
kekesalan Anggara memuncak saat Miela dengan kurang ajar nya berteriak memanggil namanya
sumpah demi apapun Anggara tidak sudi namanya di teriakan oleh wanita semacam Miela, wanita yang tidak pernah Anggara tahu apalagi mengenal nya.Miela hanya orang asing yang di bawa ke rumah nya oleh Tante nya Verra.
Anggara berbalik arah menatap dingin Miela tanpa melepaskan rangkulan tangan nya pada bahu Renita.
"dari awal kalau saja aku tidak menghargai Tante Verra, aku sudah mengusir mu! tapi ternyata kau memang tidak bisa di kasih hati, malah tambah kurang ajar! siapa kau ha?? apa hubungan mu pada keluarga ini?! dengan beraninya kau bersikap tidak pantas dan mengganggu kenyamanan ku dan rumah ini!" sembur Anggara dengan wajah merah padam.
Miela pucat pasi,malu, gugup itu yang sedang dia rasakan sekarang.
dengan menebalkan muka nya Miela melangkah maju mendekati Anggara walaupun tubuh nya gemetar menahan marahnya dan rasa malunya.
"Anggara kenapa bicara mu kejam sekali, apa salah ku? aku hanya ingin kamu melihat diri ku" ucap Miela dengan tak tahu malu nya.
tangan Anggara mengepal sempurna wajah nya menegang menggeleng tak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Miela.
"jala*Ng! tak tahu malu!!" ucap Anggara, mulut nya sudah tidak ada filter nya
membuat Miela terhenyak mendengar ucapan Anggara
"apa kamu bilang Anggara?! jal*Ng?"
Renita pun sama terkejutnya mendengar ucapan Anggara tadi dia menatap tajam pada Anggara dan menepis tangan Anggara dari bahunya.
"kamu selesaikan dulu urusan mu, aku muak lihat nya" ucap Renita pelan namun ada rasa kesal di situ.
Anggara sejenak diam dan menoleh pada Renita dengan tatapan lembut padahal baru saja menatap nyalang pada Miela.
"sayang, kamu mau kemana?" tanya Anggara melihat Renita berjalan keluar rumah, mengabaikan panggilan Anggara.sudah ada mobil yang menunggu di depan rumah Anggara dengan pak sokip supir pribadi Anggara yang sudah standby
di dalam mobil untuk mengantar kan Anggara dan Yusuf ke bandara.
Renita masuk ke dalam mobil itu, menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil menghela nafasnya berat.
tak pernah dia pikirkan hidup nya akan serepot ini dengan Anggara pria yang usianya lebih muda dari diri nya, tampan,kaya bahkan lebih dari kaya, pria itu seorang bilyuner
__ADS_1
wanita mana yang tidak mau melempar kan dirinya dengan suka rela pada pria itu, tapi tidak ada satupun wanita yang Anggara pilih
padahal wanita yang mendekati Anggara adalah wanita yang bukan kaleng-kaleng mereka cantik, dan punya daya tarik tersendiri tapi kenapa Anggara harus memilih dirinya? apa yang di lihat Anggara dari dirinya? wanita yang lebih tua usia nya empat tahun dari Anggara, wanita dari kalangan biasa saja.
entah lah apa bisa dirinya di bilang wanita yang sangat beruntung? Renita sedang berperang dengan akal dan perasaan nya.memikirkannny saja Renita merasa sakit kepala.
apa kah keputusan nya untuk hidup berumah tangga dengan Anggara adalah keputusan yang tepat? tapi lihat sekarang ini? belum juga dirinya melangkah ke pase selanjutnya dengan Anggara tapi kehidupan pria itu yang selalu di inginkan oleh banyak wanita, membuat Renita semakin lama semakin tak percaya diri dengan kelayakan nya menjadi wanita satu-satunya yang mendampingi hidup Anggara pria tampan nan rupawan dengan segala kelebihan nya.
pintu mobil terbuka, Yusuf masuk ke dalam mobil, duduk di bangku depan di samping pak sokip.tak lama di ikuti Anggara membuka pintu mobil, masuk ke dalam mobil tersebut, duduk di sebelah Renita yang langsung meraih pinggang gadis itu agar mendekat ke tubuh Anggara.mata Renita membola menatap horor pada Anggara dan pria itu hanya tersenyum melihat tingkah Renita.
"jalan pak" ucap Yusuf memerintahkan agar pak sokip menjalankan mobilnya
mobil itu pun melaju meninggalkan pekarangan rumah keluarga Subianto.
"maafkan aku sayang"
"untuk apa kamu minta maaf?"
"karena membuat mu marah"
"kamu nggak marah?" tanya Anggara memiringkan wajahnya karena ingin melihat ekspresi wajah Renita.
"kalau kamu maksud aku marah karena perempuan tadi, seperti nya sia-sia saja, karena aku yakin masih banyak lagi kejadian seperti ini kedepannya jadi, seperti nya aku siap-siap menebalkan perasaan ku"
ucap Renita pelan matanya menatap lurus ke depan tanpa melihat wajah Anggara yang sangat dekat dengan wajah nya. bisa Anggara lihat genangan air mata yang siap tumpah di bingkai mata indah milik Juwita hati nya dan itu sangat menyesakan dada Anggara.hatinya terasa teremas sakit,ya, rasanya sangat sakit Anggara rasakan melihat Juwita hati nya menahan kekecewaan nya tanpa ingin di ketahui oleh dirinya.
Anggara menarik tubuh kecil Renita ke dalam dekapan tubuh nya yang besar.rasa hangat kini yang Renita rasakan yang akhirnya tak tahan rasanya untuk tidak menumpahkan, buliran bening yang sedari tadi dia tahan.bisa Anggara rasakan tubuh Renita yang sedikit bergetar karena tangisnya pecah juga.Anggara hanya bisa mengerat kan pelukan nya ingin ikut merasakan apa yang sedang di rasakan oleh Juwita hati nya dengan mengecup berulang kali pucuk rambut milik Renita seolah memberikan ketenangan pada Renita.
sudah beberapa menit Renita dalam dekapan hangat tubuh besar Anggara. sudah merasa mengendalikan emosi nya, Renita kemudian melepaskan diri nya dari dekapan Anggara.ada rasa canggung mendera dirinya karena baru menyadari kalau di dalam mobil itu ada dua orang lagi yang satu mobil selain dirinya dan Anggara. wajah Renita merona karena itu Anggara pun yang mengerti itu, hanya mengulum senyum nya tapi itu tak lama karena melihat Renita menatap dirinya dengan wajah yang serius memandang dirinya lekat.
"ada apa sayang?" tanya Anggara satu tangan nya merapikan anak rambut milik Renita yang sedikit menutupi sebagian wajah Renita
"bang"
"HM?"
__ADS_1
Renita menggigit bibir bawahnya untuk menutupi kegugupannya dan itu memancing reaksi lain pada Anggara.
"sayang, kamu jangan menggodaku di saat seperti ini" ucap Anggara lirih berbisik di telinga Renita
"menggoda?"
"HM"
"serius Abang... aku mau bicara serius" sungut Renita
Anggara Terkekeh halus
"iya,iya.. ayo kita serius" Anggara akhirnya menghentikan tawanya nya dan ikut memasang wajah serius menatap lekat wajah Renita
Renita menelan ludah nya susah payah karena tatapan Anggara menjadi seperti menghujam jantung nya dengan netra biru nya.
"ayo sayang, apa yang akan kamu katakan" ucap Anggara sudah tidak sabar tapi Renita masih saja diam.
menyadari hal itu Renita langsung menegakkan tubuh nya sedikit berputar untuk menghadap ke arah Anggara.
"bang"
"iya sayang.." sahut Anggara lembut dengan tangan kanan nya yang terus membelai rambut ikal nan legam milik Renita. Anggara sangat menyukai rambut ikal Renita dengan wangi nya membuat Anggara tenang bagaikan morfin di kala menghidu aroma dari rambut milik Renita.
"apa kamu kamu sudah pikir kan dengan yakin untuk menikah dengan ku?"
Anggara kaget dengan pertanyaan Renita yang seperti itu.
"maksud mu apa sayang?" tanya Anggara lagi bingung
"apa kamu yakin menikah dengan wanita seperti aku ini? jangan sampai kamu menyesali keputusan mu yang mungkin terburu-buru ini secara kamu belum lama mengenal ku"
Anggara menghentikan tangan nya yang ada di rambut Renita menautkan kedua alisnya menatap aneh pada Renita.
*
__ADS_1
TBC..