Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
maaf, bapak Anggara yang terhormat.


__ADS_3

Anggara dan Renita turun ke lantai satu untuk menuju parkiran mobil. dan ketika mereka akan melewati lobby.


tampak rombongan dosen satu tim nya berkumpul di lobby hotel tersebut. hati Renita Terasa berdebar karena tak enak hati karena tidak bisa ikut ke acara met party para dosen apalagi Renita terlihat berjalan bersama Anggara.dan yang bikin Renita tambah gugup karena


Anggara saat ini tiba-tiba langsung menggenggam tangan Renita.


"Anggara, lepasin tangan mu"


ucap Renata menatap tajam Anggara.


"kenapa?" sahut Anggara tanpa beban.


"malu, itu di lihat dosen kampus kamu" balas Renita berusaha melepaskan genggaman tangan Anggara tapi tidak bisa, karena genggaman tangan Anggara sangat erat.


"diam Renita, apa kamu mau aku cium sekalian di depan mereka hm?"


ucap Anggara pelan namun terdengar mengintimidasi.


kontan saja wajah Renita menjadi pias karena ucapan Anggara yang mengancam nya.


"eh, Awas ya kamu, kalau itu kamu lakuin aku akan marah beneran sama kamu" balas Renita dengan wajah sangat tidak senang pada Anggara.


mereka terus berjalan sampai di depan lobby..


"eh, bu Renita, ibu ikut acara met party kan? kita dari tadi nunggu ibu nih" sari yang melihat kehadiran Anggara dan Renita langsung menghadang kedua nya mata Sari turun ke bawah tepat nya ke arah tangan Anggara yang menggenggam tangan Renita dosen muda itu mengulum senyum nya.


"wah, maaf ya.saya nggak bisa ikut acara met party ini.karena ada urusan keluarga dan saya sudah di telpon sama kakak saya supaya cepat pulang" ucap Renita jujur sesuai pesan singkat yang dia terima dari Adam.


Anggara tersenyum tipis mendengar ucapan Renita.


"oh begitu ya, sayang sekali Bu Renita tidak bisa hadir karena acara ini di hadiri oleh dosen dari universitas lainnya lho" ucap Sari terdengar kecewa.


"beneran kamu nggak bisa ikut Ren?" tiba-tiba saja Raga maju mendekati Renita dan itu membuat sari terkejut dengan ucapan Raga yang hanya menyebut nama saja pada Renita. Raga menoleh sekilas ke arah Sari dan seperti nya Dia paham atas tatapan Sari dan teman dosen lain nya.


"khemm" Raga berdehem dan sedikit membenarkan letak kacamatanya lalu..


"maaf bukan nya saya lancang.ibu Renita ini teman saya SMA di Jogja" jelas Raga.

__ADS_1


"ooh" ucap mereka bersamaan seperti paduan suara.


"nggak nyangka ya,pak Raga temen SMA Bu Renita" sahut Santoso yang berdiri di belakang Sari.sedangkan Renita hanya tersenyum canggung merespon ucapan Raga dan Santoso


"iya benar, saya dan pak Raga teman sewaktu masih SMA di Jogja" jelas Renita.


Anggara menatap dingin ke arah Raga.


"sial,mau pamer dia"gumam Anggara.pelan membuat Renita yang berdiri di sebelah nya menoleh ke arah Anggara dengan menautkan kedua alisnya.


sedangkan Anggara hanya cuek saja mendapat tatapan seperti itu dari Renita.


"bukan kah saya sudah kasih tahu ke pak Daud kalau Renita tidak bisa ikut!?" kali ini Anggara ikut bicara, menoleh ke arah pria paruh baya itu dan langsung bicara ke Daud yang sedari tadi berdiri di depan resepsionis.Daud yang merasa namanya di sebut langsung maju.


"eh,iya pak saya sudah tahu" jawab Daud dengan wajah yang tidak enak hati.


"lalu kenapa bapak, ibu sekalian masih menunggu Renita? apa pak Daud tidak kasih tahu? jadi masih saja menunggu Renita di lobby, bukan kah jadi terbuang waktu percuma"


"tapi tadi kata pak Raga Bu Renita ikut kok, jadi kita tunggu deh" sela Sari lagi.kontan semua mata tertuju pada Raga. merasa mendapat tatapan dari para rekan dosen nya.


"ya, karena Renita sudah janji ke saya mau ikut" ucap Raga dengan santainya.


"maaf pak, tidak ngasih kabar ke pak Raga" ucap Renita lagi ke Raga.


"baik lah Ren, tidak masalah.kalau memang kamu ada urusan keluarga yang lebih penting dari acara ini"


tampak sekali wajah Raga memperlihatkan rasa kecewa sekaligus kesal.karena Renita tidak bisa ikut. Raga tahu ketidak ikutan Renita ada campur tangan Anggara


pria itu menatap tajam ke arah Anggara di balik kacamata tipis nya.


"baik, kalau begitu kami permisi dulu" ucap Anggara menutup pembicaraan yang menurut nya hanya membuang waktu itu.sadar mendapatkan tatapan rasa tidak senang dari Raga.Anggara hanya tersenyum tipis merespon sikap Raga yang seperti itu.


lalu berlalu dari hadapan mereka dengan tangan masih menggenggam tangan Renita dengan erat.seraya melirik sekilas ke arah Raga.


"Anggara lepasin tangan mu" protes Renita merasa risih setelah berjalan sudah cukup jauh dari rekan dosen nya.


tapi Anggara tidak merespon ucapan Renita yang protes itu.pria itu tetap menggenggam tangan Renita sedangkan tangan mereka yang satu nya menyeret koper masing-masing.berjalan menuju ke parkiran mobil di mana mobil Anggara terparkir.pria itu sengaja enggan menggunakan jasa parkir valet dia lebih suka mendatangi mobil nya di tempat parkiran.

__ADS_1


tiba di tempat parkiran mobil nya Anggara mengambil koper Renita lalu di masukkan ke dalam bagasi mobil nya.


"masuk Ren"


Renita pun masuk ke dalam mobil Anggara yang sudah di bukakan pintu nya oleh Anggara.


setelah Renita sudah masuk ke dalam mobil nya Anggara pun segera masuk ke dalam mobil kemudian duduk di kursi kemudi.


Anggara menghela nafas nya dan tersenyum tipis.


Renita menautkan alisnya melihat Anggara tersenyum sendiri.


"kenapa kamu? ada yang buat kamu senang?" tanya Renita penuh selidik.


Anggara menoleh ke Renita tanpa menghapus senyuman di wajahnya


"iya, memang ada yang bikin aku senang dan senyuman aku ini adalah senyum kemenangan" jelas Anggara tegas sembari menoel hidung mancung Renita


"ish, apaan sih kamu" protes Renita sedikit memundurkan wajah nya dari Anggara.


pria itu malah tertawa kecil dengan sikap Renita yang malah membuat dirinya gemas. lalu menyalakan mesin mobil nya dan perlahan melajukan mobilnya keluar dari area parkiran hotel ke jalan utama kota Ciampelas.


"yes! kita balik ke Jakarta sayang!" teriak Anggara dengan wajah semringah nya.


"kamu seperti anak kecil sih Angga" ucap Renita dan bersamaan itu spontan saja Renita langsung menutup mulutnya dengan satu tangan nya dan menatap memelas ke arah Anggara karena dia tahu Anggara tidak suka di bilang seperti itu dan benar saja pria tampan berwajah blasteran itu menoleh ke arah Renita dan menatap Renita dengan tatapan yang sukar untuk di artikan.


"maaf" hanya itu yang terucap dari mulut Renita yang masih dia bekap dengan tangan nya sendiri.


"tidak segampang itu maaf mu aku terima sayang" balas Anggara pelan namun dengan nada menekan.


kontan saja membuat Renita bergidik sendiri melihat sikap Anggara yang seperti itu.sedangkan Anggara tersenyum syaiton menanggapi sikap Renita. kemudian dengan tenang dia tetap fokus dengan jalanan di depan nya.


"maaf bapak Anggara yang terhormat" lagi Renita meminta maaf pada Anggara dengan wajah tak enak hati nya.


tapi pria yang duduk di sebelah nya itu hanya diam hanya tersenyum samar merespon ucapan Renita.


tanpa menjawab apapun.

__ADS_1


*


to be continued...


__ADS_2