Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
hari pertama.


__ADS_3

mendengar kehebohan Sela yang berteriak memanggil nama Renita membuat Adam dan Johan yang sedang berbicara terpaksa mengehentikan pembicaraan mereka yang bisa di bilang tidak terlalu serius tapi tetap ada yang Adam tanyakan pada Johan. Adam melihat istrinya berjalan cepat mendekati Renita dan memeluk adik perempuan nya yang sangat dia sayangi dan sangat dia khawatir kan akhir-akhir ini.


"Ya Tuhan Renita... kamu baik-baik saja kan?!" Sela memeluk erat tubuh adik ipar nya itu, bertanya dengan nada yang terdengar sangat khawatir. bagaimana tidak khawatir coba, setelah akad nikah Renita dan Anggara menghilang dari acara resepsi selama tiga hari di tambah lagi, ponsel kedua nya tidak ada yang bisa di hubungi alias di matikan. dan itu memang sengaja Anggara lakukan. karena tidak mau ada yang menggangu malam pertama nya dengan Renita, sekaligus melepas kerinduan yang amat sangat, selama dia pergi ke Singapura.


"aku baik-baik saja mbak"


ucap Renita di tengah pelukan sela


dan sela melepaskan pelukannya pada Renita namun kedua tangan nya masih di letakkan di kedua bahu Renita.bola mata Sela bergerak memindai ke seluruh tubuh Renita. seolah berkata apakah ada yang berkurang atau sesuatu terjadi pada tubuh Renita. Sela sedikit menggoyang kan tubuh Renita ke kanan dan kiri seperti gerakan meneliti keadaan tubuh Renita. setelah yakin tidak ada yang berkurang pada diri Renita, pandangan wanita berusia tiga puluh enam tahun itu beralih ke arah Anggara yang berdiri tak jauh di belakang tubuh Renita. Anggara hanya tersenyum tipis dan sedikit mengangguk kan kepala nya pada Sela tanda menghargai kakak ipar sang istri. sedangkan Sela hanya menekuk bibir nya kebawah melihat sikap tenang Anggara.


menurut Sela Anggara seperti penjahat wanita yang melarikan seorang gadis dan baru kembali setelah puas.


"ayo Ren, masuk yuk, pasti kamu LELAH dan LAPAR!"


tanpa menghiraukan Anggara Sela merangkul bahu Renita mengajak Renita untuk masuk ke dalam rumah , setelah berucap dengan sengaja menekan kata lelah dan lapar. karena jujur saja Sela sangat dongkol dengan cara Anggara yang seenaknya membawa Renita tanpa sepengetahuan kedua keluarga mereka yang otomatis kalang kabut mencari keberadaan sepasang pengantin baru itu. walaupun Anggara dan Renita sudah menjadi sepasang yang halal tapi tetap saja cara Anggara itu tidak di benarkan pikir Sela seperti itu. maka itu sekarang dirinya sangat kesal melihat Anggara.


Adam hanya diam melihat tingkah istrinya itu yang terlihat sangat menyayangi Renita,adik perempuan satu satunya.


sementara Anggara mengerti sikap Sela seperti itu yang nampak sekali marah kepada dirinya. menatap sendu melihat istrinya di tarik masuk oleh sela kedalam rumah


Adam.


setelah kedua wanita itu pergi kini tinggal lah Adam dan Anggara masih berdiri di luar sementara Johan memilih mengundurkan diri pergi dari rumah Adam setelah mengeluarkan satu tas yang terbuat dari bahan parasut yang tidak terlalu besar, berisi pakaian kotor kedua majikan nya itu.


"apa kamu menikmati bulan madu mu Anggara?"


suara Bariton Adam menyapa Anggara langsung mengeluarkan kata-kata yang bisa di bilang membuat Anggara merasa malu


tapi sebenarnya maksud perkataan Adam itu seperti sebuah teguran sekaligus sindiran atas sikap impulsif Anggara.


lelaki tampan bernetra biru itu hanya tersenyum canggung, menggaruk kening nya yang sebenarnya tidak gatal, mendadak sekarang menjadi gatal.


"maaf mas"


Hanya itu yang terucap dari lisan Anggara. dia tahu cara nya tidak benar.


Adam diam sejenak mata elang nya menatap lurus pada Anggara


ada senyum samar tercipta di sudut bibir tebal nya. sedetik kemudian pria berkulit sawo matang berhidung mancung, berjambang tips khas wajah timur tengah itu hanya menggeleng kan kepala nya.


"apa kamu tidak sebegitu sabar nya hingga membawa pergi Renita di tengah acara pernikahan mu sendiri? aku tahu Renita sudah sah menjadi istri mu, jadi aku membiarkan kamu membawa Renita


tapi tidak seperti itu caranya Anggara" ucap Adam dengan nada tenang tapi sepertinya malah membuat Anggara bergidik.


dan memang wibawa kakak ipar nya yang satu ini tidak terbantahkan.


Anggara sangat segan dengan sosok Adam.


"maaf kan atas sikap saya yang tidak pantas mas" sesal Anggara.


memang benar, Renita sekarang sudah menjadi istri nya dan sudah menjadi tanggung jawab nya tapi tetap saja segala nya ada aturan yang harus dia patuhi dalam lingkungan keluarga nya.


karena rasa rindu nya pada Renita dan segala apa yang terjadi yang menimpa dirinya selama empat hari di Singapura menjadi dirinya kalap karena rindu yang sudah membuncah,


di saat melihat sosok wanita cantik pada saat itu berbalut baju pengantin kebaya putih tulang dengan hiasan berlian bertabur di setiap jengkal kebaya pengantin yang membalut tubuh sintal seorang Renita Khadijah, dengan wajah sembab karena mungkin terlalu banyak menangis , dan dia tahu tangisan itu untuk dirinya antara bahagia dan terasa sesak di dadanya dia rasakan kala itu, karena sudah membuat gadis pujaan hati nya itu menangis karena dirinya karena dia tahu itu, bukan tangisan bahagia tapi tangisan yang menyakiti setiap sisi ruang hati gadis cantik pujaan hati nya. yang sekarang sudah menjadi milik nya seutuhnya.


"sudah lah, sekarang ayo masuk, kamu pasti belum makan"


ajak Adam yang di angguki oleh Anggara. lalu kedua lelaki tampan beda usia itu melangkah masuk menyusul istri mereka masing-masing yang sedang duduk di ruang tengah, nampak nya asik ngobrol


Anggara memperhatikan wajah sang istri yang sedang ngobrol dengan Sela, entah apa yang mereka bicarakan tapi yang jelas Anggara melihat wajah istrinya itu merona di tengah pembicaraan nya bersama sela. Anggara yakin pasti kakak ipar nya itu sedang kepoin seputar malam pertama nya bersama Renita.


"kheem!!" Anggara berdehem sengaja untuk menghentikan Sela yang terus memberondong pertanyaan absurd pada Renita.


dia tahu istrinya itu sudah tak nyaman dengan segala pertanyaan yang di ajukan oleh Sela.

__ADS_1


kedua wanita cantik itu pun menoleh ke arah kedua pria tampan yang sudah berdiri di depan mereka.


"sweaty, biarkan Renita dan Anggara membersihkan badan mereka dulu, setelah itu kita makan malam bersama" titah Adam pada istrinya.


"oh,baik lah. sana Ren, kamu istirahat dan bersih kan badan kalian dulu biar fresh"


Renita berdiri dari duduknya


"baik mbak,mas. kalau begitu aku pamit mau bebersih dulu"


pamit Renita pada kedua orang terkasih nya itu.


begitu juga dengan Anggara setelah pamit dia pun mengikuti langkah istri nya menuju kamar yang dia akan tempati untuk beberapa hari kedepan bersama istri nya di rumah Adam untuk sementara.


karena begitu peraturan nya iya kan?


tidak etis rasanya kalau dia langsung keluar dari rumah yang menjadi tempat bernaung sang istri


begitu saja setelah menikah. jadi dia akan mengikuti aturan kan?


"ini kamar mu sayang?"


tanya Anggara setelah mereka berdua sudah berada di kamar sang istri. sebuah kamar bisa di bilang tidak terlalu besar namun terlihat sangat bersih dan nyaman dan satu lagi aroma mawar yang menguar di dalam ruangan kamar menjadi harum khas kamar ini dan Anggara menyukai dan kamar ini akan menjadi kamar nya juga, bersama istrinya selama dia berada di sini.


Anggara tidak menyadari kalau istri nya sudah masuk kedalam kamar mandi, karena dia terlalu fokus meneliti, mengagumi kamar sang istri


'ternyata kamar istri ku sudah mencerminkan orang nya dan aku sudah merasakan nya bagaimana istri nya merawat tubuh nya yang sama bersih nya dan wangi..oh astaga


hanya berpikir seperti itu saja, membuat pusaka ku menggeliat


astaga Renita sayang.. kamu benar-benar sudah membuat diri ku


mabuk kepayang sayang'


Anggara merutuki dirinya dalam hati nya mengumpat karena memikirkan sesuatu tentang istrinya membuat otak mesum nya bekerja dengan cepat menciptakan reaksi pada pusaka keramat nya.


pintu kamar mandi terbuka, Renita melangkah keluar dari balik pintu kamar mandi.


"kamu kenapa bang?"


lamunan mesum Anggara buyar karena suara feminim menyapa pendengaran nya dan kali ini otak mesum nya seperti nya akan dia realisasikan. karena saat ini bukan nya menjawab pertanyaan istrinya


Anggara malah diam membeku karena terpesona dengan makhluk cantik nan seksi yang ada di hadapan nya. tatapan nya seperti ingin memangsa istri nya bagaimana tidak,dia melihat Renita keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas dada dengan rambut yang terlihat setengah kering terurai kedepan terlampir di pundak putih sang istri. Anggara berjalan pelan mendekati Renita tatapan nya tak putus pada wajah dan tubuh sang istri yang sekarang ini sangat menggoda nya


membuat sesuatu di dalam celana nya membesar, menyesakan minta di lepas dari sarang nya.


"bang?" ucap Renita pelan berjalan mundur karena suami nya itu terus berjalan maju mendekati dirinya dengan tatapan yang... membuat Renita berdebar tak karuan karena Renita tahu dan hafal apa arti dari tatapan itu karena selama tiga hari dirinya di kurung tanpa keluar kemana-mana Renita menjadi hafal prilaku suami nya bila sedang ingin membajak dirinya.


dan ketika tinggal beberapa centi lagi jarak dirinya dengan suaminya,Renita mengulurkan satu tangannya ke dada bidang Anggara, untuk menahan tubuh tegap itu untuk tidak lebih dekat dengan dirinya.


"Abang m_mau ngapain ha?"


tanya Renita menatap horor pada pria mesum yang ada di hadapan nya sekarang ini yang sayang nya sangat tampan, dan pria mesum itu sudah menjadi suami nya.


"aku mau bajak kamu sayang, mau ya?" bujuk Anggara memasang wajah mesum sekaligus memelas sambil satu tangan nya menggenggam satu tangan Renita yang ada di dadanya


"issh, kamu nggak ada puas nya sih bang, nggak ah! kita udah di tunggu mas Adam dan mbak sela untuk makan malam bersama"


Renita menolak ajakan suami nya


walaupun dia tahu suaminya itu sedang di ujung hasrat nya


"sebentar sayang, aku akan bermain cepat. aku sudah tidak tahan nih. tuh liat pusaka milik ku yang kamu sudah rasakan ini sudah ingin lepas dari sangkar nya mencari sarung hangat nya" ucap Anggara tanpa beban. tentu saja ucapan Anggara yang terdengar absurd namun fulgar itu memang wajah Renita merona merah karena malu mendengar ucapan mesum yang di ucapkan oleh suami nya tanpa rasa malu.


tak ayal Renita mengikuti arah pandang suatu ke sesuatu yang sudah mengembung tercetak jelas di balik celana training yang Anggara pakai karena memang Anggara hanya memakai celana training bewarna Abu, dengan t-shirt pres body bewarna senada hingga mencetak otot di tubuh atletis nya dengan jaket denim bewarna biru, sebagai pelengkap sungguh tampan dan menawan dan itu membuat Anggara terlihat lebih muda dan fresh dari usia nya. Renita menelan Saliva nya susah payah karena pesona suami nya yang tak ada berkurang nya.

__ADS_1


"nggak! aku yakin tidak akan ada pembajakan yang singkat"


dengan rasa malu yang luar biasa Renita terpaksa menimpali ucapan mesum suami nya itu.


"nggak, sebentar kok. aku janji"


Renita Memandangi wajah suaminya yang terlihat sudah sangat berhasrat dia tahu tidak akan baik kalau sudah begini jika keinginan suaminya itu tidak tersampaikan dan akhirnya nya Renita mengangguk pelan.


melihat itu Anggara senang bukan main dengan senyuman lebar menghiasi wajah nya.


tak mau menunda lama, Anggara langsung membopong tubuh istrinya yang hanya terbalut handuk hingga memudahkan dirinya untuk melepas kan handuk itu melempar nya ke sembarang tempat membuat mata Renita membola sempurna refleks saja Renita menjerit kaget dan langsung di bungkam oleh bibir tipis Anggara untuk meredam teriakan istri nya . Anggara membaringkan tubuh sintal sang istri ke ranjang berukuran Quinsize dengan sangat hati-hati dengan bibir mereka yang tidak terlepas masih saling menyesap. Renita langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh polos nya.


"jangan di tutupi sayang"


Anggara dengan gemas menarik kembali selimut yang di raih oleh Renita untuk menutupi tubuh polos istri nya.


"malu" lirih Renita menatap sayu Anggara.


pria itu terkekeh pelan lalu mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya dengan nafas yang memburu karena gairah.


"malu dari mana? kan aku sudah tahu semuanya tubuh mu sayang, dan bahkan sudah aku rasakan


senikmat apa tubuh ini" ucap Anggara pelan dengan suara yang sudah memberat sementara satu tangan nya meremas dua buah benda kenyal milik istri nya dengan lembut. hingga membuat sang empunya mengerang syahdu.


"ahh"


Anggara tersenyum melihat tubuh istrinya merespon sentuhan nya.


dan seperti yang di janjikan Anggara,dia membajak lembah kenikmatan istri nya dengan waktu yang cepat dan tepat serta nikmat


dengan segala aksi nya yang sangat lihai, Anggara berhasil membawa istrinya merasakan kenikmatan dunia yang kini dia bisa nikmati kapan saja tanpa takut dosa karena semua nya yang ada di tubuh seorang wanita cantik bernama Renita Khadijah sudah halal bagi Anggara.


*


*


sudah dua hari Anggara tinggal di rumah Adam bersama istri nya.


dan hari ini hari pertama buat Renita kembali masuk untuk mengajar di kampus milik yayasan Handersson berstatus istri dari Anggara. mobil Pajero sport bewarna hitam yang di Kendarai oleh Anggara membawa serta Renita, masuk ke dalam parkiran khusus untuk para dosen. setelah


Anggara memarkir kan Mobil nya dengan sempurna, dan ketika hendak turun dari mobil tersebut Renita mencekal lengan kekar suami nya itu.


"kenapa sayang?" tanya Anggara bingung


"aku duluan ya turun nya, nanti kalau aku sudah berada di lorong gedung tiga kamu baru turun"


alis Anggara saling bertaut karena permintaan istrinya yang menurutnya aneh?


"lho kok gitu? kamu malu?" tebak Anggara


Renita mengangguk pelan dengan tatapan memohon.


Anggara terdiam menatap lekat wajah istrinya.lalu sedetik kemudian dia turun dari mobil seolah mengabaikan permintaan istri nya berjalan mengitari depan mobil nya


ke pintu mobil sisi sebelah kiri dan membuka nya.


"ayo keluar cepat, apa perlu aku gendong kamu?" Anggara kini berdiri di sebelah pintu mobil nya di mana istri nya duduk di dalam nya dengan menatap kaget sekaligus takut karena netra biru itu menatap tajam Renita.


"i_iya, aku turun dan aku bisa jalan sendiri tidak perlu kamu gendong!" ucap Renita dengan bibir yang mengurucut alias manyun Lima senti.karena sikap Anggara yang maksa bin nekad. dengan terpaksa Renita turun dari mobil suami nya dengan wajah celingukan khawatir entah apa yang di khawatirkan oleh Renita sekarang. itu, membuat Anggara gemas.setelah Renita sudah keluar dari mobil tersebut


Anggara langsung menarik tangan istrinya dan menggenggam erat tangan mungil itu lalu dengan santai nya menarik langkah Renita agar berjalan beriringan dengan dirinya.


bisa Anggara rasakan tangan istrinya terasa dingin dan berkeringat. hingga membuat Anggara menghentikan langkahnya dan menatap ke arah istrinya.


*

__ADS_1


TBC..


__ADS_2