
Widya menjadi melting dengan keadaan saat ini.yang akhirnya menarik paksa suami nya agar pergi menjauh dari hadapan Renita dan Anggara.Gusti menahan kaki nya melintir tubuh nya untuk kembali menoleh ke arah Anggara karena tangan nya sudah di tarik oleh istri.
"pak Anggara, saya permisi dulu,mau meneruskan makan malam kami" ucap Gusti Dengan senyum ramah nya pada Anggara.
"oh, iya.silakan pak di lanjutkan"balas Anggara terpaksa tersenyum pada Gusti Yang terus melangkah sembari bicara. karena terus saja widya menarik tangan nya tanpa lagi menoleh ke arah Anggara.
setelah Gusti sudah jauh dari tempat Anggara berada.dia menepis tangan istrinya yang mencekal lengan nya.
"hentikan mi, kenapa sih kamu? aku jadi nggak enak dengan pak Anggara.dia itu anak nya pak Arman pemilik hotel tempat aku bekerja.. kelakuan mu bikin papah nggak enak!" Gusti geram dengan sikap istrinya.karena tidak ingin malu dan menjadi perhatian semua pengunjung resto makanya Gusti menuruti istri nya.widya hanya diam tak bicara wajah nya pias, karena baru kali ini Widya melihat suaminya marah dan bicara dengan nada tinggi dan menekannya pada setiap kata-kata nya.
"maafkan mami pa,mami begitu karena malu"ucap Widya mengatakan alasan nya.
"malu? malu kenapa?"
"wanita yang bersama Pak Anggara itu teman kuliah ku,bahkan pernah satu kos dengan mami walaupun sebentar"
"oh,ya? bagus dong.. mami bisa berteman dengan orang penting" timpal Gusti nampak senang
"ih, nggak segampang itu pa, aku tadi udah ngeraguin dia,dan... Widya tidak meneruskan kalimatnya. kedua tangannya meremas pinggiran blouse milik nya. Gusti memicingkan matanya menatap istrinya.
"dan apa? teruskan ucapan mu, bikin penasaran ajah!" Gusti mengusap kasar wajah nya."cepat mi, apa yang kamu mau katakan" sekali lagi Gusti menekan istri nya.
"aku.. aku merendahkan Renita karena.. dia mempunyai calon suami berondong" ucap Widya lirih wajah nya di palingkan ke arah lain tak berani menatap Gusti.
"apa??! merendahkan?? ya ampun mami..." Gusti hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah memalukan istri nya.
Widya hanya diam bisa bicara atau pun mendebat suaminya.
__ADS_1
hampir satu Minggu di Bandung yang penuh dengan berbagai macam drama Anggara dan Renita memutuskan esok pagi nya pulang ke Jakarta.
setelah tiba di Jakarta dan Anggara sudah mengantar kan Renita pulang dengan selamat.Anggara tiba di rumah sudah menjelang malam sekitar pukul sembilan malam.
Anggara masuk ke dalam rumah nya
dengan badan Yang sangat lelah dan terasa lengket.
dan ketika dia akan melewati ruang tengah langkah nya berhenti.
"hai Anggara"seorang wanita cantik berusia empat puluh lima berwajah Eropa berdiri cantik di depan nya.
"aunty Vera?"
Anggara mendekat ke arah wanita yang bernama Vera dan memeluk nya.
"kemarin, Tante datang dan kamu katanya sedang di Bandung ngapain? apa ada pekerjaan?" tanya Vera menarik tangan Anggara untuk duduk di sofa.di situ sudah ada Arman umi Aisyah dan.. seorang gadis? Anggara melirik sekilas ke arah gadis muda yang juga berwajah Eropa itu yang duduk di sebelah umi Aisyah tersenyum manis tertuju ke dirinya.vera tersenyum melihat Anggara menatap vera seolah bertanya siapa gadis itu.
"sini duduk" Vera menarik duduk Anggara di sebelah nya.
"kenalin ini Miela, kamu bisa panggil Ela" ucap Vera lalu menggerakkan dagu nya meng,kode Miela untuk berdiri dan memperkenalkan diri nya
gadis itu mengangguk dan berdiri mendekati Anggara memberikan tangan nya pada Anggara untuk bersalaman.Miela menatap lekat Anggara. sungguh tatapan itu Anggara tahu maknanya.
dengan malas Anggara kembali berdiri dari duduknya dan menyambut uluran tangan miela.apa lagi melihat pakaian yang menempel pada gadis itu seperti kekurangan bahan. Anggara menatap risih.hingga membuat Anggara harus mengalihkan pandangannya.
"Miela" ucap nya dengan sorot mata yang penuh minat pada tertuju pada Anggara.dan pria itu sedikit kaget karena Miela mengerat kan genggam tangan nya.reflek menarik tangan nya cepat.Anggara menatap tajam pada Miela.dan gadis itu langsung menunduk dan kembali ke Tempat duduknya.
__ADS_1
"bagaimana Angga, cantik kan Miela?" bisik Verra pada Anggara.ucapan Verra membuat Anggara menautkan kedua alisnya.
apa maksud nya dari ucapan Tante nya.Anggara tidak menjawab pertanyaan Verra yang mengusiknya.karena Arman menyela pembicaraan mereka.
"bagaimana Renita kabar nya Angga?"tanya Arman
"baik papah, tadi aku baru saja mengantar nya sampai rumah" jawab Anggara.
"syukurlah,oh ya.besok kamu pergi ke butik Tante Bella untuk fiting baju" ucap Arman lagi yang membuat Verra dan Miela terperangah mendengar nya.terutama Verra.dan Anggara mengerti sikap papah nya yang membicarakan topik tersebut dan itu membuat Anggara harus berterima kasih pada papah nya.
"fiting baju? buat siapa? kamu Anggara?"tanya Verra dengan wajah penasaran nya menatap Anggara menunggu jawaban langsung dari mulut ponakan nya.
"iya aunty, aku akan menikah dengan Renita"
"jadi benar kabar itu? kamu akan menikahi Tante mu itu?? my God Anggara..apa tidak ada wanita lain yang kamu nikahi, kenapa harus wanita itu? selain status nya itu dia lebih tua empat tahun dari usia mu Anggara..dan itu tidak baik untuk mu" Ucap Verra dengan berapi-api
Anggara menarik nafas dalam-dalam kemudian dia hembuskan perlahan nampak wajah nya menegang karena ucapan Verra yang sarkas dan itu menyakitkan hati nya karena Verra lagi-lagi status dan usia Renita di permasalahkan.
"Aunty, aku mencintai Renita dengan segenap hati ku.dan terlepas dari status serta usianya, aku tidak pernah perduli.karena bagi ku Renita wanita yang membuat aku bahagia"
ucap Anggara pelan dia berusaha menekan emosi nya karena tidak mau marah pada Verra.
"tapi Anggara kamu.." belum Verra melanjutkan ucapannya.
"iya,kak.tiga Minggu lagi Anggara akan menikah dengan Renita" timpal Aisyah Santai melirik sekilas ke arah Miela ada senyum tipis terulas di bibir Aisyah.senyuman puas.
*
__ADS_1
to be continued..