Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
miliki seutuhnya.


__ADS_3

suara gemericik air terdengar dari kamar mandi sudah lima belas menit Anggara berada di dalam kamar mandi.sementara Renita duduk gelisah di tepian Ranjang menunggu giliran untuk membersihkan tubuh nya.rasanya kejadian hari ini eh, bukan. sudah dua hari ini perasaannya dan hidup nya sudah di buat jungkir balik oleh pria yang sekarang sedang berada di dalam kamar mandi itu Renita masih tak percaya rasanya, masih belum bisa mencerna apa yang sudah terjadi. dia seperti sedang Menaiki rollercoaster saja. setelah acara ijab Kabul, dan di lanjutkan dengan acara ramah tamah pada keluarga dan orang terdekat, seharian rasanya badan Renita terasa lelah sekali apalagi di lengkapi dengan segala drama yang terjadi hari ini rasanya lelah yang di rasakan Renita itu lelah lahir batin.


sekarang sudah jam sebelas malam barulah Renita bisa mengundurkan diri dari acara pernikahan nya. tanpa basa-basi lagi Anggara membawa pergi dirinya Dari acara tersebut tapi Anggara tidak membawa dirinya kerumah mas Adam ataupun ke rumah orang tua nya melainkan Anggara membawa dirinya ke sebuah hotel five star yang ada di jantung ibukota Jakarta dengan segala fasilitas mewah nya


dan di sini lah dirinya di salah satu kamar hotel presidentsuite.


cklek


pintu kamar mandi terbuka, Anggaran keluar dari balik pintu tersebut dengan hanya menggunakan handuk sebatas pinggang nya, rambut yang masih setengah kering masih dia gosok dengan handuk kecil ke kepala nya dengan gerakan random perut liat, dengan sixpack nya terpampang jelas di mata Renita. gadis yang masih lengkap dengan baju kebaya membalut tubuh nya itu terpaku, melihat pemandangan baru di lihat nya. seorang pria bertelanjang dada dengan bentuk tubuh nyaris sempurna dengan pundak lebar berotot, dengan otot bisep di kanan dan kiri bahu nya oh, jangan lupa otot perut berbentuk V terbentuk sempurna di bagian bawah pusar nya membuat pria blasteran Indonesia-Belanda itu begitu hot! di mata wanita dan Renita sangat beruntung apa yang ada di tubuh pria tampan itu sekarang adalah milik nya, dan hanya dirinya yang menikmati pahatan sempurna ciptaan Tuhan yang satu ini.


oh my God!! jantung Renita Seperti hendak keluar dari tempat nya saking berdetak begitu cepat nya.


oh, astaga Renita... kondisi kan mata dan jantung mu.. tapi gadis itu terus saja tak bisa mengalihkan perhatian dari tubuh amazing milik suami nya itu. sehingga Anggara mendekat dengan senyuman lebar nya pun Renita tetap tak bisa mengalihkan pandangannya Anggara melempar handuk kecil yang tadi dia gunakan untuk mengeringkan rambut nya ke sembarang tempat lalu Anggara membungkukkan badan tegap nya menyamaratakan posisi nya dengan Renita yang duduk di tepian ranjang.


kedua tangan kokoh nya yang terasa dingin menangkup wajah Renita


dan ketika Renita merasakan dampak dingin nya kedua telapak tangan Anggara di wajah nya seketika terkesiap.karena kini wajah kedua nya berjarak sangat dekat dan Anggara memberikan kecupan singkat di bibir Renita


cup


mata Renita membola karena itu.


Anggara hanya tersenyum melihat tingkah wanita cantik yang kini sudah menjadi istri sah nya dan dia yakin kalau istri nya sedang terpesona dengan keindahan tubuh nya dan dirinya menyukai expresi polos istri nya yang sedang mengagumi keperkasaan tubuh nya.


dan Anggara dengan gemas nya menjepit pelan hidung Bangir istrinya yang masih saja terpaku oleh penampilan setengah naked nya.


"aucwh! Abang.." Renita menepis jemari Anggara dari hidung nya.


"kamu nggak mandi dulu sayang?"


suara yang menyemburkan rasa hangat dari nafas Anggara menerpa wajah Renita.dan gadis itu buru-buru menepis tangan Anggara dari wajah nya lalu berdiri dari duduknya.


"i_iya, Aku mau membersihkan tubuh ku dulu" dengan cepat Renita berlari kecil menuju kamar mandi

__ADS_1


"hati-hati sayang.. jangan berlari begitu,, nanti jatuh" ucap Anggara mengingat kan Renita yang masih memakai kebaya , berjalan cepat menuju kamar mandi. pria itu mengulum senyum nya.


tapi Renita tidak perduli dengan ucapan Anggara dia terus berjalan cepat dan..


Brukk!


menutup pintu kamar mandi cukup keras Renita spontan menutup pintu kamar mandi dengan rasa yang berdebar di dadanya.


Renita berdiri di balik pintu kamar mandi dengan memegang dada nya


"oh, astaga.. kenapa rasanya seperti ini? pikiran ku kemana-mana hanya melihat tubuh Anggara" gumam Renita seraya memegang kedua pipinya yang terasa panas dengan kedua tangan nya.


semenit


dua menit..


tiga menit..


pintu kamar mandi itu terbuka nampak kepala Renita menyembul dari balik pintu kamar mandi.


"A_Anggara.." ucap Renita pelan matanya mengedar mencari keberadaan Anggara matanya tertuju ke arah ranjang tapi Anggara tidak ada.


"kemana sih kamu Anggara?" tanya Renita dalam gumaman nya.


"Abang...bang.." Renita mencoba memanggil lagi Anggara dan benar saja tak lama sosok gagah muncul dari balik pintu kaca balkon yang terbuka sedikit ah, rupanya pria itu sedang berdiri di balkon mendengar suara feminim memanggil dirinya Anggara yang sedang asik merokok di balkon dengan segera membuang Batang rokok yang masih separoh itu ke sebuah pot kecil yang ada di sudut balkon kamar. melangkah lebar Anggara mendekati arah suara yang memanggil dirinya.


"ada apa sayang? kamu belum mandi juga? apa perlu aku mandiin?" goda Anggara dengan senyum nakal nya berjalan mendekati Renita yang hanya nampak kepala nya saja dari balik pintu kamar mandi.


"issh! aku bisa mandi sendiri! aku.. Aku hanya minta tolong" ucap Renita pelan


"minta tolong apa?" tanya Anggara yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.


Renita nampak ragu untuk mengatakan maksud nya dengan menggigit bibir bawahnya untuk mengatasi kegugupan nya.

__ADS_1


"sayang... mau minta tolong apa HM?" tanya Anggara dengan suara yang berat merasa gemas karena Renita mengigit bibir bawahnya.


gadis itu tidak menjawab dan akhirnya Renita keluar dari kamar mandi dan langsung membalikkan badannya di depan Anggara.


"tolong bukain kancing baju ku di bagian belakang punggung ku" pinta Renita pelan karena memang model baju kebaya nya bagian belakang bukan memakai resleting. melainkan sebuah kancing kecil sebesar kacang polong berbentuk berlian berjajar hingga batas pinggul nya.


Anggara menelan Saliva nya berkali-kali karena permintaan Renita.


"bang.." ucap Renita lirih karena belum ada pergerakan tangan Anggara membuka kancing kebayanya.


"ah,iya.. Aku buka ya"


"hmmm.. cepat, aku ingin mandi segera. tubuh ku sudah lengket dengan keringat nih" sahut Renita lagi.


tanpa bicara lagi Anggara mengerakkan jemari kokoh nya, membuka dengan perlahan satu persatu kancing baju di belakang badan Renita dan.. betapa mulusnya kulit istrinya putih kuning Langsat menggoda hasrat Anggara yang sedari tadi dia tahan darah nya mendesir hebat di dalam tubuh nya, tiba-tiba saja AC di dalam ruangan itu yang dingin nya sudah maksimal tetapi nyatanya seperti tak berfungsi karena kini tubuh Anggara terasa panas dan gerah Hingga kancing terakhir yang berhasil dia lepaskan dengan susah payah Anggara meneleng kan kepala nya mencoba menahan gairah nya.


sabar .. sabar Anggara.. istri mu biar mandi dulu oke!


ucap Anggara di batinnya


"sudah selesai?" tanya Renita karena dia sudah tidak merasakan pergerakan tangan Anggara lagi di bagian belakang punggung nya.


"iya sudah selesai"


"terima kasih" ucap Renita lalu kembali melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


rasanya Anggara seperti tidak bisa bernafas melihat kemolekan tubuh istrinya tadi yang terpampang jelas di mata nya.


lelaki normal mana yang tidak akan tergoda, melihat punggung serta tubuh bagian belakang seorang wanita yang putih mulus tanpa cacat. warna kuning Langsat nya menambah poin lebih tubuh gadis cantik yang sekarang sudah menjadi milik nya secara sah dan sebentar lagi akan dia miliki seutuhnya.


*


TBC..

__ADS_1


__ADS_2