turun ah, aku mau ke kamar mandi tubuh ku lengket habis kena air laut tadi" kilah Renita mencoba menghindar dari gelagat pembajakan karena seperti nya Renita sudah bisa membacanya tindakan suami nya berikut nya. Anggara terkekeh melihat respon istri nya.


"kamu jangan beralasan sayang.. kamu memang harus di hukum karena sudah bersikap diam pada suami mu ini"


"issh, itu kan karena aku ulah mu Abang......!" Renita jadi jengkel jadi nya dengan sikap Anggara yang seperti nya tidak merasa berdosa.malah terkesan memojokkan dirinya.


"kamu kalau sedang cemburu, meresahkan sayang" ucap Anggara dengan tatapan menggoda masih bertahan dengan posisi nya yang berada di atas tubuh Renita seperti orang sedang pus up.


Renita mencebik kesal


"siapa yang cemburu! aku hanya tidak suka melihat apa yang terjadi antara kamu dan gadis yang tak tahu malu itu" kesal Renita dengan nada ketus menatap tajam ke arah Anggara.


"iya, iya. deh.. nggak cemburu, tapi nggak suka" Anggara memilih mengalah dan mengikuti ucapan maunya sang istri.


"jadi jangan marah lagi ya? maafkan Abang sayang, sudah membuat hati mu sedih" ucap Anggara pelan wajah nya kian mendekat pada wajah istrinya dan..


cup


Anggara memberikan kecupan singkat pada bibir ranum Renita sesaat mereka berdua tertelan keheningan, beradu pandang dan tak ayal detik berikutnya Renita merasakan benda kenyal nan basah milik suaminya meraup bibir nya penuh perasaan dan lembut menyesap bibir atas dan bawah nya bergantian. Anggara dengan lihainya menjulurkan lidahnya menyapu sepanjang bibir bawah Renita dengan lembut hingga akhir nya benda pipih tak bertulang nan basah milik Anggara merangsek masuk ke dalam rongga mulut Renita yang sedikit terbuka membelai lembut dinding rongga mulut Renita lalu membelit daging pipih milik Renita di dalam sana seolah mengajak berdansa dengan suara decapan yang di hasilkan dari aksi itu sebagai musik indah yang mengiringi pergerakan cumbuan Anggara yang semakin menuntut dan menghasilkan hawa panas menjalar di tubuh keduanya hingga mematik gairah keduanya yang semakin tersulut. dan pada akhirnya suara yang terdengar indah di telinga Anggara terdengar dari mulut Renita dan itu membuat hasrat Anggara semakin berkobar. menuntut nya untuk lebih mengekpresikan gairah nya pada wanita pujaannya yang telah mengalihkan dunia nya. berusaha meraih nikmat dunia dari istri nya dengan rayuan pohon kelapa.


*

__ADS_1


TBC..


__ADS_2