
Renita mencoba mengetuk pintu kamar mandi lagi beberapa kali, tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi.
"apa Anggara marah?" gumam Renita merasa serba salah.
"ya Tuhan, kenapa aku harus di hadapkan dengan kondisi seperti ini" Renita berjalan gontai menuju dapur, tenggorokan nya terasa kering. hati nya gelisah memikirkan Anggara yang masih di dalam kamar mandi padahal sudah hampir kurang lebih satu jam di dalam kamar mandi, tapi pria itu belum juga keluar dari sana.di tambah pria itu tidak merespon panggilan nya.
Renita melihat ada mie instan di atas lemari kitchen
"apakah Anggara suka makan mie instan?" gumam Renita melihat ketersediaan mie instan di dapur apartemen Anggara yang lumayan banyak dengan dua rasa rasa ayam bawang dan soto ayam.
dan tiba-tiba saja perut nya bunyi keroncong minta di isi.akhirnya Renita memutuskan untuk memasak mie instan untuk menjawab perut keroncong nya. gadis itu mengambil satu mie instan dengan rasa ayam bawang. kemudian dia mengambil sebuah panci kecil, lalu di isi dengan air dari dispenser, menaruh nya di atas tungku kompor
dan menyalakan kompor tersebut.
dan kemudian mengambil sebuah mangkuk lalu menuangkan bumbu mie instan ke dalam mangkuk.
Renita berdiri di dekat kompor menunggu mie instan yang sedang di rebus nya. dia melirik jam dinding yang ada di dapur sudah menunjukkan pukul 6 sore.
"sampai kapan aku di sini,ah.rasanya ingin buru-buru sampai ke Jakarta" gumam Renita matanya memandang lurus ke arah panci yang mendidih. dan setelah merasa sudah cukup matang mie instan nya di angkat dari dalam panci dengan menggunakan garpu.
Aroma mie instan yang sudah di dalam mangkuk sangat mengugah selera nya menyeruak masuk ke indra penciuman nya tanpa terasa air liur nya sudah menetes duluan.
"hmmm.. sedap banget" Renita menarik nafas nya untuk menghirup aroma mie instan yang ada di depan nya tepat nya di atas meja makan.
tanpa menunggu lama lagi Renta langsung melahap mie instan yang sedang panas-panasnya dengan garpu di tiup nya perlahan mie yang masih mengepul itu sebelum masuk ke dalam mulut Renita.merasa sudah cukup hangat, segulung mie yang ada di ujung garpu tersebut meluncur masuk ke dalam mulut Renita tanpa hambatan.dengan cepat Renita menghabiskan mie rebus itu hingga habis tak tersisa termasuk kuah nya.
"kamu makan sendirian Ren?" suara dep Anggara menyapa telinga Renita membuat gadis itu berjingkat kaget kemudian menoleh ke arah samping sudah ada Anggara duduk di sebelah nya menghadap ke meja makan.pria itu menatap Renita dengan tatapan penuh arti ke Renita.
sedangkan Renita hanya tersenyum canggung merespon sikap Anggara.
"eh, maaf.aku lapar soalnya, maaf juga aku ngambil mie instan mu"
"tidak masalah, ambil sebanyak yang kamu mau, semua yang aku punya, nantinya juga semua akan menjadi milik mu, begitu sebaliknya apa yang ada di diri mu adalah milik ku" ucap Anggara melebar ke mana-mana terlihat sangat santai mengucapkan semua kata-katanya yang membuat wajah Renita merona.
__ADS_1
Renita tidak menimpali ucapan Anggara. Renita beranjak dari duduknya membawa mangkuk kosong bekas makan mie instan untuk di cuci" tapi baru saja Selangkah Renita melangkah. tangan nya di cekal oleh Anggara.
"maaf kan aku Ren" ucap Anggara pelan menatap dalam netra coklat terang milik Renita.
"untuk apa?"balas Renita
"maaf kan aku, karena mencoba mengambil sesuatu milik mu yang berharga padahal aku belum sah untuk memiliki nya.aku bukan nya ingin merendahkan mu, tapi mungkin aku yang yang tidak bisa mengendalikan diri ku" jelas Anggara menatap sendu Renita merasa bersalah karena itu Anggara berdiam lama di dalam kamar mandi,selain menuntut untuk menyelesaikan hasrat nya yang sudah di ujung, di dalam kamar mandi, dia juga diam merutuki perbuatan nya yang merendahkan Renita.rasanya lega Renita menolak nya tadi, kalau tidak. tak ada lagi yang meredam keinginan nya untuk mengambil kesucian calon istri nya jika itu sampai terjadi Anggara merasa akan menyesali perbuatannya.walaupun pernikahan mereka sudah di ujung mata.
Renita tersenyum tipis merespon ucapan Anggara.
"maaf kan aku juga, yang sudah menyulut gairah mu Anggara.aku tau kamu mungkin biasa seperti itu karena hampir separuh remaja mu tinggal di lingkungan bebas dan untuk hal seperti itu mungkin kesucian untuk di sana tidak pernah di persoalkan"
"hey, tunggu dulu, apa maksud mu aku pernah melakukan hal seperti itu selama aku di luar negeri HM?!" tanya Anggara setelah mencerna ucapan Renita.
dan gadis itu hanya mengangkat kedua bahunya.
melihat reaksi Renita yang seperti itu Anggara berdiri dari duduknya, mengambil mangkuk kotor bekas makan Renita lalu meletakkan nya di atas meja makan setelah itu dengan cepat Anggara meraih pinggang gadis itu dan menarik nya merapatkan ke tubuh tegap nya.
"A_Anggara mau apa kamu?" ucap Renita terbata.
"bukan kah aku pernah menjelaskan pada mu HM?"
"menjelang apa?" sahut Renita bingung dengan maksud ucapan Anggara.
"aku pernah menjelaskan, walaupun aku lama tinggal di luar negeri tapi aku tidak pernah menyentuh wanita, karena bagi ku itu akan menjatuhkan diri ku yang lebih jauh, karena sekali aku mencoba menyentuh wanita, aku pria normal dan sekarang sudah dewasa tidak akan cukup sekali, bila sudah mencoba nya" jelas Anggara dengan nada bicara rendah terdengar seksi di telinga Renita membuat gadis itu berdebar hebat. apa lagi jemari Anggara kembali bermain di wajah Renita menyelusuri rahang halus milik Renita.
"benarkah? apa sebaik itu diri mu? tapi bukti nya kamu menyentuh ku dan seperti sudah sangat berpengalaman" cecar Renita.
Anggara tersenyum menatap manik Renita.
"itu namanya naluri lelaki ku bermain sayang.. dan kalau sudah begitu lelaki manapun tahu bagaimana menghadapi wanita bila sudah keadaan nya seperti ini' ucap Anggara menjepit ujung hidung Bangir Renita gemas.
"issh, sakit" keluh Renita menepis jari Anggara yang menjepit ujung hidung nya.
__ADS_1
Anggara Terkekeh.
"bahaya sekali kalau begitu"
"apa nya?" timpal Anggara.
"naluri mu"
"tapi kamu suka kan?"tanya Anggara percaya diri.
"kata siapa?"
"kata aku lah barusan"
"enak ajah, itu sih kamu" cibir Renita memalingkan wajahnya karena rasanya wajah nya terasa panas dan dia yakin pasti wajah nya memerah.
"sini, kalau bicara tatap lawan bicara mu" Anggara menarik dagu Renita.
"lalu tadi ngapain kamu lama sekali di dalam kamar mandi? aku kira kamu hanyut ke lobang saluran air" ucap Renita sekenanya.
Anggara tergelak mendengar ucapan Renita.
"Emang nya kamu kira aku ini apa,bisa hanyut di saluran air"
"terus, ngapain coba" cecar Renita lagi.
Anggara menggaruk kening nya yang tidak gatal
"MMM.. itu, aku" Anggara mendekat kan wajah nya ke telinga Renita hingga hembusan nafas Anggara yang hangat menerpa kulit leher Renita,dan.. gadis itu menjadi tegang menunggu apa yang akan di ucapkan oleh Anggara.
*
to be continued...
__ADS_1