Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
kunjungan pertama Anggara.


__ADS_3

mentari pagi perlahan mulai masuk menyelinap di sela tipis gorden yang masih tertutup di sebuah kamar yang cukup luas.


sebuah mata dengan kelopak besar bergerak perlahan membuka mata besar itu sedikit demi sedikit menyesuaikan cahaya yang masuk menabrak wajah nya. menemukan wajah nya terbenam di dada bidang nan liat pemilik hati dan kehidupan nya saat ini. aroma maskulin yang masih sangat kuat menembus indra penciuman nya dan itu sangat di sukai nya nafas yang teratur naik turun sangat kentara sekali di dada telanjang Anggara satu tangan nya Melingkar posesif di pinggang istri nya. satu tangan nya lagi menjadi bantal nyaman untuk istri nya sedang kan satu kaki kiri nya bertengger di atas pangkal paha sang istri persis seperti memeluk guling. membuat Renita sulit untuk menggerakkan tubuhnya. nyaman, itu yang di rasakan oleh Renita. membuat tidur nya semalam nyenyak . karena memang setelah mereka tiba di apartemen mewah Anggara kedua nya sibuk dengan beberes hampir menjelang tengah malam baru selesai, tak heran sekarang tubuh Renita terasa pada pegal apa lagi dengan tak tahu diri nya Anggara tetap meminta jatah bajakan nya ingin menolak tapi Anggara dengan seribu rayuan gombal nya akhirnya mampu menaklukkan dirinya hingga terbuai dan menuruti keinginan suaminya.


dengan perlahan Renita melepaskan belitan tangan suaminya yang di perut nya yang terasa berat serta kaki sang suami di pangkal paha nya.


"aish,berat banget sih" keluh Renita mengangkat tangan dan kaki suami nya di tubuh nya pelan-pelan agar suami nya tidak terganggu tidurnya.


"ah, akhirnya terlepas juga" lega rasanya Renita bisa terlepas dari dekapan tangan dan kaki suami nya lalu wanita berbadan mungil namun sintal itu turun dari ranjang dan..


"auw, auw.. sssh astaga tubuh ku rasa nya pada remuk semua"


rintih Renita pelan merasakan kondisi tubuh nya apa lagi bagian inti nya rasanya sangat ngilu. dengan tertatih wanita cantik itu berjalan dengan tubuh yang tanpa dia sadari mungkin dalam keadaan polos ke arah kamar mandi.


setelah puas berendam di bathtub dengan air hangat selama dua puluh menit Renita menyudahi nya dan keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut yang basah terbungkus oleh handuk kecil di atas kepala nya membungkus rambut basah nya berjalan ke arah lemari besar empat pintu yang ada di sisi kanan dinding kamar tersebut untuk mengambil pakaian nya. memilih sebuah longdres dengan panjang di atas lutut tanpa lengan bewarna kuning kunyit dengan motif bunga tulip serasi dengan warna kulit Renita yang putih kuning Langsat. Renita tersenyum melihat sang suami masih tergeletak nyaman di atas ranjang nya punggung lebar nya yang terekspos begitu saja sangat memanjakan mata Renita. melihat betapa seksi nya tubuh berotot suaminya itu yang hanya tertutup selimut sebatas pinggulnya saja di pastikan semua nya masih dalam keadaan polos tak ada satu helai benang pun yang menempel di tubuh kekar itu yang masih terbuai oleh mimpi. seketika tubuh Renita meremang darah nya berdesir melihat pemandangan panas yang ada di depan matanya itu dia tak menyangka tubuh kekar itu semalam sangat liar bergerak dan menghentak di atas tubuhnya semalam dengan perkasanya.


"astaga, kenapa otak ku jadi kotor begini pagi-pagi? gawat kalau aku masih di sini terus. lebih baik aku turun ke bawah, ke dapur untuk bikin sarapan"


Renita memukul kepala nya sendiri berusaha membuang pikiran kotor nya karena melihat tubuh polos suami nya yang hanya tertutup selimut sebatas pinggulnya. berjalan cepat keluar dari kamar nya, menuruni anak tangga menuju dapur untuk membuat sarapan pagi untuk dirinya dan tentu saja untuk suami berondong nya itu.


"masak apa ya..mm" Renita membuka lemari pendingin melihat bahan apa yang akan dia olah untuk sarapan pagi nya.


"ah, aku bikin sandwich saja ya, ada roti dan sosis ini ajah cukup"


Renita memilih sarapan yang lumayan berat karena rasanya tenaga nya sudah terkuras akibat ulah suami nya tadi malam karena itu dia memilih makanan yang menurut nya cukup berat karena biasanya Renita hanya sarapan pagi dengan segelas susu hangat dan roti tawar dengan selai blueberry favorit nya tanpa bosan dan terbilang monoton. memang seperti itu lah kehidupan Renita yang terlalu Istiqomah kalau sudah menyukai sesuatu dari makanan ataupun yang lainnya.


setelah sudah tersedia semua bahan nya Renita mulai mengolah bahan-bahan makanan tersebut untuk sarapan pagi nya.


di kamar tubuh kekar yang tadi masih terbuai dalam mimpi nya mulai melihat kan pergerakan nya tubuh polos itu menggeliat perlahan mengerjapkan matanya berkali-kali dengan pelan. tangan nya meraba seprai yang kosong di sebelah nya


"sayang..di mana kamu" suara serak Anggara yang baru saja terbangun dari tidurnya memanggil istrinya yang dia lihat sudah tidak ada di samping nya tangan nya kosong tak ada tubuh hangat sang istri yang semalaman berada di pelukan nya. setelah nyawanya benar-benar kumpul, Anggara bangkit dari tidurnya, duduk. matanya mengedar keseluruh ruangan dalam kamar nya.


"sayang..di mana kamu" dengan tubuh yang polos, rambut acak-acakan wajah masih wajah bantal Anggara berjalan gontai mencari keberadaan istri nya ke dalam kamar mandi.


"kosong" gumam Anggara melihat tidak ada siapapun di dalam kamar mandi. pintu kamar yang memang tidak tertutup rapat dari situ Anggara bisa mencium aroma harum masakan menembus penciuman nya. lelaki tampan itu tersenyum tipis setelah menyadari kalau istri nya berada di dapur tentu saja itu istrinya, siapa lagi yang berada di apartemen nya pagi buta begini ya kan? pikir Anggara. lalu tanpa menunggu lama Anggara mengambil celana kolor berwarna putih untuk dia pakai. lalu berjalan keluar dari kamar nya menuju pantry


Anggara kembali tersenyum melihat sang istri sedang fokus Dengan apa yang dia kerjakan di pantry dengan cekatan wanita yang sudah menjadi istri nya itu menyiapkan makanan untuk sarapan.


"sayang.. kamu kok tinggalin aku sendiri sih" Anggara langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang dengan melingkarkan kedua tangannya di perut istri nya.


hingga membuat wanita cantik itu terkejut karena kedatangan suami nya yang tiba-tiba.


"astaga Abang.. bikin kaget aku" alih-alih menjawab Renita memekik kaget reflek langsung memukul tangan suaminya yang mendekap tubuh nya dari belakang.


tak terasa sakit tapi Anggara sengaja mendramatisir rasa dari pukulan istri nya.


"auw sakit sayang..kok mukul sih"


Anggara langsung membalikkan badan istri nya dan


"cup


"morning kiss" tanpa beban Anggara tersenyum setelah memberikan kecupan mesra pada bibir ranum istri nya yang terlihat segar yang hanya polesan tipis lipstik berwarna pink muda.


"bang"


"iya sayang"


"mandi sana baru sarapan"

__ADS_1


Renita mendorong tubuh tegap suami nya yang terus menghimpit tubuhnya hingga tubuh nya begitu rapat tak berjarak sama sekali dengan tubuh suaminya.


"aku mau sarapan yang lain saja"


Anggara menatap mesum istri nya dan kembali memajukan wajahnya tapi dengan cepat Renita yang sudah tahu arah dan tujuan Suaminya Renita mendorong wajah bantal suami nya agar menjauh dari diri nya hingga separuh wajah Anggara tertutup oleh tangan mungil Renita. wanita itu menatap tajam ke arah sang Arjuna.


"stop! sana mandi dulu bang.. jangan macem-macem!"


Anggara mendelik kaget karena istri nya mendorong wajah nya dengan tangan nya sontak saja pria itu menarik tangan kecil Renita mengarah kan nya ke bibir nya untuk di cium nya secara bertubi-tubi.


Renita merasa geli atas perbuatan konyol suaminya karena telapak tangan nya basah akibat ciuman Anggara.


dengan cepat Renita menarik tangan nya yang sudah terasa basah itu dan melepaskan diri nya dari dekapan sang Arjuna bule.


"sana mandi dulu bang.. kamu ini apa-apaan sih" keluh Renita merasa risih semakin liar saja kelakuan Anggara ini yang baru Renita ketahui.


bukan nya menurut dengan perkataan istri nya Anggara terkekeh dan duduk di kursi meja makan menuang air putih yang ada di teko kaca yang sudah tersedia di atas meja makan ke dalam gelas lalu menenggak nya hingga tandas.


"sarapan dulu saja sayang, nanti Mandi nya" kekeuh Anggara menatap lekat wajah cantik istri nya yang sudah terlihat cantik dan segar karena sudah mandi dan tentu saja itu menjadi pemandangan yang terindah di pagi hari buat Anggara.


Renita hanya mencebik menanggapi sikap suami nya yang kekeuh dengan kemauan nya. Renita hanya bisa menurut saja dan mulai menyediakan sarapan yang tadi sudah dia buat ke atas meja dan menyiapkan untuk sang suami.


"sandwich? kamu yang bikin ini?" tanya Anggara setelah makanan itu sudah sepotong berada di dalam mulut nya.


"iya siapa lagi yang bikin selain aku, apa ada lagi orang yang ada di apartemen ini?" gemas rasanya Renita menjawab pertanyaan suami nya. tentu saja ini semua yang tersedia di atas meja makan dirinya yang membuat nya, bukan orang lain ya kan?


Anggara terkekeh pelan melihat tampang jutek istri nya.


dia tahu tentu saja makanan yang ada di depan nya ini hasil masakan istri nya dia hanya sedang menggoda istri nya dan itu sangat menyenangkan bagi nya.


"pantesan" gumam Anggara masih mode menggoda nya.


"pantesan apa nya?" dengan wajah penasaran Renita mengulang kata suami nya.


dan wanita itu tersipu mendapatkan pujian dari suaminya atas masakan nya.


"kalau begitu habis kan, ini susu hangat nya" Renita menyodorkan satu gelas susu hangat pada suami nya.


"terima kasih sayang..oh ya kita hari ini mau ke rumah papah"


"benar?" Renita meyakinkan ucapan sang suami dengan wajah berbinar tentu saja karena dia sudah kangen dengan kakak sulung nya Aisyah


karena hari ini memang Renita sedang cuti satu hari saja dia mendapatkan izin dari kampus.


"HM" Anggara mengangguk yakin, tersenyum tipis melihat istrinya sangat antusias


"kalau begitu kamu mandi buruan bang" kembali Renita menyuruh mandi Anggara.


"iya, iya sayang... aku mandi"


terlihat enggan Anggara beranjak dari duduknya melangkah gontai ke dalam kamar untuk mandi.


"


"apa Anggara sudah datang mi?"


Rahman mendatangi Aisyah yang sedang berada di dapur bersama bi ipah menyiapkan makan siang


"belum by"

__ADS_1


"kemana itu anak sudah jam sebelas siang begini belum datang juga. apa dia menolak lagi untuk datang kesini?" gerutu Rahman menduga Anggara tidak akan datang. sengaja memang hari ini Rahman memanggil anak sulung nya itu selain karena Aisyah kangen dengan anak dan menantunya yang tak lain adik nya sendiri Rahman juga ada yang akan di bicarakan pada putra nya itu yang sangat penting.


"aby jangan punya prasangka jelek gitu dong by.. tadi Renita sudah ngabarin aku katanya sudah di jalan karena tadi Anggara sedikit sibuk mengadakan rapat secara virtual desktop para rektor universitas"


Aisyah menjelaskan panjang lebar karena melihat suaminya nampak gusar dan tidak sabaran.


Rahman hanya menghela nafasnya berat mendengar penjelasan istri nya.


"maaf kan Aby mi. karena biasanya anak itu susah sekali di suruh datang kesini sekarang, semenjak menikah" Rahman kembali mengeluh.


"sudah, sudah. ayo mending kita duduk dan menunggu di ruang tengah" melihat Suaminya resah Aisyah menarik tangan suaminya untuk mengikuti nya ke ruang tengah


"bi ipah, bawa teh jahe dan cemilan untuk suami ku ya bi"


"siap nyonya" sahut bi ipah dengan semangat empat lima.


tak lama selang beberapa menit terdengar suara deru mesin mobil memasuki pekarangan rumah besar dua lantai itu.


Aisyah yang mendengar sebuah mobil masuk ke dalam pekarangan rumah nya bangkit dari duduknya berjalan ke arah pintu utama melihat siapa yang datang dan semoga itu orang yang sedang dia tunggu.


bibir Aisyah melengkung indah ketika melihat siapa yang datang.


"assalamualaikum" ucap salam Renita dan Anggara bersamaan ketika melihat Aisyah berdiri di depan pintu rumah besar itu menyambut kedatangan mereka.


wasallam sallam" balas Aisyah


"kak Aisyah" Renita meraih punggung tangan Aisyah dan mencium nya dengan takzim.


Renita merasa lucu yang menjadi ibu mertua nya itu adalah kakak kandung nya.


"apa kabar ummi" giliran Anggara, juga. meraih punggung tangan ibu sambung nya itu dan mencium nya dengan takzim.


"kenapa kamu memanggil ummi dengan sebutan kakak sayang"


benar saja kan,, Anggara protes dengan panggilan yang di sematkan pada Aisyah. Renita tersenyum canggung jadi nya dia merasa serba salah.


"sudah lah Angga, mungkin Renita belum terbiasa dengan memanggil kakak nya ini dengan sebutan yang sama dengan mu" Aisyah hanya bisa tersenyum dan mencoba mengerti apa yang sedang di rasakan oleh Renita.


"ayo masuk, papah mu sudah menunggu sedari tadi sampai dia mengira kamu tidak mau datang kesini lho" tutur Aisyah


Anggara menggaruk kening nya karena ucapan Aisyah. sejujurnya Anggara merasa tidak enak hati karena selama ini dia menghindari papah nya itu sejak peristiwa kejadian di Singapura.


"tapi bukti nya sekarang aku ada di sini"


Aisyah mengangguk dan tersenyum tipis merespon ucapan Anggara.


"iya, terima kasih kamu mau datang Angga"


lalu mereka pun masuk ke dalam rumah berjalan ke arah ruang tengah di mana Rahman duduk menunggu.


"papah"


ucap Anggara dan Renita bersamaan pada Rahman yang tadi duduk di sofa lalu berdiri melihat anak dan menantunya datang.


tapi sepertinya Anggara masih memasang wajah datar nya pada Rahman beda sewaktu dia berhadapan dengan Aisyah tadi.


tapi tetap kedua anak muda itu memperlihatkan sopan santun nya pada lelaki paruh baya itu dan mempersilahkan duduk. dan ini adalah kunjungan pertama Anggara setelah menikah dengan Renita ke rumah nya sendiri.


"apa ada hal yang sangat penting yang akan papa sampai kan pada ku?"

__ADS_1


*


TBC..


__ADS_2