Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
istri kedua?


__ADS_3

"kita akan bertemu klien kita dulu yus"


Yusuf yang sedang fokus mengemudikan mobil menoleh sebentar ke arah Rahman yang duduk di sebelah nya.


setelah bertemu dengan Anggara di kampus Rahman berencana akan memenuhi undangan klien nya siang ini, di sebuah cafe di Sudirman.


klien dari Swiss yang tidak jadi bertemu dengan Anggara di Singapura karena insiden dengan tuan Kim. saat mengingat kejadian itu Rahman menarik nafas nya dalam-dalam rasa pening di kepala nya dia rasakan saat ini. dan itu lah yang membuat Yusuf menoleh sekilas ke Rahman dahi anak muda itu mengerut. setelah itu kembali matanya fokus ke arah jalan di depan nya.


"kita bertemu tuan Robert, om?"


"iya, setelah pertemuan gagal itu ternyata tuan Robert masih berminat bekerja sama dengan kita"


jelas Rahman.


"oh begitu, bagus lah kalau tuan Robert masih berminat menjalin kerjasama sama dengan kita menyangkut proyek besar di Swiss itu om"


lanjut Yusuf merasa senang sekaligus hatinya bertanya kenapa tuan Robert masih mau meneruskan kerja sama dengan perusahaan Mega pelangi group perusahaan milik Rahman bergerak di bidang properti yang sudah dia rintis turun temurun keluarga nya. dan di bidang passion tepat nya penyediaan bahan baku nya yang baru saja dia geluti.


"saya heran dengan tuan Robert om"


Yusuf bicara dengan mata tetap fokus ke arah jalanan.


Rahman menoleh karena ucapan Yusuf.


"heran kenapa yus?"


"kita mengenal tuan Robert ini salah satu pengusaha berdarah dingin, yang tidak pernah mentolerir kesalahan partner nya"


"aku juga tidak tahu yus, apa yang membuat tuan Robert masih mau bertemu kita khususnya hari ini lelaki asing itu mau meluangkan waktunya untuk bertemu"


jelas Rahman yang juga tidak mengetahui keadaan saat ini.


tak terasa mobil yang membawa mereka berdua sudah memasuki ke area sebuah cafe mewah.


Yusuf dan Rahman turun dari mobil Mercedes Benz bewarna silver berbarengan. kemudian berjalan memasuki cafe tersebut yang langsung di Songsong oleh seorang pramusaji cafe tersebut.


"silahkan tuan-tuan"


Yusuf hanya tersenyum tipis menimpali keramahtamahan sang pramusaji seraya mengedar kan pandangan nya keseluruh ruangan dan sudut cafe mewah tersebut.


tak lama pandangan nya terpaku pada sebuah tempat yang berada di sudut ruangan itu berdekatan dengan balkon terbuka


dua orang pria berbeda usia, serta satu wanita cantik nan anggun duduk santai sambil berbincang


santai karena terlihat wanita cantik itu terkadang melepas tawa renyah nya. hingga perbincangan mereka sesaat terhenti karena melihat kedatangan Yusuf dan Rahman.


yang sudah melihat keberadaan mereka kedua pria itu berjalan mendekati meja di mana mereka berada.


selama ini Rahman tidak pernah bertemu dengan tuan Robert. selama


beberapa kali pertemuan, karena dari pihak tuan Robert selalu di wakilkan oleh sekretaris nya yang sekarang Rahman lihat duduk di sebelah pria yang usia nya sekitar lima puluh lima tahun berwajah Eropa masih terlihat gagah dan tampan duduk di sebelah seorang lelaki berwajah datar yang sudah Rahman kenal karena sudah beberapa kali bertemu.


dalam pikiran Rahman menduga, mungkin kah itu tuan Robert?


kedua lelaki berbeda usia itu berdiri saat Rahman dan Yusuf sudah berdiri di hadapan mereka.


"selamat datang tuan Rahman? and... Robert langsung mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Rahman. ucapan Robert terhenti karena atensi nya teralih pada Yusuf. melihat itu Yusuf langsung mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Tuan Robert sekaligus memperkenalkan diri nya.


"saya Yusuf, direktur pemasaran Mega pelangi group "


Yusuf tersenyum ramah pada Robert sekilas dia melirik ke arah wanita cantik bernetra biru yang tetap asik duduk di tempat nya yang sibuk dengan ponselnya seolah tidak memperdulikan kedatangan dua orang itu.


"sial, angkuh sekali dia" umpat Yusuf dalam hati nya. karena kesan pertama yang dia lihat pada wanita muda yang terlihat lebih dewasa dari nya mungkin. ya seperti itulah kelihatan nya wanita itu nampak berpenampilan menarik dan seksi meskipun semua nya pakaian nya tertutup karena memang memakai stelan blazer dan celana kulot ketat pas body bewarna peach. kontras dengan warna kulit nya yang putih khas wanita Eropa. rambut panjang berwarna tembaga menambah kecantikan wanita itu


dan ketika wanita itu menengadah kan wajah nya ke arah Yusuf dengan kedua alisnya bertaut karena merasa Yusuf menatap ke arah dirinya dengan sorot mata yang membuat nya gusar.


membuat Yusuf sedikit kaget karena mendapat tatapan netra biru wanita itu dengan tatapan penuh intimidasi?


walaupun itu hanya dalam hitungan detik tapi mampu membuat dada Yusuf berdebar hebat.


"sh**it!" kembali Yusuf mengumpat pelan nyaris tak terdengar


tapi tidak dengan Rahman yang berdiri di sebelah nya lelaki paruh baya itu sontak menoleh ke arah Yusuf dengan tatapan penuh tanya.


"kamu kenapa yus?"

__ADS_1


tanya Rahman pelan. Yusuf yang mendapat todongan langsung dari Rahman tentu saja menjadi kaget dan tak enak hati.


"ah, tidak apa-apa om" sahut Yusuf pelan menjadi salah tingkah.


"ayo silahkan duduk gentleman"


suara ajakan dari Robert memecah kecanggungan di antara mereka.


yang di angguki oleh Rahman kemudian ikut duduk, bergabung dengan Robert.


*


*


jeritan serta erangan nikmat terdengar berbarengan menandakan kedua nya mendapatkan puncak kenikmatan dari akhir aktivitas panas kedua sejoli itu, disebuah ruangan yang ada di balik rak-rak buku besar yang kokoh berdiri .


peluh keringat membanjiri di kedua tubuh pria dan wanita yang masih menyatu membuat kedua tubuh polos yang masih bertumpuk itu terlihat licin mengkilat karena keringat yang di hasilkan dari olahraga panas di siang hari bolong di ruangan tersembunyi itu karena dingin nya pendingin ruangan tersebut tidak lagi berefek pada kedua tubuh polos yang habis melakukan kegiatan nikmat yang menghasilkan keringat.


nafas Anggara yang masih menderu, masih betah berada di atas tubuh istrinya memandang lekat wajah cantik istri nya yang banjir keringat


dan pemandangan itu sangat membuat Anggara tergila-gila karena penampilan yang dia lihat pada istrinya sekarang ini membangkitkan gairah nya. seksi, dan hot!


"ya ampun sayang, rasanya aku tambah gila kalau melihat mu seperti ini" ungkap Anggara jujur masih menahan tubuh nya di atas tubuh istrinya. dengan satu tangan nya yang menjadi tumpuan beban tubuh besar nya karena tangan nya yang satu nya dia lingkar kan di balik punggung polos istri nya dia tarik perlahan untuk merapikan helaian rambut istri nya yang acak-acakan hingga menutupi wajah cantik sang istri.


"issh"


Renita memalingkan wajahnya karena tersipu malu dengan rayuan gombal suami nya yang membajak nya di siang bolong, di mana saja jika ada kesempatan.


walaupun Renita juga menyukai kegiatan pembajakan ini, tapi perbuatan suami nya sekarang ini mampu membuat dirinya waspada dan nikmat bersamaan.


"buruan nyingkir bang! berat tau!"


Renita jadi greget sendiri karena Anggara belum juga menyingkir dari atas tubuh nya.


Anggara terkekeh gemas melihat itu. karena sang pusaka milik nya sudah mendapatkan Asahan nikmat nya walaupun itu hanya sekali, karena biasanya Anggara tidak pernah cukup sekali kalau mengasah pusaka nya. tapi karena kondisi tempat sekarang ini tidak memungkinkan untuk nya untuk ronde berikutnya. dengan berat hati Anggara menyudahi nya tapi sebelum dia menyingkir dari atas tubuh istrinya, Anggara kembali memberikan kecupan dalam pada bibir tebal sang istri dengan penuh hasrat. menutup acara asah, mengasah pusaka nya.


setelah itu Anggara langsung melepaskan diri nya, lalu langsung membopong tubuh istrinya hingga kembali membuat Renita terkejut karena nya.


"bang!! mau ngapain lagi?!"


goda Anggara membuat istri nya itu menatap tajam ke arah dirinya.


"enak saja! lepaskan aku, aku bisa mandi sendiri!"


Renita menggoyang tubuhnya agar Anggara menurunkan dirinya dari gendongan suami nya karena betapa malunya Renita sekarang ini


Anggara membawa dirinya dalam gendongan nya dengan kedua tubuh mereka yang masih keadaan naked.


wajah Renita sudah bewarna seperti kepiting rebus karena saking malunya. hingga akhirnya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Anggara karena tentu saja Anggara lebih kuat mencengkram kuat tubuh polos istri nya agar istrinya tidak bisa lepas dari gendongan nya untuk membawa nya mandi bersama.


"Hahaha.. kamu kenapa sayang? kamu malu? bahkan sudah sekian kalinya kita melakukan nya dan kamu sudah melihat semua tubuh ku ini bahkan menikmati nya"


Tutur Anggara tanpa beban bicara hal fulgar pada istrinya.


ya seperti itulah kadang wanita tidak sama dengan pria dalam hal ini, tentu saja. walaupun mereka sudah menjadi pasangan suami istri, sudah saling bertukar peluh dan keringat bahkan Saliva. tapi tetap saja terkadang wanita itu masih merasa malu bila menampilkan begitu saja tubuh polos nya pada sang suami, walaupun ada sebagian wanita yang juga berani di luar kegiatan ranjang mereka.


Renita tidak menjawab ucapan Anggara dia tetap merapatkan wajah nya di dada telanjang Anggara yang berkeringat itu, pasrah dengan sikap dominan Anggara, dalam hal ini.


*


*


"terima kasih anda mau datang menemui kami tuan Rahman"


Robert menyampaikan rasa senang nya karena Rahman mau menyempatkan waktu untuk bertemu dengan dirinya.


"ah, tidak masalah tuan Robert, malah saya yang berterima kasih pada anda karena masih mau meneruskan kerja sama ini meskipun waktu di Singapura anak saya tidak bisa bisa bertemu dengan anda karena sudah terjadi sesuatu di sana"


Rahman berbalik mengungkapkan perasaan tak enak hati nya pada Robert dan Rahman sangat excited dengan kemurahan hati tuan Robert yang masih mau meneruskan kelanjutan kerja sama dengan perusahaan mega pelangi.


kedua orang besar itu terkekeh pelan menanggapi sikap masing-masing mereka.


"mmm, baik lah kalau begitu, rupanya semua kerja sama kita bisa kembali pulih, oh ya, perkenalkan ini sekretaris saya Bram anda pasti sudah beberapa kali bertemu untuk mewakili saya"


Rahman tersenyum mengangguk ketika Robert mengenal kan Bram sekretaris nya sekaligus assisten nya lalu pandangan Robert beralih ke arah wanita muda, cantik yang duduk di hadapan Robert begitu juga Rahman dan Yusuf mengikuti arah pandang Robert ke sang gadis itu yang selalu memasang wajah serius hanya senyuman tipis karena dia tahu Robert akan memperkenalkan diri nya.

__ADS_1


"dan ini Razeta Marquez putri sulung ku"


Yusuf sesaat melebar kan matanya dan setelah nya kembali bersikap biasa, menatap lurus ke arah wanita cantik yang di perkenalkan sebagai putri tuan Robert.


"wah, ternyata nona cantik ini putri anda tuan?"


puji Rahman. tersenyum pada gadis itu. Razetta mem balas dengan anggukan kecil kepala nya beserta senyuman tipis pada Rahman.


"terima kasih uncle" ucap Razeta berusaha untuk bersikap ramah pada Rahman tapi memberikan senyuman sinis pada Yusuf.


"eh, apa maksud dengan expresi wajah nya seperti itu?"


Yusuf bertanya dalam hati nya heran karena melihat Razetta tersenyum sinis pada dirinya.


"putri ku ini yang akan ikut memimpin mega proyek kita tuan Rahman"


Rahman menatap takjub ke arah Razetta


"wow, luar biasa! Anda mempercayakan proyek ini pada anak gadis anda tuan, seperti nya nona Razetta ini wanita yang hebat,, karena sudah di berikan kepercayaan besar menangani proyek besar ini" tutur Rahman jujur dengan nada terdengar kagum. terbesit dalam hati nya seketika mengingat Anggara anak lelaki nya satu satunya yang dia harapkan untuk memimpin perusahaan milik nya tapi kenyataannya anak nya itu malah enggan untuk memimpin perusahaan milik nya, mengganti kan diri nya karena usia nya yang tidak lagi muda.


Yusuf menangkap raut wajah Rahman yang tiba-tiba berubah mendung seperti nya otak Yusuf langsung tanggap apa yang sedang Om nya itu pikirkan.


"om?"


Yusuf bicara setengah berbisik, memegang lengan Rahman yang gempal. dan Rahman menoleh ke arah Yusuf sambil tersenyum tipis seolah mengerti jika Yusuf sedang menyadarkan dirinya dari lamunannya.


"oke?"


Yusuf kembali memastikan


Rahman pun tersenyum tipis merespon teguran Yusuf.


"Daddy!!"


seorang balita lucu berusia empat tahun tiba-tiba saja berteriak sambil berlari memanggil Daddy, sehingga atensi Robert beralih pada seorang balita lucu yang berlari ke arah nya.


"be careful boy!"


Robert refleks langsung merentangkan kedua tangannya dan menangkap tubuh bulat balita itu yang langsung memeluk tubuh gempal Robert dan tentu saja membuat Robert terkejut sesaat karena mendapat kan terjangan dari putra kecil nya itu namun tak lama pria paruh baya itu tersenyum lebar seraya mengangkat tubuh kecil putra nya ke atas pangkuan nya.


sementara Rahman dan Yusuf hanya terdiam karena kaget juga dengan kedatangan bocah lucu itu yang tiba-tiba entah datang dari mana.


"putra anda?" akhirnya Rahman mengeluarkan suara nya dari keterpakuan nya tadi untuk bertanya.


"iya, ini putra ku dari istri kedua ku"


"oh ya?"


Rahman tambah terkejut dengan apa yang dia baru tahu dari klien nya itu.


"istri kedua? oh maaf, kalau saya lancang" Rahman jadi tak enak hati karena merasa expresi nya mungkin berlebihan.


Robert tergelak karena sikap sungkan Rahman dia mengerti dengan keterkejutan partner bisnis nya yang mungkin bertanya karena tidak tahu.


"iya dari istri kedua ku, karena istri ku yang pertama sudah meninggal


Razetta putri ku dari istri ku yang pertama"


"darling"


suara lembut seorang wanita menyapa Robert dari arah belakang punggung Rahman dan Yusuf.


deg


seketika tubuh Rahman membeku mendengar suara lembut seorang wanita, dan itu membuat jantung Rahman berdetak kencang. karena posisi duduk Rahman dan Yusuf membelakangi arah datangnya suara lembut wanita yang seperti nya berjalan mendekati mereka.


"kesini dear, perkenalkan ini, partner bisnis ku yang baru"


Robert dengan tatapan penuh cinta melambaikan tangan nya ke arah wanita cantik yang tak lagi muda namun masih terlihat cantik dan awet muda di usia nya sekarang ini.


dengan langkah yang anggun wanita itu berjalan mendekati di mana suami nya duduk dan ketika wanita itu sudah melewati Rahman dan Yusuf lalu dengan gerakan yang elegan, mendekati kursi kosong di sebelah Robert, seketika wajah Rahman pias seperti tak ada darah mengalir pada tubuh nya.


*


TBC...

__ADS_1


__ADS_2