Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
OM, KEREN!


__ADS_3

di saat keterpakuan mereka belum hilang atas sikap bucin Anggara,di buyarkan oleh suara feminim menyapa pendengaran mereka


"selamat malam semua nya"


Rahman, Aisyah, Yusuf dan Madina menoleh bersamaan ke sumber suara itu dan setelah mereka tahu siapa itu dengan kompak nya mereka memutar bola matanya malas terlebih Madina gadis itu langsung berdiri dari duduknya pergi melangkah menuju kamar nya di ikuti oleh Aisyah tapi wanita paruh baya itu pergi ke dapur untuk membuat teh hijau untuk suami nya


kini tinggal Rahman dan Yusuf yang ada di ruangan itu.


"anything wrong?" tanya Miela yang baru saja datang dan menyapa orang yang ada di ruangan tersebut tapi tidak ada yang menyahut sapaan nya malah Reaksi yang menurut nya terbaca sebagai suatu yang tidak menyenangkan dan terus terang hati nya sedikit tercubit dengan reaksi keluarga Subianto ini


tapi Miela berusaha untuk tidak ambil pusing dengan sikap Aisyah dan Madina yang nampak sekali rasa tidak suka nya pada dirinya.


Rahman melihat sekilas ke arah Miela lalu dengan cepat dia mengalihkan pandangannya karena merasa risih dengan penampilan Miela dengan pakaian seperti yang kurang bahan, begitu juga dengan Yusuf dia bukan pria kolot atau pun kuno yang tidak pernah melihat tampilan seorang gadis seperti Miela dia sering menjumpai nya di kampus pun banyak gadis yang berpenampilan seperti Miela tapi kali ini entah mengapa dirinya pun merasa risih dengan penampilan wanita yang berdiri tak jauh dari tempat nya duduk apalagi Miela sedang berada di dalam keluarga Om nya Dan dia tahu ummi Aisyah pergi karena tidak suka kedatangan Miela


Rahman menarik nafas nya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya berat sebelum dia bicara


dia menatap tajam ke arah Miela terpaksa dia kembali mengarahkan tatapan nya pada Miela karena tidak mungkin kan,dia bicara sambil memalingkan wajahnya.


"sebaiknya mulai besok, kamu harus keluar dari rumah ini Miela.kamu harus cari sewa apartemen untuk timpat tinggal mu selama di Indonesia karena rumah ku bukan gethouse, bukan penampung wisatawan asing" ucap Rahman tegas terdengar


Miela melebarkan matanya karena ucapan Rahman yang sangat kasar.


"Om mengusir saya??" tanya Miela tak percaya karena memang selama dia tinggal di keluarga ini Rahman hampir tidak pernah bicara ke dirinya sama sekali.dan apa ini? sekali nya Rahman bicara, untuk mengusir nya dari rumah nya, tidak, Miela tidak akan pergi dari rumah ini karena dia bertekad untuk merebut Anggara dari Renita pikir Renita seperti itu.


"dengan rasa yang sangat menyesal,ya, saya menyuruh mu keluar dari rumah ini besok, saya tidak mau tahu, besok kamu harus sudah meninggal kan rumah ini"


Rahman menatap dingin Miela


"tapi aku tidak.."


"saya tahu kamu itu punya apartemen di kapuk kan? jadi nggak usah berpura-pura lagi seperti orang tidak punya tempat tinggal Miela"

__ADS_1


ucap Rahman langsung memotong ucapan gadis itu dia tahu Miela akan berkelit lagi seolah tidak punya tempat tinggal di Indonesia karena awalnya seperti itu Rahman mengizinkan gadis itu karena rasa kemanusiaan saja tapi, Rahman tentu nya tidak tinggal diam dia menyelidiki siapa Miela sebenarnya


dan akhirnya dia ketahui Miela mempunyai satu usaha di Indonesia yang bergerak di bidang kuliner dan juga tempat tinggal sebuah apartemen mewah di bilangan kapuk hanya saja Rahman menunggu waktu yang tepat untuk menyuruh gadis itu keluar dari rumah nya apalagi selama beberapa hari ini selama Miela tinggal di rumah nya gadis itu terus berusaha mengganggu Anggara dan sungguh Rahman tidak menyukai nya kalau saja dia menuruti ucapan istrinya Rahman sudah mengusir gadis itu jauh-jauh hari maka, kali ini Rahman sudah tidak bisa menahan diri nya untuk tidak mengusir Miela.


Miela terkesiap ketika mendengar Rahman mengetahui dirinya mempunyai apartemen


"m_maksud Om apartemen apa?"


Rupanya Miela masih berusaha menyangkalnya dan Rahman semakin geram di buatnya.


"sudah lah Miela, kamu tidak usah berkilah, kamu pikir selama ini saya tidak menyelidiki siapa kamu sebenarnya dan wajar kan? kalau saya menyuruh kamu pergi dari sini? karena kamu bukan siapa-siapa kami, kamu kesini karena di bawa Verra! karena maksud nya itu dan sekarang seperti nya tidak baik kalau kamu lama-lama tinggal di sini seorang gadis yang bukan siapa-siapa, tidak ada hubungan sama sekali dengan keluarga kami, itu tidak bagus di pandang orang. ingat, kamu itu sedang berada di Indonesia, yang segala sesuatu nya di perhatikan adab dan istiadat nya apa lagi dari segi agama yang kami anut ini semua tidak pantas dengan keberadaan mu di sini"


Rahman menjeda ucapan nya sungguh dia tidak mau bicara kasar pada seorang gadis sebenarnya tapi


tingkah dan perilaku Miela selama ini memaksa dirinya berkata tegas walaupun itu terdengar kasar. Rahman menarik nafas nya pelan


lalu kembali bicara


" kamu bukan sedang di negara barat yang dalam hal ini bisa di anggap biasa Miela, karena di kehidupan negara barat hanya berdasarkan saling menghargai, dan toleransi selebihnya jauh beda dengan adab ketimuran kami maaf"


kali ini dia tidak bisa menyangkal apa yang Rahman katakan.


"baik lah om, besok aku akan pergi dari rumah sini" sahut Miela akhirnya mau tak mau walaupun dia tidak rela meninggalkan rumah Subianto tepat nya tidak rela berjauhan dari Anggara dan tidak melihat pria tampan itu


"AArg..sial" gumam Miela


"kamu bilang apa tadi?!" tanya Rahman yang samar mendengar gumaman Miela yang mengumpat


Miela kaget karena Rahman mendengar umpatan nya


"ah, tidak om, aku tidak bilang apa-apa tadi ya sudah kalau begitu aku kembali ke kamar ku dulu untuk istirahat" Miela pun berjalan menuju kamar nya di lantai dua gadis itu melangkah ke atas menapaki anak tangga tapi baru saja dia menapaki satu anak tangga Rahman kembali bersuara bersamaan itu pula dia melihat kamar Anggara yang terbuka dia merasa senang berarti ada kesempatan untuk mendekati kamar Anggara tapi wait! Miela mendengar suara tawa seorang wanita? tiba-tiba saja hati nya di landa cemburu karena suara wanita itu terdengar manja dan ketika Miela hendak kembali meneruskan langkahnya..

__ADS_1


"kamu tidak perlu keatas lagi, barang-barang mu sudah di pindahkan di kamar tamu yang ada di lantai satu di ujung lorong itu"


Miela menghentikan langkahnya, membalikkan badannya ke arah Rahman dengan tatapan tidak percaya.


*apa ini? bahkan pria tua itu sudah memindahkan barang nya ke lantai satu? sial!* gumam nya dalam hati merutuki


ternyata Rahman sudah mengantisipasi hal ini semua, selama kepergian Miela ke luar kota dua hari di gunakan Rahman untuk memindahkan barang gadis itu ke lantai satu karena kamar yang Miela tempati itu tak jauh dari kamar Anggara yang awalnya di tempati oleh Verra pada waktu wanita itu menginap di rumah nya dan Miela minta pada Verra agar dia menginap di sini dengan menempati kamar itu tentu saja Verra dengan senang hati membiarkan Miela tinggal di kamar tersebut karena maksud nya


dan selama itu pula Miela selalu mencuri perhatian pada Anggara setiap ada kesempatan.


ah, Rahman sungguh geram mengingat kelakuan kurang ajar Miela dan saat ini rasanya dia sudah tidak bisa mentolerir tingkah Miela


dia sudah tidak memikirkan rasa sungkan nya pada mantan adik ipar nya itu.


"kenapa kamar saya di pindah om?" tanya Miela tanpa malu


"karena memang seharusnya, karena kamu di sini hanya orang lain yang hanya singgah dan semestinya sudah dari kemarin-kemarin saya melakukan nya"


tangan Miela mengepal kuat menahan emosi karena lagi-lagi Rahman menegaskan kata-katanya


"b_baiklah Om, saya akan ke kamar itu permisi" ucap Miela suara nya sedikit bergetar karena sudah menahan emosi nya di tambah lagi mendengar suara tawa manja seorang wanita dari arah kamar Anggara membuat darah nya mendidih.


*aarrhgh!! sialan!!* teriak Miela dalam hati nya dengan langkah sedikit di banting gadis itu melangkah menuju kamar yang di tunjuk Rahman yang berada di ujung lorong dapur kamar yang tidak pernah di tempati oleh siapapun karena sebenarnya kamar itu hanya kamar lebih, jika ada sanak famili nya yang datang bila ada satu acara.


Rahman tahu gadis itu sedang menahan emosi nya karena tidak senang apa yang dia berlakukan


"om keren!"


tiba-tiba saja Yusuf bersuara sambil mengacungkan dua jempol nya ke arah Rahman dengan senyum lebarnya.


tapi hanya tatapan mata yang tajam Rahman membalas ucapan Yusuf

__ADS_1


perlahan Yusuf menurunkan dua jempol nya itu dan senyuman lebar yang terukir di wajah tampan itu berubah menjadi senyuman kaku.


TBC..


__ADS_2