
Renita yang sudah terlihat cantik dengan tubuh berbalut kebaya modern bewarna putih tulang sangat cantik dan serasi di kenakan
Renita yang terlihat sangat cantik dan anggun pasti lah Jika Anggara melihat penampilan Renita yang seperti itu tidak akan bisa memalingkan pandangan nya pada gadis cantik nan jelita itu. hanya tinggal Hitungan jam akan sah, menjadi istri Anggara. namun sayang semua penampilan Renita tak ada artinya karena Anggara sendiri belum juga nampak batang hidungnya dalam pernikahan nya entah kemana pria sang calon mempelai itu. semua orang yang berada di pernikahan itu di Landa kekhawatiran yang teramat sangat,rasa malu sedang menggulung keluarga besar sang calon mempelai wanita karena sampai saat ini semua nya tidak seperti yang di harapkan.
Renita yang masih dalam pelukan ummi Amirah masih menangis
beberapa orang yang hadir di dalam kamar itu memandang iba Renita.
"ummi, sebaiknya kita bawa Renita ke aula, semua sudah pada menunggu apapun itu nanti jadi nya
kita hadapi" ucap Aisyah yang baru datang ke kamar Renita meminta Renita agar turun ke bawah.
Renita melepaskan pelukannya pada ummi Amirah.
"aku tidak mau kebawah mbak, aku malu.. kalau begini urusan nya batalkan saja pernikahan ini, aku pasrah "
semua terdiam berat sesak rasa perasaan yang mereka sekarang ini.
mendengar ucapan Renita yang sudah pasrah dengan pernikahan nya yang terancam batal dan seperti nya kelihatan nya seperti itu karena ketidak munculnya Anggara.
"sungguh sial nya nasib ku ummi..
apakah aku tidak di takdir kan bahagia dengan pasangan ku??"
"Renita.. jangan bicara seperti itu nak.. kuatkan hati mu ya? ayo kita keaula temui mereka semua di sana
hadapi apa yang mesti di hadapi" ucap Ummi Amirah
mengajak Renita berdiri.
Renita menggeleng kan kepala nya menatap nanar ummi Amirah.
"tidak ummi, aku tidak kuat untuk kesana.. aku malu!!" pekik Renita tak kuasa lagi menahan sebag di dadanya.
Aisyah melangkah mendekati Renita, mengambil tissue dan mengelap air mata yang membasahi pipi Renita yang membasahi wajahnya yang sudah full make-up
"Ren, hapus air mata mu.. riasan wajah mu jadi rusak tuh karena air mata mu " ucap Aisyah pelan sembari melap wajah Renita dengan hati-hati dengan tissue mengering kan air mata Renita.
"biar kan mbak, tidak usah di percantik lagi riasan ku, percuma.. untuk apa!"
tapi jemari Aisyah terus saja bergerak di wajah Renita tanpa memperdulikan ocehan Adik bungsu nya yang sedang nelangsa itu.
"diam lah Ren.." ucap Aisyah menepis tangan Renita yang hendak menyingkirkan tangan nya di wajah Renita.dan setelah merasa semua selesai Aisyah dan ummi Amirah membimbing Renita ke bawah
__ADS_1
menuju aula pernikahan walaupun awalnya Renita dengan keras kepala terus menolak nya tapi akhirnya
menurut keinginan dua wanita yang dia sayangi.
kasak-kusuk orang yang melihat Renita turun dari lantai dua rumah Adam sudah tak terelakkan lagi berbagai tatapan dari sorot mata mereka terus mengiringi langkah Renita yang berjalan keluar dari rumah itu.
"mbak.. kenapa acara pernikahan ini tidak di bubarkan saja.. ini semua lelucon mbak.. kenapa mereka semua masih hadir di sini!!" ucap Renita dengan nada tertahan, memohon pada Aisyah.
langkah nya tertahan ketika melihat altar pernikahan nya yang sudah ada penghulu dan beberapa saksi yang sudah menunggu. tatapan mereka semua tertuju pada Renita
menatap sedemikian rupa.
Renita menarik nafas nya dalam-dalam lalu berteriak..
"batalkan pernikahan ini! tidak ada pernikahan hari ini, dan kapan pun untuk ku!!" ucap Renita lantang
ummi Amirah, Aisyah serta orang yang hadir di acara pernikahan itu terhenyak mendengar teriakkan Renita meminta pernikahan nya di batalkan.
"Renita!" sahut ummi Amirah terkejut menatap lekat dan penuh iba pada putri bungsu nya.
"pernikahan ini tidak akan batal!! siapa yang berani membatalkan nya!! akan aku hukum!!" teriak seseorang tak kalah lantang nya dengan suara deep nya menginterupsi ucapan Renita yang berteriak untuk membatalkan pernikahan nya.belum hilang rasa terkejut para undangan dan orang yang hadir di acara pernikahan itu, mereka menoleh ke arah sumber suara tersebut dan betapa kagetnya
semua, tatapan tak percaya sekaligus senang melihat siapa sumber suara itu berasal terutama Renita
sosok pria berpenampilan sedikit acak-acakan memakai kemeja berwarna grey nampak kusut,
rambut nya yang tidak tersisir rapi, wajah nya terlihat sedikit pucat?
berjalan gontai berusaha menegakkan tubuhnya kentara sangat kelelahan mendekati Renita yang masih terdiam seolah masih belum tersadar dari mimpi nya.
ya, apakah yang di lihat dirinya ini adalah sebuah mimpi?? Renita merasakan tiba-tiba saja udara di sekitar nya menjadi dingin dan sangat dingin yang mampu membekukan dirinya hingga tidak bisa bergerak.
tak di sadari air mata nya kembali meluncur bebas turun membasahi pipinya yang putih mulus tatapan nya memaku pria yang berjalan semakin dekat ke arah dirinya
dengan senyuman terbaik nya, sorot matanya yang tajam menyiratkan rasa cinta dan kerinduan yang amat dalam di rasakan.dan ketika kedua nya sudah berhadapan tak ada lagi jarak antara kedua nya
sosok pria itu langsung memeluk erat tubuh mungil Renita walaupun gadis itu tidak membalas pelukan nya yang bergetar karena tangisnya.
"sayang... maafkan aku.. maaf kan aku yang telat datang di acara bersejarah kita ini"
Renita melepaskan pelukannya dari Anggara ya, sosok itu adalah Anggara dengan penampilan yang sangat kacau walaupun tak mengurangi kadar ketampanan nya
Renita memandangi wajah Anggara dengan tatapan tak percaya meraba wajah tampan Anggara dengan kedua tangan nya dengan tatapan yang seolah tak percaya pada apa yang sedang dia lihat sekarang ini pria yang hampir saja meluluh lantakkan hidup nya dalam sehari
__ADS_1
"k_kamu benar Anggara?" ucap Renita lirih suara nya terdengar serak karena terlalu banyak menangis.
Anggara tersenyum menatap teduh gadis cantik yang ada di depan wajah nya ini.
"iya sayang.. aku Anggara, calon suami mu,eh, salah suami mu sebentar lagi" sahut Anggara lalu mendekatkan wajahnya ke arah telinga Renita " suara mu terdengar seksi sayang.. aku jadi sudah tidak sabaran"
mata Renita membola mendengar ucapan Anggara yang meyakinkan dirinya sekaligus terdengar mesum.
sehingga wajah yang sudah memerah karena kebanyakan nangis tambah merah karena merona malu.
Anggara terkekeh melihat tingkah Renita yang seperti itu lalu menangkup kedua pipi Renita.
"kenapa kamu berani sekali ingin membatalkan pernikahan kita HM??"
bola mata Anggara bergerak liar menyapu wajah cantik Renita yang sembab.
bukan nya menjawab pertanyaan Anggara, tapi Renita langsung memukuli dada bidang Anggara
"kamu jahat.. kamu jahat Abang.. kenapa kamu tega membiarkan aku seperti ini.. kamu tidak ada kabar beritanya dua hari ini kemana kamu selama itu ha?!" teriak Renita yang kembali terisak. Anggara dengan segera langsung memeluk tubuh Renita memberikan ketenangan pada Juwita hati nya.
"hey.. sayang..iya aku salah.. maaf kan aku ya nanti aku ceritakan, sekarang ayo kita sah kan dulu hubungan kita ini itu lihat penghulu sudah menunggu kita, dan lihat orang-orang sedang memperhatikan kita" Anggara melepaskan pelukannya dan benar saja ketika Renita mengedar kan pandangan nya, dirinya dan Anggara menjadi pusat perhatian. semua menatap ke arah nya dengan tatapan penuh haru dan bahagia. Renita langsung menyembunyikan wajahnya ke dada Anggara.pria itu tertawa halus lalu mengecup kening Renita dan langsung suara deheman keras terdengar dari arah belakang Anggara.
ekhem!! " kalian belum resmi ya" ucap Rahman tentu saja Anggara langsung memberi jarak dari Renita menggaruk kening nya yang tiba-tiba saja gatal tersenyum canggung.
tak lama seorang pria memberikan jas bewarna hitam serta kopiah pada Anggara untuk di kenakan.
setelah Anggara mengenakan jas dan kopiah itu dia pun menuntun Renita ke altar pernikahan di mana penghulu dan para saksi sudah menunggu nya dengan sabar. Anggara tersenyum tipis membayangkan pernikahan nya yang hampir saja batal, dan menghancurkan hidup Renita bila itu terjadi rasanya dia tidak akan bisa memaafkan diri nya sendiri Anggara meringis membayangkan nya.
dengan langkah yang mantap pria tampan dengan penampilan seadanya duduk di hadapan penghulu dan Adam sebagai wali nikah Renita dengan perasaan yang berdebar kencang Renita mendengar kata demi kata sakral Dari mulut Anggara dengan sangat meyakinkan, dengan satu tarikan nafas kata kata yang telah merubah hidup dan status nya sekarang mendobrak relung hati Renita,terasa sejuk di saat Anggara melantunkan doa pernikahan di atas kepala nya.
SAH, sudah,, sekarang dirinya menjadi istri seorang Anggara pramuja Subianto pria muda berusia dua puluh empat tahun yang lebih muda empat tahun dari usia dirinya
yang berhasil meyakinkan dirinya untuk memulai kehidupan baru bernama mahligai rumah tangga
yang akan di jalani oleh dirinya dan Anggara sebagai imam nya menuju surganya rumah tangga yang di Ridoi serta mengharap berkah dari Allah SWT
Anggara mencium kening Renita dengan penuh cinta menandakan bahwa sekarang Renita telah sah menjadi pendampingnya hidup nya hingga maut memisahkan.
"sayang.. aku mencintai mu Renita Khadijah.. aku akan selalu berusaha memberikan kebahagiaan pada diri mu.. tegur aku bila aku khilaf, ingat kan aku kalau aku salah jangan pernah dengan mudah nya kamu ingin pergi dari sisi ku sayang.. bila ada badai menerjang rumah tangga kita bertahan lah di sisi ku apapun yang terjadi karena percaya lah, apa yang aku perbuat adalah untuk kebahagiaan mu dan keutuhan rumah tangga kita" ucap Anggara dengan lembut menatap lekat wajah cantik istri nya.
*
TBC..
__ADS_1