
Renita yang memang sudah akan keluar dari kamar nya kaget mendengar Sela mengetuk pintu kamar nya dan memanggil nya.
"iya mba, segera" sahut Renita dengan suara sedikit lantang.
"cepat ya, nggak enak lho sudah di tunggu" ucap Sela sebelum pergi dari depan kamar Renita.
"iya mba... segera"
*siapa sih yang pagi pagi udah ganggu, perasaan aku tidak punya janji dengan siapapun monolog Renita dalam hati.
akhirnya Renita keluar dari kamar nya berjalan menuju ruang depan.dan langkah nya terhenti, kaget, melihat siapa yang datang pagi-pagi yang katanya sudah menunggu nya sedari tadi.
"Angga?"gumam Renita kaget ternyata Anggara yang datang pagi-pagi. Renita berjalan mendekati Anggara yang sedang asyik ngobrol dengan mas Adam di sofa tamu.
"Anggara? ngapain kamu pagi-pagi sudah ada di sini?" tanya Renita heran
"jemput kamu" sahut Anggara enteng
"lho ngapain pake acara jemput sih, aku kan bisa berangkat sendiri" protes Renita
"lebih aman Ren" sanggah Anggara
"tambah ribet iya"gumam Renita.
Adam yang dari tadi hanya menjadi pendengar setia perdebatan mereka hanya tersenyum tipis.
"Renita.. sudah, nggak usah ribut lagi.udah sana berangkat nanti kamu telat" akhirnya Adam angkat bicara membuat Renita diam.
dan dia pun berjalan keluar ke arah pintu.
"lho mau kemana kamu"tanya Anggara dengan bodohnya.
Renita menghentikan langkahnya dan berbalik badan.
"bukan nya kita udah telat pak Anggara yang terhormat..apa anda masih betah duduk di situ?" cibir Renita.dan Anggara pun langsung berdiri kikuk menggaruk kening nya yang tidak gatel.
"saya permisi dulu mas" Anggara pamit dengan Adam.lalu dengan segera Anggara berjalan cepat menyusul langkah Renita yang sudah berada di samping mobil milik Anggara.lalu pria itu membuka bagasi mobil nya menaruh koper kecil milik Renita.sedangkan gadis itu sudah masuk ke dalam mobil Anggara, sudah duduk manis di samping kursi kemudi.Anggara pun masuk ke dalam nya.
"pasang seatbelt Ren" titah Anggara Renita belum memakai seatbelt nya.
setelah seatbelt sudah terpasang di tubuh Renita.Anggara melajukan mobilnya perlahan keluar dari pekarangan rumah Adam.
__ADS_1
Anggaran melajukan mobilnya di jalan utama terus menyelusuri padat nya jalan ibukota.dan ketika Anggara membelokkan arah mobil nya masuk ke tol dalam kota Renita kaget.
"Angga, mau kemana kita? ini bukan arah kampus?"tanya Renita heran
"ke Bandung, bukan kah itu tujuan mu?" jawab Anggara dengan nada santai.
Renita menatap tajam Anggara
"tapi Angga, aku akan pergi bersama dosen lainnya' Renita tampak khawatir merasa tidak enak kalau mereka menunggu dirinya.sedangkan Anggara terus melajukan mobilnya masuk tol cikampek.yang kondisi lalin nya rame lancar.
"tenang saja, aku sudah bicara dengan pak Daud selaku ketua rombongan, kalau kamu pergi dengan aku" sekali lagi Anggara menjawab tanpa beban. lain halnya dengan Renita.wajah gadis itu merasa tidak senang dengan keputusan Anggara yang sepihak.Renita diam tak lagi bicara wajah nya ditekuk masam, pandangan nya teralis ke arah jendela kaca mobil.Anggara yang sedang fokus mengendarai mobil nya melirik sekilas ke arah Renita.pria tampan itu hanya tersenyum tipis melihat sikap Renita yang merajuk.
*tentu saja karena aku tidak rela kamu menghabiskan perjalanan mu dengan semobil dengan Raga Renita* batin Anggara tidak terima.
"Renita.." panggil Anggara lembut
tapi gadis itu masih setia dengan acara merajuk nya dia tidak sama sekali menoleh ke arah Anggara.
"kalau kamu tidak mau noleh ke aku nanti aku cium lho" ucap Anggara lembut tapi seperti sebuah ancaman.
Renita hanya mencebik merespon ucapan Anggara yang seperti ancaman itu.
Anggara tersenyum tipis merespon ucapan Renita yang terdengar menantang dirinya.
lalu Anggara mengalihkan mobil nya ke jalur lambat jalan tol.dan pria tampan itu langsung menarik pelan satu tangan Renita dengan tangan Anggara yang satunya yang tidak memegang setir mobil.
dan tentu saja tindakan Anggara itu membuat Renita kaget mata nya membola.
"Anggara! mau apa kamu?!" pekik Renita kaget.
Anggara tidak merespon ucapan Renita pria itu langsung sedikit menarik tubuh Renita lalu di dekap nya gadis itu dengan merangkul bahu Renita.dan dengan sigap Anggara mendekatkan wajahnya ke wajah Renita dan..
dengan kilat Anggara menyambar bibir merah Renita dengan cepat namun cukup dalam.matanya masih fokus dengan jalanan di depan nya satu tangan nya masih tetap memegang setir mobil dengan stabil.
sungguh kondisi yang bisa membahayakan.bagi mereka berdua
aksi nekad Anggara tersebut.membuat wajah Renita pias karena takut sekaligus merasakan darahnya mendesir dengan ciuman Anggara yang sekilas namun dalam.
Lalu dengan tenang nya Anggara melepaskan pelukannya pada Renita dan kembali fokus dengan kendaraan nya.pria itu tersenyum simpul melihat reaksi Renita yang gelagapan wajah nya memerah.
"kamu, Anggara" ucap Renita dengan nafasnya yang memburu karena gugup.
__ADS_1
"iya sayang..ada apa" sahut Anggara tanpa dosa.
"kamu nggak tahu tadi tindakan kamu bisa membahayakan kita ha?!"
Anggara tersenyum tipis.
"aku hanya menjawab tantangan mu sayang" jawab Anggara santai.
"ya ampun Anggara kamu sangat keterlaluan tahu!"
"kamu harus tahu, aku ini suka nekat Sayang, jadi jangan kamu tantang aku untuk berbuat yang aneh, karena kalau itu menyangkut soal diri mu pasti akan aku lakukan" tegas Anggara. membuat Renita diam sesaat menatap tajam ke arah pria tampan yang duduk di sebelah nya ini.karena tidak percaya dengan ucapan Anggara tapi sepertinya mulai sekarang dia harus percaya, karena Anggara sudah membuktikan nya tadi sekalipun itu berbahaya Renita bergidik sendiri membayangkan nya sikap nekat Anggara.
"sudah nggak usah di pikir kan sayang.. cukup kamu tahu saja seperti apa calon suami mu ini" ucap Anggara seolah tahu apa yang sedang Renita pikirkan.
"ngga"
"hm?"
"aku khawatir kalau dosen yang lain tahu kalau aku ikut dengan kamu"
"kalau itu kekhawatiran mu, itu nggak bakal terjadi.tenang saja" ucap Anggara yakin agar Renita tidak khawatir.
"lagian kamu ngapain pake ikut nganterin aku sampai Bandung"
"siapa yang nganterin kamu"
Renita menatap heran karena ucapan Anggara.
"lho maksud kamu apa? bukan nya sekarang kamu lagi anter aku ke Bandung?"
"aku bukan sekedar anterin kamu ajah kok, tapi aku juga akan tinggal di Bandung selama tiga hari bersama kamu"
"apa!? loh Angga,mana bisa begitu.. nanti yang lain bisa tahu dan mungkin bertanya dengan keberadaan kamu di sana" timpal Renita bingung.
"tidak sayang..kamu tenang saja ya, pokok nya kamu jalani saja tugas kamu bersama dosen lain nya dengan tenang"
"awas ya, jangan berulah" ancam Renita.dan Anggara pun tergelak merespon ucapan Renita.
*
to be continued..
__ADS_1