Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
sejak aku memiliki mu.


__ADS_3

sehabis jam kelas, dan ini sudah waktunya jam makan siang Renita mengingat ada janji dengan sang suami untuk makan siang di hari pertama nya sebagai istri Anggara hari ini.


maka dengan langkah yang tergesa setelah meletakkan buku materi yang tadi dia bawa untuk mengajar di meja kerja nya. Renita bergegas menuju kantor di mana suami nya bekerja, entah mengapa selama ini dia tak pernah mengerti kalau suami nya memilih ngantor di kampus tempat dia mengajar, padahal ada gedung khusus, tepat nya kantor pusat yayasan Handersson yang lebih nyaman dan tentunya lebih besar dari pada yang ada di kampus ini. hanya sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, tetapi cukup bagus yang sekarang Anggara tempati untuk berkantor.


dan pasti nya itu sudah bisa di tebak, kenapa Anggara lebih memilih ngantor di kampus tempat Renita mengajar ya kan?


Renita sudah berjalan di lantai empat menuju ruang kantor sang suami. ketika sudah tinggal beberapa langkah akan sampai di ruangan tersebut, Renita mengerutkan dahinya menatap ke arah pintu kantor sang suami.


"pintu nya terbuka? apa ada tamu?" Renita bergumam pelan.


Renita melihat pintu ruangan itu terbuka lebar dengan pandangan tanda tanya. Renita terus melangkah dan ketika sudah berada di depan pintu dia tersenyum karena melihat


melihat sang suami tampan nya sedang berdiri tegak di tengah ruangan dengan wajah yang terlihat tegang? atau tepatnya seperti marah? entah lah Renita tak ambil pusing walaupun ada pertanyaan di hati nya dia terus masuk ke dalam


dan langsung menyapa dengan suara lembut nya tanpa menyadari apa yang sedang terjadi di ruangan tersebut.


"Selamat siang my hubby"


Anggara yang sama halnya tidak menyadari kedatangan istrinya karena masih terbawa emosi terkejut karena kedatangan istrinya


menyapa nya lembut seketika ada sesuatu yang hangat merasuk ke dalam jiwanya. dan refleks saja lelaki tampan itu tersenyum manis pada sang istri, berbeda sekali dengan wajah yang tadi dia tampil kan, wajah nya merah padam.


tanpa Renita sadari ada dua orang lelaki yang sangat dia kenal yaitu Rahman sang mertua, dan Yusuf yang juga berada di ruangan itu duduk di sebelah.


Renita juga sangat terkejut atas kedatangan sang mertua nya ke kantor suami nya apa lagi gesture tubuh yang mereka tampilkan seperti ada sesuatu yang menegangkan? itu yang bisa Renita tangkap dari keadaan yang ada di ruangan kerja suami nya.


tak lama setelah itu pun sang mertua dan Yusuf pamit setelah berceloteh absurd menurut Renita seperti itu apalagi kata terakhir suami nya yang seperti mengejek Yusuf apa maksud nya?


apa ada yang dia tidak ketahui? atau suami nya belum bercerita kalau memang itu sesuatu yang memang harus dia ketahui juga. akhirnya dengan rasa penasaran nya Renita memberanikan diri untuk bertanya pada suami nya.


"apa maksud kamu berkata seperti itu pada Yusuf bang? apa ada sesuatu yang tidak kamu ceritakan pada ku?"


Anggara yang baru saja mengantar kan Papah nya dan Yusuf sampai depan pintu ruangan kerja nya menoleh ke arah istrinya.


dengan menatap lekat wajah cantik sang istri, Anggara berjalan pelan mendekati istrinya tanpa memutuskan pandangan nya, alih-alih menjawab pertanyaan istrinya.


"a_apa aku salah bertanya?"


gumam Renita pelan karena melihat raut wajah suaminya yang seperti itu


dia pun berjalan mundur tepat nya ke arah sofa tunggal yang ada di belakang nya, perlahan mendudukkannya bokong nya di sofa tunggal empuk tersebut.


sementara Anggara terus maju mendekati Renita hingga sampai di depan sang istri lelaki tampan itu menjatuhkan beban tubuh nya ke arah Renita, dengan kedua tangan nya di tumpukan di sisi kanan dan kiri sofa tunggal yang di duduki Renita, alhasil Renita sedikit memundurkan tubuhnya kesandaran sofa agar tidak terlalu dekat wajah nya dengan wajah suaminya. yang seperti sedang mengungkungnya.


dan ketika dua pasang netra berbeda warna itu bertemu, hanya ada keheningan di antara kedua nya


Anggara dengan tatapan tak terbaca nya memandangi wajah istrinya sedang kan Renita menatap wajah tampan suami nya itu dengan pandangan bingung. ya tentu saja Renita bingung dengan sikap aneh suaminya.


"bang, kamu ini kenapa sih? awas minggir, ntar kalau ada yang datang malu liat kita begini"


karena melihat suaminya hanya diam dengan memandangi nya saja, Renita menjadi canggung lama-lama dia pun merentangkan kedua tangannya ke arah dada sang suami untuk menggeser tubuh keras sang suami yang mengungkung tubuh nya di atas sofa tunggal dan tentu saja tubuh tegap itu tidak bergeser sedikit pun dari hadapan nya membuat jantung Renita berdebar kencang dan salah tingkah.

__ADS_1


cup


sebuah kecupan yang cukup dalam di sematkan di kening istrinya oleh Anggara.


"aku kangen kamu sayang"


suara Anggara terdengar berat lalu tanpa bicara lagi dia tarik tubuh istrinya berdiri lalu setelah itu bergantian kini Anggara yang duduk di sofa tunggal itu, lalu menarik tubuh istrinya ke atas pangkuan nya.


"bang!!!"


Renita terkejut dengan gerakan cepat Anggara yang tidak terduga itu hingga membuat tubuh nya jatuh di atas pangkuan suami nya.


Anggara terkekeh geli melihat tingkah istrinya.


"bang lepas ah, kamu ini kenal sih?"


"kenapa emang aku HM? aku hanya sedang kangen dengan istri ku" lirih Anggara lalu mendesak kan wajah nya ke antara kedua benda bulat nan kenyal milik istri nya sesekali memberikan gigitan kecil pada benda kenyal tersebut yang masih terbungkus rapi dengan blouse putih atasan yang di pakai istri nya.


wajah Renita merona merah karena perlakuan Anggara yang seperti itu


ada rasa geli tapi hangat yang menjalar di seluruh tubuh nya.


"nyaman nya" gumam Anggara pelan wajah nya di gusal terus di kedua benda kenyal milik istri nya apa lagi aroma parfum mawar istri membuat dirinya candu.


"bang" ucap Renita pelan dan memberanikan diri untuk mengangkat satu tangan nya untuk membelai lembut rambut pirang suami nya yang seperti anak kecil yang sedang mencari kenyamanan di dadanya.


"aku sangat mencintai mu sayang, aku sangat mencintai mu Renita Khadijah" entah kenapa suara Anggara terdengar seperti orang yang sangat frustasi takut kehilangan.


wajah Renita merona karena ungkapan cinta sang suami walaupun sudah beberapa kali dia mendengar nya Dari mulut Anggara tapi tetap saja setiap kali Anggara mengucapkan kata Kramat itu dengan sangat penuh perasaan dan itu sukses membuat dirinya seakan terbuai, jantung nya berdebar tak karuan.


"aku juga mencintaimu suami ku"


dengan rasa yang malu-malu Renita membalas ungkapan cinta suami nya. Anggara mengangkat wajahnya dan menatap penuh cinta pada istri nya yang tengah dalam pangkuan nya.


"kalau begitu aku ingin ngebajak mu sayang"


plakk


tamparan pelan mendarat di pundak kanan Anggara.


"aduh! kok mukul sih sayang"


Anggara menunjuk kan wajah memelas nya.


"mesum!"


Renita memberikan tatapan tajam pada Anggara. wajah nya masih terlihat merona.


wajah memelas Anggara berubah dengan dengan wajah mesum menatap nakal istri nya pria itu tersenyum tanpa dosa.


"bukan mesum sayang... tapi kepengen kamu" bantah Anggara dengan istilah nya sendiri.

__ADS_1


"sama saja! kamu nggak sadar kita lagi di mana!"


Renita mengingat kan Anggara keberadaan mereka.


"aku tahu kita di mana sayang.. aku nggak amnesia kok"


"bagus kalau begitu, awas! aku mau turun kita kan katanya mau makan siang" Renita mencoba melepaskan diri nya dari pelukan suami nya dan turun dari pangkuan sang suami.


tapi Anggara malah tambah mengerat kan lingkaran tangan nya di pinggang ramping Renita Hingga untuk melepaskan diri saja Renita tidak bisa apalagi untuk bergerak.


"sebelum makan, aku ingin makan kamu dulu sayang" tanpa berdosa Anggara ingin merealisasikan keinginan nya dengan langsung menarik tengkuk leher istri nya lalu *****4* bibir ranum Renita, dan menyesap nya lembut bibir ranum Renita sejenak Renita kaget dengan serangan tiba-tiba Anggara. tapi sedetik kemudian dia membalas ciuman Anggara walaupun masih terlihat kaku tapi kelamaan seiring ritme yang di berikan suami nya Akhirnya Renita bisa belajar cepat dan mengimbangi permainan Anggara, membalas belitan daging tak bertulang milik Anggara du dalam rongga mulut nya. menyesap nya, menghisap nya, sesekali Anggara memberikan gigitan kecil pada bibir bawah istrinya. hingga des4han lolos dari mulut Renita.


dan ketika nafas Renita sudah tersengal, cumbuan Anggara berpindah ke ke leher jenjang nan mulus istrinya.menjilati nya seperti menjilati es krim hingga leher jenjang itu basah dengan saliva Anggara.


"ahhh..bang"


"iya sayang"


"su_sudah..ahh.."


"diam dan nikmati sayang.. aku kangen kamu"


suara Anggara sudah memberat sementara bibirnya terus menjelajah ke dua benda bulat nan kenyal milik istri nya yang masih aman di balik pakaian istri. walaupun begitu dia menggigit nya, sambil menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya di bagian dua gundukan itu.


hingga membuat Renita merasakan sensasi berjuta rasanya.


"tapi kita sedang di kantor kamu bang.. bagaimana kalau ada yang datang" Renita sangat khawatir walaupun dia akui, gairah nya sudah tersulut karena sentuhan sang suami.


"kita ke kamar pribadi ku sayang"


Anggara dengan sigap mengangkat tubuh mungil nan sintal istri nya ke sebuah ruangan yang cukup tersembunyi di balik ruangan yang berdiri rak-rak buku


mata Renita membola sempurna refleks kedua tangan di lingkar kan di leher kokoh suami karena takut terjatuh dan Renita sangat terkejut Anggara membawa dirinya ke sebuah ruangan yang mirip sebuah kamar yang lumayan luas, dengan ranjang empuk ukuran cukup orang dua.


"sejak kapan ada kamar di sini bang?" tanya Renita heran karena dia baru tahu ternyata ada ruang seperti kamar di balik rak-rak buku itu.


"sejak aku memiliki mu"


Renita melebar kan matanya karena penjelasan Anggara.


apa maksud nya kamar ini ada setelah Anggara memiliki dirinya? oh astaga mesumnya suami nya ini.


Renita merinding memikirkan nya.


Anggara terkekeh melihat respon istri nya.


"dan ternyata berguna kan sekarang ruangan ini sayang"


Anggara tersenyum iblis lalu tanpa bicara lagi merebahkan tubuh istrinya dengan lembut di atas ranjang tersebut lalu menindih nya, lalu satu persatu pakaian yang melekat pada tubuh sintal sang istri di lucuti hingga tak ada lagi sehelai benang pun melekat pada tubuh istrinya. setelah itu barulah Anggara melucuti pakaiannya sendiri hingga mereka berdua kini dalam keadaan polos. Renita refleks menyilang kan kedua tangan nya untuk menutupi tubuh bagian dadanya walaupun itu hanya perbuatan sia-sia belaka karena tentu tangan mungil Renita tidak menutupi apapun hanya mengganggu sedikit penglihatan mata Anggara yang sedari tadi dengan intens memandangi tubuh istrinya.dengan sorot mata yang sudah tertutup gairah.


TBC..

__ADS_1


__ADS_2