Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
tidak berselera.


__ADS_3

"eh, bukan kah ini gadis yang waktu itu tertabrak dengan aku dan kena tumpahan jus orange yang aku pegang?"


"seperti nya begitu" balas Renita malas karena terus terang saja dia merasa tidak suka dengan gaya wanita itu yang terlihat manja pada Anggara.


"kamu mau sarapan Anggara?" tanya Paula.


"iya" sahut Anggara.


"oh, kalau begitu sama aku juga.ayo, gabung semeja dengan aku Anggara" ajak Paula Dengan wajah semringah nya tangan nya hendak meraih lengan Anggara tapi dengan cepat di tepis pelan oleh Renita Membuat mata Anggara melebar begitu juga Paula.


"tidak,terima kasih kami mau makan hanya berdua saja tanpa ada gangguan" sahut Renita datar


Lalu menarik tangan Anggara ke tempat prasmanan.


"permisi" ucap Renita dan berlalu dari hadapan paula dengan menggenggam tangan kekar Anggara.pria itu hanya tersenyum tipis mengikuti gadis nya.


"maaf ya paula" ucap Anggara


"oh iya, no problem" sahut Paula tersenyum kecut sambil mengacungkan satu jempol nya ke arah Anggara.


"sudah, nggak usah tebar pesona terus sih!" ucap Renita melirik tajam ke arah Anggara.


"iya sayang.. nggak tebar pesona pun, aku ini memang sudah mempesona setiap gadis yang melihat ku" dengan pedenya Anggara berucap sambil menegakkan krah kemejanya.


"issh,pede kali kamu"gumam Renita mereka pun sibuk memilih menu yang sudah tersedia di prasmanan dengan makanan yang menggoda selera.


setelah piring Renita dan Anggara sudah terisi dengan makanan yang mereka pilih, kedua sejoli itu pun melangkah ke arah meja yang di tuju.Renita memilih tempat yang kemarin dia duduki yang berada di sudut ruang Restoran tersebut. di ikuti oleh Anggara.tampak Anggara senyam senyum sendiri berjalan di samping Renita.gadis itu melirik sekilas ke arah Anggara.


"kenapa kamu senyam senyum sendiri ngga?" tanya Renita memicingkan matanya menatap Anggara.


"ah, tidak.kamu tuh nggemesin kalau sedang cemburu"


"apa? Aku cemburu? dengan siapa?" sahut Renita berkilah.


"menurut mu dengan siapa kamu cemburu sayang.." balas Anggara lembut.


"dengan wanita tadi? mm.. siapa tadi namanya?" tanya Renita dengan berapi-api.


Anggara mengulum senyum nya.


"Paula sayang.."


"oh, Paula namanya? seksi sih nggak nyangka selera kamu mantap juga ya" sarkas nya seraya memasukkan sayuran capcay ke dalam mulutnya.


"makanan kali selera,kamu ini ngomong apa sih Ren, Paula itu teman kuliah ku satu tingkat di atas ku sewaktu di Victoria Australi dan sempat akrab di sana. nah, sewaktu kembali ke Indonesia dia meminta pekerjaan pada ku, kebetulan usaha papah di bidang perhotelan belum ada yang memimpin khusus nya di Indonesia.jadi aku mengajukan Paula untuk membantu papah di perusahaan papah yang bergerak di bidang perhotelan Paula di sambut baik oleh papah dan ternyata kinerja paula bagus.jadi seperti itu cerita nya sayang..dan sekarang kebetulan Paula sedang ada di Bandung sedang meninjau hotel kami yang ada di kota Bandung termasuk hotel ini juga gitu deh" jelas Anggara panjang lebar.

__ADS_1


Renita terdiam sejenak dia tidak tahu kalau hotel mewah tempat dia menginap ini adalah milik perusahaan keluarga Subianto dan dia tidak mengetahui setajir apa keluarga Subianto ini.


"Renita sayang?" Anggara menegur Renita yang terlihat seperti orang bingung alias bengong.


khemm!. Renita berdehem menutupi kecanggungan nya.


"oh,kakak kelas toh, hanya kakak kelas atau pernah menjalin hubungan?" tanya Renita langsung dan santai tepat nya berusaha santai tapi tidak dengan hati nya.


"tidak ada hubungan apapun aku dengan Paula, murni hanya berteman"


"benarkah? apa ada di dunia ini seorang lelaki dan perempuan berteman tanpa ada percikan api rasa di antara nya? kamu pasti sadar itu Anggara.. karena sepertinya Paula menganggap mu tidak hanya sekedar teman saja, jelas sekali dari sikap nya"


Anggara tergelak merespon ucapan Renita.


"kamu ini, cemburu boleh, aku suka. berarti kamu mencintai aku, tapi jangan cemburu tanpa alasan"


"Anggara, aku ini wanita jadi tahu tatapan Paula pada mu itu tatapan penuh cinta dan ya!! aku memang cemburu Anggara!" jelas Renita sedikit menaikan suara kemudian memalingkan wajahnya ke arah lain.


Anggara terdiam sesaat menatap lekat wajah cantik Renita gadis jelita yang telah menawan hati nya tanpa kompromi lagi.


"sudah lah,buang pikiran mu yang membuat tidak nyaman pikiran mu itu ya" bujuk Anggara.


Renita kembali menatap Anggara.


"tapi aku nggak suka kamu terlihat akrab dengan wanita itu"


"baik lah,iya aku mengerti. aku akan jaga sikap ku oke?" Anggara mengalah agar Renita tenang dan tidak cemburu.


Renita meletakkan sendok dan garpu diatas piring nya dan mendorong sedikit piring tersebut


menenggak sedikit segelas air putih untuk membasahi tenggorokan nya.


kemudian gadis itu berdiri, mendorong sedikit kursi yang dia duduki kebelakang.


"mau kemana kamu?" tanya Anggara bingung.


"aku mau ke tempat seminar" sahut Renita datar.


Anggara melihat jam yang melingkar di tangan nya.


"sepuluh menit lagi Ren"


"aku mau menyiapkan materi dulu"


"itu, makan mu tidak di habis kan?"

__ADS_1


Anggara melihat Renita tidak menghabiskan sarapan nya.


"aku sudah tidak berselera"


"kebiasaan kamu, makan selalu tidak habis kalau bad mood dikit"keluh Anggara."sayang Ren makanan selalu kamu buang begitu mubazir" kemudian Anggara berdiri mendekati Renita dan memegang kedua bahu gadis itu dengan lembut.


"duduk dulu ya, habiskan sarapan mu dulu.. baru kamu pergi ke ruang seminar dengan perut yang sudah kenyang"Anggara mendudukkan kembali Renita di kursi tersebut dan menarik piring Renita ke hadapan nya yang masih terisi makanan yang masih banyak itu karena Renita baru sedikit menyentuh nya.


dan akhirnya dengan meruncing kan bibinya seperti anak kecil yang sedang di bujug, Renita menurut saja apa yang di katakan Anggara.


kembali duduk, lalu memakan kembali sarapan nya.


senyuman manis terulas di wajah tampan Anggara. melihat sikap Renita yang sedang cemburu terlihat sangat manis di matanya Anggara.


"nah, sudah habis, sudah ya, aku mau ke ruang seminar"


"baik lah silakan calon istri ku"


ucap Anggara dengan nada menggoda menatap nakal pada Renita.


"Anggara" Renita menatap horor pada Anggara wajah nya celingukan karena takut ada yang mendengar ucapan Anggara yang memang sedikit lantang.


Anggara tersenyum simpul menanggapi sikap Renita.


"kenapa kamu? malu?"


"issh, sudah ah.nggak ada habisnya bicara dengan mu.aku pergi dulu..Renita menahan ucapan nya lalu mendekati Anggara lalu sedikit membungkuk kan badannya mendekatkan wajahnya ke telinga Anggara. bola mata Anggara yang mengikuti gerakan Renita bingung melihat Renita mendekatkan wajahnya ke arah nya dan..


"calon imam ku yang ganteng yang selalu jadi rebutan para gadis" bisik Renita membuat pria itu tersenyum lebar.dan ketika Renita hendak menegakkan tubuhnya kembali.


dengan cepat Anggara mencuri kecupan ringan di pipi gadis nya itu.


cup


"Anggara!" protes Renita menatap horor Anggara.


sedangkan yang di tatap hanya nyengir tanpa dosa.


Renita pergi dengan wajah merona.


Anggara tertawa kecil melihat reaksi Renita.


dan interaksi mereka berdua tak luput dari perhatian sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan dengan wajah yang menegang.


*

__ADS_1


to be continued..


Like,comen n vote nya selalu author tunggu yaa.. 😊❤️❤️❤️


__ADS_2