Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
lamunan cinta.


__ADS_3

melihat istrinya pergi dengan tatapan kecewa tentu saja membuat hati Anggara mencelos dan panik.tanpa dia pikir dua kali Anggara menyusul langkah istri nya yang berjalan ke arah luar tapi baru saja melangkah, Anggara merasakan lengan nya di tarik. hingga membuat langkah nya berhenti. Anggara melihat tangan nya yang di genggam Azela rahangnya mengatup menahan luapan emosi nya yang sedari tadi dia tahan karena dia tidak mau bersikap kasar pada Azela. karena biar bagaimanapun Anggara masih menghargai hubungan yang pernah terjalin dengan Azela bahkan hingga sekarang rasa persaudaraan nya masih ada untuk Azela tapi kalau sudah menyangkut hati dan menyinggung perasaan orang yang sangat dia cintai, Anggara tidak akan mentolerir nya sedikit pun.


Anggara sejenak diam dan memejamkan matanya sebelum menghembuskan nafas nya mencoba meredam luapan perasaan nya yang sudah berantakan di pagi hari. yang semestinya akan dia lewati dengan sesuatu yang manis bersama istri nya, semua nya menjadi berantakan dan ia tahu karena apa. Anggara adalah pria yang sangat peka dengan keadaan tidak ada akan ada yang dia lewati dari pengamatan mata elang nya. tapi saat ini dirinya memang merasa bersalah karena sikap nya pada Azela yang membuat istri nya salah paham dan itu tidak akan ia biarkan berlama-lama.


"lepaskan tanganmu dari tangan ku Azela. jaga batasan mu" ucap Anggara dengan nada rendah namun sarat dengan intimidasi terlihat dengan tatapan dingin nya tertuju pada Azela tak ada lagi tatapan hangat yang selama ini selalu Azela dapat kan dari Anggara.


tapi sepertinya gadis itu urung melepaskan cekalan tangan nya pada lengan kokoh Anggara.


"kamu kok begini dengan ku mas,, kenapa kamu memilih menikah dengan perempuan itu, apa kamu tidak tahu kalau aku mencintai mu? aku menunggu mu di sini" dengan tak malu nya Azela menegaskan kembali perasaan nya.


Anggara melebar netra biru nya menatap tak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Azela dia tak menyangka kalau ucapan nya dulu di salah artikan oleh Azela. Anggara menyibak rambut nya dengan kasar. serta mendengus di tatap nya lurus-lurus wajah Azela lalu dengan terpaksa dia hempaskan tangan nya dari cekalan Azela hingga terlepas.


"auw, mas. kamu kenapa kasar begini sih dengan aku? kemana kelembutan mu pada ku ha?!" Azela meringis karena hempasan kuat Anggara membuat tangan nya terayun kencang.


"kalau kamu masih bersikap kurang ajar begini, aku tidak segan-segan bertidak lebih jauh lagi Azela, jangan kamu salah artikan ucapan ku dulu! kamu tahu itu. kalau bukan itu maksud dari ucapan ku dulu, jangan menjebak ku untuk mencapai keinginan mu. aku menganggap kamu itu seperti adik ku sendiri. bukan yang lain ingat itu! jangan bersikap lebih dari ini apalagi sampai menyinggung perasaan istri ku Azela,, dan perempuan itu punya nama, 'Renita Khadijah' istri ku, satu-satunya wanita dalam hidup ku yang aku cintai"


gadis itu terdiam, mendengar ucapan Anggara. hati nya mencelos mencerna ucapan Anggara Dengan tatapan dingin nya. Azela tidak terima itu. tetap dengan keinginan nya memiliki Anggara. Azela menggeleng kan kepala seolah menolak penjelasan panjang Anggara. tapi Anggara tidak peduli yang penting dia sudah menjelaskan dengan tegas pada Azela dan dia pun segera berlari keluar menyusul istri nya yang entah kemana. dengan wajah panik nya.


"mas Anggara!!"

__ADS_1


teriak Azela tak terima Anggara pergi begitu saja meninggalkan dirinya. kedua tangan nya mengepal kuat menahan emosi nya lalu gadis itu pun ikut keluar dari ruangan tersebut. tapi sebelum dia benar-benar keluar dan melewati pos penjagaan di mana pak Agung masih berdiri di depan pos nya, dan berkata pada Azela yang sukses membuat gadis itu mendelik tajam pada pak Agung karena ucapan menohok nya.


"non azela, saya harap jangan berpikir lebih untuk menginginkan tuan muda Anggara. beliau sudah bahagia menikah. jangan menjadi perempuan tak punya harga diri dengan menginginkan suami orang"


ucap pak Agung, lengkap dengan senyum sinis untuk Azela sungguh dia tidak menyukai sikap Azela yang lancang dan tak tahu diri menginginkan seorang Anggara hanya pria itu dekat dengan gadis itu. apa lagi mengabaikan status tuan muda nya yang kini sudah beristri. Pak agung benar-benar di buat geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan tingkat kepercayaan Azela.


tak bisa berkata apa-apa lagi Azela hanya menghentak kaki, berlalu dari hadapan pak agung. hanya dengusan kasar nya merespon ucapan pedas pak Agung.


"berhenti mengganggu tuan Anggara Azela.. ingat posisi mu!!" teriak pak Agung di saat Azela sudah berada di atas motor matic nya sebelum dia meninggal kan tempat itu.


sementara Anggara berlari menyelusuri sepanjang pantai mencari keberadaan istri nya yang entah kemana hari sudah menjelang siang matahari sudah di atas kepala memancarkan cahaya nya sangat terik nya.


'oh tuhan..di mana kamu Renita hari sudah siang kamu pasti belum makan apapun' batin Anggara frustasi belum menemukan sang istri.


sayang....! Renita sayang...!"


Anggara berlari kesana-kemari berteriak matanya liar menyapu semua titik pantai mencari sang istri yang seperti nya merajuk karena salah paham.


Anggara terus berlari dengan wajah frustasi nya dan langkah nya berhenti ketika melihat sosok yang dia cari dari tadi sedang duduk dalam ayunan rotan tak jauh dari pantai pandangan nya lurus ke arah lautan lepas wajah cantik nya sedikit tertutup oleh rambut karena tiupan angin pantai yang lumayan kencang.

__ADS_1


Anggara menghela nafasnya lega karena berhasil menemukan istri nya. pandangan nya menjadi sendu Anggara melangkah pelan dan diam seolah tak ingin mengganggu ketentraman istri nya.


"sayang.." ucap Anggara lirih setelah


sudah berdiri di samping istri nya yang tidak menyadari kedatangan nya. Renita terkejut dengan kedatangan suami nya mengangkat wajahnya melihat sang suami berdiri menjulang. tapi sedetik kemudian Anggara berjongkok di depan istrinya menumpuk kan kedua tangan nya pada pinggang ramping Renita dan meletakkan kepala nya di atas pangkuan sang istri.posisi Anggara saat ini seperti anak kecil yang sedang merajuk pada ibu nya.


"mas"


ucap Renita pelan kaget sekaligus risih dengan posisi suami nya yang membenamkan wajahnya di atas pangkuan nya membuat Renita meremang darah nya berdesir merasakan rasa asing yang menjalar dalam hati nya.


"biar kan seperti ini dulu sayang.. ini sangat nyaman" pinta Anggara sesekali mengusal wajah nya pada paha istri nya menghidu aroma khas pada kedua paha sang istri dan itu sangat Anggara suka.


"mas geli"


Anggara terkekeh pelan tapi tak urung dia lakukan kembali perbuatan nya itu hingga membuat Renita menahan kepala suami nya untuk tidak mengusal kepala nya pada kedua pahanya karena demi apapun rasanya sangat-sangat mendebarkan buat Renita. di rasakan tubuh istrinya yang menegang, Anggara mengangkat wajahnya dari atas pangkuan istri nya, mengangkat wajahnya, menatap dalam wajah cantik sang istri yang ternyata sudah dalam keadaan merona merah. sesaat pandangan mereka saling mengunci tak ada yang memulai pembicaraan. semilir angin laut bertiup membelai dua wajah rupawan dengan irisan berbeda, yang sedang beradu pandang dalam lamunan cinta.


"maaf kan abang sayang.. karena lagi-lagi kamu menangis karena Abang" ucap Anggara dengan suara yang terdengar parau, tangan nya terulur pada wajah sang istri membelai lembut pipi halus istri nya.


"kamu marah?" tanya Anggara panik karena istri nya tak kunjung merespon ucapan nya hanya tatapan tak terbaca yang di tujukan istri nya untuk dirinya.

__ADS_1


*


TBC..


__ADS_2