Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
kerinduan..


__ADS_3

Anggara terkekeh melihat istrinya yang sangat semangat melihat hidangan yang sudah tersedia di meja makan.


"sini sayang"


Anggara menarik pelan tangan sang istri lalu menuntun nya untuk duduk di kursi tunggal yang sudah ia siapkan untuk istri nya dengan tatapan lapar Renita duduk di kursi meja makan kemudian Anggara pun duduk di sebelah istri nya dengan mata yang menatap lapar hidangan lezat di atas meja makan.


"ini nama makanan nya apa bang? aku baru liat"


Renita menunjuk dua makanan yang menurut nya baru dia liat


Anggara tersenyum tipis merespon ucapan istrinya.


"oh ini makanan khas Lombok,


yang ini ayam Taliwang, kamu tahu sayang?"


"apa?" Renita menimpali ucapan suaminya seperti murid yang sedang menunggu dan menyimak penjelasan sang guru.


"Tidak lengkap rasanya jika ke Lombok namun tidak mencicipi ayam taliwangnya. Ayam taliwang terkenal kaya akan rempah dan bumbu pedas yang lezat sehingga banyak wisatawan yang jatuh cinta dengan cita rasanya. Makanan yang menjadi khas Pulau Lombok ini pertama kali muncul ketika terjadi perang antara Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Karangasem Bali.


Awalnya ayam taliwang ini adalah ayam pelalah yaitu ayam kampung yang dimasak dengan aneka bumbu rempah. Rempah-rempah yang digunakannya pun berasal dari suku Sasak asli yang terkenal dengan cita rasa pedas sehingga ayam taliwang yang dikenal sampai sekarang pun memiliki rasa yang pedas dan kaya akan bumbu" jelas Anggara sedikit mengulas senyum karena expresi istri nya yang menggemaskan mendengar kan penjelasan nya kemudian ia kembali melanjutkan ucapannya


"Ayam taliwang biasanya disajikan bersama menu khas Lombok yang lain yaitu plecing kangkung dan beberuk terong. Beberuk terong adalah makanan dari lalapan terong dan kacang panjang dengan sambal tomat yang pedas" jelas Anggara panjang lebar Renita hanya diam sekaligus takjub karena ternyata suami nya yang berwajah bule sangat mengenali makanan khas daerah setempat yang notabene nya makanan khas daerah.


Anggara hanya tersenyum melihat sikap sang istri yang menyimak penjelasan nya dengan mimik wajah yang menggemas kan


"kalau yang ini? apakah ini sate?" Renita menunjuk makanan yang memang seperti sate tapi tampilan nya berbeda maka itu ia kembali bertanya.


"benar, itu sate. tapi khas sate Lombok namanya sate bulayak


... sate bulayak terdapat 3 varian sate yang berbeda yaitu daging sapi, usus sapi, dan daging ayam. Makan sate bulayak sudah pasti harus ada bulayaknya. Bulayak dalam bahasa setempat sama seperti lontong, hanya saja dikemas dengan daun aren dan berbentuk kerucut. Untuk membuka bulayak bisa dilakukan dengan cara mengupas sembari memutar daun aren, seperti arti kata bulayak sendiri yakni memutar....


Bulayak memiliki tekstur lembut dan rasa gurih yang berasal dari daun aren. Bumbu yang digunakan untuk sate bulayak berbeda dari sate pada umumnya, bumbu sate bulayak tidak menggunakan kacang tanah. seperti sate pada umumnya sih, tapi ada perbedaan dari cara penyajian dan pengolahan nya"


Renita mengambil satu tusuk sate dan mencicipi nya.


"enak sayang?" tanya Anggara memperhatikan istri nya yang memakan satu tusuk sate bulayak.


"HM, enak bumbu nya khas" masih mengunyah Renita menjawab.


"seperti nya kamu sudah tahu banyak makanan khas daerah sini bang, apa kamu sering berkunjung ke Lombok?" sambung Renita lagi penasaran. Anggara terkekeh


"tidak sering sih, tapi kadang kalau pikiran ku sedang penat aku pasti kesini mencari rileksasi"


"oh ya? pasti mahal harga menginap di resort ini karena aku lihat di sini sangat indah dan... privasi?"


"ini resort milik keluarga Handersson, opa ku sayang"


"oh ya?!" Renita melebar kan matanya takjub karena resort ini ternyata miliki keluarga suami nya.


"kalau kamu suka tempat ini, kita akan sering kesini jika kamu menginginkan" ucap Anggara lembut dengan senyuman nya.


"benar?" tanya Renita mempertegas ucapan suami nya.


"tentu" sahut Anggara santai menjawab pertanyaan antusias istri nya seraya mengelap sudut bibir Istrinya yang terdapat sisa saus akibat dari memakan sate tadi dengan jari jempol nya, lalu setelah itu jari jempol Anggara di hisap sendiri ke dalam mulutnya dengan gerakan yang... menggoda? ah,apa benar yang Renita liat ini? suami nya sedang melakukan gerakan sensual? mata Renita tak berkedip melihat nya. membuat Anggara mengulum senyum nya.

__ADS_1


"cup


"eh?" Renita kaget karena tak sadar tahu-tahu Anggara memberikan kecupan singkat pada bibir nya.


"kamu kenapa sayang?"


tanya Anggara pura-pura tidak mengerti.


"HM? eh? ah, tidak, aku tidak apa-apa" Renita tergagap menjawab lalu meneruskan makan nya kembali.


'ah, ya ampun Renita... kenapa otak mu jadi ketularan mesum suami ku sih, oh astaga' batin Renita merutuki sikap nya yang menjadi mesum melihat tingkah suami nya.


Anggara tertawa pelan. puas menggoda istri nya. seperti nya sangat menyenangkan. Untung saja dia masih mengingat kalau istri sedang lapar jadi ia tidak meneruskan aksinya. dan membiarkan istrinya mengisi tenaga nya karena setelah ini Anggara sangat merindukan sang istri. lalu Anggara dan Renita makan dalam diam fokus menikmati hidangan lezat yang tersedia.


"ahh..perut ku akhir nya kenyang setelah satu hari kemarin tidak terisi" gumam Renita yang bisa Anggara dengar dengan jelas. hingga menatap sang istri dengan tatapan entah seperti apa.


"maaf kan aku sayang.. kamu lolos dari jangkauan ku" sesal Anggara, sedih melihat istrinya kelaparan akibat penculikan yang di lakukan oleh mantan calon suami brengsek Renita. mengingat itu darah Anggara kembali terasa mendidih hingga gemeletak gigi nya terdengar samar.


"sini sayang"


Anggara menepuk kedua paha nya menyuruh istrinya agar duduk di atas pangkuan nya. tentu saja Renita ragu karena malu wajah nya merona. melihat keraguan istri nya Anggara menarik pelan tangan sang istri hingga jatuh ke pangkuan nya.


"bang.. malu,, nanti ada yang lihat"


Renita celingukan ke semua arah ruangan khawatir ada orang yang melihat nya.


"jangan khawatir sayang..resort ini ada tiga bangunan utama, tempat yang kita tempati sekarang ini tidak ada siapapun. yang lain ada di bangunan kedua di belakang bangunan ini" ucap Anggara terlihat santai malah wajah pria tampan itu sudah mendarat di ceruk leher jenjang milik istri nya dengan hidung mancung nya menyelusuri seputar kulit putih leher istri nya, menghidu aroma khas dari sang istri yang sangat Anggara sukai dan menjadi morfin penenang jiwa nya.


"bang" lirih Renita merasakan sensasi aneh pada dirinya karena sentuhan suaminya yang terus saja menggerakkan bibir kadang hidung mancung suami nya di area leher nya.


"aah..bang.." suara dessahhan Renita lolos dari mulut ranum nya.


"kenapa sayang" tanya Anggara seperti tak punya dosa yang sedang dia perbuat.


"geli bang..akkh!" Renita menjerit tertahan kala bibir Anggara menyesap kuat kulit leher putih istri nya hingga membuat warna merah keunguan tercetak jelas.


"sayang" gumam Anggara berat terdengar.


"apa" sahut Renita pelan wajah nya seperti menahan rasa nikmat dan geli. Anggara sedikit menjauh kan wajah nya demi menatap wajah sang istri dengan sorot mata yang sudah tertutup gairah?


"aku menginginkan mu.. aku kangen kamu ya??" Anggara seperti anak kecil yang menginginkan sesuatu dengan wajah yang memelas.wajah Renita bersemu merah karena ucapan suaminya seperti memohon yang membuat hati nya berdebar tak karuan darah nya berdesir hebat.


dengan wajah yang memerah karena malu Renita mengangguk


Anggara tersenyum lebar menatap penuh bahagia. wajah istrinya di berikan kecupan seraya bangkit dari duduknya masih Renita dalam gendongan nya dengan ala koala berjalan dengan langkah lebar, menuju kamar. untuk melakukan kegiatan nikmat yang amat menyenangkan karena sudah satu Minggu ini Anggara tak menyentuh tubuh istrinya. tak peduli hari masih pagi menjelang siang. dan seperti nya pasangan sejoli itu tidak mempersoalkan nya. di saat yang lain berjoging pagi untuk mengeluarkan keringat di luar dengan suasana pagi yang menyegarkan. tapi sepertinya mereka akan mengeluarkan keringat di atas ranjang yang akan panas sebentar lagi.


tiba di dalam kamar Anggara merebahkan tubuh istrinya dengan perlahan kemudian dia pun ikut naik ke atas ranjang merangkak, mengungkung tubuh kecil istri nya kedua nya sudah di liputi kabut gairah. Anggara mulai melakukan aksi nya melummatt dalam bibir istri nya dengan gerakan lembut di awal karena semakin lama cumbuan nya berubah liar dan menuntut dengan intens membelai rongga mulut sang istri dengan benda pipih lunak, nan basah milik Anggara. menyalurkan kerinduan yang sudah menggunung di dalam jiwa nya pada istrinya.


meraba dan membelai setiap inci tubuh istrinya dengan tangan dan lidah nya. Anggara terus memberikan rasa nikmat pada setiap sentuhan nya untuk wanita yang sangat dia cintai yang sudah menjadi tujuan hidup nya.


satu persatu pakaian yang melekat pada Renita telah lepas dari tubuh nya hingga sekarang tubuh sintal sangat menggoda untuk Anggara jamah dan nikmati dalam lautan cinta nya. puas bermain dan menikmati setiap titik sensitif tubuh istrinya Anggara memposisikan dirinya di tengah kedua paha mulus istrinya membuka lebar-lebar kedua paha tersebut.


"bang" desah Renita gugup melihat pusaka milik suami nya, yang sudah tegap berdiri siap memasuki lahan hangat nya. walaupun sudah beberapa kali Renita melihat pusaka milik suami nya yang ukurannya errr... besar dan panjang tetap saja masih membuat tubuh Renita bergidik melihat ukuran pusaka milik suami nya. membayangkan benda berurat besar dan panjang itu menerobos masuk ke dalam lahan hangat milik dirinya.


"bang"

__ADS_1


"iya sayang" sahut Anggara yang sedang mengarah kan pusaka nya ke arah yang dia tuju.


"milik mu apa bisa di kecil kan?"


ucapan Renita membuat Anggara terkekeh berat. tak mau istrinya tegang. Anggara membungkukkan badannya dan kembali melahap bibir istrinya dengan penuh perasaan serta dalam agar istrinya kembali terbawa gairah. dan ketika sang istri sudah terbuai oleh cumbuan nya, Anggara segera mengarahkan pusaka milik nya ke lahan hangat milik istri nya dan..


"aaah...


arrhgg.. sayang ini nikmat sekali"


racau keduanya bersamaan ketika kedua nya berhasil menyatu. Anggara membenamkan pusaka nya dengan sempurna ke dalam lahan hangat milik istri nya.


Sementara Renita meremas sprei dengan kedua tangan nya menyalurkan rasa nikmat yang mendera nya. matanya terpejam, mulut nya terbuka lebar saat pusaka milik suami menghentak ke dalam lahan hangat nya. sungguh pemandangan yang sangat indah dan membuat gairah Anggara berkobar melihat istrinya seperti itu.


tak tahan hanya mendiamkan saja Anggara melahap puncak gunung kembar milik istri nya dengan rakus seperti bayi yang menyusu sangat lahap. tubuh Renita meliuk-liuk seperti ular mendapatkan sensasi berjuta rasa nikmat yang ia terima.


Anggara terus memacu dirinya di atas tubuh istrinya dengan liar nya.


suara rintihan penuh kenikmatan terus menerus menggema di seluruh ruangan kamar tersebut. debur ombak lautan di luar sana terdengar seolah mengiringi hentakan demi hentakan yang Anggara berikan pada tubuh istrinya sudah berkali-kali Renita menjerit mengumandangkan kenikmatan kala mendapatkan puncak nya. sedangkan Anggara masih betah bergerak bebas menjelajah mengejar kenikmatan hingga Anggaran merasa gelombang dahsyat itu akan datang menerjang tubuh nya, lelaki tampan dengan tubuh atletis nya yang sudah Bermandi keringat, mempercepat pengeboran nya. kedua tangan kekar nya menahan pinggul sang istri agar tidak bergeser menjauh karena hentakan liar nya. semakin cepat Anggara menggerakkan pinggulnya hingga titik kenikmatan itu datang mendorong pusaka nya dalam-dalam ke lahan hangat istri nya dan..


"aarrrggg... sayang...." Anggara mengerang pendek, nafasnya seperti putus-putus rahang nya mengatup mata nya merem melek seperti kelilipan . merasa kan kenikmatan yang luar biasa yang dia dapatkan dari tubuh istrinya.


setelah ombak kenikmatan itu reda Anggara ambruk di atas tubuh istrinya. memeluk erat tubuh sintal yang sudah licin dengan keringat. membenamkan wajahnya di ceruk leher istri nya dengan nafas kedua nya yang masih keadaan memburu.


cup


Anggara mengecup bibir ranum istri nya menutup percintaan mereka.


"terima kasih sayang i love you" bisik Anggara setelah itu barulah dia menyingkir dari atas tubuh istrinya dan merebahkan tubuh liat nya di samping istri nya.


"i love you too hubby" balas Renita dengan wajah bersemu merah karena malu, tapi hati nya menghangat. kemudian menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh polos nya. lalu bangun dari tempat tidur.


"mau kemana sayang?" Anggara mencekal lengan istri nya yang beranjak dari tempat tidur.


"aku mau membersihkan tubuh ku" sahut Renita


"nanti saja sayang.. kamu pasti lelah sini istirahat dulu"


Anggara menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya.


"issh.. aku nggak Beta ah. badan ku pada lengket" keluh Renita jujur memang tubuh nya terasa lengket dan ingin mandi berendam air hangat untuk menghilangkan rasa sakit di badan nya setelah di bajak oleh suami nya dengan berbagai macam gaya dengan durasi yang tidak sebentar. ah, suaminya memang sangat perkasa kalau sudah urusan ranjang.


"baik lah kalau begitu kamu mandi"


dengan enggan Anggara membiarkan istrinya untuk membersihkan diri nya walaupun ada rasa tidak rela karena jujur Anggara masih merindukan sang istri setelah satu Minggu tidak bertemu. Anggara yang juga tidak dapat beristirahat dengan baik selama dua hari ini karena peristiwa penculikan istri nya hingga membuat tubuh nya merindukan kasur empuk dan kini di tambah habis menggarap lahan hangat istri nya Anggara sudah di ambang batas nya hingga perlahan matanya terpejam menyelusuri alam mimpi.


dua puluh menit Renita baru keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk sebatas dada. Renita tersenyum tipis melihat suaminya terlihat sangat lelap tertidur.


"ah suami ku pasti lelah sampai tidur mendengkur" gumam Renita merasa lucu karena lelaki tampan yang sedang tergeletak polos, tidur pulas dengan dengkuran yang sangat kencang.


setelah rapi berpakaian dengan hanya memakai longdres polos bewarna peach blossom sebatas lutut berlengan pendek. melangkah pelan mendekati suaminya yang masih tergeletak di atas ranjang dengan posisi tengkurap wajah nya menyamping sedangkan kedua tangan nya berada di bawah bantal memeluk bantal tersebut ah, benar-benar nyaman di lihat posisi seperti itu. hingga suara berisik seperti orang yang sedang bicara atau seperti berdebat seperti nya? terdengar dari luar sayup-sayup di telinga Renita.


*


TBC..

__ADS_1


__ADS_2