
tiga hari menghilang dari pesta pernikahan nya dan selama itu juga Anggara tidak membiarkan istrinya keluar dari kamar, kalau pun mereka berdua lapar dan ingin makan, Anggara lebih memilih pesan makan via layanan hotel atau kalau Renita ingin makanan yang di inginkan, maka Anggara akan memesan nya lewat aplikasi layanan online. luar biasa bukan? Anggara benar-benar membayar Lunas kerinduan serta hasrat nya yang selama ini dia tahan , selama berpacaran dengan Renita dan tentu saja Renita tidak mengetahui seberapa tingkat kemesuman sang suami yang belum dia ketahui level nya yang sudah tingkat dewa. Malang nya nasib Renita, harus bersiap-siap menghadapi hormon berlebih suami berondong nya.
dan liat saja, saat ini Renita sedang merengek minta pada suami nya untuk ingin sekedar keluar, ataupun makan romantis di luar. tapi Anggara tentu saja tidak mengijinkan padahal makanan apapun yang Renita pinta sudah Anggara turuti yaa.. tentunya dengan cara Anggara tanpa susah payah keluar dari kamar yang luas itu. dan parah nya lelaki bernetra biru itu tidak pernah berpakaian lengkap selama di dalam kamar hanya memakai celana kolor tanpa dalaman ataupun celana boxer ketat yang melekat di badan atletis nya memamerkan pahatan tubuh nya, yang tercipta nyaris sempurna pada tubuh lelaki itu. bagaimana tidak risih coba, sekaligus membuat Renita senam jantung setiap hari melihat penampilan hot suami nya itu. sebaliknya dengan dirinya juga tidak di perbolehkan memakai pakaian lengkap, alhasil Renita hanya memakai tangtop dan hotpants yang nyaris tidak bisa menutupi dengan sempurna tubuh sintal nya dan tidak lupa juga Anggara melarang sang istri memakai dalaman.kalau saja Renita tidak Protes karena takut masuk angin, Anggara dengan enteng nya melarang Renita tidak perlu memakai baju.dan tentu saja Renita menolak nya.
tidak tahu kah Anggara selama tiga hari menghilang keluarga nya dan keluarga Renita kalang kabut mencari mereka.pasalnya ponsel milik mereka berdua pun dalam keadaan tidak bisa di hubungi.
dan mereka benar-benar khawatir karena tidak tahu keberadaan Anggara dan Renita.hanya Yusuf dan sang asisten Johan yang mengetahui keberadaan mereka, kedua nya kompak bungkam tidak memberitahu keberadaan Anggara membawa pergi istri nya. dan tentu saja Yusuf menikmati kecemasan
keluarga nya karena tidak mengetahui.terutama om nya Rahman. karena rasa bersalah nya pada sang putera. di tambah sekarang dia tidak tahu di mana Anggara dan sang menantu berada.
kegelisahan nya tambah memuncak.
apalagi setiap hari Aisyah istri nya terus mengomel, menyalahkan diri nya karena keadaan sekarang ini.
Aisyah juga sangat mengkhawatirkannya keadaan adik perempuan nya itu.
sedangkan yang di khawatirkan
saat ini ternyata dalam keadaan sangat baik-baik saja.
"bang.." ucap Renita pelan turun dari ranjang mendekati suaminya yang nampak sibuk dengan laptop nya.ya, Anggara sedang fokus dengan pekerjaan nya yang masih tertinggal di Singapura. ada beberapa laporan yang masih dia tinjau dan harus dia selesaikan segera. dengan kacamata tipis bertengger di Batang kokoh hidung mancung nya. lelaki tampan itu nampak serius.
"hmm" hanya itu yang keluar dari mulut Anggara menanggapi panggilan istrinya. tanpa mengalihkan perhatian nya dari layar laptop nya. kelima jari kokoh nya terus bergerak lincah di atas keyboard laptop tersebut.
"bang" panggil Renita lagi kini sudah duduk di sofa di samping Anggara. Renita begitu seksi di mata Anggara dengan rambut yang hanya di Cepot asal sehingga anak rambut nya lolos begitu saja tidak serta tergulung ke atas. sedangkan wanita cantik itu hanya memakai kemeja longgar milik Anggara bewarna putih dan.. tentu saja tanpa dalaman sama sekali. memang itu yang di inginkan oleh Anggara.
biar otak mesum nya selalu termanjakan dengan penampilan sang istri yang siap kapan saja untuk di bajak.luar biasa memang, Anggara, lelaki itu benar-benar menjajah istri nya kapan pun dia mau.
dan kali ini Anggara menghentikan aktivitas nya, menoleh ke arah sang istri yang bergelayut manja di bahu lebar nya. lelaki itu tersenyum melihat sikap manja istrinya.
lalu di sematkan kecupan mesra nan dalam di kening sang istri. dan bicara setengah berbisik di telinga sang istri.
"ada apa sayang? apa kamu ingin sesuatu? mau makan? atau apa mau aku bajak lagi? aku tidak keberatan" Anggara memberikan gigitan kecil di telinga Renita dan sedikit memberikan jilatan di cuping telinga Renita. membuat wanita cantik itu merasakan tubuhnya meremang hebat. sehingga tak ayal suara indah Renita lolos begitu saja dari mulut nya.
"hhh..bang udah ah" mulut Renita bicara nolak namun bahasa tubuh nya bicara lain. Anggara Terkekeh halus puas melihat tingkah wanita pujaan nya seperti itu.
__ADS_1
dia pun menghentikan aksi nya. dan merangkul mesra pinggang istri nya.
"ada apa sayang?"
"apa kita bisa pulang? aku sudah bosan tiga hari hanya terkurung di kamar hotel ini" ucap Renita lirih menatap lekat wajah tampan suami nya dengan tatapan memohon.
Anggara terdiam tidak langsung menjawab pertanyaan istrinya.
malah satu tangan nya yang lain asik membelai puncak rambut ikal nan legam milik istri nya dengan penuh perasaan.
"baik lah, kita pulang nanti sore" akhirnya, putus Anggara dia tak tega juga melihat istrinya yang nampak kebosanan selama dia kurung di kamar hotel yang luas dan mewah itu.karena kegiatan nya hanya kasur, kamar mandi dan begitu seterusnya selebihnya hanya intermezo saja seperti mengisi makan untuk mengisi tenaga yang sudah terkuras habis karena aktivitas ranjang mereka yang nyaris di lakukan siang dan malam dan itu hanya jeda beberapa jam saja. Renita benar-benar di buat tak berdaya setiap kali sang suami menunjukkan keperkasaan nya di atas ranjang memanjakan pusaka milik lelaki berusia dua puluh lima tahun itu.
"tapi ada syaratnya" ucap Anggara dengan tatapan mesum nya. dan Renita sudah bisa menebak persyaratan apa yang akan di ajukan oleh suami berondong itu. dan seketika saja merasakan sekujur tubuh nya merinding, membayangkan libido suaminya sangat tinggi akan kebutuhan nya. Renita tidak pernah menyangka itu.
perlahan Renita melepaskan rangkulan tangan nya yang tadi masih bergelayut di bahu lebar milik suami nya, menggeser posisi duduknya sedikit menjauh dari Anggara dan menatap lekat wajah tampan bernetra biru itu dengan hati yang berdebar.
"a_apa syaratnya?" tanya Renita sedikit gugup. sebetulnya dia tahu apa syarat itu tapi masih pura-pura tidak tahu saja. apa lagi kedua alis Anggara sudah turun naik jelas lah sudah arah kemana pikiran suami nya itu.
"kamu tentu tahu syarat nya sayang"
Anggara menipis kan bibir nya seperti orang yang sedang berpikir dan.. tanpa aba-aba lagi dia langsung menyambar tubuh mungil sang istri lalu membawa nya dalam gendongan nya seperti menggendong seekor koala sambil menyesap bibir ranum Renita dengan rakus.berjalan mendekati ranjang dan merebahkan langsung tubuh istrinya lalu Anggara pun dengan cepat ikut naik merangkak, mengungkung tubuh istrinya tanpa melepaskan tautan bibir nya pada bibir ranum Renita.
hingga dia melepaskan tautan bibir nya karena melihat Renita sudah seperti kehabisan nafas nya. Renita langsung menghirup udara dengan rakus dengan dada nya turun naik.
nafas kedua nya memburu tatapan sayu kedua nya mengunci penuh gairah.
"bang!" sungut Renita memukul dada bidang Anggara di tengah nafas nya yang masih menderu.
"apa sayang" ucap Anggara dengan suara nya yang sudah terdengar parau.
"apa kamu tidak bosan bercinta terus, tiga hari lho, kita di kamar ini tanpa kamu membiarkan aku keluar.
dan selama itu kerjaan kamu hanya ngebajak aku terus siang, malam
dan itu sudah berkali-kali" ucap Renita dengan wajah yang merona karena sangat malu untuk mengatakan itu semua. dia terpaksa mengutarakan isi hatinya pada suami nya.
__ADS_1
Anggara terkekeh geli mendengar ungkapan hati istri nya. lalu kembali mengecup bibir istri nya ******* dengan lembut bibir itu lalu melepaskan nya hanya untuk bicara, menjawab segala ucapan istrinya tadi.
"aku tidak akan pernah bosan sayang untuk menjamah tubuh mu, merasai kenikmatan tubuh mu yang rasanya luar biasa, kalau tahu begini sudah sejak lama aku menikahi mu sayang" dengan suara penuh gairah Anggara mengungkapkan perasaan nya pada istri cantik nya yang sedang tidak berdaya di bawah tubuh nya.
"iissh, mesum!!" ucap Renita ketus bibir nya sedikit dia majukan.
"biarin mesum sama istri sendiri. tapi kamu suka kan aku mesumin?" dengan tatapan menggoda tangan Anggara tidak bisa diam terus, menjamah setiap inci tubuh menggoda istri nya.
"kata siapa?! yang ada aku capek, badan ku rasanya pada remuk. aku tidak nyangka libido mu tinggi tuan Anggara yang terhormat"
"dan hanya ke pada kamu lah hasrat ku ini aku salur kan sayang" jawab Anggara cepat memotong ucapan istrinya.
Renita terdiam bola mata coklat terang nya bergerak menyapu wajah tampan suami nya yang sedang mengungkungnya.
dan Anggara membungkam istri di saat bibir itu hendak bicara lagi.
"sudah, tidak usah banyak bicara lagi sayang kamu nikmati saja oke?! nanti sore kita pulang" ucap Anggara lembut dan... terjadi lah lagi yang mesti terjadi di dalam kamar hotel mewah berkelas presiden suit itu.
*
*
Aisyah dan Rahman nampak sedang duduk santai di beranda samping rumah tapi pikiran mereka tidak sesantai sikap yang mereka tampilkan.
"aby belum dapat kabar di mana Renita dan Anggara by?" tanya Aisyah.
Rahman yang sedang menikmati segelas kopi yang di buat oleh istri nya itu sekilas menoleh ke arah istrinya kemudian meletakkan gelas cangkir kopi tersebut di atas meja kecil yang ada di tengah di antara mereka berdua. Rahman menatap lurus ke depan ada senyuman tipis terukir di balik kumis tipis nya.
"anak itu sedang balas dendam pada ku mi" sahut Rahman pelan
namun ada rasa bersalah di nada bicaranya itu tanpa menatap istrinya. lalu kembali meraih cangkir yang berisi kopi jahe favorit nya dan memyesap nya perlahan.
"balas dendam? maksud aby apa?" tanya Aisyah tambah tidak paham arti bicara suami nya.
*
__ADS_1
TBC..