Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
Apartemen Anggara, dan kopi.


__ADS_3

melihat Anggara yang hanya diam saja tidak merespon ucapan nya gadis itu menjadi gelisah.


"apa kamu marah Angga?" tanya Renita lagi


"kamu kenapa jadi bawel sih Ren"


ucap Anggara tetap fokus pada jalanan di depan nya.


"biarin aku akan bicara terus kalau kamu masih marah pada ku"


Anggara tersenyum tipis mendengar ucapan Renita.tapi itu hanya sekejap dia kembali memasang wajah datar nya.


"kamu benar-benar harus di hukum Renita"


"ya, silahkan kamu menghukum ku, kalau itu membuat kamu tidak marah pada ku lagi" tantang Renita walaupun sesudah nya dia merutuki ucapan nya tadi karena seperti menantang Anggara.seketika tubuh nya bergidik.


Anggara menoleh sekilas ke arah Renita.


"benarkah? apa kamu mau menerima hukuman dari ku hm? apa kamu benar-benar takut aku marah? bukan kah kamu sering membuat aku marah? dan itu biasa saja buat kamu, tapi kenapa sekarang ini kamu takut kalau aku marah pada mu hm?" tanya Anggara


deg.


benar juga, apa yang di katakan Anggara tapi kenapa saat ini hati nya sangat terusik melihat Anggara marah pada dirinya dan apa kah Anggara benar-benar marah? dalam hati Renita berkata.


tiba-tiba Anggara membelokkan arah mobil nya ke sebuah apartemen mewah di bilangan kota Bandung.


"eh, mau kemana kita Angga?" ucap Renita alih-alih ingin menjawab ucapan Anggara.


"kita mampir dulu ke apartemen ku,ada yang perlu aku ambil" sahut Anggara Santai lalu memarkirkan mobilnya di halaman parkir apartemen nya.


"apartemen mu? apa kamu pernah tinggal di Bandung?"


"aku sekolah SMA di Bandung awal nya papah tidak setuju tapi dengan kemauan ku yang keras akhirnya papah menuruti keinginan ku dan apartemen ini hadiah dari kakek ku di ulang tahun ku yang ke enam belas tahun" jelas Anggara dengan kedua tangannya sibuk memutar stir kemudi mobil nya untuk memposisikan mobil nya agar terpakir sempurna Renita hanya terdiam mendengar penjelasan panjang Anggara.


"ayo turun" ajak Anggara yang entah kapan pria itu turun dari mobil dan sudah berdiri di samping, sudah membukakan pintu mobil untuk Renita.gadis itu mendangak kan wajah nya dan tersenyum tipis lalu turun dari mobil Anggara.


kemudian Anggara menuntun tangan Renita berjalan menuju lift yang akan membawa nya ke apartemen milik Anggara yang berada di lantai sepuluh.


tiba di depan pintu apartemen nya

__ADS_1


Anggara menekan berapa digit angka pada kunci digital pada pintu apartemen nya.


cklekk. pintu itu pun terbuka.


"masuk lah" Anggara mempersilakan Renita masuk.tapi sebelum mereka benar-benar masuk tiba-tiba saja pintu apartemen yang ada di sebelah nya terbuka dan..


"Anggara?!" teriak wanita yang keluar dari sebelah apartemen nya.


Anggara dan Renita menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Paula?" gumam Renita melihat siapa yang memanggil Anggara.


Dan pria itu hanya tersenyum tipis melihat kehadiran Paula.


"hey Paula" ucap Anggara santai balik menyapa wanita cantik itu.


Paula berjalan cepat mendekati Anggara dan Renita.dengan senyum mengembang ke arah Anggara.


"kamu kesini? tumben, sudah lama kamu tidak mengunjungi apartemen mu" ucap Paula tanpa menghiraukan keberadaan Renita di situ.


"aku hanya sebentar ada yang aku mau ambil" jawab Anggara.


"oh begitu, kirain kamu bakal lama di sini" keluh Paula wajah nya di buat memelas.


"apa kamu akan mampir ke apartemen ku? sudah lama juga kamu tidak berkunjung ke apartemen ku, nanti aku buatkan ayam steak favorit mu"


"tidak, terima kasih, maaf Paula aku tinggal dulu ya"


tanpa menunggu jawaban dari Paula dan tidak mau berlama-lama bicara dengan Paula, Anggara menarik tangan Renita yang sedari tadi wajah nya tampak memerah masuk ke apartemen nya.


Paula tercenung sesaat karena sikap Anggara yang meninggal kan nya begitu saja masuk ke dalam apartemen nya dan menutup pintu sedikit kencang.Paula mengepal kuat tangan nya.


"sial" umpat Paula menghentak kan kaki nya lalu kembali masuk ke dalam apartemen nya.


Renita memperhatikan dalam Apartemen milik Anggara yang terlihat mewah dan bersih? kenapa apartemen ini bersih sedangkan Jakarta, Bandung itu tidak dekat.bagaiman apartemen ini bisa terlihat bersih,dan terawat semua nya? pikir Renita.


"aku menyewa jasa rawat gedung ini Ren" ucap Anggara seakan tahu apa yang di pikir kan Renita dan itu benar bukan? gadis itu terdiam sejenak mendengar penjelasan Anggara yang sudah menjawab apa yang tengah dia pikir kan kemudian duduk di sofa yang ada di ruang tengah apartemen Anggara.


pria itu sedang di dapur entah sedang apa.

__ADS_1


"kamu mau minum apa Ren, kopi, jus orange, alpukat atau strawberry atau yang lainnya?" tanya Anggara.


Renita tidak menjawab pertanyaan Anggara dia memilih beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju dapur menghampiri Anggara yang nampak sibuk menyiapkan sesuatu.


"emang nya kamu sedia apa yang kamu sebut kan tadi?" tanya Renita sudah berdiri di depan Anggara yang berdiri di meja bar mini.


"tidak ada, aku hanya ada orange juss" jawab Anggara santai.


"issh,kamu ya.gaya nawarin aku macem rupa minuman yang ternyata tidak tersedia" protes Renita.


Anggara tersenyum simpul menanggapi ucapan Renita.


"kalau kamu mau salah satu nya,bisa aku pesan online Ren"


"nggak usah, aku minum yang ada di sini saja"


"baik lah" kemudian Anggara mengambil sebotol minuman orange juss di lemari pendingin nya.


"biar aku saja" Renita mengambil alih botol minuman itu dari tangan Anggara.


"kamu mau apa?" tanya Renita


"aku mau kopi hitam tanpa gula itu kopi nya di atas kitchen set" tunjuk Anggara pada sebuah toples kaca kecil yang berisi kopi.


Renita mendongak ke atas ke arah yang Anggara tunjuk.


gadis itu mengangguk dan menjulurkan tangannya ke arah toples kaca kopi tersebut tapi...


Anggara yang berdiri di belakang Renita tersenyum melihat gadis nya itu tidak bisa mencapai toples tersebut karena keterbatasan ukuran tinggi badan nya.Anggara mendekati Renita berdiri tepat di belakang tubuh Renita dan merapatkan tubuhnya tegap nya alih-alih menolong Renita untuk mengambil toples kopi itu.tentu saja Renita terkejut ketika Anggara merapatkan tubuhnya pada dirinya sangat rapat!


dan Renita merasa kan ada benda kenyal tapi sedikit keras yang menempel pada bokong nya.


"ini kopi nya" ucap Anggara berbisik di telinga Renita seraya mengecup lembut cuping telinga Renita.tubuh Renita bergetar karena menahan rasa yang aneh pada dirinya.


"Anggara..." ucap Renita dan mendorong tubuh tegap Anggara dengan sikut nya.


"auw" teriak Anggara dengan suara sedikit tertahan karena sikutan tangan Renita pada bagian perut nya. setelah Anggara sudah sedikit menjauh dari tubuh nya.gadis itu membalikkan badannya dan menghadap ke arah Anggara dengan tatapan tajam nya.


"jangan macem-macem ya kamu" ucap Renita sambil mengacungkan sendok kopi yang dia pegang ke arah Anggara.

__ADS_1


*


to be continued..


__ADS_2