Dia jodoh ku

Dia jodoh ku
pulang ke Jakarta.


__ADS_3

sudah tiga hari seminar di adakan di hotel start light, hari ini adalah hari terakhir Renita berada di kota Bandung setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya dan seminar.


Renita keluar dari ruang seminar niat hati ingin langsung ke kamar nya untuk bersiap-siap untuk pulang besok.


"Renita" seseorang memanggil namanya dengan suara berat nya.Renita yang hendak menuju lift menoleh ke sumber suara yang memanggil nya.


"Raga?" ucap Renita melihat lelaki tampan berperawakan tinggi sedang, tidak besar dan tidak kecil juga cukup proposional untuk ukuran pria, berkacamata tipis dengan rambut sedikit bergelombang.berjalan ke arah Renita dengan senyum tipis nya.


"kamu mau kemana Ren?" tanya Raga basa-basi karena pasti tahu kalau Renita mau ke kamar nya.


"mau ke kamar pak"


"kamu mau jalan-jalan dulu Ren? sebelum semuanya kembali"


"nggak deh pak, mending sisa waktu nya buat saya istirahat saja.saya ingin tidur sepuasnya sebelum besok semua pulang" balas Renita jujur karena memang rasanya selama beberapa hari ini dirinya kurang istirahat,juga tidur.


"lho sayang Ren..masa jauh-jauh ke Bandung ada waktu luang di pake hanya buat tiduran sih"


Renita hanya tersenyum tipis merespon ucapan Raga.


"nggak apa-apa pak, justru ini juga kesenangan saya yang hakiki yaitu tidur sepuasnya sebelum datang kesibukan lain nya"


"tapi Ren, yang lain pada pergi lho, ntar siang,kita udah boking tempat villa di Lembang nah, besok kita pulang berangkat dari sana" Raga terus saja membujuk Renita dan seperti nya bujukan Raga berhasil nampak wajah Renita terlihat bimbang dan mulai terpancing.


"baik lah pak saya akan ikut rombongan,jam berapa berangkat nya?"ucap Renita di antara keraguan nya karena tidak enak hati dan juga dia tidak mau di cap angkuh tidak mau bergabung dengan para dosen yang lain nya. apalagi mereka yang ikut seminar di Bandung ini sudah mengetahui hubungan nya dengan Anggara.


Raga dengan wajah bahagia nya karena berhasil membujuk Renita untuk ikut ke lembang.


"nanti jam tiga sore"


sahut Raga dengan semringah nya.

__ADS_1


"oh,ya sudah. saya ke kamar dulu mau siap-siap"


"oke, aku tunggu nanti di lobby, apa perlu aku jemput ke kamar mu?"


"nggak perlu, nanti kita ketemu di lobby saja"sahut Renita cepat.


Renita hanya mengangguk pelan merespon ucapan Raga dan tak lama pintu lift pun terbuka lalu gadis itu masuk ke dalam nya.Raga yang masih berdiri di depan lift memandangi Renita dengan wajah penuh bahagia karena berhasil membuat Renita ikut dalam acara kebersamaan dengan para dosen di Lembang.hingga pintu lift itu sudah tertutup pun senyuman Raga belum hilang dari wajah nya.


Renita yang sudah tiba di kamar nya langsung melucuti pakaiannya, masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


lima belas menit saja cukup bagi Renita menyelesaikan ritual mandi nya gadis itu berjalan menuju koper nya yang berisi pakaian nya.


Renita melihat jam tangannya yang di letakkan di nakas.


"hm masih jam setengah dua belas masih ada waktu lah sekitar Dua jam buat rebahan dulu" gumam nya.


lalu gadis itu memilih baju piyama pendek berbahan satin yang lembut dengan celana hotpants yang sangat pendek hingga hampir mengekspos pangkal paha nya yang putih mulus.setelah berpakaian gadis itu berjalan gontai ke arah ranjang dan.. menghempaskan tubuhnya ke atas kasur empuk itu


"Ahhh..duh enak banget Rebahan gini sih, rasanya badanku yang pegel semua jadi hilang"


hingga tak terasa matanya terpejam nafasnya pun terdengar sangat teratur.gadis itu akhirnya terlelap dengan kaki masih menjuntai ke lantai.


tok


tok


tok


suara ketukan pintu kamar Renita terus terdengar tapi gadis itu masih betah berselancar di alam mimpi dan tidak terusik sama sekali oleh ketukan pintu kamar nya yang sedari tadi di ketuk dari luar.


dan beberapa kali ketukan itu masih saja terdengar yang akhirnya gadis itu menggeliat bergerak lembut di atas kasur empuk nya.merasa ada suara ketukan pintu masuk ke dalam telinga nya dengan enggan membuka kelopak matanya yang terasa lengket untuk di buka.

__ADS_1


"siapa sih.. berisik banget" gumam nya dengan suara yang masih serak karena baru saja bangun dari tidur nya.tapi ketukan pintu kamar nya terus saja terdengar seperti nya orang yang mengetuk pintu itu pantang menyerah.


"iya,iya.. sebentar!!!" sahut Renita dari dalam menyahut ketukan pintu kamar nya dengan kesadaran yang belum seratus persen kembali Renita berjalan gontai dan sesekali mengerjapkan matanya untuk benar-benar menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam netra nya. berjalan menuju ke arah pintu kamar nya lalu menarik handle pintu dan membuka nya.


cklekk.


"kamu? ada apa sih, ketuk pintu seperti orang udah kebelet ajah ganggu aku tidur Angga.." tanya Renita melihat Anggara berdiri di depan pintu kamar nya dengan wajah terkejut melihat penampilan Renita dengan rambut yang berantakan,wajah bantal nya tanpa polesan make up sama sekali dengan mata nya yang kadang dia pejamkan karena rasa kantuknya masih menempel dan jangan lupa suaranya yang terdengar serak khas orang bangun tidur.membuat pria berwajah blasteran Belanda-indo itu menatap lekat wajah Renita yang baru kali ini di lihat nya seperti itu tapi satu kata yang tetap Anggara ucapkan untuk calon istri nya itu.


"cantik dan imut"gumam nya tersenyum.yang sayup-sayup masih terdengar oleh rungu Renita.


"kamu bilang apa Angga?"


"oh, nggak ada" kilah Anggara.


"ada apa Angga?"


"aku nggak di suruh masuk dulu Ren, nggak enak bicara di depan pintu, apa lagi baju mu ini lho" Anggara men, scan penampilan Renita yang sangat seksi dan menggoda membuat dirinya susah menelan saliva nya.


"kenapa dengan penampilan ku?" timpal Renita dengan polosnya tak menyadari seperti apa.


"sudah, sudah.masuk dulu nanti ada yang lihat kamu begini, aku nggak rela" Akhirnya Anggara masuk tanpa di suruh lagi, mendorong tubuh Renita kedalam, begitu juga dirinya dan menutup rapat-rapat pintu kamar Renita.


"kamu bahaya banget sih, jadi perempuan Renita, ceroboh sekali dengan diri mu, astaga Ren.. bagus aku yang mengetuk pintu mu coba kalau lelaki lain dan melihat penampilan kamu seperti ini astaga..!" rancau Anggara geram karena membayangkan kalau saja orang lain yang melihat penampilan Renita yang menggoda seperti itu yang dia sendiri sebagai lelaki normal sampai menelan saliva nya berkali-kali apa lagi kalau ada lelaki lain, sungguh dia tidak rela pria itu menyugar kasar rambut nya.


sedangkan Renita berdiri di depan Anggara yang duduk di kursi tunggal yang ada kamar itu Renita menatap heran pada Anggara dengan wajah yang memerah menatap dalam wajah Renita dengan menahan rasa yang terus bergejolak dalam diri lelaki nya.


"kamu sudah mandi Ren?"


"sudah"


"kalau begitu ganti baju mu, siap-siap, kita pulang ke Jakarta"

__ADS_1


*


to be continued..


__ADS_2