
Renita mendengus kasar karena sikap Anggara yang konyol
Anggara hanya menatap berkas yang di pegang Renita sekilas dia tahu Renita masih ada yang akan di kerjakan tapi sepertinya dirinya akan bersikap egois saat ini terbukti, Anggara tidak memperdulikan keluhan Renita yang sedari tadi keluar protes dari mulut nya.
dan ketika Anggara kembali akan menarik lengan nya, dengan cepat Renita berkelit hingga tangan Anggara hanya menggenggam angin
dengan tatapan kesal Renita bicara dengan nada sedikit tinggi
"Anggara... kamu ini Kenap sih?! nggak etis rasanya di saat dosen yang lain masih sibuk dengan pekerjaan nya, tapi kamu dengan seenaknya menyeret ku untuk ikut bersama mu entah mau kemana!"
Anggara hanya menghela nafasnya berat sebelum dia mencoba memberikan alasan kenapa dirinya memaksa Renita untuk ikut dengan nya pria itu terdiam sejenak menatap dalam wajah Renita
"Ren,besok aku akan pergi ke Singapur. tiga hari di sana untuk persiapan sekaligus peresmian gedung baru kampus baru cabang Singapur" terang Anggara dengan
hati-hati karena dia tahu hari pernikahan nya tinggal empat hari lagi dia pun tidak menyangka pembangunan gedung baru cabang Singapur untuk universitas yang dia buka di sana ternyata pembangunan nya lebih cepat dari perkiraan yang mesti nya akan selesai satu bulan kedepan menurut target. tidak hanya itu, papahnya meminta Anggara menemani Yusuf untuk ketemu klien disana karena untuk urusan ini hanya Anggara yang mengerti Dan Rahman ingin Anggara mendampingi Yusuf adik sepupu nya untuk mempresentasikan untuk kerjasama pada salah satu perusahaan tekstil
terbesar di Singapura mengapa Rahman harus meminta tolong Anggara dalam hal perusahaan tekstil tersebut karena kakeknya Anggara selain seorang cendikiawan, Handersson juga salah satu seorang pengusaha tekstil yang sukses di negri kincir angin itu dan itu di wariskan kepada putrinya satu satunya Salma Imelda mamah dari Anggara tapi sayang setelah Salma sakit dan meninggal karena penyakit nya, perusahaan itu,di alihkan kembali pada Handersson dan Anggara pernah menggeluti dunia tekstil karena tuntutan sang kakek pada waktu itu usia Anggara masih sangat muda ketika harus memahami. Anggara yang masih tujuh belas tahun tetapi sang kakek tanpa sungkan menggembleng paksa Anggara muda, untuk mengerti seluk beluk tentang tekstil dan segala kerumitan nya.
kembali ke topik
Renita yang tadi nya masih saja Keukeh ingin kembali melanjutkan pekerjaannya seketika terdiam menatap Anggara dengan segala pikiran yang berkecamuk di dalam otak nya.dan seolah Anggara mengerti apa yang sedang di pikirkan oleh Renita.
"ayo kita bicara di mobil,biar nyaman" Anggara menarik lengan kecil Renita untuk masuk ke dalam mobil nya. pria itu membuka pintu mobil nya untuk Renita dan mendorong pelan tubuh Renita agar masuk ke dalam mobil nya, kali ini Renita menurut tak ada penolakan karena dia pun penasaran dengan apa yang tadi Anggara ucap kan
setelah Renita sudah duduk manis di dalam mobil itu kemudian Anggara pun masuk ke dalam mobil nya lalu duduk di kursi balik stir mobil nya Anggara sedikit memutar tubuhnya menghadap ke arah Renita
begitu pula dengan Renita dia sedikit memutar posisi duduk nya agar sedikit menghadap ke Anggara dan sekarang mereka saling bertatapan, diam, belum ada yang memulai bicara
__ADS_1
"kamu tahu empat hari lagi hari pernikahan kita Anggara?" tanya Renita mengingat kan Anggara barang kali calon suami nya itu melupakan kalau empat hari lagi mereka akan mengikat janji suci di depan penghulu.
"iya, aku tentu ingat sayang" balas Anggara tanpa beban.
"lalu, kenapa kamu harus ada perjalanan bisnis? apa kamu akan melarikan diri dari ku Anggara?"
deg
tiba-tiba Renita terhenyak dengan ucapan nya sendiri memaksa tanpa di duga harus kembali teringat kepedihan dan luka hatinya pada peristiwa empat tahun yang lalu di mana calon suami nya meninggalkan dirinya, membatalkan pernikahan nya begitu saja dengan alasan karena sang calon suami nya telah menghamili seorang gadis. akibatnya pernikahan nya di batalkan betapa hancur nya hati Renita di kala itu dan kejadian itu meninggal kan rasa traumatis pada Renita dengan namanya pernikahan
serta perjodohan karena pada waktu itu dia pun di nikahkan karena perjodohan tapi kenyataannya satu Minggu sebelum pernikahan nya itu batal, hancur berantakan dan betapa malunya keluarga besarnya, betapa hancur dan terhina nya dirinya karena di khianati oleh sang calon suami
karena itu, mendengar Anggara akan pergi walaupun itu untuk urusan bisnis, rasa takut itu tiba-tiba datang kembali menyergap diri nya
Renita memang tidak pernah menceritakan kisahnya ini, karena hal itulah yang menjadi kan dirinya tidak ingin membuka hati untuk menjalin hati dengan seorang pria mana pun.karena masih ada rasa trauma, serta ketakutan yang masih dia rasakan. sampai akhirnya seorang Anggara hadir dalam hidup nya menggedor pintu hati nya agar kembali terbuka dan juga dorongan Dari keluarga nya Renita pun mencoba membuka hati nya, menerima Anggara dan kembali menjalin hati nya dengan hubungan yang di dasari namanya cinta tapi sekarang, pernikahan yang tinggal empat hari lagi tiba-tiba saja Anggara akan pergi untuk perjalanan Dinas karena tahukah Anggara, kalau orang tua dulu bilang, pamali kalau seorang calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan nya hanya tinggal beberapa hari lagi
karena itu ada kekhawatiran besar
dalam hatinya mengetahui kalau Anggara akan ke Singapura walaupun dirinya tahu itu untuk apa, tetap saja Renita was-was
Anggara terkejut apa yang di katakan Renita pria itu mengulurkan kedua tangannya menangkup kedua sisi pipi Renita, bola matanya bergerak menyapu wajah cantik Renita yang terlihat ketakutan?
"hey, sayang.apa maksud mu aku meninggalkan mu?" Anggara menghela nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya
"dengar sayang, apa yang sedang kamu khawatir kan? sehingga kamu punya pikiran aku meninggal kan kamu? ya, memang salah ku baru ini aku kasih tau kamu tentang perjalanan aku ini karena aku pun tidak mengira kalau pembangunan gedung baru universitas cabang Singapur itu selesai lebih cepat dan harus di resmikan di tambah lagi papah, memintaku untuk mendampingi Yusuf di sana untuk mempresentasikan sebuah kerjasama dengan perusahaan tekstil ANIX corp karena untuk urusan usaha papah yang satu ini, aku yang menguasai nya Karena juga dalam hal usaha ini papah baru menggeluti nya di antara usahanya yang lain nya.
"kapan kamu berangkat?" tanya Renita pelan wajah nya yang tadi nya terlihat tegang, mulai terlihat tenang tepat nya dia berusaha menerima alasan Anggara, mengerti situasi yang sedang Anggara hadapi
__ADS_1
tapi tetap saja hati nya masih menyisakan sedikit ketakutan yang menjalar dalam pikiran nya.
"besok pagi, karena itu aku mengajak mu jalan aku ingin puas-puasin sisa hari ini bersama mu karena tiga, atau empat hari kedepan aku tidak bertemu dengan mu dan itu pasti sangat sulit buat ku" ucap Anggara yang terdengar seperti gombalan itu membuat Renita memutar bola matanya
dan berdecak.
"cih, gombal banget sih kamu Angga"
"aku tidak sedang menggombal sayang... ini kenyataan yang sedang aku rasakan" jelas Anggara satu tangan nya naik ke atas pucuk rambut Renita dan membelai rambut hitam pekat keriting ikal milik Renita
"tapi apa kamu akan kembali tepat waktu? maksud ku apa kamu kembali sebelum hari H, kita?"
"tentu saja sayang..mana mungkin aku tidak kembali kamu ini kenapa sih? seperti paranoid begitu" pungkas Anggara. apa dia tidak mengetahui kisah Renita yang menjadikan sikap nya seperti itu karena Renita belum menceritakan tentang kisah nya itu? karena menurut nya itu kisah yang menyakitkan dan memalukan.
"maafkan aku Angga, aku jadi seperti anak kecil begini karena aku..Renita tak kuasa melanjutkan ucapannya ada ragu dan malu untuk berterus terang pada Anggara dirinya belum siap menceritakan kisahnya itu.
Anggara menggelengkan kepalanya pelan, tersenyum menatap teduh Renita.
"aku tahu apa yang menjadi kekhawatiran mu ini"
Renita melebarkan matanya karena ucapan Anggara.
"m_maksudmu?" sahut Renita gugup
"aku tahu kisah mu Renita.. Aku tahu masa lalu mu yang menyebabkan dirimu menutup hati pada setiap lelaki" ucap Anggara lagi.itu membuat Renita memundurkan tubuhnya menatap penuh selidik pada Anggara.
*
__ADS_1
TBC..