
suara gemericik air yang kini di dengar oleh Anggara Dari arah dalam kamar mandi yang di mana gadis cantik yang sekarang sudah menjadi milik nya secara halal. suara gemericik air yang mengalir
menjadi kan seolah seperti suara genderang perang yang bertalu-talu menggedor pertahanan hasrat nya sedikit demi sedikit. Anggara sebenarnya mengerti semua keadaan yang sudah dia dan Renita lalui seharian ini. hari-hari yang membuat kekasih hati nya itu tertekan karena dirinya karena itu tanpa mengulur waktu, setelah acara pernikahan nya usai, Anggara langsung membawa Renita dari acara pernikahan nya ke tempat yang lebih tenang tapi kenyataannya tidak, karena saat ini keadaan Anggara bukanya tenang tapi..
ah ,mana mungkin bisa tenang, membawa seorang gadis cantik, yang sudah halal bagi nya ke kamar hotel dan sekarang sedang berada di dalam kamar mandi membayangkan saja sudah membuat sesuatu di bawah sana milik nya perlahan menggeliat dan berdenyut ngilu
Padahal kalau di lihat kondisi tubuh dan pikiran Anggara sekarang ini, benar-benar dalam keadaan lelah tapi.. seperti nya itu tidak menyurutkan hasratnya sebagai lelaki normal timbul. pria berperawakan tinggi tegap itu berjalan ke arah sofa di mana jas, serta celana panjang bahan bewarna putih gading tersampir di badan sofa, Anggara meraih sesuatu dari saku jas nya sebungkus rokok bewarna hitam berlogo angka 1,2,3.setelah itu melangkah ke arah balkon dengan sebungkus rokok di genggaman nya.
sreettt
pintu kaca yang mengarah kan pada balkon Anggara tarik dan terbuka lebar di ambil nya satu batang rokok dari bungkus itu, lalu di arah kan korek Zippo pada sebatang rokok yang sudah terselip di bibir tipis nya.
cting!
suara patikan korek Zippo memecah kesunyian malam menyemburkan api kecil membakar benda yang mengandung nikotin tersebut.
huuufh.. fpuuhhh!
Anggara menghisap dalam-dalam rokok tersebut lalu menghembuskan asap nya ke udara
Cklek.
pintu kamar mandi perlahan terbuka, Renita keluar dari balik pintu kamar mandi dengan hanya memakai kimono handuk sebatas atas lutut dengan rambut yang masih basah.
Anggara yang sedang berdiri di balkon kamar hotel tidak menyadari Renita yang sudah selesai mandi lelaki itu sedang sibuk dengan pikiran dan rasa yang sedang dia kendalikan saat ini. penampilan Anggara saat ini yang hanya memakai celana kolor bahan bewarna biru malam, bertelanjang dada, sambil menghisap rokok. sepasang mata jeli bernetra biru itu memandang lurus ke depan gedung tinggi mencakar langit serta gemerlap lampu kota menghiasi malam menggantikan cahaya bintang yang tertutup awan hitam di langit, udara yang pengap ya, seperti nya langit kota Jakarta mendung mungkin sebentar lagi akan hujan sehingga angin pun tidak di rasakan oleh Anggara panas, udara menjadi panas karena pengap seperti tubuh nya yang sekarang juga panas tapi bukan karena cuaca melainkan karena sesuatu hal yang sedang terbentuk di dalam pikiran Anggara menjadi sesuatu yang bergejolak di dalam tubuh nya sehingga darah nya mengalir lebih cepat.
"bang" suara lembut Renita menyapa pendengaran Anggara dan membuat pria tampan tinggi tegap itu berbalik badan seketika dengan rokok dengan asap mengepul, masih terjepit di antara jemari kokoh nya.
__ADS_1
"sayang, kamu sudah selesai mandi?" tanya Anggara basa-basi hanya untuk menetralkan hasrat nya yang sudah menggebu berusaha Santai. Anggara mematikan rokoknya dan menaruh batang rokok yang masih separoh itu ke dalam pot yang ada di sudut balkon. lalu berjalan perlahan mendekati sang istri yang berdiri gelisah memandang lekat wajah tampan suami nya. Anggara tersenyum tipis melihat tingkah istrinya yang nampak gelisah. dan ketika Anggara sudah benar-benar berdiri di hadapan istri nya satu tangan nya terulur menyentuh dagu istri nya karena spontan gadis itu memalingkan wajahnya.
' astaga Renita.. wajah Malu mu sangat menggoda' batin Anggara
sehingga kini mata keduanya saling mengunci.
"bang"
"HM?"
"kamu nggak bawa baju untuk ganti? aku nggak bawa karena kamu tadi langsung membawa aku kesini seperti orang kawin lari" ucap Renita wajah nya terlihat di tekuk karena kesal tidak ada baju untuk salin.
Anggara tersenyum licik menatap Renita.
"bagus dong kalau begitu, jadi kita nggak repot-repot lagi nanti toh, nanti juga di lepas juga baju nya"
mata Renita membola mendengar ucapan Anggara tenggorokan nya terasa kering Renita tidak bodoh yang tidak mengerti arti ucapan Anggara tadi.Renita tersadar akan keadaan, karena malam ini adalah malam pertama nya sebagai istri sah Anggara.
tubuh nya seketika meremang.
"apa maksud mu?"
sahut Renita tergagap.
Anggara terkekeh pelan suara nya terdengar sedikit serak dan demi apapun membuat batin Renita menjerit karena saat ini tubuh nya terasa bergetar. dan Anggara menyadari itu kontan saja pria itu sedikit membungkukkan badan tinggi nya agar wajah nya sejajar dengan istri nya dua tangan nya menangkup wajah cantik istri nya yang kini merona karena kegugupan nya.
"sayang" ucap Anggara seraya mengecup lembut bibir ranum Renita.
__ADS_1
cup
"kenapa kamu HM?"
"kenapa aku?" balik tanya Renita.
"kamu gugup sayang.. tenang ya?"
ucap Anggara lembut kemudian menarik tubuh Renita kedalam pelukannya dan mengecup lama pucuk rambut milik istri nya.
"aku sangat merindukanmu sayang.. maafkan aku yang telah membuat diri mu menangis" ucap Anggara lirih kemudian mengurai pelukan nya memandangi wajah istrinya yang terlihat sendu menatap nya mata besar nan indah itu berkaca-kaca menyusuri wajah Anggara dan tersenyum manis.
"aku juga sangat merindukanmu bang, tapi kamu jahat" Renita memukul manja dada bidang Anggara. dan pria itu hanya terkekeh pelan merespon sikap istri nya yang merajuk manja.
"maaf kan suami mu ini ya?" pinta Anggara memohon wajah nya di buat memelas. Renita menatap tajam suami nya. mendapatkan tatapan mata seperti itu membuat Anggara jadi was-was
"kamu tidak memaafkan Abang sayang?" tanya Anggara dengan nada cemas.
Renita tersenyum tipis jemari lentik nya meraba perlahan dada bidang suaminya membuat pria tampan berwajah bule itu menegang seolah menahan nafas nya.
"tidak segampang itu Abang ku sayang.. karena kamu sudah membuat aku menangis semalaman maka ada sangsi untuk mu"
"s_sangsi? maksud mu sayang sangsi apa?" Anggara merapatkan tubuhnya pada Renita merangkul mesra pinggang istri nya.
"sangsi tidak ada macam-macam malam ini, aku aku lelah ingin istirahat!" ketus Renita lalu melepas kan tangan Anggara yang melingkar di pinggang nya dan berjalan ke arah ranjang. sementara Anggara hanya tertegun sejenak melihat apa yang di Perbuat istri nya
'apa?!! tidak ada acara macam-macam malam ini?? tidak, big No! aku tidak akan membiarkan istri ku seenaknya begini tidak tahu kamu Renita? aku sudah tidak tahan, dan sudah menahan diri sedari tadi' teriak Anggara di dalam hati nya meratapi penderitaan nya.
__ADS_1
*
TBC..