
Renita memandangi keseluruhan wajah, postur tubuh pria bule rupawan yang duduk di samping nya,dia masih tidak percaya, pria ini memilih dirinya untuk menjadi istri nya.memang,tadi dia dengar Anggara menyebut dirinya seolah seorang pangeran, dan itu seperti kedengaran membual, padahal kenyataannya, memang dari wajah hingga penampilan Anggara tak jauh dari sosok seorang bangsawan.Renita seperti bermimpi rasanya.di cintai oleh Anggara apalagi usianya lebih muda dari dirinya.
Anggara sadar kalau dirinya sedang di tatap sedemikian rupa oleh Renita, membuat jantung nya berdebar kencang, tapi dia berusaha untuk menenangkan diri nya.
"sudah puas mandangin aku nya? iya, Aku tahu aku ini tampan, dan seharusnya kamu senang, kalau pria tampan ini akan menjadi suami mu"
dengan pedenya Anggara berucap
"apa? issh,pede banget sih kamu"
Renita yang baru sadar karena memang sedang memandangi Anggara, buru buru memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela mobil, wajah nya merona.
"jangan kamu sembunyikan wajah merona mu itu dari ku Renita..sini, aku mau lihat"
satu tangan Anggara meraih dagu Renita untuk kembali ke arah dirinya.
"apaan sih kamu Anggara"
ucap Renita menepis tangan Anggara yang memegang dagu nya.
Anggara hanya terkekeh melihat tingkah Renita.
setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan sekaligus menyenangkan bagi Anggara, akhirnya mereka sampai di rumah Adam tepat pukul sembilan malam.
mobil Pajero sport milik Anggara memasuki halaman rumah milik Adam.
Anggara dengan cepat turun dari mobil nya, lalu berjalan mendekati pintu mobil satu sisi nya lagi untuk membukakan pintu mobil untuk Renita, tapi Renita sudah turun duluan, tanpa menunggu Anggara.
"sebaiknya kamu pulang ajah sana, nggak usah mampir lagi" ucap Renita langsung tanpa dosa.
"mana bisa begitu, aku harus pamit dengan mas Adam, kalau aku pergi begitu saja, itu namanya tidak sopan, dan tidak bertanggung jawab, kamu itu bukan gadis yang aku jumpai di jalanan Renita" ucap Anggara tegas.
Renita hanya diam, lalu berjalan begitu saja ke arah pintu rumah nya.
tak lama pintu rumah terbuka, nampak Adam berdiri di ambang pintu rumah nya.
"assalamualaikum.. Anggara mengucap salam pada Adam.
"waallaikumu sallam.. kalian sudah pulang?" Adam menjawab salam Anggara seraya bertanya.
"iya, maaf mas, jalanan macet karena hujan deras" Anggara menjawab cepat.
Adam mengangguk merespon ucapan Anggara.
"baik lah kalau begitu saya permisi dulu, sudah malam juga" Anggara akhirnya pamit, karena Adam tidak ada basa basi menawarkan ke dirinya sekedar mampir, masuk ke dalam rumah nya. Anggara pun mengerti, karena memang hari sudah malam, untuk ukuran seorang pria berkunjung ke rumah seorang gadis memang tidak pantas.
"baik lah kalau begitu terimakasih sudah mengantarkan Renita pulang dengan selamat,salam buat mba Aisyah dan mas Rahman" ucap Adam dengan raut wajah datar dan tetap berdiri di ambang pintu rumah nya.
"iya mas, akan saya sampaikan salam nya.kalau begitu saya permisi.
__ADS_1
assalamualaikum"
Anggara pamit, dan kembali mengucapkan salam lalu di jawab kembali oleh Renita dan Adam.
lalu sang Arjuna bule itu pun pergi meninggalkan rumah Adam dengan kendaraan nya.
setelah itu Adam dan Renita masuk ke dalam rumah.
"gimana Ren?"
"apa nya mas?" tanya Renita Balik tanya bingung dengan arah pertanyaan Adam.
"apa kamu sudah tahu siapa Anggara?"
Renita diam tidak menjawab, dia kemudian berjalan ke arah sofa yang ada di ruang tengah rumah itu.kemudian menghempaskan bokong, duduk di sofa itu.
begitu juga dengan Adam duduk di sofa yang ada di depan Renita.
mereka saling pandang.Adam diam menatap tajam Renita, menunggu jawaban dari Renita.
"apa sebelum nya mas Adam sudah tahu kalau Anggara itu berstatus sebagai ponakan ku?"
"iya"
kok mas Adam nggak kasih tau Aku sih" ucap Renita ada nada marah di ucapannya.
"karena biar kamu tahu sendiri dari Anggara"
"aku tidak mendukung siapapun Renita..soal perasaan itu semua tergantung diri mu, tapi aku juga berhak, melarang kamu untuk untuk tidak di dekati oleh lelaki yang tidak baik menurut ku"
"tapi sepertinya kamu menyukai Anggara benar? karena kalau tidak mas akan membatalkan acara lamaran hari Sabtu ini"
"eh, jangan mas..kok di batalin sih" ucap Renita dengan cepat.
Adam tersenyum melihat respon Renita.
"jadi kamu menerima Anggara dengan status yang sudah kamu ketahui?"
"i_iya mas" ucap Renita malu malu.
"sudah lah mas, aku mau istirahat, sekalian mau mandi" sambung Renita.
"ya sudah sana"
Renita pun beranjak dari duduknya meninggalkan Adam, melangkah menuju ke arah kamar nya.
________
pagi menjelang.
__ADS_1
nampak Anggara berjalan menuruni anak tangga dengan tergesa.sudah berpenampilan rapih.siap berangkat kerja.
Anggara menghampiri kedua orang tua nya yang sedang sarapan pagi di ruang makan.lalu menarik kursi yang ada di dekat meja makan. Anggara meminum susu segelas yang sudah tersedia di meja makan, kemudian mengambil satu buah sandwich lalu langsung berdiri.Rahman dan Aisyah yang sedari tadi hanya diam memperhatikan gerak gerik Anggara dengan wajah heran.
"kenapa kamu tidak menghabiskan sarapan mu dulu Anggara?"
akhirnya Rahman buka suara, bertanya.
"maaf pap, aku sedang terburu-buru"
lalu Anggara pamit dengan mencium punggung tangan kedua orang tua bergantian.kemudian berlalu begitu saja.meninggalkan ruang makan menuju ke arah pintu keluar.
Anggara memang sedang terburu-buru karena hari ini dia berjanji untuk menjemput Renita pergi ke kampus, karena motor Renita di tinggalkan di parkiran kampus kemarin.
setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam perjalanan plus macet, Anggara tiba di jalan ke arah rumah Adam.setelah sekitar jarak lima meter dari rumah Adam, Anggara melihat sebuah mobil CHRV warna abu-abu terpakir di depan jalan rumah Adam, dan nampak juga Renita sedang bicara dengan seorang lelaki yang berdiri di samping mobil itu.
wajah Anggara menegang melihat Renita bicara dengan seorang pria, apalagi pria itu berusaha memegang tangan Renita, walaupun Renita menghindari nya.
setelah benar-benar sampai di depan rumah Adam, Anggara langsung memarkirkan mobilnya persis di depan mobil CHRV dengan arah berlawanan.dan dengan cepat Anggara turun dari mobil nya.lalu menghampiri Renita dan pria berseragam coklat itu.
Renita yang sudah tahu kedatangan Anggara diam, menoleh ke arah Anggara, begitu juga pria berseragam coklat itu menatap tajam dengan pandangan tanda tanya.
tanpa basa-basi lagi Anggara langsung meraih tangan Renita yang memang sudah siap untuk berangkat.
"ayo kita berangkat sayang" ucap Anggara sengaja dengan memanggil Renita dengan sebutan sayang.
sedangkan Renita seperti kerbau di cucuk hidung nya,dia hanya diam dan menurut ajakan Anggara.
Pria yang tak lain adalah Darwin, dengan sigap mencekal tangan Renita yang di genggam oleh Anggara
"tunggu dulu,, siapa kamu? seenaknya mengajak Renita pergi dari sini,Renita akan pergi bersama ku, bukan kamu" ucap Darwin dengan pede dan tegas.
Anggara dan Renita saling pandang, Anggara yang sudah menahan emosi nya dari tadi.kemudian menepis tangan Darwin yang mencekal lengan Renita, kemudian menarik tubuh Renita ke belakang tubuh tegap nya.
Darwin melotot melihat sikap Anggara yang menurut nya kurang ajar.sedangkan sang Arjuna bule menatap sinis Darwin.
"tentu saja Renita akan pergi dengan calon suami nya, bukan dengan anda,
anda ini siapa? berani menyentuh calon istri saya" Anggara berusaha bersikap tenang, walaupun dalam hati nya sudah sangat emosi.
"apa calon istri?!" ucap Darwin dengan nada tinggi,tak percaya.
"benar, Renita calon istri saya" sahut Anggara dengan tenang nya.
Darwin tergelak mendengar ucapan Anggara yang menurut nya itu hanya membual.lalu Darwin diam, menatap tajam ke arah Anggara.
"
...to be continued....
__ADS_1
terimakasih sudah mampir ke cerita saya ini 😊, jangan lupa untuk tinggal kan jejak nya ya 😊😊